Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Relationship Between the Concentration of Mercury (Hg) Along Kahayan Watershed Central Kalimantan with the Bioaccumulation, Morphological and Cytological Changes of Catfish (Pangasius pangasius) Savitri, Shanty; Ghofur, Abdul; Amin, Moch.
Proceeding International Conference on Global Resource Conservation Vol 4, No 1: Proceeding of 4th ICGRC 2013
Publisher : Proceeding International Conference on Global Resource Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.209 KB)

Abstract

Kahayan River is known to be polluted by mercury due to the gold mining activities which use the mercury in the amalgamation (gold purifying) process. The water and fish in this river are consumed by most of the community live in the river basin. The fish consumed by Central Kalimantan people generally come from Kahayan River. Catfish (Pangasius pangasius) is one of the fish which is often consumed by Central Borneo people. They like the fish because of its delicious taste and its fat flesh. Besides, the fish bones are quite big and do not reach its body flesh. Generally, the yellowtail catfish is also raised by the local citizen inside baskets called karamba along the Kahayan watershed. The purposes of this research are to know: 1) the connection between the concentration of mercury along the Kahayan watershed and the mercury bioaccumulation contained in the catfish’s gill, liver, kidney, and muscles, 2) the catfish’s morphological changes related to the mercury bioaccumulation, and 3) the catfish’s cytological changes related to the mercury bioaccumulation. The results of the research are 1) there is connection between the mercury concentration along the Kahayan watershed and the mercury bioaccumulation contained in the catfish’s gill, liver, and muscles or Ho acceptance, 2) the morphological changes in the fish’s organs are: (a)the gill are experiencing colour changes from red with no spot into pink with spots, (b) the  catfish’s liver are experiencing colour changes from brownish into dark red, and shape changes from compact and not wrinkled into a little bit wrinkled, (c) the fish’s kidney are experiencing colour changes from red into dark brownish red, and shape changes from oval into wrinkled, (d) the fish’s muscles are not experiencing morphological changes either the colour or the shape, there are only some spots in the middle part of the muscle, 3) the cytological changes in the organs cells of the catfish are: (a)the changes in the gill’s cells are in the form of lamella edge swelling, lamella epithelium  cell spreading, and nucleus disappearing; these indicate that there is necrosis in the gill’s cells; (b) the necrosis in the heart cells are marked with the cells colour absorption as the consequence of cells permeability declining and oedema (cell swelling); (c) the necrosis in the kidney cells are marked with the cells colour absorption as the consequence of cells permeability declining and oedema (cell swelling); (d) the cytological changes in the muscles cells of the catfish are not clearly seen, but the blood smear of the sample fish from the villages whose river water indicated to be polluted by mercury like Tumbang Anjir village is having necrosis, indicated by a strong colour absorption as the consequence of cells permeability decliningFrom the research results, it can be concluded that the mercury bioaccumulation in the Kahayan watershed related to the catfish’s morphological and cytological changes is as the result of the toxic nature of mercuryand there is direct connection between the mercury concentration along the Kahayan watershed and the mercury bioaccumulation inside the catfish’s body. Keywords: bioaccumulation, catfish, cytological change, mercury, morphological change 
The Development of eLEMA-SCL Protozoa for Invertebrate Zoology Courses Haryono, Agus; Basuki, Bejo; Adam, Chaidir; Savitri, Shanty; Araina, Elga; Fahrina, Ririn
International Conference on Elementary Education Vol. 3 No. 1 (2021): Proceedings The 3rd International Conference on Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.671 KB)

Abstract

The development of electronic learning materials is very necessary for the midst of the COVID-19 pandemic which requires lecture activities to be carried out online. This was carried out to support physical distancing to break the chain of transmission of COVID-19. Currently, there are not many electronic learning materials available that lead to student-centered learning (SCL) and can be implemented amid the COVID- 19 pandemics. The purpose of this research is to develop an eLEMA (Electronic Learning Material) application, an Android-based electronic learning material with content or material that can be accessed online and offline, and with features that make it easier for users to operate. This research is a research development (Research and Development; R & D) to develop Android-based ELEMA-SCL Protozoa (Electronic Learning Material-Student Centered Learning) for Zoology courses. This development model consists of 3 phases of approach, namely: (1) Phase 1: Needs Assessment; (2) Phase 2: Design; and (3) Phase 3: Develop / Implement. The product developed in the form of an Android-based eLEMA application made using the MIT App Inventor is feasible to implement. The implementation results show: (1) the effectiveness of online and offline lectures with a gain value of 0.52 in the Medium category; (2) student response to the implementation of eLEMA is positive. Thus, the eLEMA application can be used for online and offline lectures during the COVID-19 pandemic.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS INKUIRI PADA MATERI SISTEM SIRKULASI DI SMA NEGERI 5 PALANGKA RAYA Yase, I Made Darma; Basuki, Bejo; Savitri, Shanty
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v1i1.2197

Abstract

LKPD merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pendidik sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. LKPD merupakan lembaran-lembaran berisi tugas yang dikerjakan oleh peserta didik, berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas berupa teori ataupun praktik. Keterbatasan LKPD yang digunakan di sekolah menyebabkan peserta didik kesulitan memahami praktikum dan menjadi lebih pasif, dimana LKPD di sekolah hanya berisikan topik, tujuan, cara kerja secara singkat, dan beberapa soal evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas LKPD berbasis Inkuiri yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik. Pengembangan LKPD berbasis inkuiri menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau research & development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations). LKPD hasil pengembangan divalidasi oleh ahli materi, ahli media & pembelajaran, ahli bahasa dan guru, serta diuji pada peserta didik untuk melihat responsnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Angket digunakan pada validasi ahli, respons guru, dan respons peserta didik untuk mengumpulkan data. Data yang didapat dianalisis menggunakan rumus kriteria kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis inkuiri hasil pengembangan layak untuk digunakan berdasarkan validasi oleh ahli materi sebesar 65% termasuk kriteria baik, ahli media & pembelajaran sebesar 96% termasuk kriteria sangat baik, ahli bahasa sebesar 95% dengan kriteria sangat baik dan respons guru sebesar 77% dengan kriteria sangat baik, dan respons peserta didik terhadap LKPD yang dikembangkan sebesar 85% dengan kriteria sangat menarik & sangat membantu. Kata Kunci: Inkuiri; Pengembangan LKPD; Sistem Sirkulasi; Uji Golongan Darah.
Pengaruh Ekstrak Tumbuhan Melastoma malabathricum sebagai Larvasida Nabati terhadap Mortalitas Aedes aegypti L.: The Effect of Melastoma malabathricum Extract as Natural larvicide on Mortality of Aedes aegypti L Mahfud, Raudatul; Basuki, Bejo; Savitri, Shanty
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 2 No. 1 (2021): BiosciED: Journal of Biological Science and Education
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus DBD di Indonesia erat kaitannya dengan peningkatan mobilitas penduduk sejalan dengan tersebarnya nyamuk Aedes aegypti L sebagai vektor yang membawa virus dengue di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga, perlu adanya upaya pencegahan yang bisa dilakukan seperti pembuatan larvasida nabati untuk mengurangi penyebaran atau jumlah larva nyamuk di lingkungan masyarakat. Sejalan dengan hal itu, pengembangan potensi tumbuhan lokal juga harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas ekstrak tumbuhan karamunting (Melastoma malabathricum) dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti L. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari perlakuan P0 (kontrol negatif), P1 (kontrol positif), P2 (ekstrak batang karamunting), P3 (ekstrak daun karamunting), dan P4 (ekstrak akar karamunting) pada konsentrasi 3.5% serta terdapat 5 ulangan pada masing-masing perlakuan dengan jumlah sampel 500 larva Aedes aegypti L. Pembuatan ekstraksi simplisia batang, daun, dan akar karamunting menggunakan metode maserasi dan pelarut ethanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak simplisia batang, daun, dan akar tumbuhan karamunting (Melastoma malabathricum) dengan konsentrasi 3.5% pada media air tempat hidup larva mampu menyebabkan kematian yang signifikan seiring lamanya waktu pengamatan. Berdasarkan uji lanjut, diketahui bahwa perlakuan P2 yaitu pemberian ekstrak batang karamunting merupakan perlakuan terbaik dalam menyebabkan kematian larva Aedes aegypti L.
Lesson Study (LS) untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dan Kualitas Pembelajaran di Kelas Shanty Savitri; Elga Araina; Agus Haryono
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i2.892

Abstract

Guru dikatakan sebagai agen pembelajaran (learning agent) karenaguru berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasapembelajaran, dan pemberi inspirasi bagi peserta didiknya. Kompetensiguru sebagaimana UU Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 meliputi:1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian, 3) kompetensisosial,dan 4) kompetensi professional melalui pendidikan profesi. Berdasarkanpenjelaskan di atas dan juga kompetensi guru yang telah tercantum padaundang-undang, maka seorang guru harus a) mengenal peserta didiksecara mendalam; b) menguasai bidang studi baik disiplinilmu (diciplinarycontent) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogicalcontent); c) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik yaitumerencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi proses danhasil belajar, serta tindak lanjut untuk memperbaiki dan melakukanpengayaan, serta; d) mengembangkan kepribadian dan profesionalitassecara bekelanjutan dan berkesinambungan.Lesson study adalah salah satu kegiatan yang dapatmengembangkan profesionalitas seorang guru. Lesson Study (dalamterminology bahasa Jepang dikenal dengan Jugyokenkyu) adalah suatukegiatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, baik dalampembinaan profesi guru melalui pengkajian pembelajaran secarakolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegialitas danmutual learning, maupun dalam meningkatkan kualitas prosespembelajaran di kelas agar semua peserta didik mendapatkan kesempatanuntuk belajar bersama sesuai tingkat kemampuannya.Lesson Study merupakan suatu system kegiatan serta filosofinya.Oleh karena itu, jika ada tanggapan bahwa “LS adalah kegiatan kelompok’itu merupakan suatu kesalahpahaman. LS sebetulnya suatu kegiatan yangmeliputi penyusunan RPP (termasuk penyusunan silabus selama satutahun), melakukan open class (kegiatan pembelajaran), melakukan forumrefleksi (diskusi pasca pembelajaran), dan mengarsipkan catatan kegiatanpembelajaran
Pengaruh Komposisi Media terhadap Pertumbuhan Cacing Tanah (Lumbricus terrestris) Elga Araina; Yuliana Yuliana; Agus Haryono; Shanty Savitri
Wahana-Bio: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 12, No 1 (2020): Wahana-Bio Edisi Mei 2020
Publisher : Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/wb.v12i1.10741

Abstract

Tujuan penelitian untuk menentukan pertumbuhan cacing tanah (Lumbricus terrestris) dengan media buatan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Palangka Raya pada Juni - Juli 2018 menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan 3 macam perlakuan dan 6 ulangan. Bahan yang digunakan cacing tanah (72 cacing) dengan rata–rata berat 2 gr dan panjang tubuh 15 cm. Bahan organik sebagai media hidup yaitu tanah tanpa campuran pupuk kendang (P0/kontrol), Tanah 2 Kg + kotoran sapi 2 Kg (P1), Tanah 2 Kg + Kotoran kambing 2 Kg (P2), Tanah 2 Kg + Kotoran ayam 2 Kg (P3). Parameter yang diukur adalah panjang dan biomassa cacing tanah selama 7 hari setelah cacing dimasukan ke dalam media (pada awal dan akhir penelitian). Parameter pendukung yang diukur adalah pH tanah, suhu tanah dan kelembaban. Data dianalisis menggunakan analisis varians diikuti oleh uji Beda Nyata Terkecil pada level 5%. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan media tidak memiliki pengaruh terhadap parameter panjang tubuh cacing tanah, sedangkan beberapa media berpengaruh terhadap berat tubuh cacing tanah. Media yang memiliki pengaruh yang paling besar terhadap berat tubuh cacing tanah adalah kotoran ayam. 
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Inkuiri pada Materi Sistem Sirkulasi di SMA Negeri 5 Palangka Raya I Made Darma Yase; Bejo Basuki; Shanty Savitri
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 1 No. 1 (2020): BiosciED December 2020
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v1i1.2197

Abstract

LKPD merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pendidik sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. LKPD merupakan lembaran-lembaran berisi tugas yang dikerjakan oleh peserta didik, berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas berupa teori ataupun praktik. Keterbatasan LKPD yang digunakan di sekolah menyebabkan peserta didik kesulitan memahami praktikum dan menjadi lebih pasif, dimana LKPD di sekolah hanya berisikan topik, tujuan, cara kerja secara singkat, dan beberapa soal evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas LKPD berbasis Inkuiri yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik. Pengembangan LKPD berbasis inkuiri menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau research & development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations). LKPD hasil pengembangan divalidasi oleh ahli materi, ahli media & pembelajaran, ahli bahasa dan guru, serta diuji pada peserta didik untuk melihat responsnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Angket digunakan pada validasi ahli, respons guru, dan respons peserta didik untuk mengumpulkan data. Data yang didapat dianalisis menggunakan rumus kriteria kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis inkuiri hasil pengembangan layak untuk digunakan berdasarkan validasi oleh ahli materi sebesar 65% termasuk kriteria baik, ahli media & pembelajaran sebesar 96% termasuk kriteria sangat baik, ahli bahasa sebesar 95% dengan kriteria sangat baik dan respons guru sebesar 77% dengan kriteria sangat baik, dan respons peserta didik terhadap LKPD yang dikembangkan sebesar 85% dengan kriteria sangat menarik & sangat membantu. Kata Kunci: Inkuiri; Pengembangan LKPD; Sistem Sirkulasi; Uji Golongan Darah.
Pengaruh Ekstrak Tumbuhan Melastoma malabathricum sebagai Larvasida Nabati terhadap Mortalitas Aedes aegypti L.: The Effect of Melastoma malabathricum Extract as Natural larvicide on Mortality of Aedes aegypti L Raudatul Mahfud; Bejo Basuki; Shanty Savitri
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 2 No. 1 (2021): BiosciED June 2021
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v2i1.2839

Abstract

Tingginya kasus DBD di Indonesia erat kaitannya dengan peningkatan mobilitas penduduk sejalan dengan tersebarnya nyamuk Aedes aegypti L sebagai vektor yang membawa virus dengue di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga, perlu adanya upaya pencegahan yang bisa dilakukan seperti pembuatan larvasida nabati untuk mengurangi penyebaran atau jumlah larva nyamuk di lingkungan masyarakat. Sejalan dengan hal itu, pengembangan potensi tumbuhan lokal juga harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas ekstrak tumbuhan karamunting (Melastoma malabathricum) dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti L. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari perlakuan P0 (kontrol negatif), P1 (kontrol positif), P2 (ekstrak batang karamunting), P3 (ekstrak daun karamunting), dan P4 (ekstrak akar karamunting) pada konsentrasi 3.5% serta terdapat 5 ulangan pada masing-masing perlakuan dengan jumlah sampel 500 larva Aedes aegypti L. Pembuatan ekstraksi simplisia batang, daun, dan akar karamunting menggunakan metode maserasi dan pelarut ethanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak simplisia batang, daun, dan akar tumbuhan karamunting (Melastoma malabathricum) dengan konsentrasi 3.5% pada media air tempat hidup larva mampu menyebabkan kematian yang signifikan seiring lamanya waktu pengamatan. Berdasarkan uji lanjut, diketahui bahwa perlakuan P2 yaitu pemberian ekstrak batang karamunting merupakan perlakuan terbaik dalam menyebabkan kematian larva Aedes aegypti L.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis eLEMA pada Materi Interaksi Mahluk Hidup dengan Lingkungan Ekosistem Gambut: Development of eLEMA-Based Digital Teaching Materials on the Interaction of Living Things with Peatland Ecosystem Environment Elga Araina; Shanty Savitri; Sugeng Mashabhi; Fernando Prestasio Pratama
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 2 No. 2 (2021): BiosciED December 2021
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v2i2.3746

Abstract

Pandemi wabah Covid- 19 ( Corona virus diseases 2019 ) di seluruh dunia, membuat proses belajar mengajar dari semua tingkat pendidikan mengalami kendala dalam kualitas pembelajaran. Pengembangan bahan ajar elektronik sangat perlu dilakukan di tengah pandemi yang mengharuskan perkuliahan dilakukan secara daring. Pembelajaran Sistem daring merupakan implementasi pendidikan jarak jauh melalui online jaringan internet, menjadi solusi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang efektif untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona kepada peserta didik. Salah satu media bahan ajar sistem daring yang dapat digunakan yaitu media digital yang merupakan media interaktif berbasis android dengan aplikasi eLEMA (Electronic Learning Material). Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Digital berbasis eLEMA pada Materi Interaksi Mahluk Hidup dengan Lingkungan Ekosistem Gambut” Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital dengan aplikasi eLEMA untuk memudahkan mahasiswa dapat mengakses materi secara online maupun offline. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) penelitian pengembangan model Hannafin and Peck terdiri dari 3 phase Analysis, Design, Develop/Implementation. Harapan peneliti dapat mengangkat realitas lokal dalam pembelajaran, sehingga informasi dan pendidikan lingkungan mengenai ekosistem gambut dapat disampaikan kepada masyarakat pada umumnya dan bagi peserta didik pada khususnya.
Lesson Study (LS) untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dan Kualitas Pembelajaran di Kelas Shanty Savitri; Elga Araina; Agus Haryono
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i2.892

Abstract

Guru dikatakan sebagai agen pembelajaran (learning agent) karenaguru berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasapembelajaran, dan pemberi inspirasi bagi peserta didiknya. Kompetensiguru sebagaimana UU Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 meliputi:1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian, 3) kompetensisosial,dan 4) kompetensi professional melalui pendidikan profesi. Berdasarkanpenjelaskan di atas dan juga kompetensi guru yang telah tercantum padaundang-undang, maka seorang guru harus a) mengenal peserta didiksecara mendalam; b) menguasai bidang studi baik disiplinilmu (diciplinarycontent) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogicalcontent); c) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik yaitumerencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi proses danhasil belajar, serta tindak lanjut untuk memperbaiki dan melakukanpengayaan, serta; d) mengembangkan kepribadian dan profesionalitassecara bekelanjutan dan berkesinambungan.Lesson study adalah salah satu kegiatan yang dapatmengembangkan profesionalitas seorang guru. Lesson Study (dalamterminology bahasa Jepang dikenal dengan Jugyokenkyu) adalah suatukegiatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, baik dalampembinaan profesi guru melalui pengkajian pembelajaran secarakolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegialitas danmutual learning, maupun dalam meningkatkan kualitas prosespembelajaran di kelas agar semua peserta didik mendapatkan kesempatanuntuk belajar bersama sesuai tingkat kemampuannya.Lesson Study merupakan suatu system kegiatan serta filosofinya.Oleh karena itu, jika ada tanggapan bahwa “LS adalah kegiatan kelompok’itu merupakan suatu kesalahpahaman. LS sebetulnya suatu kegiatan yangmeliputi penyusunan RPP (termasuk penyusunan silabus selama satutahun), melakukan open class (kegiatan pembelajaran), melakukan forumrefleksi (diskusi pasca pembelajaran), dan mengarsipkan catatan kegiatanpembelajaran