Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : OSEATEK

OPTIMASI SISTEM PEMANASAN PADA SINGLE BASIN SOLAR STILL TERHADAP KEMIRINGAN KACA PENUTUP Santosa, irfan
OSEATEK No 08 (2011): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2018.795 KB)

Abstract

Sistem distilator surya merupakan alat alternatif ditengah krisisnya air bersih dibumi ini khususnya didaerah pantai. Alat distilator surya tipe basin merupakan alat yang berfungsi sebagai pengubah air laut menjadi air tawar dengan tenaga matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisa optimasi sistem pemanasan pada alat distilator surya jenis single basin solar still terhadap kemiringan kaca penutup sehingga didapatkan panas yang optimal sampai pada plat absorber. Hasil analisa perhitungan optimasi adalah bahwa kemiringan kaca dengan sudut 00 mempunyai nilai α = 4.7152%, ρ = 0%, τ = 95.2848% dan energi yang diserap plat absorber (S) = 369.0070 W/m2. Tetapi alat distilator surya jenis single basin solar still ini membutuhkan kemiringan kaca penutup supaya laju distilasi air laut bisa mengalir, maka disarankan dalam membuat alat distilator surya jenis ini adalah dengan kemiringan kaca penutup 50, karena nilai α = 4.7227%, ρ = 7.9195%, τ = 87.3578% dan energi yang diserap plat absorber (S) = 338.3083 W/m2.   Kata kunci : Absorptivitas, Reflektivitas, Transmitivitas, Energi Panas, Distilator Surya  
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK PADA BAJA ST Santosa, irfan
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2046.565 KB)

Abstract

Dibidang produksi dewasai ini mendapat porsi perhatian lebih dari pemerintah, apalagi disektor logam. Tentu peluang ini harus ditangkap danditindaklanjuti dengan peningkatan mutu dan efisiensi, salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pada logam khususnya pada baja adalah tahannya jenis logam ini pada kekuatan tarik dan keuletannya . Baja ST 41 meruakan jenis logam medium carbon, artinya logam ini terdiri dari campuran ferrite dan pearlite yang kandungannya sama-sama besar atau setara dengan baja S 40 C (JIS, G4051), dengan komposisi panduan 0,37-0,43 % C, 0,5-0,35% Si, 0,60-0,90% Mn. Daya tahan baja ST 41 ini memiliki kekuatan dan keuletan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek perlakuan panas terhadapkeausan abrasive dan ketangguhan impak pada baja ST 41. Dengan memperbandingkan antara ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa dengan ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan annealing, normalizing dan quenching . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : baja ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa termasuk baja yang mempunyai kekuatan tarik dan  kekenyalan yang cukup tinggi. Tetapi setelah diberi perlakuan panas mengalami perubahan pada kekuatan tarik dan kekenyalannya. Pada baja ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan cara annealing, kekuatan tariknya menurun. Ini bisa dilihat dari nilai kekuatan tariknya yang hanya 29,87 kgf/mm2. Tetapi nilai kekuatan impaknya meningkat yaitu 68,86 kg/mm. Dengan kata lain semakin lunak dan kenyal. Begitu juga dengan di normalizing, kekuatan tariknya lebih tinggi dibandingkan dengan annealing yaitu 32,22 kgf/mm2 dan kekenyalannya juga meningkat yaitu 61,13 kg/mm. Pada baja ST 41 yang dihardening (quench) dengan menggunakan air garam atau air laut mempunyai kekuatan tarik yang tinggi dibandingkan dengan annealing dan normalizing yaitu sampai 43,97 kgf/mm2, tetapi nilai kekuatan impaknya menurun. Dengan katalain sifat baja yang dihardening akan semakin keras tetapi rapuh Kata kunci : annealing, Normalizing, Quenching
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK PADA BAJA ST Santosa, irfan
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2046.565 KB)

Abstract

Dibidang produksi dewasai ini mendapat porsi perhatian lebih dari pemerintah, apalagi disektor logam. Tentu peluang ini harus ditangkap danditindaklanjuti dengan peningkatan mutu dan efisiensi, salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pada logam khususnya pada baja adalah tahannya jenis logam ini pada kekuatan tarik dan keuletannya . Baja ST 41 meruakan jenis logam medium carbon, artinya logam ini terdiri dari campuran ferrite dan pearlite yang kandungannya sama-sama besar atau setara dengan baja S 40 C (JIS, G4051), dengan komposisi panduan 0,37-0,43 % C, 0,5-0,35% Si, 0,60-0,90% Mn. Daya tahan baja ST 41 ini memiliki kekuatan dan keuletan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek perlakuan panas terhadapkeausan abrasive dan ketangguhan impak pada baja ST 41. Dengan memperbandingkan antara ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa dengan ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan annealing, normalizing dan quenching . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : baja ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa termasuk baja yang mempunyai kekuatan tarik dan  kekenyalan yang cukup tinggi. Tetapi setelah diberi perlakuan panas mengalami perubahan pada kekuatan tarik dan kekenyalannya. Pada baja ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan cara annealing, kekuatan tariknya menurun. Ini bisa dilihat dari nilai kekuatan tariknya yang hanya 29,87 kgf/mm2. Tetapi nilai kekuatan impaknya meningkat yaitu 68,86 kg/mm. Dengan kata lain semakin lunak dan kenyal. Begitu juga dengan di normalizing, kekuatan tariknya lebih tinggi dibandingkan dengan annealing yaitu 32,22 kgf/mm2 dan kekenyalannya juga meningkat yaitu 61,13 kg/mm. Pada baja ST 41 yang dihardening (quench) dengan menggunakan air garam atau air laut mempunyai kekuatan tarik yang tinggi dibandingkan dengan annealing dan normalizing yaitu sampai 43,97 kgf/mm2, tetapi nilai kekuatan impaknya menurun. Dengan katalain sifat baja yang dihardening akan semakin keras tetapi rapuh Kata kunci : annealing, Normalizing, Quenching
OPTIMASI SISTEM PEMANASAN PADA SINGLE BASIN SOLAR STILL TERHADAP KEMIRINGAN KACA PENUTUP Santosa, irfan
OSEATEK No 08 (2011): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2018.795 KB)

Abstract

Sistem distilator surya merupakan alat alternatif ditengah krisisnya air bersih dibumi ini khususnya didaerah pantai. Alat distilator surya tipe basin merupakan alat yang berfungsi sebagai pengubah air laut menjadi air tawar dengan tenaga matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisa optimasi sistem pemanasan pada alat distilator surya jenis single basin solar still terhadap kemiringan kaca penutup sehingga didapatkan panas yang optimal sampai pada plat absorber. Hasil analisa perhitungan optimasi adalah bahwa kemiringan kaca dengan sudut 00 mempunyai nilai ? = 4.7152%, ? = 0%, ? = 95.2848% dan energi yang diserap plat absorber (S) = 369.0070 W/m2. Tetapi alat distilator surya jenis single basin solar still ini membutuhkan kemiringan kaca penutup supaya laju distilasi air laut bisa mengalir, maka disarankan dalam membuat alat distilator surya jenis ini adalah dengan kemiringan kaca penutup 50, karena nilai ? = 4.7227%, ? = 7.9195%, ? = 87.3578% dan energi yang diserap plat absorber (S) = 338.3083 W/m2.   Kata kunci : Absorptivitas, Reflektivitas, Transmitivitas, Energi Panas, Distilator Surya