Minyak cendana memiliki potensi antiinflamasi untuk penanganan sunburn; namun, sifatnya yang mudah menguap dan kelarutan air yang rendah membatasi efektivitas topikalnya. Aloe vera secara luas telah diketahui memiliki efektivitas sebagai pelembab dan antiinflamasi. Kombinasi kedua bahan tersebut dalam formulasi topikal berbasis nanoemulgel memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Sistem nanoemulgel dapat meningkatkan stabilitas dan penghantaran zat aktif ke kulit, sementara jenis gelling agent berperan penting dalam menentukan karakteristik fisik dan stabilitas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis gelling agent terhadap karakteristik fisik dan stabilitas nanoemulgel minyak cendana. Tiga formula nanoemulgel diformulasikan menggunakan gelling agent derivate selulosa yang berbeda (MC, HPMC, dan HEC). Evaluasi fisik meliputi pengamatan organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, ukuran partikel, indeks polidispersitas (PDI), serta uji stabilitas sentrifugasi. Data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA (p<0,05). Seluruh formula menunjukkan nilai pH yang sesuai dan droplet berukuran nano (30–50 nm) dengan PDI <0,35 yang menandakan distribusi homogen. Perbedaan signifikan ditemukan pada viskositas dan ukuran partikel (p<0.05). Formula berbasis HEC menunjukkan viskositas tertinggi dan ukuran partikel terkecil. Peningkatan viskositas berkaitan dengan penurunan mobilitas droplet serta peningkatan stabilitas fisik. Daya sebar berbanding terbalik dengan viskositas, sedangkan daya lekat tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar formula. Seluruh formula tetap stabil secara fisik tanpa pemisahan fase setelah uji sentrifugasi. Jenis gelling agent berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik nanoemulgel, dan formula berbasis HEC menunjukkan performa paling optimal dalam aspek karakteristik dan stabilitas fisik.