Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pengaruh Keberadaan BPJS Kesehatan Terhadap Kelangsungan Usaha Apotek Di Kota Padang Rosiana Rizal; Sara Surya
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.904 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.2490

Abstract

Jumlah penduduk untuk wilayah Kota Padang pada tahun 2016 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu sejumlah 902.000 jiwa, dan yang sudah menjadi peserta BPJS kesehatan ± 711.496 jiwa. Jika dibandingkan dengan jumlah peserta BPJS Kesehatan pada tahun 2015, jumlah kepesertaan mengalami kenaikan dengan persentase 16,34% dan penurunan jumlah apotek dari 580 apotek menjadi 570 apotek dalam kurun waktu satu tahun. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk Kota Padang adalah peserta BPJS Kesehatan yang menerima pelayanan kesehatan melalui jaminan kesehatan oleh BPJS. Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisis tingkat keuntungan apotek sebelum dan sesudah adanya klinik mitra BPJS Kesehatan di sekitarnya, menganalisis tingkat pertumbuhan omzet apotek sebelum dan sesudah adanya klinik mitra BPJS Kesehatan di sekitarnya, menganalisis perubahan jumlah pembeli yang datang ke apotek sebelum dan sesudah adanya klinik mitra BPJS Kesehatan di sekitarnya, menganalisis perubahan jam buka apotek sebelum dan sesudah adanya klinik mitra BPJS Kesehatan di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Guna mencapai tujuan penelitian, di dalam penelitian ini digunakan alat analisis uji validitas dan reabilitas untuk mengukur keakuratan kuesioner yang disebar, dan uji beda berhubungan (paired sample t-test) guna mengetahui apakah terdapat perbedaan dari dampak adanya klinik mitra BPJS Kesehatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada variabel keuntungan t-hitung>t-tabel (2,979>1,660), omzet penjualan t-hitung>t-tabel (2,463>1,660), dan jumlah jam kerja t-hitung>t-tabel (4,368>1,660), tetapi tidak ada perubahan pada variabel jumlah pembeli t-hitung<t-tabel (0,854<1,660).
Kejadian Anemia terhadap Kepatuhan Komsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Makassar : Incidence of Anemia on Compliance with Consumption of Supplementary Blood Tablets in Pregnant Women in the Working Area of the Makassar City Health Center Nur Afifah Harahap; Eka Sarofah Ningsih; Erni Faturahmah; Ardiana Batubara; Sara Surya; Dewi Triloka Wulandari; Pannyiwi, Rahmat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.3953

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Makassar. Metode: Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, status gizi, dan tingkat sosial ekonomi dengan kejadian anemia di Puskesmas kota Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional dengan melakukan pengukuran/pengamatan pada saat yang bersamaan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diatas menunjukan bahwa responden yang mempunyai pemahaman baik dan anemia masa kehamilan baik sebanyak 7 orang (35%). Sedangkan responden yang mempunyai pemahaman baik dan anemia masa kehamilan kurang sebanyak 5 orang (25%). Dan reesponden yang mempunyai pemahaman kurang dan anemia masa kehamilan baik sebanyak 4 orang (20%). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-Square menunjukan ada hubungan antara pemahanan ibu hamil dengan anemia masa kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Kota Makassar. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pemahaman ibu hamil tentang anemia di wilayah kerja puskesmas Kota Makassar. Ada hubungan status gizi Ibu Hamil tentang anemia di wilayah kerja puskesmas Kota Makassar. Ada hubungan sisial ekonomi Ibu Hamil tentang anemia di wilayah kerja puskesmas Kota Makassar.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Dalam Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Upaya Preventif Kesehatan Sara Surya; Jumingin; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Household medicinal plants (TOGA) represent an initiative to utilize plants with medicinal properties to improve public health through self-reliance. The use of medicinal plants can serve as an easily accessible and relatively safe alternative to traditional medicine for addressing various minor health complaints. However, the utilization of medicinal plants in the community remains suboptimal due to a lack of knowledge regarding the types of medicinal plants and how to use them. This community service activity aims to improve the community’s knowledge and skills in developing family medicinal plants as a preventive measure to maintain health. Implementation methods include health education on the benefits of medicinal plants, training in planting and maintaining TOGA, and community assistance in managing TOGA gardens. The results of the activity indicate an increase in community knowledge regarding medicinal plants as well as increased community participation in the utilization of family medicinal plants. The TOGA development program can serve as a strategy to enhance community self-reliance in maintaining health. Keywords: Family Medicinal Plants, Community Empowerment, Preventive Health, Public Health. ABSTRAK Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemanfaatan tanaman yang memiliki khasiat obat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh serta relatif aman digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan. Namun, pemanfaatan tanaman obat di masyarakat masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat serta cara pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan tanaman obat keluarga sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan penanaman dan pemeliharaan TOGA, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan kebun TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengembangan TOGA dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Preventif, Kesehatan Masyarakat
Analisis Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Sara Surya; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a chronic disease with a high prevalence in the community and often requires long-term therapy. Inappropriate use of antihypertensive medications can lead to Drug-Related Problems (DRPs), which can potentially reduce the effectiveness of therapy and increase the risk of side effects in patients. This study aims to analyze the incidence of DRPs in hypertensive patients in outpatient settings. This study used a descriptive, observational method with a retrospective approach through a review of the medical records of hypertensive patients in outpatient settings. Data collected included patient characteristics, the type of antihypertensive medication used, and the incidence of DRPs, including inappropriate medication selection, inappropriate dosage, drug interactions, and side effects. The results showed that several DRPs were still found in hypertensive patients, including inappropriate medication dosages, potential drug interactions, and inappropriate medication use based on the patient's clinical condition. These DRPs have the potential to impact the success of hypertension therapy. The conclusion of this study indicates that DRPs still occur in hypertensive patients in outpatient settings. Therefore, the role of healthcare professionals, particularly pharmacists, in monitoring drug therapy is needed to improve the safety and effectiveness of patient treatment. Keywords: Hypertension, Drug-Related Problems, Antihypertensive, Outpatient ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat dan sering memerlukan terapi jangka panjang. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DRPs pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif melalui penelaahan rekam medis pasien hipertensi di instalasi rawat jalan. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, jenis obat antihipertensi yang digunakan, serta kejadian DRPs yang meliputi pemilihan obat yang tidak tepat, dosis yang tidak sesuai, interaksi obat, dan efek samping obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan beberapa kejadian DRPs pada pasien hipertensi, di antaranya dosis obat yang tidak sesuai, potensi interaksi obat, serta penggunaan obat yang tidak tepat berdasarkan kondisi klinis pasien. Kejadian DRPs tersebut berpotensi mempengaruhi keberhasilan terapi hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa DRPs masih terjadi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan, sehingga diperlukan peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam melakukan pemantauan terapi obat untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan pasien. Kata Kunci: Hipertensi, Drug Related Problems, Antihipertensi, Rawat Jalan