Evy Tri Susanti
Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi Evy Tri Susanti; Haniva Lukma Sari
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.433 KB) | DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.95

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah untuk menyeimbangkan kebutuhan dan jumlah penduduk dengan tujuan mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan kegiatan pokok penyuluhan dan pelayanan kontrasepsi. Kontrasepsi merupakan pengaturan kehamilan dengan menggunakan alat atau metode dengan tujuan menunda, menjarangkan kehamilan dan mengakhiri kesuburan. Alat kontrasepsi mempunyai banyak jenis yang memiliki manfaat serta kekurangan masing-masing. Pengetahuan mengenai alat kontrasepsi dibutuhkan untuk menunjang ketepatan memilih alat kontrasepsi. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi dan gambaran memilih alat kontrasepsi yang tepat. Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode studi kasus tentang pemberian pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Subyek pada studi kasus ini adalah Ny.L, usia 19 tahun, post sectio cesarea primipara, belum pernah mengikuti program KB, berencana mengikuti KB dan ditunggui oleh suami saat dilakukan pendidikan kesehatan, di Ruang Muzdalifah RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Hasil studi kasus ini yaitu pendidikan kesehatan dilakukan secara tatap muka pada Ny.L dan suami dengan media lembar balik dan leaflet. Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi tingkat pengetahuan Ny.L bertambah dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan hanya mampu menjawab 6 pertanyaan, pengetahuan kurang dan setelah diberikan pendidikan kesehatan mampu menjawab 12 pertanyaan dari 15 pertanyaan, pengetahuan baik. Ny.L dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat yaitu Intra Uterine Device (IUD). Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Ny. L setelah pemberian pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah pertanyaan yang dijawab benar oleh Ny. L. Sebelum pemberian pendidikan kesehatan Ny.L hanya mampu menjawab 6 pertanyaan dengan benar, setelah pemberian pendidikan kesehatan Ny.L mampu menjawab 12 pertanyaan dengan benar. Ny. L juga telah memutuskan untuk memilih kontrasepsi IUD. Kata kunci :  alat kontrasepsi, IUD, pendidikan kesehatan, pengetahuan
Pendidikan Kesehatan tentang Tehnik Menyusui yang Benar terhadap Perilaku Menyusui pada Ibu Nifas Primipara Fifi Nur Amalia; Evy Tri Susanti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.409 KB)

Abstract

Latar belakang: Menyusui merupakan proses alami yang tidak mudah dilakukan, maka diperlukan pengetahuan dan latihan tehnik menyusui yang tepat. Tehnik menyusui adalah cara memberikan Air Susu Ibu (ASI) dengan posisi ibu dan bayi dengan benar dengan indikator posisi ibu dan bayi, perlekatan bayi yang tepat, keefektifan hisapan bayi pada payudara sehingga kebutuhan nutrisi bayi tercukupi. Ibu nifas primipara biasanya menyusui bayinya dengan posisi dan perlekatan yang kurang tepat disebabkan karena kurangnya pengalaman ibu dalam praktik menyusui sehingga diperlukan pendidikan kesehatan tentang tehnik menyusui yang benar agar tidak mengakibatkan puting lecet dan bayi tidak menyusu dengan kuat. Tujuan: Mengetahui gambaran pemberian pendidikan kesehatan tentang tehnik menyusui yang benar terhadap perilaku menyusui pada ibu nifas primipara. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus yang dilakukan pada tanggal 25-27 Maret 2019 yaitu pemberian pendidikan kesehatan tentang tehnik menyusui yang benar terhadap perilaku menyusui ibu nifas primipara. Subyek adalah Ny. P, usia 22 tahun, ibu nifas primipara, yang masih bingung tentang cara menyusui yang benar. Hasil: Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi tehnik menyusui yang benar dengan media phantum bayi dan phantum payudara dengan hasil sebelum dilakukan pendidikan kesehatan Ny. P dapat melakukan 2 dari 11 tehnik menyusui dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dapat melakukan 11 tehnik menyusui langsung pada bayinya dengan benar sesuai prosedur. Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan Ny. P setelah diberikan pendidikan kesehatan dari 2 menjadi 11 tehnik menyusui yang benar, Ny. P dapat melakukan tehnik menyusui yang benar pada bayinya.
Upaya Peningkatan Fungsi Kognitif dengan Permainan Teka Teki Silang Pada Lansia Demensia Wahyu Tri Astuti; Evy Tri Susanti; Lis Nurhayati; Emah Marhamah; Rusminah Rusminah; Irma Susanti; Fani Bagus
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v3i1.1623

Abstract

Proses menua yang terjadi pada lansia secara linier dapat digambarkan melalui 3 tahap yaitu, kelemahan, keterbatasan fungsional, ketidakmampuan dan keterhambatan (handicap) yang akan dialami bersamaan dengan proses kemunduran. Bertambahnya usia secara alamiah menyebabkan seseorang akan mengalami penurunan fungsi kognitif, yang sangat umum dialami lansia adalah berkurangnya kemampuan mengingat sehingga lansia menjadi mudah lupa. Berkurangnya fungsi kognitif pada lansia merupakan manifestasi awal demensia. Tujuan Memberikan kegiatan permaianan Teka Teki Silang untuk dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia panti Sosial Tresna Wredha Grojogan Sewu Abiyoso Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan dengan pendampingan dalam permainan TTS selama 1 hari untuk penyaringan lansia dengan dimensia, dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2019, uji yang digunakan dengan Mini Mental Status Exam (MMSE). Jumlah lansia yang mengikuti permainan teka teki silang sebanyak 10 lansia, dengan hasil MMSE 7 lansia mengalami kerusakan aspek fungsi mental ringan, 2 masih normail dan 1 lansia mengalami kerusakan aspek fungsi mental berat. Kemampuan lansia mengikuti permianan teka teki silang di Wisma Grojogan Sewu 60 % mampu menyelesaikan permainan dengan baik, 30 persen menyelesaikan dengan bantuan dan 10 persen selesai tetapi jawaban tidak semua benar.