Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN

FATWA HUKUM MEROKOK DALAM PERSPEKTIF MUI DAN MUHAMMADIYAH Ali Trigiyatno
Jurnal Penelitian Vol 8 No 1: Mei 2011
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v8i1.42

Abstract

Muhammadiyyah and MUI (Indonesian Ulama Council) – with a slight intention – have finally revealed their advice about smoking. These two advices were deserved to be called into questions in: what the (Islamic) legal proposition (dalil/hujjah) and the istinbath method (istinbath al-hukm). They both, easily change the advice about smoking from neutral deeds (mubah) into avoidance (makruh), and then into forbidden (haram). These evolutional alterations drew my attention to examine their way of taking istinbat, that conclude smoking as avoidance or forbidden. In the way of research, I was using qualitative- normative approach for getting answer to the causes of their conclusion. The result showed us, they both using bayani approach and istishlahi one, so the qiyasi methode. The difference of them, was situated at how many syari’ah maxims that they cited on their fatwa: MUI cited many more than Muhammadiyah.
PENYELESAIAN AYAT-AYAT ‘DAMAI’ DAN AYAT ‘PEDANG’ DALAM AL-QUR`AN MENURUT SYAIKH YUSUF AL-QARDHAWI DAN SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAHBIN BAZ Ali Trigiyatno
Jurnal Penelitian Vol 9 No 2: November 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i2.143

Abstract

This research was aimed to resolve the appearance of contradictory between peace and war verses in Quran based on Yusuf Qardhawi and Abdullah bin Abdul Aziz binBaz view. The research found that there are similarities between their view in interpreting and understanding those verses, as on prescribing defense jihad, jihad priority, the need for preparation on facing the enemy and the purpose of jihad and other defense.However, it also found a number of differences between the two, as in the matter of jihad thalabi, whether peace verses are replaced by war verses, jihad thalabi purpose, scope and meaning of jihad.
PERNIKAHAN DINI DI KALANGAN MASYARAKAT BATANG Ali Trigiyatno
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.221

Abstract

Di wilayah hukum PA Batang Jawa Tengah, permohonan dispensasi kawin selama tahun 2005-2008 termasuk rendah, hanya ada 24 kasus atau sekitar 0,486 % dari total kasus yang diterima. Rata-rata alasan yang diajukan pihak pemohon adanya kekhawatiran terjadinya perzinaan, sudah saling menyintai, sudah bekerja, disetujui kedua orang tua kedua pihak, siap bertanggung jawab. Demikian pula alasan yang dikemukakan oleh majlis hakim dalam mengabulkan permohonan, karena sudah sesuai prosedur, tidak melanggar ketentuan perundang-undangan, menghindari mafsadat yang lebih besar.
IZIN POLIGAMI DI KOTA PEKALONGAN Ali Trigiyatno
Jurnal Penelitian Vol 5 No 1: Mei 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i1.231

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 8 kasus yang diteliti, alasan utama seorang suami mengajukan izin poligami karena isteri kewalahan melayani kebutuhan biologis sebanyak 3 kasus, isteri tak memberikan keturunan lebih dari 10 tahun sebanyak 2 kasus, isteri menderita sakit jiwa, terlanjur mencintai wanita lain, dan telah menghamili lebih dahulu masing-masing satu kasus. Adapun pertimbangan hakim dalam mengabulkan 7 permohonan izin poligami karena memenuhi syarat alternatif dan kumulatif sebanyak 5 kasus; suami mampu berlaku adil, isteri pertama bersedia dimadu, menghindari mafsadat yang lebih besar karena sudah hamil sebanyak 1 kasus; memenuhi salah satu syarat alternatif dan kumulatif, memenuhi alasan hukum dan non-hukum sebanyak 1 kasus. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptik-analitik dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif.