Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Identifikasi Literasi Informasi Dalam Rangka Pengembangan Kurikulum Di Sekolah Dasar Ronald Marseno; Wisnu Ananta Kusuma; Abdul Rahman Saleh
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.397 KB) | DOI: 10.29244/jpi.13.1.%p

Abstract

ABSTRACTInformation literacy is defined more than just using technology to obtain information such as the use of internet and e-book, or library user education that have become one of public service in a library. Information literacy skills need to be supported by another skill, one of which is digital literacy skill. This study aimed to identify information literacy skills using information technology and digital literacy skills referring to standard conditions and objectives that have been implemented in learning activities. Descriptive approach which refers to the TRAILS (Tool for Real-time Assessment of Literacy Skills) and  SPCLC digital literacy standards used as a method in this study. We investigated the digital literacy skills and the information literacy skills of students from two elementary school in Jakarta. The result showed that the digital literacy skills of the  students did not affect to their information literacy skills. Therefor, we recommend to conduct curriculum development which integrate information literacy subject in activities of learning by using computer and internet.Keywords : Information literacy, digital literacy, recommendations for curriculum development.
KAJIAN ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN PADA LAYANAN PERPUSTAKAAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL Abdul Rahman Saleh; Erni Sumarni; Sri Rahayu Safitri
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.263 KB) | DOI: 10.29244/jpi.13.2.%p

Abstract

Abstrak Perpustakaan Badan Standardisasi Nasional adalah perpustakaan yang mengkhususkan diri dalam melayani pemustaka yang membutuhkan informasi standardisasi. Dalam melayani pemustakanya Perpustakaan BSN tentu dapat memuaskan atau tidak memuaskan pemustakanya. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pemustakanya maka dilakukan kajian ini. Kajian ini menggunakan metode servqual. Indeks harapan pemustaka terhadap layanan perpustakaan BSN adalah sebesar 4,38 pada skala 1-5 atau 87,61 pada skala 1-100 yang berarti sangat baik. Sedangkan Indeks Persepsi (kepuasan) terhadap layanan perpustakaan BSN adalah sebesar 3,93 pada skala 1-5 atau 78,41 pada skala 1-100 yang berarti baik. Ada nilai kesenjangan sebesar 0,45 pada skala 1-5 atau 9,20pada skala 1-100. Kesimpulannya Perpustakaan BSN harus meningkatkan kinerjanya agar mencapai skor sangat baik. Kata Kunci:Manajamen; Indeks Kepuasan Pelanggan, Servqual
Hubungan Dimensi Kepercayaan Dengan Partisipasi Pemustaka Melalui Facebook Fan Page (Studi Library 2.0 Di Perpustakaan Nasional RI) Heru Yunianto; Abdul Rahman Saleh; Eko Sri Mulyani
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2015): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.092 KB) | DOI: 10.29244/jpi.14.1.%p

Abstract

Untuk mengundang partisipasi pemustaka dalam library 2.0, Perpustakaan Nasional RI membuka account Facebook Fan Page. Keterlibatan pihak-pihak yang berpartisipasi dalam library 2.0 ini didasari oleh kepercayaan satu sama lain. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan hubungan dimensi kepercayaan yang terdiri dari kemampuan, kebaikan hati, dan integritas pustakawan dengan partisipasi pemustaka melalui penerapan Facebook Fan Page di Perpustakaan Nasional RI. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan kuesioner. Teknik analisa untuk menganalisis data adalah Structural Equation Model (SEM) dengan metode estimasi Maximum Likelihood Estimation (MLE) dan menggunakan alat bantu software AMOS 21. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 169 responden, sehingga dapat dianggap mencukupi ketentuan minimal SEM. Hasil analisis dan kesimpulan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa hanya variabel integritas pustakawan yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepercayaan pemustaka pengguna Facebook Fan Page Perpustakaan Nasional RI. Sedangkan variabel integritas pustakawan dan kepercayaan pemustaka menjadi variabel-variabel yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel partisipasi pemustaka pengguna Facebook Fan Page Perpustakaan Nasional RI.Kata kunci:  Web 2.0, Library 2.0, Facebook Fan Page, Structural Equation Model, Kepercayaan,  Partisipasi, Perpustakaan Nasional RI
Ekosistem Yang Mempengaruhi Pengembangan Pustakawan Abdul Rahman Saleh
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 19 No. 1 (2020): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.872 KB) | DOI: 10.29244/jpi.19.1.53-66

Abstract

The development of a library is strongly influenced by the environment of the users has to be serve. This environment is currently known as the VUCA ecosystem, namely Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity. VUCA itself emerged as a result of technological developments which are currently called the industrial revolution 4.0. This paper is a literature review that discusses the influence of the VUCA ecosystem in library development based on the literature and related research reports. Literature is collected both online and printed literature and then discussed. Various papers relevant to the VUCA ecosystem were collected from books, journals, and websites, then analyzed descriptively. Various library developments must consider the VUCA ecosystem so that the services provided by libraries are in accordance with the needs of users in the era of the industrial revolution 4.0. Libraries are entities that are strongly influenced by the VUCA environment or ecosystem. Therefore, in order for libraries to survive in the era of destructive technology that causes VUCA, the librarian as the driving force of the library must have a service breakthrough that can get out of the VUCA trap.
Pemetaan Informasi Sebaran Bidang Ilmu Pada Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian Lulusan IPB University Tahun 2015-2019 Berdasarkan Standar Universal Decimal Classification: Suatu Kajian Bibliometrika Abdul Rahman Saleh; Sri Rahayu
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 19 No. 2 (2020): Jurnal Pustakawan Indonesia (Edisi Khusus)
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.887 KB) | DOI: 10.29244/jpi.19.2.96-114

Abstract

Introduction. Agriculture is an important sector for Indonesia. One of the agricultural sub-sectors is industry and agricultural mechanization. Progress in this field cannot be separated from research activities carried out by lecturers, researchers and students. IPB as one of the leading agricultural universities has certainly produced a lot of research in its field. To find out and photograph the research conducted by undergraduate students, this research was conducted. Methods and Data Collection. The sample is limited to the thesis of the last 5 years (2015-2019) which is taken from the IPB repository. Data analysis. Mapping is reviewed based on the UDC Classification. The table was analyzed descriptively and mapped using VosViewer. Results and Discussion. The number of thesis researches of the Faculty of Agricultural Technology, IPB during 2015-2019 is 2,055 titles. The most researched topics were “production and preservation of solid food” totaling 461 studies and the least were “ventilation and air conditioning” and “rubber industry” with only 2 studies each. The most common keyword is "food preservation techniques" with 278 occurrences. The keyword that has the most correlation is "food preservation techniques" with a total of 605 relationships. Keyword analysis using VosViewer is divided into 16 clusters with the largest cluster consisting of 69 keywords. Furthermore, the main supervisor who was the most productive in guiding students was Arif Sabdo Yuwono (31 mentors), while the most productive supervisors were Muhammad Arif Darmawan and Didah Nur Faridah (19 each). Conclusion. The topic of most interest is “production and preservation of solid foods” (461 titles). The most common keyword is "food preservation techniques" with 278 occurrences. The most productive main supervisor is Arif Sabdo Yuwono with a total of 31 students.
Rekonstruksi Peran Perpustakaan dan Intervensi Pustakawan kepada Pemustaka Abdul Rahman Saleh
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 20 No. 1 (2021): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.424 KB) | DOI: 10.29244/jpi.20.1.10-21

Abstract

Pendahuluan. Dalam era teknologi informasi yang kemudian melahirkan teknologi disruptive perpustakaan menghadapi tantangan yang sangat berat. Banyak unit-unit usaha yang akhirnya gulung tikar atau setidaknya mengurangi karyawannya akibat teknologi disruptive ini. Sebagian pekerjaan mereka sudah digantikan oleh mesin atau robot. Perpustakaan harus “menciptakan” layanan-layanan baru agar tidak termakan oleh teknologi ini. Sebagian kerja perpustakaan sudah diambil alih oleh mesin, seperti transaksi peminjaman bahan perpustakaan pada perpustakaan konvensional dan bahkan perpustakaan digital saat ini sudah mulai beroperasi. Dengan perpustakaan digital maka pemustaka memang tidak perlu lagi mendatangi secara fisik perpustakaan sebab semua layanannya sudah dapat dilakukan melalui gawai. Kajian ini merupakan kajian literatur yang membahas tingkatan layanan atau mediasi menurut Kuhlthau untuk pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka Metode dan Pengumpulan Data. Literatur dikumpulkan dari akses ke internet dan koleksi cetak perpustakaan. Analisis Data. Dari literatur yang dikumpulkan dibuatkan catatan poin penting yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil dan Pembahasan. Kuhlthau memperkenalkan layanan informasi yang disebutnya sebagai intervensi kepada pemustaka. Menurut Kuhlthau ada dua layanan perpustakaan dasar di mana pustakawan profesional terlibat dalam intervensi tersebut yaitu referensi dan instruksi bibliografi. Layanan referensi adalah mediasi kepada pemustaka untuk membantu lokasi dan penggunaan sumber dan informasi. Mediasi seperti ini bisa mediasi sederhana, tetapi juga bisa mediasi yang panjang yang melibatkan proses pencarian informasi yang rumit dan sangat panjang. Konsep zona intervensi ditentukan oleh sifat masalah pemustaka dan tahapan proses pemustaka mengarah pada identifikasi tingkat mediasi dan pendidikan. Menurut Kuhlthau ada lima level mediasi yaitu: organizer (pengatur), locator (pencari lokasi), identifier (pengidentifikasi), advisor (penasihat), dan counselor (konselor). Jika pemustaka bisa bekerja sendiri dalam mencari informasi maka pustakawan tidak perlu melakukan intervensi untuk memediasi pemustaka tersebut. Namun jika pemustaka tidak mampu melakukan pencarian sendiri maka kehadiran pustakawan untuk mengintervensi yaitu memediasi pemustaka sangat diperlukan Kesimpulan. Ada lima level mediasi menurut Kuhlthau yaitu: organizer (pengatur), locator (pencari lokasi), identifier (pengidentifikasi), advisor (penasihat), dan counselor (konselor).
Perkembangan Penelitian dan Pemetaan Bidang Kajian Ikan Sidat di Indonesia Abdul Rahman Saleh; Rahayu Sri; Azizah
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2022): Jurnal Pustakawan Indonesia (Edisi Khusus)
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpi.21.2.72-87

Abstract

Pendahuluan. Ikan sidat merupakan ikan yang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Perkembangan dan kemajuan perikanan sidat tergantung kepada penelitian terhadap komoditas tersebut. Jumlah penelitian ikan sidat cukup banyak, namun belum diketahui dengan pasti. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang berapa sebenarnya jumlah penelitian sidat di Indonesia, berapa produktivitas peneliti sidat, dan bagaimana peta perkembangan penelitian ikan sidat. Metode Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data diambil dari internet menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan tambahan data dari IOS, ISJD, dan Portal Garuda. Data Analisis. Data diolah menggunakan analisa bibliometrik dengan bantuan aplikasi Zotero dan Excel. Analisa co-author dan co-word dilakukan menggunakan aplikasi VOSviewer. Hasil dan Pembahasan. Ditemukan sebanyak 365 judul publikasi sejak 1995 dengan melibatkan sebanyak 832 penulis. Derajat kolaborasi penulis sebesar 0,9. Publikasi terbanyak dimuat oleh “IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (38 judul)”. Penulis/peneliti paling produktif adalah Ridwan Affandi (34 judul). Lembaga paling produktif adalah IPB (84 judul). Topik paling banyak diteliti adalah akuakultur (161 judul), dan paling sedikit diteliti adalah pengolahan, nutrisi dan kesehatan (8 judul). Kesimpulan. Jumlah penelitian ikan sidat sebanyak 365 judul dengan topik paling banyak adalah akuakultur. Peta co-author dan co-word berhasil dibuat menggunakan VOSviewer.
Perkembangan Penelitian dan Pemetaan Bidang Kajian Ikan Sidat di Indonesia Abdul Rahman Saleh; Rahayu Sri; Azizah
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 21 No. 2 (2022): Jurnal Pustakawan Indonesia (Edisi Khusus)
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpi.21.2.72-87

Abstract

Pendahuluan. Ikan sidat merupakan ikan yang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Perkembangan dan kemajuan perikanan sidat tergantung kepada penelitian terhadap komoditas tersebut. Jumlah penelitian ikan sidat cukup banyak, namun belum diketahui dengan pasti. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang berapa sebenarnya jumlah penelitian sidat di Indonesia, berapa produktivitas peneliti sidat, dan bagaimana peta perkembangan penelitian ikan sidat. Metode Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data diambil dari internet menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan tambahan data dari IOS, ISJD, dan Portal Garuda. Data Analisis. Data diolah menggunakan analisa bibliometrik dengan bantuan aplikasi Zotero dan Excel. Analisa co-author dan co-word dilakukan menggunakan aplikasi VOSviewer. Hasil dan Pembahasan. Ditemukan sebanyak 365 judul publikasi sejak 1995 dengan melibatkan sebanyak 832 penulis. Derajat kolaborasi penulis sebesar 0,9. Publikasi terbanyak dimuat oleh “IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (38 judul)”. Penulis/peneliti paling produktif adalah Ridwan Affandi (34 judul). Lembaga paling produktif adalah IPB (84 judul). Topik paling banyak diteliti adalah akuakultur (161 judul), dan paling sedikit diteliti adalah pengolahan, nutrisi dan kesehatan (8 judul). Kesimpulan. Jumlah penelitian ikan sidat sebanyak 365 judul dengan topik paling banyak adalah akuakultur. Peta co-author dan co-word berhasil dibuat menggunakan VOSviewer.
Layanan Data dan Informasi dalam Rangka Meningkatkan Layanan di Perpustakaan Perguruan Tinggi Ratnaningsih .; Abdul Rahman Saleh
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 2 Tahun 2016 (Desember 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.652 KB)

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan para pemustaka, perpustakaanperguruan tinggi berkewajiban untuk meningkatkan kualitas layanannya.Perpustakaan perguruan tinggi memiliki kelompok pemustaka yangharus dilayani seperti : 1) kelompok pimpinan (pemangku kebijakan) 2)kelompok dosen 3) kelompok mahasiswa 4) kelompok lain-lain (tenagakependidikan dan pemustaka luar). Selama ini perpustakaan perguruantinggi hanya melayani kelompok dosen dan mahasiswa yang berfokus padalayanan sirkulasi dan layanan kebutuhan literatur, sementara kelompokpimpinan (pemangku kebijakan) belum terlayani kebutuhan informasinya.Perpustakaan dapat berperan dalam memberi pelayanan informasikepada pimpinan untuk mendukung pelaksanakan tugas operasionaldan pengambilan keputusan. Informasi yang di berikan kepada kelompokpimpinan merupakan hasil analisis data dan informasi yang koleksinyadimiliki oleh perpustakaan seperti koleksi skripsi, tesis, disertasi dan laporanpenelitian. Kajian ini akan membahas peluang perpustakaan untukmelakukan analisis data dan informasi. Pemetaan kemampuan atau kompetensipustakawan yang harus dimiliki untuk bisa menyediakan data daninformasi guna melayani kebutuhan pemustaka kelompok pimpinan universitasakan dianalisis. Kajian ini merupakan kajian deskriptif kualitatif.Wawancara akan dilakukan kepada informan. Penetapan informan akandilakukan secara snowball sampling. Hasil wawancara akan dianalisisdengan analisa deskriptif. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pimpinan perpustakaan dan pustakawan di seluruhperpustakaan perguruan tinggi
HUBUNGAN KERJA ANTARA DOSEN DAN PUSTAKAWAN DALAM PENDIDIKAN TINGGI Saleh, Abdul Rahman
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.045 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di masa depan penyelenggaraan pendidikan cenderung ke arah metode Student-Centered Learning dibanding dengan penyelenggaraan pendidikan saat ini yang lebih banyak menggunakan Teacher-Centered Learning. Pada pendidikan berbasis Student-Centered Learning peran guru/dosen menjadi tidak sentral, namun lebih sebagai fasilitator. Sumber pengetahuan lebih banyak berada di luar guru/dosen antara lain di perpustakaan. Dengan pendidikan berbasis Student-Centered Learning ini, maka pustakawan akan berperan sebagai fasilitator ataupun navigator bagi mahasiswa yang akan mengakses pengetahuan dari perpustakaan. Oleh karena itu tantangan besar bagi pustakawan untuk menjalankan peran fasilitator atau navigator informasi bagi pendidikan masa depan.Kata kunci: Pustakawan, Dosen, Teacher-Centered Learning, Student-Centered Learning