Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keanekaragaman dan Karakteristik Habitat Tumbuhan Famili Araceae di Wilayah Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya Rio Eka Desi Purwandari Hartanti; Sulmin Gumiri; Siti Sunariyati
Journal of Environment and Management Vol. 1 No. 3 (2020): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v1i3.2568

Abstract

This study aims to determine the type, level of diversity, and habitat characteristics of the Araceae family that grows in the Jekan Raya District of Palangka Raya City. The purposive sampling method was used to study the Araceae spread over four villages, namely Menteng, Palangka, Bukit Tunggal, and Petuk Ketimpun. The data were collected by observ-ing the morphological part of the sample plants and then were analyzed descriptively. Diversity analysis was carried out using the Shannon-Wiener Diversity index. Diversity analysis of the plants was determined based on the Shannon-Wiener Diversity index. The results show that there have been sixteen (16) types of Araceae plants that grow in the Jekan Raya sub-district of Palangka Raya City, namely: Xanthosoma sagittifolium, Caladium polkagreen, Alocasia plum-bea, Caladium redflash, Colocasia esculenta, Aglaonema costatum, Homalomena rubescens, Caladium polkagreen, Alocasia plumbea, Caladium redflash, Colocasia esculenta, Aglaonema costatum, Homalomena rubescens, Caladium polkagreen, Alocasia plumbea, Caladium redflash, Colocasia esculenta, Aglaonema costatum, Homalomena rubescens, Caladium polkagreen, Alocasia plumbea, Caladium redflash, Colocasia esculenta, Aglaonema costatum, Homalomena rubescens Caladium pinkburst, Spathiphyllum floribundum, Caladium rosebud, Aglaonema legacy, Caladium redstar, Caladium redbelly, and Caladium hortulanum. The characteristics of the habitat are divided into two types, namely the texture of the soil is loamy, slightly sandy and blackish and the habitat is the texture of peat and blackish.
Analisis Kualitas Instrumen Tes Literasi Sains Berbasis Etnosains Suku Dayak di Kalimantan Tengah Rahmadyah Kusuma Putri; Rahmawati Rahmawati; Rio Eka Desi Purwandari Hartanti; Bintang Sariyatno; Shanty Savitri
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1031

Abstract

Permasalahan utama dalam studi ini adalah rendahnya capaian literasi sains suku dayak di Indonesia menunjukkan bahwa soal evaluasi yang ada belum sepenuhnya mengukur kemampuan berpikir ilmiah dan kritis melalui asesmen nasional dan internasional, yang menunjukkan perlunya penguatan kualitas instrumen berbasis etnosains di budaya local. Selama ini, sebagian besar soal literasi sains di sekolah masih mengacu pada model nasional atau internasional seperti PISA, yang belum sepenuhnya bersifat kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas instrumen tes literasi sains berbasis etnosains suku dayak di Kalimantan Tengah sebagai upaya menghadirkan alat ukur yang kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. Melalui pendekatan etnosains, konsep ilmiah dapat dikaitkan dengan pengetahuan lokal, sehingga siswa lebih mudah menalar fenomena sains yang dekat dengan lingkungannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu menguji kualitas instrumen yang dikembangkan. Responden penelitian ini adalah siswa SMA kelas X, XI dan XII dari MAN 1 Pulang Pisau, SMAN 2 Kahayan Tengah dan SMAN 1 Pulang Pisau dengan total 257 siswa. Analisis data yang dilakukan adalah perhitungan uji validitas konstruk melalui Multidimensional Scaling (MDS), reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha, serta analisis tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas distraktor. Hasil analisis menunjukkan nilai stres sebesar 0,00068 (0,68%) dan DAF 0,99 yang menandakan kecocokan model sangat baik. Berdasarkan model konfigurasi MDS diketahui 90% soal valid. Reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,753 menunjukkan bahwa instrument memiliki reliabilitas tinggi. Berdasarkan tingkat kesukaran, 65% butir tergolong mudah, 25% sedang, dan 10% sukar. Daya beda menunjukkan 80% butir berkategori sangat baik, 10% baik, dan 10% jelek. Sementara itu, efektivitas distraktor menunjukkan 20% butir efektif dan 80% kurang efektif. Secara keseluruhan, instrumen ini dinyatakan valid dan reliabel, namun masih memerlukan penyempurnaan pada aspek distraktor dan proporsi tingkat kesukaran agar lebih representatif dalam mengukur kemampuan literasi sains siswa berbasis etnosains Kalimantan Tengah.
Pemanfaatan Keanekaragaman Mikroalga di Lingkungan Universitas Palangka Raya sebagai Sumber Belajar Mikrobiologi Bayu Turmuzdi; Liswara Neneng; Rahmawati; Rio Eka Desi Purwandari Hartanti; Edy Prasetyo
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.112376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman mikroalga yang terdapat pada perairan parit di lingkungan Universitas Palangka Raya serta mengeksplorasi potensinya sebagai sumber belajar kontekstual pada mata kuliah Mikrobiologi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel air diambil dari saluran parit sekitar kampus dan diamati menggunakan mikroskop cahaya. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi, meliputi bentuk sel, tipe koloni, serta ciri struktural khas dengan mengacu pada kunci identifikasi mikroalga. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan beberapa genus yang termasuk dalam divisi Bacillariophyta dan Chlorophyta, yaitu Navicula, Chlorella, Scenedesmus, Closterium, Euastrum, dan Micrasterias. Keberagaman morfologi yang ditemukan, mulai dari bentuk uniseluler sederhana hingga struktur simetris kompleks pada kelompok desmid, menunjukkan bahwa lingkungan perairan kampus mendukung komunitas mikroalga yang cukup beragam. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan sekitar kampus dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar autentik dalam pembelajaran Mikrobiologi. Integrasi kegiatan identifikasi mikroalga berbasis lapangan berpotensi meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep keanekaragaman mikroorganisme dan klasifikasi biologi secara lebih kontekstual.
Efektifitas Pemanfaatan Media Wordwall Sebagai Bahan Evaluasi Peserta Didik di Pembelajaran IPA Berbasis Model TGT pada Materi Peredaran Darah Dessy Ayu Aryati Dessy; Elga Araina; Rahmadyah Kusuma Putri; Rahmawati Rahmawati; Rio Eka Desi Purwandari Hartanti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas platform media digital interaktif Wordwall sebagai alat untuk menilai pemahaman siswa kelas VIII terkait sistem peredaran darah manusia di SMPN 1 Palangka Raya. Untuk membuat proses penilaian lebih menarik serta dinamis, Wordwall dimanfaatkan dalam kerangka paradigma pembelajaran Teams Games Tournament. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol yang hanya mengikuti posttest. Kelas VIII-3 bertindak sebagai kelompok eksperimen dengan 50 siswa, sementara kelas VIII-4 bertindak sebagai kelompok kontrol dengan 50 siswa, memanfaatkan teknik penilaian tradisional tanpa media digital. Data dianalisis dengan uji t sampel independen dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Data diperoleh melalui tes hasil belajar. Nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) senilai 0.004 < 0.05 dimanfaatkan guna membuktikan perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar antara kedua kelompok dalam temuan. Rata-rata, kelompok eksperimen mencapai skor 82,3, tetapi kelompok kontrol hanya mencapai 67,6. Kesimpulan pada penelitian ini pemanfaatan media Wordwall sebagai metode penilaian interaktif mampu meningkatkan hasil belajar sains bagi siswa. Media Wordwall mendorong keterlibatan aktif siswa dan membantu menciptakan lingkungan penilaian yang lebih menarik dan kompetitif. Oleh karena itu, sebagai pendekatan baru dalam menilai kemajuan siswa di kelas, pendidik sangat dianjurkan untuk terus memanfaatkan sumber daya digital seperti Wordwall.