Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Judicial Disparities in Asset Confiscation Rulings in Online Trading Cases in Indonesia: A Maqashid al-Shariah Analysis Sahnaz Kartika; Muhammad Syukri Albani Nasution; Hasan Matsum
Al-Ulum Vol. 24 No. 1 (2024): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/au.v24i1.6900

Abstract

This study examines the disparity in court rulings concerning the status of confiscated assets in online trading crime cases. The Banten High Court Decision No. 117/Pid.Sus/2022/PT BTN ordered the return of assets to victims, whereas the Bandung High Court Decision No. 1/Pid.Sus/2023/PT BDG ruled that such assets be confiscated for the state. This divergence generates legal uncertainty and raises fundamental questions of justice. The research aims to critically assess the extent to which these rulings are consistent with the objectives of maqāṣid al-sharīʿah, particularly the principle of ḥifẓ al-māl (protection of property). A normative legal approach is employed, drawing on statutory analysis, judicial decisions, and comparative perspectives. The findings indicate that the Banten ruling more closely reflects ḥifẓ al-māl by safeguarding victims’ property rights, while the Bandung ruling risks undermining justice, as the state did not directly incur losses. Beyond highlighting this jurisprudential inconsistency, the study underscores the urgency of harmonizing regulatory frameworks so that the principle of ḥifẓ al-māl can be systematically integrated into Indonesian criminal justice practice, thereby advancing substantive justice and strengthening public trust in the law.
WANITA KARIR SEBAGAI EMANSIPASI WANITA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Sahnaz Kartika; Dhiauddin Tanjung
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i2.14563

Abstract

Masyarakat sering membandingkan Bias gender disebabkan oleh tubuh dan biologi laki-laki dan perempuan. Bias gender sering kali berasumsi bahwa perempuan lemah dan menjadi sasaran diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan. Akibat perkembangan sosial-tradisional, pandangan ini sering terjalin dalam masyarakat. Tujuan pembebasan adalah untuk memuji perempuan atas hak-hak mereka yang tidak diakui. Di sisi lain, struktur sosial yang memaksa perempuan untuk bekerja di rumah tidak berubah meski ada pembebasan yang memungkinkan perempuan memasuki profesi publik. Kajian ini bertujuan untuk mendefinisikan isu-isu pembebasan perempuan pekerja dari perspektif Islam. Penelitian kepustakaan berbasis analisis deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian semacam ini. Informasi primer dalam penelitian ini berasal dari tulisan profesional yang membahas tentang pembebasan dan kesetaraan gender, sedangkan informasi sekunder berasal dari buku-buku dan karya-karya objektif yang berkaitan dengan modul penelitian. Studi ini menemukan bahwa Islam menerima hukum perempuan bekerja sebagai langkah menuju pembebasan perempuan selama mereka melindungi kodratnya sebagai istri, ibu, dan perempuan serta menerima bentuk amal untuk keluarganya. Namun, jika perempuan melalaikan tanggung jawabnya dan bekerja tanpa izin suaminya, hukum ini bisa menjadi tabu