Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MANAJEMEN RISIKO PENINGKATAN STUDENT BODY TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN DI JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BALI I Nyoman Sedana Triadi; I Nyoman Anom P Winaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 2 (2014): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara mewawancarai berbagai pihak, yang mempunyai kompetensi terhadap kegiatan proses pembelajaran di Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali, sehingga dapat mengetahui berbagai kemungkinan risiko, serta seberapa besar konsekuensi risiko akibat peningkatan student body. Penilaian risiko merupakan hasil perkalian antara kemungkinan risiko dengan konsekuensi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskritif kualitatif, dengan tahapan terdiri atas: identifikasi risiko (risk identification), penilaian risiko (risk assessment) dan penanganan risiko (risk mitigation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang teridentifikasi akibat peningkatan student body terhadap proses pembelajaran sebanyak 23 (dua puluh tiga) risiko, yaitu tidak ada risiko dengan katagori tidak dapat diterima, 18 (delapan belas ) risiko (78%) dengan katagori tidak diharapkan, 1 (satu) risiko (4%) dengan katagori dapat diterima, dan 4 (empat) risiko (17%) dengan katagori yang dapat diabaikan. Risiko–risiko yang harus mendapatkan perhatian penting yang masuk dalam katagori risiko dominan (major risk) adalah resiko yang bersumber dari sarana dan prasarana sebanyak 8 risiko (44,4 %), bersumber dari manajemen dan administrasi 3 risiko (16,6%), bersumber dari dosen sebanyak 1 risiko (5,5%), bersumber dari lingkungan belajar sebanyak 2 risiko (11,1%), bersumber dari kurikulum sebanyak 2 risiko (11,1%), dan bersumber dari input mahasiswa sebanyak 2 risiko (11,1 %), 18 (delapan belas) risiko dominan tersebut dikelola dengan cara mitigasi risiko.
OPTIMALISASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI SENGEMPEL, KABUPATEN BADUNG I Nyoman Sedana Triadi; I Nyoman Anom P Winaya; I Wayan Sudiasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 2 (2017): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.932 KB) | DOI: 10.31940/logic.v17i2.570

Abstract

Bendung Sengempel terletak di desa Bongkasa, kecamatan Abiansemal, kabupaten Badung. Bendung Sengempel memanfaatkan aliran Tukad Ayung memiliki panjang sungai utama 42,64 km dan luas DAS 225,30 km2. Daerah Irigasi sengempel memiliki luas persawahan 75 ha dengan sistem irigasi yang memanfaatkan Bendung sengempel, selama ini terus mengalami kekurangan pasokan air sehingga pola tanam yang dilaksanakan belum optimal. Perlu adanya penelitian tetang analisis pola tata tanam di daerah Irigasi Sengempel, terkait dengan optimalisasi kebutuhan air irigasi di wilayah ini. Kebutuhan air irigasi di sawah ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: penyiapan lahan; penggunaan konsumtif; perkolasi dan rembesan; penggantian lapisan air;curah hujan efektif dan pola tanam. Optimalisasi pola tanam di suatu daerah irigasi terkait dengan kebutuhan air irigasi yang paling efisien.Pola tanam yang paling optimal dan efisien dari 4 (empat) alternatif yang diusulkan di Daerah Irigasi Sengempel adalah alternatif pertama dengan mulai tanam padi pertama pada tanggal 1 Oktober, padi kedua pada tanggal 1 Februari dan mulai tanam palawija tanggal 1 Mei, dan total kebutuhan air irigasi untuk luas persawahan 952,925 lt/dt atau 0.952 m3/dt.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR TUKAD AYUNG SEBAGAI UPAYA KETERSEDIAAN AIR I Nyoman Sedana Triadi; Made Mudhina; Ketut Wiwin Handayani
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.196 KB)

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Tukad Ayung termasuk sungai lintas kabupaten yang terletak di Provinsi Bali,dengan panjang sungai utama 69,36 km dan mempunyai daerah aliran sungai (DAS) keseluruhan seluas 300,84 km2(Anonim, 2012). Sangat penting mengetahui upaya pengembangan sumber daya air di DAS Tukad Ayung, sehingga dapatdipakai sebagai pedoman dalam penyusunan program penyediaan air yang menyeluruh di daerah tersebut.Besarnya potensi tahunan di DAS Tukad Ayung adalah 108,64 m3/dt, dan besarnya kebutuhan air tahunan di DASTukad Ayung adalah 97,96 m3/dt. Neraca air di DAS Tukad Ayung terjadi surplus debit sebesar + 10,68 m3/dt setiaptahunnya. Pengelolaan sumber daya air di DAS Tukad Ayung diupayakan dengan peningkatan pola tanam mencapai 280%, peningkatan sarana dan prasarana irigasi, upaya pembagunan waduk di DAS Tukad Ayung, penyempurnaankelembagaan yang tertuang dalam arahan pengembangan kelembagaan dan rencana pengembanagn jangka pendekmaupun jangka panjang.
EVALUASI KAPASITAS DAN WAKTU PELAYANAN PADA GERBANG TOL NUSA DUA, BADUNG – BALI Kadek Adi Suryawan; I M Suardana Kader; I N Sedana Triadi
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 1 (2015): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.197 KB)

Abstract

Penelitian evaluasi kapasitas dan waktu pelayanan ini dilakukan pada gerbang tol Nusa Dua yangmerupakan salah satu pintu masuk bagi kendaraan yang akan memasuki ataupun keluar dari wilayah Nusa Dua.Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan pelayanan gerbang tol dari segi besar kapasitas dan lamarata-rata waktu pelayanan pada gerbang tol Nusa Dua saat ini.Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukandengan metode survei kelapangan untuk mencari tingkat kedatangan dan lama waktu pelayanan yang terjadipada gerbang tol Nusa Dua.Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk menentukan hari danjam-jam terpadat pada Bulan Juni 2014 yang terjadi di gerbang tol Nusa Dua. Berdasarkan dari hasil survei yangdilakukan pada hari Jumat tanggal 11 Juli 2014 pukul 16.00 – 19.00 Wita, didapatkan besar kapasitas maksimalyang terjadi pada gerbang tol Nusa Dua adalah sebesar 546 kendaraan/jam, dan waktu pelayanan rata-rata padagerbang tol Nusa Dua adalah 5.51 detik/kendaraan.
METODE SARINGAN PASIR UNTUK PENURUNAN KEKERUHAN DAN AMONIAK (NH3) PADA AIR LIMBAH KANTIN DI POLITEKNIK NEGERI BALI I Nyoman Anom Purwa Winaya; I Nyoman Sedana Triadi; I Wayan Sudiasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 17 No 1 (2017): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survey secara langsung debit air limbah kantin 1 dan 2 di Politeknik Negeri Bali. Penelitian ini didasarkan berdasarkan fakta bahwa seringnya terjadi luberan air limbah kantin akibat dari tidak sesuainya kaidah dalam pengolahan air limbah untuk karakteristik limbah organik. Simulasi penelitian dengan melakukan pengujian awal untuk mengetahui karakteristik awal dari parameter fisik dan kimia dari air limbah tersebut. Karakteristik awal dari uji karakteristik air limbah yaitu didapatkan : 1) kekeruhan 119 NTU (newton total unit), 2) Ammonia / amoniak 0.21 mg/ltr. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 8 tahun 2007 tentang Baku Mutu Air Limbah bahwa : 1) kekeruhan ambang batasnya adalah 5 NTU (newton total unit), 2) ammonia / amoniak (nihil) atau tidak terdeteksi. Hal inilah menjadi dasar penelitian bahwa harus dirancang Instalasi Pengolahan Air Limbah yang sesuai dengan prosedur dan tepat secara dimensi. Hasil penelitian menyatakan debit air limbah didapatkan sebesar : 0.43 m3/dtk dalam seminggu. Untuk pernecanaan IPAL direncanakan tahap pertama yaitu pengolahan secara anaerob dengan merencanakan detensy Time. selama 24 jam didapatkan hasil kekeruhan yaitu 81,8 NTU. Sedangkan ammonia (NH3) tetap terdeteksi 0.21 mg/ltr. Tahap berikutnya adalah pengolahan aerob dengan metode aerasi selama 45 menit dan waktu tunggu selama 24 jam didapatkan penurunan kekeruhan menjadi 55.7 NTU dan ammonia 0.12 mg/ltr.. Hal ini menyatakan bahwa limbah organic memang tidak bisa hanya diolah secara aerob maupun aneorob, tetapi harus dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu dengan metode filtrasi. Simulasi alat filtrasi menggunakan hasil penelitian Dwijani W. (2007) dengan metode saringan biologis memanfaatkan media kerikil, pasir dan tanah yang disusun secara berlapis. Setelah proses filtrasi dengan kecepatan debit 0.03 m/dtk dengan waktu tunggu 8 jam maka didapatkan hasil : 1) kekeruhan 2.81 NTU dan ammonia tetap terbaca menjadi 0.19 mg/ltr. Perencanaan bak pengolahan air limbah adalah Panjang 3 meter dan lebar 2.54 meter dan kedalaman 5 meter. Perkiraan RAB Rencana Anggaran Biayanya adalah Rp. 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).
MONITORING PANTAI KALISADA KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG I Nyoman Sedana Triadi; Made Mudhina; I Wayan Sudiasa
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 6 No 1 (2016): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.99 KB)

Abstract

Permasalahan daerah pantai berupa rusaknya kawasan tepi pantai ditunjukkan oleh perubahan garis pantai oleh erosi, abrasi maupun sedimentasi. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di Pantai Kalisada saat ini dan monitoring terhadap pengelolaan bangunan wilayah Pantai Kalisada. Penelitian dilakukan di Pantai Kalisada dan sekitarnya dengan metode penelitian deskritif kualitatif. Konsep perencanaan dan pengelolaan pantai menyeluruh dan terpadu meliputi aspek-aspek administrasi, sosial, teknis, ekonomi, hukum, kelembagaan, dan lingkungan Hasil analisis kondisi eksisting data dapat disimpulkan bahwa permasalahan Pantai Kalisada saat ini adalah adanya erosi, kondisi bangunan pantai yang ada belum optimal dalam upaya pengamanan pantai, permasalahan penanganan pantai yang tidak menyeluruh. Gelombang dan arus merupakan fenomena alam yang sangat memengaruhi keadaan pantai. Gelombang yang terjadi dipengaruhi oleh besarnya angin dan jarak fetch pada lokasi studi. Fetch Pantai Kalisada (daerah pembangkitan gelombang) dominan berasal dari arah timur laut dan arah barat. Hal ini menyebabkan terjadi gelombang dominan berasal dari barat dan timur sesuai dengan musim angin yang terjadi di Pantai Kalisada. Pantai Kalisada dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut dengan tinggi yang hampir sama. Pasang surut yang terjadi di Pantai Kalisada termasuk dalam tipe pasang surut harian ganda (semidiurnal tide)
Analisis pekerjaan variation order pada proyek pembangunan gedung menara mandiri Made Sudiarsa; Ni Kadek Ayu Trisna Dewi; I Nyoman Sedana Triadi
Journal of Applied Mechanical Engineering and Green Technology Vol. 2 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.285 KB) | DOI: 10.31940/jametech.v2i3.102-107

Abstract

Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Dalam pelaksanaannya, suatu proyek konstruksi memerlukan beberapa sumber daya yaitu seperti manusia, material, mesin, metode pelaksanaan, serta uang. Dimana kelima hal tersebut harus dipersiapkan dengan matang pada saat proses perencanaan sehingga saat dilaksanakan, proyek yang bersangkutan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Namun pada kenyataannya, sering kali terdapat permasalahan-permasalahan yang tak terduga yang mengharuskan terjadinya suatu penambahan dan pengurangan item maupun volume pekerjaan. Dimana hal tersebut biasa disebut dengan pekerjaan Variation order. Adanya pekerjaan Variation order secara tidak langsung akan mengakibatkan terjadinya perubahan biaya serta jadwal pelaksanaan proyek. Sehingga diperlukan suatu kesepakatan antara pemilik proyek dan kontraktor mengenai pengajuan perubahan biaya serta waktu pelaksanaan proyek untuk menghindari terjadinya perselisihan antara owner dan kontraktor dengan cara melakukan analisa jenis item pekerjaan, nilai, serta dampak dari pekerjaan Variation order yang terjadi. Dimana nantinya harus diajukan dalam bentuk dokumen pengajuan kompensasi biaya dan waktu pekerjaan Variation order yang disahkan melalui rapat khusus yang dihadiri Owner, Konsultan QS, MK, serta Kontraktor. Seperti halnya dengan yang terjadi pada Proyek Pembangunan Gedung Menara Mandiri Denpasar. Dimana proyek ini mengalami banyak perubahan terkait penambahan serta pengurangan item maupun volume pekerjaan yang berdampak langsung kepada terjadinya perubahan kontrak proyek yang bersangkutan. Dimana terjadi sebanyak 16 jenis pekerjaan Variaton Order dengan nilai yang didapat berdasarkan perhitungan dengan metode deskriptif kuantitatif sebesar Rp. 16.262.850. dengan nilai kontrak awalnya sebesar Rp. 75.700.000.000, sehingga berdampak pada terjadinya penambahan nilai kontrak menjadi Rp. 75.716.262.850 atau sama dengan penambahan 0,02% dari nilai kontrak awal.
Trek Angker di Sawah Basah Mampu Memperkuat Pondasi Tipe-C Jondra, I Wayan; Dirgayusa, I Made; Triadi, I Nyoman Sedana; Sudana, Made; Sunaya, I Nengah
Jurnal Teknik dan Science Vol. 5 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Teknik dan Science
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jts.v5i1.2630

Abstract

Nowday Electrical energy consistently as an crucial role to support daily activities, so its the construction must be reliable, but incidents the corner pole construction failure also occur. It is very interesting to research, this case study to reveal the fulfillment of the technical requirements of electricity pole number NA0185 A7, to analyze the accuracy of its construction using a C-type foundation. Conducting by observations not just soil testing samples in the laboratory, but also directly in the field through sondir tests, then the data is processed statistically and mathematically. This study found that according to the technical requirements of electricity pole number NA0185 A7 constructed with a C-type pole foundation meets the technical standard and under normal condition this pole will not failure construction. This study found that on land eroded condition by irrigation water  at the  pole foundation base the maximum soil stress that occurs is 252.12 kN/m2, this value is much smaller than the ultimate bearing capacity (Qu) on 415.29 kN. This study also found that in wet rice fields  the horizontal anchor ultimate capacity of (TuH) was 22.01 kilo Newtons, which is smaller than the horizontal force at the top of the pole, which reached 5.87 kilo Newtons, so that the anchor track would be able to protect against overturning forces. Since all technical factors have been researched and analyzed, it is reasonable to suspect that there were non-technical factors on June 21, 2021, because there was heavy rain accompanied by lightning and strong winds reaching 20 knots from the northeast) and the intensity of rain at 21.00 – 22.00 WITA was up to 25.3 mm/hour (Very Heavy), which caused the NA0185 A7 pole was down.