Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

JOGJA SAPA LANSIA Silalahi, Lothar Matheus Manson Vanende; The Maria Meiwati Widagdo; Mitra Andini Sigilipoe
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i1.10224

Abstract

Pendahuluan. Lanjut usia (lansia) dengan disabilitas mempunyai keluhan kesehatan paling tinggi. Meskipun keluhan kesehatannya paling tinggi, lansia dengan disabilitas merupakan populasi yang memiliki persentase paling tinggi yang tidak melakukan pengobatan. Minimnya pengobatan kesehatan ini juga menjadi risiko munculnya masalah kesehatan lain. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta melakukan kegiatan bertajuk “Jogja Sapa Lansia” berfokus pada lansia dengan disabilitas. Tujuan. Sebagai perwujudan Kota Yogyakarta ramah lansia. Metode. Program service learning bersama mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan adalah dalam bentuk kunjungan ke lansia tirah baring. Dalam kunjungan mahasiswa melakukan observasi langsung dan eksplorasi masalah mengenai pemenuhan kebutuhan lansia. Asesmen menggunakan kuesioner short CANE (Camberwell Assessment Of Need For The Elderly). Hasil. Dilakukan kunjungan kepada sembilan lansia yang tirah baring dan didapatkan kebutuhan dominan yang belum terpenuhi adalah kebutuhan pendengaran/penglihatan, mobilitas dan dukungan sosial. Dari sisi caregiver kebutuhan lansia yang belum terpenuhi adalah kebutuhan informasi kondisi kesehatan. Mahasiswa kemudian melakukan edukasi sesuai dengan kondisi lansia. Kesimpulan. Lansia dengan tirah baring perlu dukungan lebih pada kondisi penglihatan/pendengaran, mobilitas, sosial dan informasi kondisinya.
Efektivitas Citicoline sebagai Terapi Gangguan Kognitif pada Stroke Iskemik Akut Silalahi, Lothar Matheus Manson Vanende; Pradita Sri Mitasari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 2 (2024): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i2.971

Abstract

Background: Cognitive impairment in acute ischemic stroke is associated with disability, poor functional outcome, and mortality, hence requires effective management. Citicoline is one of pharmacotherapy for central nervous system disorders. This study aims to evaluate current evidence of the effectiveness of citicoline for cognitive impairment in acute ischemic stroke. Methods: Systematic review and meta-analysis on randomized controlled trials searched in PubMed, Cochrane, and Google Scholar databases. Screening was done on 518 articles according to inclusion and exclusion criteria, 3 articles were qualified for review. Results: Cano-Cuenca, et al, (2015) found that citicoline was associated with a mini-mental state examination (MMSE) score of >25 at 12 weeks. Pinzon & Asanyi (2018) found that the use of citicoline can prevent cognitive impairment at 6 and 12 months, especially in attention and temporal orientation. Bonvicini, et al, (2022) found that citicoline is associated with good cognitive outcomes as measured with global cognitive impairment. Conclusion: Citicoline is effective as a therapy for cognitive impairment in acute ischemic stroke.
Laporan Kasus: C-Reactive Protein (CRP) Sebagai Biomarker Respon Terapi Pada Sindrom Tolosa-Hunt Angelina Vivi Maharani; Lothar Matheus Manson Vanende Silalahi; Loury Priskila
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom Tolosa-Hunt (STH) merupakan gangguan neurologis langka yang disebabkan oleh inflamasi non-spesifik pada sinus kavernosus atau fisura orbital superior dengan gejala nyeri kepala unilateral disertai dengan optalmoplegia. Proses inflamasi non-spesifik menyebabkan peningkatan C-Reactive Protein (CRP) yang signifikan pada STH. Selain untuk menunjang diagnosis,  CRP juga dapat berperan penting dalam evaluasi klinis pengobatan STH. Penurunan CRP paska terapi kortikosteroid dapat menjadi penanda objektif yang menunjukkan ketepatan terapi pada STH.  Deskripsi Kasus : Laki-laki, 25 tahun datang dengan nyeri kepala, penglihatan ganda dan kelopak mata turun selama dua bulan terakhir. Pemeriksaan neurologis didapatkan ptosis ringan dan paresis nervus okulomotor mata kanan dengan refleks cahaya intak. Tidak didapatkan tanda meningeal, kelemahan anggota gerak maupun refleks patologis. Pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan CRP)dengan hasil 9,8 mg/L. Pemeriksan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala dengan kontras didapatkan penyengatan pada area sinus cavernosus kanan. Pasien didiagnosis dengan Sindroma Tolosa-Hunt dan diterapi dengan metilprednisolon dosis tinggi dilanjutkan dengan penurunan dosis bertahap. Pada pengobatan hari ke-10, terdapat perbaikan pada gerakan ekstraokular mata kanan. Perbaikan klinis ini didukung dengan evaluasi kadar CRP yang normal  dengan hasil 0,9 mg/L. Diskusi : Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pasien yang didiagnosis sindroma Tolosa Hunt, namun pada penelitian lainnya tidak didapatkan adanya peningkatan. Kontradiksi ini dapat terjadi akibat faktor usia, jenis saraf yang mengalami gangguan dan mungkin adanya faktor lain yang menyertai. Namun pada laporan kasus ini lebih menitik beratkan pada penurunan kadar CRP yang menunjukkan respon baik dari terapi yang diberikan . Simpulan : Respons cepat terhadap kortikosteroid pada kasus ini, disertai penurunan CRP dan perbaikan gejala, menunjukkan bahwa CRP dapat menjadi parameter tambahan untuk memantau terapi pada Sindrom Tolosa-Hunt.  
Moyamoya Disease Involving Anterior and Posterior Circulation in Pediatric Ischemic Stroke: Rare Case Report Subandi Subandi; Lothar Matheus Manson Vanende Silalahi
Journal of Neurointervention and Stroke Vol. 1 No. 1: MAY 2025
Publisher : Neurointervention Working Group of Indonesian Neurological Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63937/jnevis-2025.11.10

Abstract

Highlight: Moyamoya disease is one of the causes of stroke in children Moyamoya disease typically involves anterior circulation Posterior circulation may also be involved in certain cases of Moyamoya disease ABSTRACT Introduction: Ischemic stroke is frequently observed in adults but may also occur in children. Moyamoya disease (MMD) is one of the causes of ischemic stroke in children. MMD is a progressive steno-occlusive large-vessel cerebral arteriopathy. MMD was initially defined as changes in the carotid artery with an abnormal vascular network, however, the changes were also noted in posterior circulation. Case: We reported the case of a 13-year-old male with right-sided weakness persisting for over 3 years. Magnetic resonance imaging revealed cortical infarction in the left parietal lobe. Digital subtraction angiography (DSA) confirmed moyamoya disease by revealing total occlusion of the bilateral terminal internal carotid artery and bilateral posterior cerebral artery, accompanied  by a puff of smoke appearance. We treated this patient with antiplatelet therapy for secondary stroke prevention. Conclusion: MMD is one of the conditions that can cause ischemic stroke in children. The posterior circulation is another possible site of MMD manifestation, but it is mostly found in cerebral anterior circulation.