Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : GreenTech

Rancang Bangun Alat Grading Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Mekanis Santosa, Santosa; Hasan, Ashadi; Munthe, Ali Ibrahim
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.26

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun alat grading buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mekanis. Jeruk nipis banyak digunakan dalam industri jamu, kosmetika, minuman, makanan, cairan pembersih, selain itu jeruk nipis dipakai sebagai bahan ramuan obat tradisional karena khasiatnya sebagai penurun demam, pereda batuk, anti inflamasi, dan antiseptik. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang dan melakukan evaluasi teknis serta evaluasi ekonomi alat grading buah jeruk nipis. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan pengkelasan (grading) buah jeruk nipis hasil panen juga dapat membantu pedagang maupun tengkulak yang ingin melakukan pengkelasan (grading) jeruk nipis. Penelitian yang dilakukan yaitu perancangan alat sekaligus pengamatan kinerja alat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan studi literatur. Pengujian dan pengamatan yang dilakukan yaitu: persentase hasil grading, persentase sesuai grade dan salah grade, tingkat kerusakan hasil grading, kapasitas kerja alat grading, kebisingan alat, kecepatan putaran, dan analisis ekonomi. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan 2 perlakuan yaitu berat buah jeruk nipis sebanyak 5 kg dan berat 10 kg dengan tiga ulangan. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh  persentase rata-rata hasil grading pada berat 5 kg yaitu grade A 18,7 %, grade B 40,7 %, grade C 28,4 %, dan tersangkut 12,2 %. Persentase rata-rata hasil grading pada berat 10 kg yaitu grade A 12,7 %, grade B 39,1 %, grade C 38,1 %, dan tersangkut 10,1 %. Persentase rata-rata sesuai grade dan salah grade pada berat 5 kg grade A yaitu sesuai grade 82,6 %, salah grade 17,4 %, grade B yaitu sesuai grade 81,9 %, salah grade 18,1 %, grade C yaitu sesuai grade 100 %, salah grade 0 %. Persentase rata-rata sesuai grade dan salah grade pada berat 10 kg grade A yaitu sesuai grade 78,8 %, salah grade 21,2 %, grade B yaitu sesuai grade 85,7 %, salah grade 14,3 %, grade C yaitu sesuai grade 100 %, salah grade 0 %. Nilai persentase kerusakan hasil grading dengan alat dengan berat 5 kg sebesar 0 %, dan dengan berat 10 kg sebesar 1,851 %, dengan kapasitas kerja alat dengan berat 5 kg sebesar 817,2kg/jam, dengan berat 10 kg sebesar 912,6 kg/jam. Dari analisis ekonomi didapatkan biaya tetap pada alat grading jeruk nipis sebesar Rp 1.065.000,00/tahun, sedangkan biaya tidak tetap sebesar Rp 14.494,15/jam, sedangkan biaya pokok grading jeruk nipis dengan berat 5 kg sebesar Rp 18,87/kg dan berat 10 kg sebesar Rp 16,73/kg.
Studi Aliran Energi dalam Memproduksi Crude Palm Oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV Kebun Ophir, Sumatera Barat Santosa, Santosa; Hasan, Ashadi; Pebrianto, Saddam; Ladira, Maulana
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran energi dalam proses produksi Crude Palm Oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV Kebun Ophir, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan melalui studi aliran energi terhadap seluruh tahapan proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi CPO, meliputi input energi manusia, energi listrik, dan energi bahan bakar. Data diperoleh dari pengamatan langsung, pengukuran alat, serta penggunaan perangkat Garmin dan HRM untuk mengukur energi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan energi tertinggi berasal dari energi bahan bakar (fiber dan cangkang sawit), dengan dominasi penggunaan fiber sebesar 78,26%. Energi output manusia tertinggi tercatat pada stasiun boiler/kamar mesin sebesar 31,52%, diikuti oleh stasiun sortasi dan rebusan. Konsumsi energi listrik relatif lebih kecil dibandingkan dua jenis energi lainnya, namun tetap penting dalam menunjang kinerja peralatan pabrik. Rendemen CPO yang dihasilkan mencapai 22,63%, dan energi spesifik rata-rata tercatat sebesar 14.782,25 kJ/kg. Temuan ini menunjukkan pentingnya manajemen energi dalam proses produksi CPO untuk mencapai efisiensi dan efektivitas produksi. Informasi ini, perusahaan dapat mengidentifikasi titik-titik konsumsi energi terbesar dan menyusun strategi efisiensi yang berkelanjutan.
Aplikasi Internet of Things (IoT) untuk Pengontrolan Suhu dan Kelembaban Relatif Udara Lingkungan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Mini Greenhouse Santosa, Santosa; Hasan, Ashadi; Pebrianto, Saddam; Pratama, M. Dixy Rahmadika
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.62

Abstract

Cabai Merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, akan tetapi sensitif akan keadaan lingkungan yang jika suhu terlalu rendah akan mengganggu pertumbuhan nya begitu pula jika suhu dan kelembaban terlalu tinggi oleh karena itu untuk mencapai suhu dan kelembaban optimum untuk lingkungan tumbuh tanaman cabai merah di dalam greenhouse atau mini greenhouse  dibutuhkan greenhouse atau mini greenhouse yang dilengkapi sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat greenhouse atau mini greenhouse dengan sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis untuk budidaya cabai merah dengan sistem hidroponik NFT. Sistem kontrol yang digunakan NodeMCU ESP8266, sensor DHT22,relay dan Arduino nano. Tanaman pada penelitian ini ditanam pada system hidroponik pipa 2,5 inci berjumlah 4 batang pipa dengan panjang 180 cm dan memiliki lobang tanam sebanyak 24 lubang. Misting membantu menyesuaikan suhu dan kelembaban dan akan bekerja jika suhu terbaca oleh sistem  saat suhu >28 ℃ dan mati saat suhu <28℃ . Hasil R² yang diperoleh sensor suhu dan kelembaban yaitu 0,9841 dan 0,9815. Kinerja sistem dalam penelitian masih belum sepenuhnya dapat mengontrol suhu dan kelembaban sesuai dengan syarat tumbuh optimum cabai merah dimana selama 28 hari pengamatan suhu rata-rata di dalam greenhouse 24 ℃ - 34 ℃ dan kelembaban rata-rata di dalam greenhouse 79 % - 91 %. Kelembaban di dalam greenhouse masih lebih tinggi 11 % dari syarat tumbuh optimum cabai merah. Perbedaan tinggi tanaman, lebar daun, dan jumlah daun rata-rata tanaman pada minggu ke-4 di dalam greenhouse yaitu 6 cm, 2,2 cm,dan 6,2 helai.