Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SENI ARSITEKTUR MASJID DI LUHAK AGAM (Dalam Tinjauan Estetis-Filosofis) Husni, Muhammad
Menara Ilmu Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 78, November 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i78.443

Abstract

Luhak agam pernah menjadi pusat penyebaran dan pembaharuan Islam di Minangkabau.Sejumlah masjid berdiri pada nagari-nagarinya dari masa ke masa dengan corak seni arsitektur yang memiliki nilai estetis-filosofis.Penelitian ini mengkaji secara spesifik seni arsitektur masjid dalam tinjauan estetis-filosofis di luhak Agam dari masa ke masa.Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan sumber data yang berasal dari hasil survey lapangan dan survey kepustakaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Populasi sampel diambil berdasarkan dari corak masjid yang ada di luhak agam dari masa ke masa.Hasil yang dicapai dalam penelitian ini telah menemukan corak arsitektur masjid diluhak agam pada zaman klasik ciri utamanya beratap tumpang, pada zaman pertengahan dengan atap berkubah empat yang kemudian pada zaman modern berkembang menjadi masjid dengan lima kubah. Masing-masing corak tersebut memberikan unsur estetis yang mengandung nilai filosofis tersendiri.Kata kunci:Seni Arsitektur, Masjid, Luhak Agam
SENI ARSITEKTUR ISLAM MINANGKABAU DARI MASA KE MASA Muhammad Husni; Olvyanda Ariesta
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2430.797 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v4i2.64

Abstract

Semenjak masuknya Islam ke Minangkabau mulai dari zaman klasik yang bersifat tradisional hingga sekarang corak seni arsitektur Islam Minangkabau berupa surau dan masjid terus berkembang dengan daya tarik tersendiri sehingga menarik untuk dikaji dan diteliti. Penelitian ini mengkaji secara spesifik bentuk atau tipologi atap surau dan masjid di Minangkabau sebagai ciri khas yang paling menonjol pada arsitektur bangunan umat Islam. Penelitian ini bersifat deskriptif-komparatif dengan menggunakan sumber data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Populasi sampel sebagai objek studi dipilih berdasarkan kelompok corak tertentu yang dapat mewakili coraknya. Hasil yang dicapai dari penelitian ini telah menemukan corak arsitektur surau dan masjid di Minangkabau dari zaman klasik sampai sekarang terbagi ke dalam dua tipologi yaitu tipologi atap tumpang dan tipologi atap kubah. Masing-masing dari kedua tipologi itu memiliki sejumlah varian tertentu yang dipengaruhi oleh faktor peradaban Hindu, China, Islam dan adat Minangkabau yang bersifat estetisfilosofis.
Syifa' dan Dawa': Kajian Fungsi Al-Qur'an sebagai Obat Husni, Muhammad; Anggraini, Yuliza
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 6, No 2 (2024): ISTINARAH: RISET KEAGAMAAN, SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/istinarah.v6i2.13965

Abstract

This research aims to explain the Qur'an as a healer/medicine which is taken from the verses of the Qur'an which states that the Qur'an is a syifa'. This research is a literature study using the thematic interpretation method by collecting verses that declare the Qur'an as syifa'. The source of the data is referring to the Qur'an and interpretations analyzed using a linguistic approach. The results of this study found that linguistically the word syifa' can be directed to physical and spiritual diseases. The Qur'an as a syifa’ is more aimed at spiritual diseases that can sometimes have an impact on the body. It is possible that with blessings and fadhilah (virtues) the verses of the Qur'an can be healed physically by certain people who are desired by Allah swt so that the Qur'an can function as a syifa' as well as a dawa'. This research is different from previous studies that state that the Qur'an is only syifa for spirituality, not as a dawa' or as syifa' as well as dawa' for various kinds of physical diseases that apply in general.
TEOLOGI MUSIBAH : DISKURSUS MUSIBAH MELALUI PENDEKATAN QUR’ANI Husni, Muhammad; Hasani Z, Jufri
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 3 (2025): Vol. 7 No. 3 Edisi 2 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i3.3124

Abstract

This study aims to analyze the factors causing a disaster so that it can provide an answer to the hypothesis that disasters are natural phenomena or punishments from God. This research is a literature study using a theological or Qur'anic approach in understanding a disaster or calamity. This research uses the thematic interpretation method, namely by collecting verses of the Qur'an related to disasters or calamities and analyze the causal factors behind the disaster. The results of this study reveal that the occurrence of disasters, including disasters that are considered pure disasters basically it cannot be separated from human attitudes and actions that are negligent (human error) and do not heed divine rules both in relation to God and to nature (other than God). This disaster can function as azab and iqab (punishment and torment) as a result of human actions or as a trial and temptation (test and trial) against faith even though one cannot identify and ascertain the position of each calamity.Keywords : Disaster, Natural Phenomena, Punishments, and Qur'anic