Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Instalasi Relai Differensial Mbch 12 (Alsttom) Sebagai Proteksi Pada Simulator Koordinasi Proteksi Transformator Tenaga Muhammad Rifki Andika; Supriyanto; Heri Budi Utomo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4238

Abstract

Tranformator tenaga adalah komponen sistem tenaga listrik yang membutuhkan relai differensial untuk melindunginya dari gangguan internal. Relai differensial memiliki prinsip kerja bias (differensial bias). Differensial bias memiliki dua nilai parameter (arus differensial dan arus restrain) yang digunakan sebagai acuan untuk penentuan karakteristik ideal yang dimilikinya. Pada tugas akhir ini akan merancang dan merakit relai differensial tipe MBCH 12 (ALSTOM) serta simulator koordinasi proteksi tranformator tenaga sebagai tempat dilakukannya pengujian. Identifikasi permasalahan dan studi Pustaka dilakukan sebagai dasar dilakukannya proses setting dan pengujian relai. gangguan internal dan eksternal disimulasikan menggunakan gangguan hubung singkat tiga fasa. Besar arus maksimal saat kondisi normal yang digunakan pada simulator sebesar 0,7 A pada sisi primer dan 1 A pada sisi skunder. Setting relai differensial membutuhkan nilai slope 1 dan slope 2. Slope 1 adalah nilai yang akan menghasilkan arus setting yang membuat relai tidak bekerja saat kondisi normal. Slope 2 adalah nilai yang akan menghasilkan arus setting yang membuat relai tidak bekerja saat kondisi gangguan eksternal. mendasar pada arus nominal simulator yang telah ditetapkan dihasilkan nilai Iset1 sebesar 0,11 A dan Iset2 sebesar 0,22 A, kedua nilai ini yang menjadi dasar penentuan setting relai differensial sebesar 0,3 (30%) arus nominalnya.
Analisis Pengoperasian Jaringan Mesh pada Penyulang Rawalo Di PT.PLN (PERSERO) UP3 Purwokerto Anil Hakim Waluyo; Supriyanto; Heri Budi Utomo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.363 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4282

Abstract

Penyulang Rawalo disuplai dari GI. (Gardu Induk) Rawalo berada di wilayah kerja PT.PLN (PERSERO) UP3 Purwokerto. Penyulang ini disuplai dari trafo 1 dan trafo 2 dengan terdapat 7 penyulang aktif yang menyalurkan energi listrik. Pada trafo II 30 MVA terdapat 3 penyulang RWO04, RWO03 dan RWO01. Penyulang ini memiliki topologi jaringan mesh untuk menjaga keandalan dalam pengoperasian. Pada jaringan SUTM terpasang 14 LBS sebagai pembatas area untuk mengisolasi gangguan. Pola operasinya apabila terjadi sebuah gangguan pada main feeder, CB akan memutus gangguan. sehingga pada penelitian ini ingin mempelajari mekanisme pengoperasian jaringan dengan topologi mesh dan mensimulasikan aliran daya pada kondisi normal dan kondisi gangguan yang di skenariokan pada 4 titik gangguan menggunakan software ETAP 12.6. Adapun tahap penyelesaian dalam penelitian ini adalah pembuatan Single Line Diagramjaringan distribusi penyulang RWO01 dengan RWO04 kemudian melakukan simulasi load flow analysis untuk melakukan studi hubung singkat pada 4 zona titik. Hasil pembebanan trafo pada kondisi normal sebesar 23,9%, gangguan 1 sebesar 24,6%, gangguan 2 sebesar 24,3%, gangguan 3sebesar 24,3%, dan gangguan 4 sebesar 11,9%. Persentase beban penghantar terbesar pada gangguan 1 sebesar 48,45%, gangguan 2 sebesar 47,98%, gangguan 3 sebesar 47,95%, dan gangguan 4 sebesar23,29%.
Studi Koordinasi Proteksi Transformator Pemakaian Sendiri Pada Unit-4 PLTP Kamojang Menggunakan ETAP 12.6.0 Ardhi Bahrul Mubarok; Supriyanto; Heri Budi Utomo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.643 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4335

Abstract

Sistem pembangkit di PLTP Unit-4 Kamojang terdapat trasnformator pemakaian sendiri TR-1412 yang digunakan untuk mencatu kebutuhan eksiter generator, pompa – pompa, dan penerangan dipembangkit. Proteksi transformator terdiri overcurrent relay, ground fault relay, dif erential relay dan standby earth fault relay. Tujuan penelitian ini yaitu menguji koordinasi proteksi dengan skema gangguan internal dan eksternal trafo menggunakan ETAP. Metode yang dilakukan yaitu pembuatan single line diagram ETAP dengan parameter dan nilai setting data lapangan. Melakukan simulasi load flow untuk memvalidasi single line diagram dengan melihat gangguan kritikal. Memeriksa kinerja koordinasi proteksi terhadap gangguan satu fasa ke tanah, dua fasa ke tanah, dua fasa dan tiga fasa menggunakan sequence of operation event. Dari hasil pengujian load flow tidak terdapat gangguan critical. Hasil pengujian koordinasi proteksi gangguan internal tiga fasa dan dua fasa, dif erential relay berhasil memutukan arus gangguan pada primer trafo terlebih dahulu dengan waktu pemutusan 40ms sesuai nilai setting. Untuk gangguan eksternal tiga fasa dan dua fasa sebesar 7.276kA dan 6.311kA, OCR berkoordinasi dengan baik dengan respon waktu1809ms terhadap gangguan tiga fasa dan 1902ms terhadap gangguan dua fasa. Disini memperlihatkan bahwa OCR bekerja dengan baik, karena pemutusan pertama ada pada CB yang dengan dengan titik gangguan.
Technology Transfer and Training on Making Adaptive Sticks to Instructors at SLBN-A Citeureup, Cimahi City to Improve the Mobility Orientation Ability of Students with Visual Disabilities Ridwan Solihin; Budi Setiadi; Baisrum Baisrum; Siswoyo Siswoyo; Adnan Rafi Al Tahtawi; Heri Budi Utomo
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2023): REKA ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v4i3.272-281

Abstract

All students and teachers with Visual Sensory Disabilities (PDSN) in the State Special School Category A (SLBN-A) Citeureup Cimahi City have been equipped with basic Mobility Orientation (OM) technical skills to be able to carry out independent activities and mobility. The OM technique uses five still-functioning senses: a white cane and a guide. Another problem from the assistant's side was that both class and dormitory teachers felt worried/anxious regarding PDSN students' whereabouts in the school environment. PKM's output for making sticks is focused on ergonomics, ease of installation, use, and functions that do not burden the PDSN. The stick will detect objects before you and inform you about them through sound (beep), vibration, or a combination. In implementing this PKM, the team carried out knowledge and technology transfer to the Instructors/Teachers as well as testing to the PDSN. This activity results in an electronic walking stick that has been tested.
Rancang Bangun Modul Praktikum Sistem Proteksi Arus Lebih Menggunakan Relai NR PCS-9691E Pangestu, Pauziah Azi; Supriyanto, Supriyanto; Utomo, Heri Budi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5355

Abstract

Sistem relai proteksi arus lebih merupakan sebuah sistem pada jaringan tenaga listrik yang bertujuan untuk memproteksi dari suatu gangguan yang mengakibatkan terjadinya arus berlebih. Pembuatan modul alat pengujian relai proteksi ini dengan melakukan pengujian relai proteksi arus lebih antar fasa dan fasa – tanah dengan menggunakan relai merk NR PCS-9691E. Penelitian dimulai dengan melakukan perancangan kontruksi modul, bangun kontruksi dan wiring instalasi, dan proses pengujian. Objek pengujian sistem proteksi yaitu dengan alat uji karakteristik arus lebih dan simulator jaringan SUTM. Pada pengujian dengan alat uji karakteristik arus lebih dilakukan dengan variabel pengujian TD 1 dengan arus setting relai 1 Amper dan arus diberikan arus pengujian 1 – 10 Amper. Dari hasil pengujian didapat rata – rata nilai error antara waktu pemutusan antara hasil uji dengan hasil perhitungan yaitu moderately invers rata – rata error 0,797% dan definite rata rata error 0,17%. Pengujian pada simulasi proteksi jaringan yaitu pengujian hubung singkat 3phasa, 2phasa, 1phasa – tanah dan 1phasa open dengan daerah pengujian hubung singkat yaitu daerah 2 dan daerah 3 A dengan tahanan pentanahan untuk pengujian ground faul relay yaitu 0 ohm dan 40 ohm hasil dari pengujian simulator jaringan SUTM relay proteksi bekerja dengan baik dan sesuai dengan setting pengujian.
The Test Bench for Simulation Phase Fault and Ground Fault Analysis Protection Concept Using Symmetrical Components Supriyanto, Supriyanto; Utomo, Heri Budi; Sunarto, Sunarto; Siswoyo, Siswoyo; Setiadi, Budi
Jurnal Internasional Penelitian Teknologi Terapan Vol 4 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Bandung State Polytechnic (Politeknik Negeri Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ijatr.v4i1.99

Abstract

Various laboratory experiment platforms have been developed to provide students with theoretical knowledge and practical experience. Understanding concepts related to the process for determining the design of protection settings requires practical experience, which can be achieved by repeated trials. In this paper, the mechanism of a ground fault in a medium voltage feeder is done using a simulator substation as a case study. This process must be carried out twice, once for the ground-fault relays protection based on residual currents and then repeated based on residual voltage. For further understanding of the electrical distribution network, the system will be operated at 20 kV on the primary and 380 V on the secondary. The model uses smaller nominal voltages consisting of 380 V on the primary and the secondary. The result of one phase fault protection mechanism works well at each point of interference, and voltage transformers are protected from overheating and damage. The lowest value of the single-phase to ground short circuit that occurs at the fault location at the farthest point of interference from the protection relay location is used for the threshold setting on the voltage relay. The one phase fault protection mechanism works well at each point of interference, and the voltage transformer is protected from overheating and damage. For residual current ground fault protection effective, the threshold setting of phase fault inverse time delay with threshold setting I> is 1.5 ampere, and instantaneous I>> is 7.5 ampere. The effective threshold setting for residual ground fault protection wasUo> = 22% dan UO>> = 33,2%.
Evaluasi Biaya Konsumsi Energi Listrik Pada Motor Listrik Pompa Air di Ground Water Tank Utomo, Heri Budi; Tohir, Toto; Winata, Moh Tomi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6694

Abstract

Energi listrik merupakan sumber daya utama dalam operasional industri, termasuk sistem distribusi air pada sebuah perusahaan kimia yang mana memiliki peran vital dalam proses produksi dan utilitas. Salah satu fasilitas penting adalah sistem pompa air pada Ground Water Tank yang digerakkan oleh motor induksi berdaya 30 kW dan memiliki konsumsi energi yang signifikan. Penelitian ini merupakan bagian dari evaluasi biaya konsumsi energi listrik pada motor listrik pompa air di Ground Water Tank, yang bertujuan untuk menganalisis konsumsi energi listrik pada pompa tersebut serta mengidentifikasi peluang efisiensi guna menekan biaya operasional. Pengukuran dilakukan selama lima hari menggunakan Power Quality Meter (PQM) untuk memperoleh parameter kelistrikan seperti daya aktif, reaktif, semu, faktor daya, dan efisiensi motor. Hasil menunjukkan konsumsi energi tahunan sebesar 84.861,92 kWh dengan biaya operasional sebesar Rp87.891.816,2 berdasarkan tarif WBP dan LWBP. Waktu operasi harian tidak tetap, rata-rata 17 jam saat hari kerja dan 10 jam saat hari libur, dengan konsumsi energi masing-masing 264,2 kWh dan 155,42 kWh. Daya reaktif tercatat sebesar 13.759,8 Var, melebihi batas maksimum 9.610,6 Var, yang berpotensi menimbulkan denda tahunan sebesar Rp25.252.807. Setelah pemasangan kapasitor bank sebesar 8,64 kVAR, faktor daya meningkat dari 0,748 menjadi 0,95 dan daya reaktif turun menjadi −0,97 kVAR. Hasil ini menunjukkan pentingnya evaluasi energi secara berkala serta penerapan teknologi efisiensi dalam sistem kelistrikan industri.