Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Berjiwa Seni Melalui Olah Tubuh Sehat Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Di SMA Negeri 4 OKU Treny Hera; Nurdin Nurdin; Efita Elvandari; Naomi Diah Budi Setyaningrum; Rio Eka Putra; Deria Sepdwiko; Rully Rochayati; Auzy Madona Adoma
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 5, No 1 (2022): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v5i1.6081

Abstract

Kegitan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) adalah salah satu tugas pokok di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas PGRI Palembang. Capaian kegiatan PkM yang dilakukan adalah guru dan siswa khususnya di SMA Negeri 4 OKU agar mampu menguasai gerak sehat melalui seni “Zapin Corona”. Pendidikan kesenian khususnya seni memiliki banyak potensi dan peran dalam menghadapi pandemi Covid-19 terutama untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan yang meangkibatkan sesorang bisa stress. Melalui seni jiwa kita bisa mengungkapkan potensi seni sehingga daya ekspresi bisa menimbulkan relaksasi bagi kita yang telah mengalami kejenuhan di rumah saja. Melaui olah tubuh seni jiwa menjadi sehat dan pikiran menjadi terhibur sehingga kecemasan terhadap pandemi bisa berkurang. Seni merupakan sesuatu yang menarik untuk diapresiasi. Peran seni dapat mendalam pada pikiran dan tubuh. kesenian memiliki dampak secara aktif menjadi kreatif. Kegiatan PkM merupakan kegiatan melatih guru dan siswa menari tari Zapin Corona melalui workshop berjiwa seni melalui olah tubuh sehat dalam menghadapi pandemi Covid-19 di SMA Negeri 4 OKU Sumatera Selatan
PERTUNJUKAN MUSIKSOLIS MARIMBA DALAMKOMPOSISIRONDO ALLATURCA, TALEMANGKO DAN BACARAI KASIAHJURUSAN MUSIK MINAT PERTUNJUKAN MUSIK Deria Sepdwiko
Jurnal Sitakara Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v4i1.2555

Abstract

ABSTRAK  Perbedaan dari masing–masing gaya musik yang ditampilkan seperti musik di zaman baroq, modern (populer) dan music melayu, di butuhkan suatu pendekatan secara keilmuan dibidang “teori”. Adapun pendukung teori tersebut yakni, seperti buku sejarah musik, buku istilah musik untuk mengetahui tentang pengertian dari simbol yang terdapat di dalam repertoar. Dirumuskan bahwa, Zaman Baroq dengan ciri-ciri bentuk tema dan variasi yang sangat menonjol dan banyak menggunakan ornament atau nada–nada hias, Musik zaman Barok biasanya tidak pernah lari dari tempo dan pada umumnya bersifat polifoni. Musik Barok lazimnya hanya mencerminkan satu jenis emosi saja. Dibandingkan dengan music zaman Romantik, Musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato. Musik Melayu memiliki gaya musik yang khas pada pemakaian nada–nada hias (cengkok atau garinyiak) yang disebut dalam istilah musik melayu. Mempunyai tempo yang bervariasi, misalnya langgam, zapin, senandung, joget dan patam–patam.  Kata Kunci, Musik Zaman Baroq, Modern (populer), Melayu. 
HADIRNYA MUSIK GONG PERUNGGU DALAM UPACARA ADAT KENDURI SKO PADA MASYARAKAT KERINCI PROVINSI JAMBI Deria Sepdwiko
Jurnal Sitakara Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v1i1.702

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengungkapkan musik Gong Perunggu dalam upacara Kenduri Sko pada masyarakat Kerinci tepatnya di Dusun Empih Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode menginterprestasikan. Objek penelitian ini adalah musik Gong Perunggu dalam upacara Kenduri Sko. Data dikumpul melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan berpedoman pada tehnik etnografi.Temuan hasil penelitian menyatakan bahwa musik Gong Perunggu merupakan alat musik ritual upacara Kenduhai Sko bagi masyarakat Kota Sungai Penuh. Musik Gong Perunggu mulai jarang digunakan sebagai kesenian tradisi disebabkan oleh tokoh adat, sehingga musik tersebut hanya boleh di bunyikan pada upacara Kenduhai Sko, menjadi kurang diminati oleh generasi muda. Kata kunci :  GongPerunggu , Ritual, Kenduri Sko.
ICE BREAKER GAMES: MENCIPTAKAN MOTIVASI BELAJAR SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 1 SUMBER JAYA LAMPUNG BARAT Hera, Treny; Nurdin; Rully Rochayati; Deria Sepdwiko; Efita Elvandari; Rio Eka Putra; Auzi Madona Adoma; Nofroza Yelli
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v6i2.4819

Abstract

Ice Breaker Games: Menciptakan Motivasi Belajar Seni Budaya Di SMA Negeri 1 Sumber  Jaya Lampung Barat” merupakan salah satu tridarma dosen untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, merealisasikan program kerja Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas PGRI Palembang, memberikan kumpulan permainan penggugah semangat belajar siswa melalui pemanfaatan ice breaking sebagai permainan edukasi dalam mengadakan keterampilan memberi penguatan, dan memberikan pengalaman kepada siswa sebagai Ice breaker gamer dalam system pembelajaran masa kini. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa pemateri terampil dalam memberi penguatan kepada peserta dan mampu mengubah suasana kebekuan dalam kelompok PkM melalui ice breaking games untuk pembelajaran seni budaya di sekolah menengah atas.  Keberhasilan strategi pendahuluan pada pembelajaran ditunjukkan pada meningkatnya motivasi dan peserta kompak dapat mengikuti Ice Breaking Games dalam pola Bunga Rampai, Pengamatan, dan Kursi Goyang dengan sangat antusias sehingga suasana PkM berjalan dengan sangat kondusif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui Ice Breaker Games Dapat Menciptakan Motivasi Belajar Seni Budaya Di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat.
Pembelajaran Notasi Musik pada Lagu “Bagimu Negeri” dalam Mata Pelajaran Seni Musik Kelas X SMK YP Gajah Mada Palembang: Penelitian Al Barrokah; Deria Sepdwiko; Rio Eka Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1453

Abstract

This study aims to describe the learning process of staff notation in the song Bagimu Negeri in the music arts subject of SMK YP Gajah Mada Palembang. Learning staff notation is the main focus in music arts material. This is because understanding and the ability to read STAFF notation will make it easier for students to learn various musical instruments. In order to realize staff notation learning so that reading rhythm and melody and playing it on the instrument becomes better, the right method was chosen by the 10th grade music arts subject teacher, namely implementing an interactive learning method and in accordance with the curriculum that has been set with the needs of students, namely using the drill method or in other words the method of repeated practice from the material that has been arranged. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that the learning of staff notation which is arranged systematically and integrated between materials, and applied through the practice method (drill), based on field data shows very satisfying results. This achievement is certainly inseparable from the important role of teachers in mastering and understanding the teaching materials, which are the main keys to the success of the learning process. Furthermore, the conclusions of this study will be presented in the next chapter.
Proses Pembelajaran Marching Band Soul Squad pada Lagu Maju Tak Gentar di Kegiatan Ekstrakulikuler SMP Negeri 3 Palembang: Penelitian Syahira Lutfiah Azzahrah; Deria Sepdwiko; Rio Eka Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1401

Abstract

This study aims to describe the learning process of Marching Band Soul Squad on the song Maju Tak Gentar in extracurricular activities at SMP Negeri 3 Palembang. The background of this study is the importance of extracurricular activities as a medium for developing students' interests, talents, and character building, especially through musical arts and marching activities such as marching bands. The song Maju Tak Gentar was chosen because it contains patriotic values ​​that are in line with the spirit of nationalism and the goals of character education. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The study was conducted for two weeks involving trainers, marching band participants, and extracurricular instructors. The results of the study showed that the learning process ran systematically through the planning, implementation, and evaluation stages. The trainer used lecture, demonstration, and drill methods to deliver basic wind instrument, percussion, and visual formation techniques. Evaluations were carried out periodically to assess the progress of techniques, discipline, team cohesion, and student character values.
Tata Rias dan Tata Busana Tari Milok Sambatan Karya Raden Gunawan di Banyuasin III: Penelitian Mevia; Rully Rochayati; Deria Sepdwiko
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1510

Abstract

Milok Sambatan Dance is a creative dance in Banyuasin which was created in 2003 in Banyuasin precisely in Pangkalan Balai, which tells about the joy of Banyuasin children when helping their parents in the rice fields by working together. Milok Sambatan means milu bergotong royong or working together. The research method used is a qualitative descriptive method. The results of the study showed that the Milok Sambatan dance tells of solidarity between the Banyuasin people in working together. And in the makeup of the Milok Sambatan dance, it is a simple or unobtrusive makeup and the clothes used are also fairly simple dance clothes that are adjusted to the dance, namely people working in the rice fields.