Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Potensi Gracilaria sp. dan Ulva sp. Sebagai Pakan Benih Siganus guttatus Darsiani Darsiani; Guyanti Guyanti; Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum; Andi Arham Atjo; Muhammad Haritza Laitte; Yanti Mutalib; Firmansyah Bin Abdul Jabbar
Jurnal Airaha Vol 11 No 01: June 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.124 KB) | DOI: 10.15578/ja.v11i01.304

Abstract

This study aims to determine the type of seaweed that is good and can produce maximum growth and survival of Siganus guttatus. This research was carried out from June-September 2021, at at the Shrimp Hatchery Installation (IPUW), Barru, South Sulawesi. This study used a completely randomized design (CRD) used three treatments with three replications. The treatments used were treatment A (100% control of commercial feeding), treatment B (feeding Gracilaria sp. 100 %), treatment C (feeding Ulva sp.). The parameter measured were Specific Growth Rate (SGR), Absolute Growth, Survival and Palatability. The data was analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and with the W-Tukey test if there were differences between treatments. 180 Siganus guttatus juveniles (average weight of 5.65 g) were reared in a tanks (62x41x51 cm) for 75 days. The highest daily growth was obtained in commercial feed A (PF 1000) which was 1.53 g, the highest absolute growth was obtained in treatment A (Commercial Feed) 12.29 g, both treatments B (Gracilaria sp.) 4.30 g and the lowest was treatment C (Ulva sp.) .) 2.82 g. The highest survival rate (survival rate) was obtained in treatment A (Commercial Feed) and B (Gracilaria sp.) 98.33%, and the lowest was in treatment C (Ulva sp.) with an average value of 85.00%. Based on the results of the ANOVA test, it can be concluded that the research conducted by providing commercial feed (PF 1000), Gracilaria sp. and Ulva sp. significant effect (P<0.05) on specific growth, absolute growth, survival and palatability of baronang fish (Siganus guttatus). The results showed that the highest feed consumption value was in treatment A of 144.57 g, followed by Treatment B (Gracilaria sp.) of 142.19 g and the lowest of treatment C (Ulva sp.) of 100.01 g.
Penentuan Prioritas Ruang Terbuka Hijau Menggunakan Metode Weighted Overlay Ramli Umar; Muhammad Rais Abidin; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Ahyani Mirah Liani; Jeddah Yanti; Imam Muhajir Utama
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 3 No 2 (2022): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.183 KB) | DOI: 10.23960/jgrs.2022.v3i2.97

Abstract

Seiring laju perkembangan kawasan terbangun di perkotaan berakibat pada peningkatan perubahan lahan. Salah satu dampak perubahan lahan menjadi area terbangun adalah berkurangnya kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berimplikasi terhadap meningkatnya suhu dan penurunan indeks kenyamanan kota. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan areal yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Parameter dalam menentukan prioritas RTH menggunakan variabel indeks kenyamanan, indeks vegetasi dan tingkat kepadatan penduduk kemudian dilakukan analisis weighted overlay untuk mendapatkan kawasan prioritas ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Makassar didapatkan 2 kelas prioritas RTH yang memiliki skor tertinggi dimana pada kawasan prioritas pertama didapatkan kawasan tidak terbangun dengan tipe penggunaan lahan tanah kosong yang memiliki potensi untuk dilakukan penanaman RTH baru dengan luas 0.52 ha, sedangkan pada kawasan prioritas kedua didapatkan kawasan belum terbangun yang dapat diperuntukkan sebagai kawasan pengembangan RTH dengan luas 9,67 ha. Oleh karena itu, kawasan yang telah ditetapkan sebagai prioritas RTH perlu diwujudkan dengan mempertimbangkan status kepemilikan lahan
ANALISIS SUHU PERMUKAAN KOTA MAKASSAR SEBELUM DAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Ramli Umar; Rais Abidin; Dinil Qaiyimah; Rizal Darwis; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Syamsunardi Syamsunardi; Jeddah Yanti
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 1 (2021): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.128 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i1.23475

Abstract

Sejak kasus infeksi Covid-19 pertama kali terkonfirmasi pada bulan Maret 2020 di Indonesia dengan diikuti berbagai macam program dalam memutus mata rantai penyeberan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang secara langsung membatasi aktifitas dan mobilitas masyarakat yang berakibat penuruan aktifitas transportasi, perdagangan dan jasa, serta pendidikan dan berimplikasi terhadap penurunan polusi udara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana suhu permukaan di Kota Makassar sebelum dan selama pandemi Covid 19. Data yang digunakan adalah Landsat 8 OLI TRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 rata-rata suhu permukaan di Kota Makassar mengalami penurunan sekitar 2.3 oC.
Identifikasi Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Kampus dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida (CO2) Muhammad Rais Abidin; Ramli Umar; Ahyani Mirah Liani; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Muhammad Fikruddin Buraerah; Ahmad Ashar; Amal Amal; Jeddah Yanti
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122509602023

Abstract

Fungsi kawasan perkotaan salah satunya adalah sebagai pusat pendidikan. Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan jumlah kampus terbanyak di Indonesia. Aktifitas pendidikan secara langsung turut berkontribusi terhadap peningkatan emisi yang berasal dari mobilitas mahasiswa, dosen dan pegawai. Emisi yang dihasilkan menjadi salah satu penyebab pemanasan global sehingga untuk mengurangi laju emisi yang dihasilkan maka diperlukan ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan tanaman dalam menyerap emisi Karbon Dioksida di areal kampus. Analisis data yang digunakan adalah melakukan perbandingan jumlah beban emisi Karbon Dioksida yang dihasilkan dengan kemampuan daya serap ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) eksisting Universitas Negeri Makassar kampus Parangtambung dalam menyerap emisi CO2 yang dihasilkan dari semua jenis kendaraan baik kendaraan roda dua (motor) maupun kendaraan roda empat (mobil) di semua zona akses masuk dapat di serap secara keseluruhan oleh vegetasi dimana total emisi CO2 yang dihasilkan adalah 47.822.4 g/jam sedangkan jumlah emisi CO2 yang dapat diserap oleh tanaman adalah 652.855.1 g/jam yang berarti masih terdapat 605.032.7 g/jam emisi CO2 yang mampu diserap sehingga kajian selanjutnya adalah prediksi jumlah emisi yang dihasilkan di tahun mendatang agar rekomendasi pengelolaan dapat dilakukan agar daya serap tanaman tetap mencukupi. 
Pengolahan Manure Menjadi Pakan Ikan Di Peternakan Ayam Petelur Telur Bumi Kanusuang, Mapilli, Polewali Mandar Nur Saidah Said; Andi Arham Atjo; Ibnu Mundzir MS Djama
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Maret-Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manure merupakan limbah feses yang apabila tidak dibersihkan atau diolah dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan lingkungan terkait dengan meningkatnya polusi udara, air dan tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu peternak meningkatkan pengetahuan dalam pengolahan limbah ternak ayam petelur khususnya manure menjadi pakan ikan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Telur Bumi Kanusuang, Mapilli, Polewali Mandar pada bulan Agustus 2021, pelaksanaan kegiatan terdiri dari pengamatan kondisi awal kelompok, penyuluhan, pelatihan pengolahan manure menjadi pakan ikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak mengenai limbah peternakan, efek yang ditimbulkan jika terjadi penumpukan limbah pada peternakan serta pembuatan olahan limbah ternak khususnya manure ayam petelur manjadi produk baru masing-masing sebesar 76%, 86% dan 84%. Sebagai kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani ternak Telur Bumi Kanusuang mengenai pengolahan limbah peternakan khususnya manure ayam petelur. Kata kunci: Ayam petelur, Manure, Pakan ikan
Penguatan Blue Economy Pesisir Pantai Cilallang Kabupaten Majene melalui Teknologi Konservasi Karang pada Kelompok Posasiq Spearfishing Rahmat Januar Noor; Chairul Rusyd Mahfud; Andi Arham Atjo; Muhammad Imran Lapong; Fathuddin Fathuddin; Raihan Raihan; Muhammad Risky Ramadha
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 2 (2026): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i2.27263

Abstract

Keberadaan ekosistem terumbu karang dunia saat ini mengalami tekanan multidimensi baik dari faktor alami (kenaikan suhu permukaan laut, pemanasan global) dan faktor antropogenik (destructive fishing, pertumbuhan penduduk). Pesisir Kabupaten Majene merupakan habitat bagi berbagai jenis karang namun mengalami degradasi akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan. Beberapa kelompok nelayan aktif melakukan penangkapan ikan di pesisir Kabupaten Majene termasuk Kelompok Masyarakat Posasiq Spearfishing yang menggunakan alat tangkap ramah lingkungan untuk menangkap ikan khususnya ikan demersal. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian melalui metode pelatihan dan pengadaan teknologi konservasi karang. Hasil pelatihan dan pengadaan teknologi konservasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan anggota mitra terkait ekosistem terumbu karang dan upaya konservasinya.
Pengaruh Perbedaan Salinitas Terhadap Tingkat Osmoregulasi Larva Udang Vaname Penaeus vannamei Andi Arham Atjo; Anita; Rahmat Januar Noor; Chairul Rusyd Mahfud
Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB) Volume 2, Issue 1, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/jrdb.v2i1.22

Abstract

This study aims to determine the effect of differences in salinity on the level of osmoregulation of vaname shrimp larvae (L. vannamei). The research method used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications, namely treatment 17 ppt (A), 22 ppt (B), 27 ppt (C), and 32 ppt (D). The parameters observed were survival rate, absolute weight growth, and osmoregulation at the osmotic work rate (TKO) of vaname shrimp. Data analysis used descriptive. A salinity of 22 ppt gave the best results for survival rates, namely 92.22%, and the best absolute weight growth results, namely 1.03 grams at a salinity of 17 ppt. The results showed that differences in salinity had no significant effect (p > 0.05) on survival and growth in absolute weight. The TKO value of treatment A is media with a salinity of 17 ppt with a value of 654 mOsm/H2O which is the highest TKO value and is a shrimp that is hyperosmotic, namely a liquid whose osmotic concentration is higher than its environment, treatment B is a medium with a salinity of 22 ppt with a value of 500 mOsm/H2O which is the lowest TKO value and is a shrimp that includes isoosmotic regulation. The level of osmoregulation in vaname shrimp indicates a stagnant osmotic performance level so it can be stated that there is no difference in TKO based on salinity.
Identifikasi Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Kampus dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida (CO2) Muhammad Rais Abidin; Ramli Umar; Ahyani Mirah Liani; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Muhammad Fikruddin Buraerah; Ahmad Ashar Abbas; Amal; Jeddah Yanti
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 (September 2023)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban areas have the function as educational centers. Makassar City is one of the cities with the largest number of campuses in Indonesia. Educational activities directly contribute to the increase in emissions from the mobility of students, lecturers and staff. emissions are one of the causes of global warming. In order to reduce the rate of emissions produced, green open spaces are needed. Therefore, this study aims to identify the ability of plants to absorb carbon dioxide emissions in the campus area. The data analysis used is to compare the amount of carbon dioxide emission produced with the absorption capacity of vegetation. The results showed that the ability of the existing Green Open Space at campus to absorb CO2produced from all types of vehicles both two-wheeled vehicles (motorcycles) and four-wheeled vehicles (cars) in all access zones, can be absorbed entirely by vegetation where the total amount of CO2 produced is 47,822.4 g/hour while plant’s ability in absorbing the amount of CO2 is 652,855.1 g/hour and there are still more 605,032.7 g/hour CO2 that can be absorbed. Furthermore, the next will be necessary to predict the number of emissions produced.