Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU PEMBATASAN CAIRAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS Zakiah Rahman; Syamilatul Khariroh; Fakhrur Rozi
Menara Medika Vol 6, No 1 (2023): VOL 6 NO 1 SEPTEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i1.4698

Abstract

Pendahuluan: Kerusakan ginjal yang terjadi dalam waktu lama (menahun) ditandai dengan penurunan fungsi ginjal menyaring darah dibukti dari penurunan laju filtrasi glomerulus. sehingga harus dilakukan hemodialisa untuk menjaga keseimbangan cairan didalam tubuh. Pasien yang menjalani hemodialisa penting melakukan pembatasan cairan, hal ini dipengaruhi oleh motivasi pasien untuk menjaga kesehatannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan  motivasi dengan perilaku pembatasan cairan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Raja Ahmad Thabib. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 38 orang dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling, penelitian ini dilakukan pada pasien gagl ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Raja Ahmad Thabib. Alat pengumpul data menggunakan kuisioner motivasi dan prilaku pembatasan cairan. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil: didapatkan pasien hemodialisa 57,9% motivasi rendah dan 55,9% memiliki perilaku pembatasan cairan buruk, dengan p-value, 0,001(0,05), artinya ada hubungan motivasi dengan perilaku pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Kesimpulan dan Saran: Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dengan memiliki motivasi rendah, memiliki perilaku pembatasan cairan buruk dan motivasi yang tinggi memiliki perilaku prilaku pembatasan yang baik. saran : pasien yang menjalani hemodialisa agar meningkatkan motivasi dalam menjaga masukan cairan sehingga kualitas hidup pasien lebih baik.   
Penyuluhan Aromaterapi Lemon untuk Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bugis Tanjungpinang Wasis Pujiati; Zakiah Rahman; Hitmaria Julia DS; Tri Arianingsih; Syamilatul Khariroh; Meily Nirnasari; Umu Fadhilah; Komalasari Komalasari; Liza Wati; Ernawati Ernawati; Yeti Trisnawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 6 (2023): JAMSI - November 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.967

Abstract

Kecemasan menjelang persalinan sering terjadi pada ibu yang akan melahirkan, kecemasan yang dirasakan apabila tidak ditangani akan menyebabkan terjadinya kontraksi rahim sehingga melahirkan bayi premature, keguguran dan depresi. Untuk itu diperlukan metode nonfarmakologi salah satunya penggunaan aromaterapi lemon, aromaterapi ini berfungsi sebagai anti stres, lemon mampu menenangkan, sehingga dapat membantu menghilangkan kelelahan mental, pusing, gelisah, gugup, dan ketegangan saraf. Aromaterapi lemon memiliki kemampuan untuk menyegarkan pikiran, dengan menciptakan pikiran positif dan menghapus emosi negatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa penyuluhan kepada ibu hamil dengan kecemasan menjelang persalinan, responden sebanyak 23 ibu hamil di 2 wilayah Kelurahan Penyengat dan Kampung Bugis. Pengetahuan ibu hamil meningkat pada kategori berpengetahuan tinggi terlihat pada nilai post test sebesar 82,6%.
Self Care Berhubungan dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Zakiah Rahman; Wasis Pujiati; Hotmaria Julia Dolok Saribu
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.447 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.2883

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes patients. This research method uses quantitative research with the analytic observational process with a cross-sectional approach. The study results showed a relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Rumkital Dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang City, with the Chi-Square analysis test obtained a p-value of 0.002 (≤0.05). In conclusion, there is a relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2, Blood Sugar Levels, Self-Care
Hubungan Kualitas Tidur dengan Fatigue Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Zakiah Rahman; R. Meeta Anggiana; Wasis Pujiati; Liza Wati; Utari Yunie Atrie
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45543

Abstract

Diabates Melitus tipe 2 menempati 90% dari keseluruhan kasus diabetes danmenimbulkan gejala polyphagia, polidipsia, polyuria, penurunan berat badan dan kelelahan. Gejala seperti poliuria tersebut pada malam hari juga dialami oleh penderita DM, hal ini dapat mengganggu tidurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fatigue pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Batu X Tanjungpinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah Sampel 56 orang yang memenuhi kriteria inklusi dengan tekhnik sampling consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan Multidimensional Fatigue Inventory (MFI) untuk mengukur tingkat kelelahan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman. Hasil penelitian kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebagian besar kualitas tidur buruk (55,4%), dan kelelahan rendah sebanyak (53,6%). Dengan nilai p value 0,00 (< 0,05).menunjukkan adanya hubungan yang signifikan kualitas tidur dengan fatigue pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Batu X Tanjungpinang yaitu Semakin buruk kualitas tidur, semakin tinggi tingkat kelelahan yang dirasakan oleh pasien. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk intervensi yang lebih baik dalam mengelola kualitas tidur dan kelelahan pada pasien DM Tipe 2 guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Edukasi Edukasi Upaya Pencegahan Gagal Ginjal Kronis Pada Pasien Hipertensi Dan Diabetes Mellitus: Edukasi Zakiah Rahman; Utari Yunie Atrie; Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): JPM MARET 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i1.2356

Abstract

Pasien dengan hipertensi dan diabetes perlu menjaga kontrol gula darah dan tekanan darah untuk mencegah atau memperlambat perkembangan GGK. Kesadaran pasien sangat penting dalam hal ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol tersebut mencakup ketaatan pasien terhadap minum obat, persepsi positif pasien terhadap pengobatan, serta pengetahuan tentang komplikasi penyakitnya. Tujuan : meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan gagal ginjal kronik bagi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Metode : ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2023 dengan target responden adalah perawat masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes melitus sebanyak 20 orang. Kegiatan PKM dievaluasi dengan pre-test dan post-test. PKM menunjukkan sebelum dilakukan edukasi pengetahuan peserta kategori rendah sebanyak 16 orang (80 %) dan setelah edukasi pengetahuan peserta mayoritas tinggi 15 orang (75%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebelum dan setelah edukasi upaya pencegahan gagal ginjal kronik pada masyarakat yang mengalami diabetes melitus dan hipertensi. Melalui upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya gagal ginjal kronik dengan merubah pola hidup, kontrol kadar gula darah dan tekanan darah.
Hubungan Kehadiran Orang Tua Dengan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Saat Dilakukan Tindakan Invasif di Ruang IGD Muhammad Advan Athariq; Zakiah Rahman; Yusnaini Siagian; Safra Ria Kurniati
Excellent Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v1i2.13

Abstract

Tindakan invasif adalah tindakan yang dapat mempengaruhi keutuhan jaringan tubuh, hal ini stresor kuat yang membuat anak mengalami kecemasan. Hal yang bisa mencegah dampak kecemasan anak dengan adanya kehadiran orang tua. Kehadiran orang tua bisa membantu mengurangi kecemasan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kehadiran orang tua dengan tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) saat dilakukan tindakan invasif. Metode penelitian yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 40 anak dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan Spence Children Anxiety Scale (SCAS) Preschool yang dimodifikasi oleh peneliti. Hasil penelitian menggunakan uji Kolmogorov Smirnov didapati p-value = 0,030 < (0,05), ada hubungan kehadiran orang tua dengan tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) saat dilakukan tindakan invasif di ruang IGD Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Ketika anak masuk rumah sakit orang tua diharapkan hadir disebelah anak khususnya saat tindakan invasif dan bagi perawat bekerja sama dengan orang tua dengan tetap mempertahankan kehadiran orang tua saat tindakan invasif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Sei Lekop Kabupaten Bintan Endang Puji Rianti; Wiwiek Liestyaningrum; Zakiah Rahman
Excellent Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v1i2.15

Abstract

Stunting merupakan akibat kekurangan gizi yang terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan anak yang dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan fisik, kerentanan terhadap penyakit, perkembangan kognitif dan juga berdampak pada resiko terjadinya penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel penelitian secara random sampling yang terdiri dari 62 responden balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa buku KIA dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pada faktor-faktor terhadap kejadian stunting pada pola asuh ibu dengan p value sebesar 0,006 (≤ 0,05), cara pemberian makan p value sebesar 0,000 (≤ 0,05), kebersihan lingkungan p value sebesar 0,002 (≤ 0,05), kemiskinan/pendapatan p value sebesar 0,008 (≤ 0,05), pengetahuan ibu p value sebesar 0,008 (≤ 0,05), dan tidak ada hubungan terhadap kejadian stunting pada ANC dan post natal care p value sebesar 0,381 (> 0,05), faktor infeksi p value sebesar 0,355 (> 0,05), riwayat BBLR p value sebesar 0,626 (> 0,05) yang menggunakan uji analisis chi-square. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan adanya hubungan pada faktor pola asuh ibu, cara pemberian makan, kebersihan lingkungan, kemiskinan/pendapatan, dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada balita usia 34-59 bulan di Puskesmas Sei Lekop Kabupaten Bintan Tahun 2022. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber informasi mengenai stunting bagi tenaga kesehatan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipotensi Intradialitik Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Naufal Naufal; Zakiah Rahman; Ikha Rahardiantini; Yusnaini Siagian
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.218

Abstract

Hipotensi intradialitik merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, anemia, lama hemodialisa, dan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan kejadian hipotensi intradialitik. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 November - 19 Desember 2025 pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota Tanjungpinang. Populasi penelitian berjumlah 68 pasien dan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipotensi intradialitik sebanyak 32 responden (80,0%). Tidak terdapat hubungan antara usia (p = 0,689), jenis kelamin (p = 0,709), dan anemia (p = 0,257) dengan kejadian hipotensi intradialitik. Terdapat hubungan antara penyakit penyerta (p = 0,037), lama hemodialisa (p = 0,010), dan IDWG (p = 0,042) dengan kejadian hipotensi intradialitik. Disimpulkan bahwa penyakit penyerta, lama hemodialisa, dan IDWG berhubungan dengan kejadian hipotensi intradialitik pada pasien yang menjalani hemodialisa. Diperlukan upaya pencegahan hipotensi intradialitik melalui identifikasi dini pasien berisiko berdasarkan penyakit penyerta, lama menjalani hemodialisis, dan nilai IDWG. Intervensi berupa pengendalian IDWG melalui edukasi pembatasan cairan, optimalisasi pengelolaan penyakit penyerta, serta penyesuaian parameter hemodialisis diharapkan dapat menurunkan kejadian hipotensi intradialitik dan meningkatkan keselamatan serta kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis.
Sosialisasi dan Pelatihan Terapi Familiar Auditory Sensory Training (FAST) Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Dan Kompetensi Perawat ICU Dalam Kolaborasi Dengan Keluarga Pasien Stroke Utari Yunie Atrie; Yusnaini Siagian; Zakiah Rahman; Linda Widiastuti; Liza Wati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0qgbm726

Abstract

Pasien stroke dengan penurunan kesadaran yang dirawat di ICU memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui terapi non-farmakologis seperti Familiar Auditory Sensory Training (FAST). FAST merupakan bentuk stimulasi auditori menggunakan suara yang familiar bagi pasien untuk meningkatkan kesadaran dan respons neurologis. Namun, masih banyak perawat ICU yang belum memahami konsep dan implementasi terapi ini dalam praktik klinik. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat ICU mengenai terapi FAST serta memperkuat keterlibatan keluarga pasien stroke dalam proses rehabilitasi sensorik di ruang intensif. Metode: Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di RSUD Kota Tanjungpinang dengan melibatkan 15 perawat ICU. Kegiatan terdiri dari sosialisasi dan pelatihan FAST selama dua hari melalui metode ceramah interaktif, video edukatif, dan return demonstration. Penilaian dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kompetensi perawat. Analisis data menggunakan uji Paired t-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan kompetensi perawat setelah pelatihan (mean pre-test=42,56; mean post-test=92,20; p 0,000). Peningkatan sebesar 49,64 poin menunjukkan bahwa sosialisasi dan pelatihan FAST efektif dalam meningkatkan kemampuan perawat ICU dalam penerapan intervensi sensorik berbasis keluarga. Kesimpulan: Pelatihan FAST terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat ICU terhadap penerapan terapi sensorik non-farmakologis berbasis keluarga. Implementasi berkelanjutan terapi FAST di ruang ICU diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kritis, mempercepat pemulihan kesadaran pasien stroke, dan memperkuat peran keluarga dalam proses rehabilitasi.
Upaya Peningkatan Kemampuan Self Care untuk Mengatasi Fatigue pada Pasien Hemodialisis Zakiah Rahman; Utari Yunie Atrie; Wasis Pujiati; Mawar Eka Putri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/53kd6g19

Abstract

Fatigue merupakan gejala paling umum pada pasien hemodialisis, dengan prevalensi 60–97%, dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Rendahnya kemampuan self care menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan self care pasien hemodialisa dalam mengatasi fatigue melalui edukasi terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada 6 April 2026 di Unit Hemodialisa RS-BLUD Kota Tanjungpinang dengan melibatkan 30 pasien hemodialisa rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan/ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi langsung teknik manajemen fatigue, serta pemberian booklet panduan self care. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen FACIT Version-4 dan Self-Care of Chronic Illness Inventory (SC-CII). Hasil menunjukkan penurunan bermakna tingkat fatigue, dari 90,0% peserta yang mengalami fatigue sedang–berat sebelum intervensi menjadi 53,3% setelahnya. Kemandirian penuh dalam self care meningkat dari 13,3% menjadi 60,0%, sementara ketergantungan penuh berkurang dari 43,3% menjadi 6,7%. Saran pendekatan non-farmakologis berbasis edukasi merupakan strategi yang efektif dan perlu diintegrasikan ke dalam standar asuhan keperawatan hemodialisis.