Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Eksperimental Beton Ringan Struktural dengan Inovasi Serat Polypropylene sebagai Pengendali Retak Purnawirati, I.G.A.; Herlambang, Fajar Surya
Jurnal Teknik Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/jt.v23i2.683

Abstract

This study aims to evaluate the effect of polypropylene fiber addition on the mechanical properties and crack behavior of structural lightweight concrete using local aggregates from Bali. The research was conducted experimentally by preparing cylindrical specimens (Ø150 × 300 mm) and beam specimens (200 × 200 × 2000 mm). Polypropylene fiber was added at 0% and 0.6% by volume of concrete, with superplasticizer SIKA ViscoCrete-3115 N included to maintain workability. The results show that the addition of polypropylene fibers had no significant effect on the concrete density, which remained below 1900 kg/m³, meeting the structural lightweight concrete criteria of ACI 213R-14. The compressive strength of the fiber-reinforced concrete decreased slightly by about 11.4% compared to the control mix, while the splitting tensile strength increased by 7.5% and the flexural strength increased by 9.9%. The maximum crack width decreased from 0.85 mm to 0.55 mm, indicating that the fibers effectively controlled crack propagation and improved ductility. Overall, the incorporation of 0.6% polypropylene fibers enhanced the crack resistance and toughness of structural lightweight concrete without compromising its low density, making it a promising material for lightweight structural elements in multi-story and prestressed concrete applications.
ANALISIS WASTE MATERIAL KONSTRUKSI PADA PROYEK GEDUNG (STUDI KASUS PADA PROYEK GEDUNG DI KABUPATEN BADUNG) Pertiwi, IGAI Mas; Herlambang, Fajar Surya; Kristinayanti, W Sri
JURNAL SIMETRIK Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v9i1.204

Abstract

Kontribusi bidang konstruksi terhadap kerusakan alam diantaranya berasal dari pengambilan material, proses pengolahan material, distribusi material, proses konstruksi, pengambilan lahan untuk bangunan serta konsumsi energi pada operasional bangunan. Selain menimbulkan kerusakan alam pada saat pengambilan material, kegiatan konstruksi juga menghasilkan limbah yang cukup banyak. Salah  satu agenda  yang banyak diperbincangkan  untuk menanggulangi masalah global warming dan limbah konstruksi adalah melakukan   promosi sustainable construction atau yang sering disebut sebagai konstruksi berkelanjutan. Dalam konsep green construction salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan limbah atau waste management. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis dan kuantitas sisa material konstruksi dominan yang timbul di proyek konstruksi dan mengkaji dampak sisa material konstruksi dominan tersebut terhadap lingkungan. Sampel penelitian adalah consumable material proyek konstruksi gedung di kabupaten Badung. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah pengamatan lapangan, wawancara dan penyebaran kuisioner. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif untuk mengetahui jenis dan kuantitas sisa material konstruksi dengan menghitung waste index dan wastage level. Selanjutnya sisa material konstruksi tersebut dihitung waste cost untuk mengetahui besarnya kerugian biaya yang terjadi. Hasil penelitian terhadap variable waste dan penyebab terjadinya waste material yang terjadi pada proyek pembangunan Gedung adalah penambahan jenis pekerjaan dan pekerjaan struktur merupakan variable paling dominan terhadap terjadinya waste dan pekerjaan rework and repair, revisi dan distribusi gambar yang lambat serta perubahan desain merupakan faktor yang mempunyai dampak/pengaruh paling tinggi terhadap terjadinya waste. Sedangkan untuk jenis material proyek yang mempunyai prosentase terbesar sebagai waste adalah besi beton ulir, besi beton polos, batu bata dan keramik.