Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR TUKAD AYUNG SEBAGAI UPAYA KETERSEDIAAN AIR I Nyoman Sedana Triadi; Made Mudhina; Ketut Wiwin Handayani
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.196 KB)

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Tukad Ayung termasuk sungai lintas kabupaten yang terletak di Provinsi Bali,dengan panjang sungai utama 69,36 km dan mempunyai daerah aliran sungai (DAS) keseluruhan seluas 300,84 km2(Anonim, 2012). Sangat penting mengetahui upaya pengembangan sumber daya air di DAS Tukad Ayung, sehingga dapatdipakai sebagai pedoman dalam penyusunan program penyediaan air yang menyeluruh di daerah tersebut.Besarnya potensi tahunan di DAS Tukad Ayung adalah 108,64 m3/dt, dan besarnya kebutuhan air tahunan di DASTukad Ayung adalah 97,96 m3/dt. Neraca air di DAS Tukad Ayung terjadi surplus debit sebesar + 10,68 m3/dt setiaptahunnya. Pengelolaan sumber daya air di DAS Tukad Ayung diupayakan dengan peningkatan pola tanam mencapai 280%, peningkatan sarana dan prasarana irigasi, upaya pembagunan waduk di DAS Tukad Ayung, penyempurnaankelembagaan yang tertuang dalam arahan pengembangan kelembagaan dan rencana pengembanagn jangka pendekmaupun jangka panjang.
STUDI PEMILIHAN ALTERNATIF LOKASI AS LONGSTORAGE UNTUK PENYEDIAAN AIR BAKU DI KAWASAN SARBAGITA Kt. Wiwin Andayani
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 5 No 2 (2015): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan seluruh civitas akademik maupun stakeholder dalam menjaga ketersediaan informasiagar selalu uptodate dalam sebuah universitas adalah hal yang penting. Kondisi itu membuat seluruh civitas dan stakeholder harus ikut berperan untuk memberikan informasi terkini yang dimiliki. Peran serta tersebut membutuhkan sebuah media yang dapat diakses tanpa bergantung pada seorang administrator. Portal berbasis user auto content dapat menjadi satu cara untuk menjaga kekinian informasi. Auto content dapat diimplementasikan dengan mendesain struktur database yang memungkinkan semua user dapat meng-input-kan informasi terbaru sesuai dengan user privilege-nya dan administrator cukup berkonsentrasi pada verifikasi isi. Pengembangan sistem ini menggunakan metode waterfall dan simulasi pengimplementasian portal user auto content ini menggunakan pemrograman PHP dan MYSQL5.
ANALISIS NILAI SATUAN BIAYA JASA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR I Gusti Agung Istri Mas Pertiwi; I Made Sudiarsa; Ketut Wiwin Andayani; Ni Wayan Sri Kristinayanti
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 5 No 2 (2015): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.39 KB)

Abstract

Kajian global kondisi air di dunia yang disampaikan pada World Water Forum II di Denhaag tahun2000, memproyeksikan bahwa pada tahun 2025 akan terjadi krisis air di beberapa negara. Meskipun Indonesia termasuk 10 negara kaya air namun krisis air diperkirakan juga akan terjadi, sebagai akibat dari kesalahan pengelolaan air. Masalah air di Indonesia ditandai juga dengan kondisi lingkungan yang makin tidak kondusif sehingga makin mempercepat kelangkaan air. Kerusakan lingkungan antara lain disebabkan oleh terjadinya degradasi daya dukung daerah aliran sungai (DAS) hulu akibat kerusakan hutan yang tak terkendali. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan air dan terjadinya kelangkaan ketersediaan air, orang mulai terpancing untuk berpikir dan memandang air sebagai barang ekonomi (economic goods). Seperti yang tercantum dalam Dublin Priciples (1992) “Air memiliki nilai ekonomi di setiap kepentingan penggunaannya dan seharusnya dianggap sebagai barang ekonomi”. Kelangkaan air dianggap sebagai peluang ekonomi. Dalam memproduksi air bersih ada beberapa biaya usaha yang dikeluarkan yakni biaya investasi, biayatetap dan biaya variabel. Biaya investasi merupakan segala modal yang dikeluarkan untuk perolehan ataupembangunan sarana untuk memproduksi air bersih. Biaya usaha adalah total biaya untuk menghasilkan air minum yang mencakup biaya sumber air, biaya pengolahan, biaya transmisi dan distribusi, biaya kemitraan, biaya umum dan administrasi. Sedangkan biaya dasar adalah biaya usaha dibagi volume air terproduksi dikurangi volume kehilangan air. Perhitungan nilai satuan yaitu dengan mengalikan total biaya dengan prosentase Nilai Manfaat Ekonomi (NME) yaitu suatu manfaat yang diperoleh dari penggunaan air di wilayah sungai untuk berbagai kepentingan dan membaginya dengan volume air yang digunakan. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh Nilai Satuan BJPSDA untuk masing-masing DAS dengankisaran harga seperti berikut: Nilai Satuan BJPSDA Pertanian masing-masing DAS; DAS Badung = Rp529.808,50 – Rp 688.129,79/Ha, DAS Ayung = Rp 1.088.972,82 – Rp 1.440.906.79/Ha, DAS Yeh Ho = Rp289.207,09 – Rp 383.382,39/Ha. Nilai Satuan BJPSDA PDAM masing-masing DAS; DAS Badung = Rp 126,51– Rp 138,34/m3, DAS Ayung = Rp 260,04 – Rp 289,68/m3, DAS Yeh Ho = Rp 24,52 – Rp 27,37/m3. NilaiSatuan BJPSDA Industri masing-masing DAS; DAS Badung = Rp 0,57 – Rp 0,64/m3, DAS Ayung = Rp 9,96 –Rp 11,33/m3, DAS Yeh Ho = Rp 1,69 – Rp 1,82/m3