Rusminah Rusminah
Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Peningkatan Fungsi Kognitif dengan Permainan Teka Teki Silang Pada Lansia Demensia Wahyu Tri Astuti; Evy Tri Susanti; Lis Nurhayati; Emah Marhamah; Rusminah Rusminah; Irma Susanti; Fani Bagus
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v3i1.1623

Abstract

Proses menua yang terjadi pada lansia secara linier dapat digambarkan melalui 3 tahap yaitu, kelemahan, keterbatasan fungsional, ketidakmampuan dan keterhambatan (handicap) yang akan dialami bersamaan dengan proses kemunduran. Bertambahnya usia secara alamiah menyebabkan seseorang akan mengalami penurunan fungsi kognitif, yang sangat umum dialami lansia adalah berkurangnya kemampuan mengingat sehingga lansia menjadi mudah lupa. Berkurangnya fungsi kognitif pada lansia merupakan manifestasi awal demensia. Tujuan Memberikan kegiatan permaianan Teka Teki Silang untuk dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia panti Sosial Tresna Wredha Grojogan Sewu Abiyoso Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan dengan pendampingan dalam permainan TTS selama 1 hari untuk penyaringan lansia dengan dimensia, dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2019, uji yang digunakan dengan Mini Mental Status Exam (MMSE). Jumlah lansia yang mengikuti permainan teka teki silang sebanyak 10 lansia, dengan hasil MMSE 7 lansia mengalami kerusakan aspek fungsi mental ringan, 2 masih normail dan 1 lansia mengalami kerusakan aspek fungsi mental berat. Kemampuan lansia mengikuti permianan teka teki silang di Wisma Grojogan Sewu 60 % mampu menyelesaikan permainan dengan baik, 30 persen menyelesaikan dengan bantuan dan 10 persen selesai tetapi jawaban tidak semua benar.
Application of Therapeutic Communication Techniques Improves Self-Control in Patients With Violent Behavior Adriana Della Putri Hartono; Rusminah Rusminah; Siswanto Siswanto; Ida Rianawaty
Proceeding of the International Conference on Health Sciences and Nursing Vol. 1 No. 2 (2024): December : Proceeding of the International Conference on Health Sciences and Nu
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ichsn.v1i2.34

Abstract

Background: Schizophrenia is a mental disorder characterized by the sufferer's difficulty in distinguishing reality from fantasy. Schizophrenia includes several symptoms such as violent behavior, hallucinations, delusions, social isolation and low self-esteem. Violent behavior if not treated can cause harm to the sufferer himself, others, and the surrounding environment to disrupt the quality of life of the sufferer. Objective: To determine the application of therapeutic communication techniques in patients with violent behavior in Mr. Z and Mr. T who experience the main problem of violent behavior in schizophrenia patients. Method: This study is a qualitative descriptive study with a case study approach, using 2 respondents, namely patients who experienced violent behavior in the Lily 13 Room of the Ministry of Health, Soerojo Hospital, Magelang City. The application was carried out for 4 consecutive days with an application time of 30 minutes, observing signs and symptoms of self-care deficits before and after the application of the action. Results: Therapeutic Communication Techniques can reduce signs and symptoms of violent behavior through the results of observations of signs and symptoms of violent behavior in schizophrenia patients relatively decreasing. Conclusion: The application of therapeutic communication techniques in increasing self-control in schizophrenia patients.
Penerapan Latihan Asertif Untuk Mengatasi Masalah Utama Perilaku Kekerasan Pada Pasien Skizofrenia Di Wisma Abiyasa Soerojo Hospital Magelang Rusminah Rusminah; Fajar Wisnu Murti; Siswanto Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.181

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa yang paling sering dijumpai, suatu sindrom yang ditandai dengan adanya perubahan kognitif, persepsi, emosi dan aspek lain seperti perilaku. Perubahan perilaku yang dapat membahyakan baik pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan disebut dengan perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan dapat dikontrol dengan penatalaksanaan farmakologi dan non-faramakologi. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologi dengan memberikan latihan asertif. Tujuan: mengetahui penurunan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada Tn. H dan Tn. M sebelum dan sesudah latihan asertif dan dilakukan penerapan latihan asertif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, menggunakan 2 responden yaitu pasien yang mengalami perilaku kekerasan di Wisma Abiyasa Soerojo Hospital Magelang. Tindakan dilakukan selama 4 hari dengan pemberian penerapan latihan asertif selama 30 menit, mengukur tanda dan gejala perilaku kekerasan pada pre test dan post test dan wawancara. Hasil: Latihan asertif dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada Tn. H sebesar 2 dan Tn. M sebesar 1. Simpulan: penerapan latihan asertif efektif untuk menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan namun hal ini dapat terjadi karena pemberian terapi farmakologi yang teratur. Kata Kunci: Latihan Asertif., Perilaku Kekerasan., Skizofrenia Abstract Background: Schizophrenia is one of the most common mental disorders, a syndrome characterized by changes in cognition, perception, emotions and other aspects such as behavior. Changes in behavior that can harm oneself, others or the environment are called violent behavior. Violent behavior can be controlled with pharmacological and non-pharmacological management. One non-pharmacological treatment involves providing assertive training.Objective: to determine the reduction in signs and symptoms of violent behavior in Mr. H and Mr. M before and after assertive training and applying assertive training. Method: This research is a qualitative descriptive study with a case study strategy, using 2 respondents, namely patients who experienced violent behavior at Wisma Abiyasa Soerojo Hospital Magelang. The action was carried out for 4 days by providing assertive training for 30 minutes, measuring signs and symptoms of violent behavior in the pre-test and post-test and interviews. Results: Assertive training can reduce signs and symptoms of violent behavior in Mr. H is 2 and Mr. M is 1. Conclusion: the application of assertive training is effective in reducing signs and symptoms of violent behavior, but this can occur due to regular pharmacological therapy. Keywords: Assertive Training., Schizophrenia., Violent Behavior.