Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI VELVA PISANG TONGKA LANGIT (Musa troglodytarum L.) DENGAN PENAMBAHAN CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Halik, Abdul; Sipahelut, Sophia Grace; Palijama, Syane
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 6 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.382 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i6.29514

Abstract

ABSTRACT Tongka Langit banana (Musa troglodytarum L) is a unique and endemic type of banana from Maluku which has health benefits and nutritional value, especially provitamin A and total carotenoids. One of the efforts to diversify the processed product of Tongka Langit banana is Velva, which uses a stabilizer, such as CMC. This study aimed to study the effect of different concentrations of CMC on the physicochemical and sensory characteristics of the velva of Tongka Langit banana. The research design used was a one-factor completely randomized design, namely CMC concentration with five treatment levels including 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75% and 1.0%. Parameters observed included chemical characteristics (crude fiber content, vitamin C content, total dissolved solids), physical characteristics (overrun, melting resistance), and sensory characteristics (taste, aroma, color, texture, and overall acceptability). The addition of CMC only significantly affected the levels of vitamin C and texture but did not affect the levels of crude fiber, total dissolved solids, physical characteristics, and other sensory characteristics of the velva of Tongka Langit banana. Velva of Tongka Langit banana with the addition of 1.0% CMC was preferred by consumers with 1.023% crude fiber content, 0.027% vitamin C content, 36.0 0Brix total dissolved solids, 8.89% overrun, and 86.0 min/100 g melting resistance. Keywords: tongka langit banana, CMC concentration, velva ABSTRAK Pisang tongka langit (Musa troglodytarum L) merupakan jenis pisang unik dan endemik Maluku yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai gizi, terutama provitamin A dan total karotenoid. Salah satu upaya diversifikasi produk olahan pisang tongka langit adalah velva. Velva yang berkualitas menggunakan bahan penstabil, seperti CMC. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi CMC yang berbeda terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori velva pisang tongka langit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor, yaitu konsentrasi CMC dengan lima taraf perlakuan antara lain: 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1,0%. Parameter yang diamati meliputi karakteristik kimia (kadar serat kasar, kadar vitamin C, total padatan terlarut), karakteristik fisik (overrun, resistensi pelelehan), dan karakteristik sensori (rasa, aroma, warna, tekstur, dan penerimaan keseluruhan). Penambahan CMC hanya berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan tekstur, tetapi tidak mempengaruhi kadar serat kasar, total padatan terlarut, karakteristik fisik serta karakteristik sensori lain dari velva pisang tongka langit. Velva pisang tongka langit dengan penambahan CMC 1,0% lebih disukai konsumen dengan kadar serat kasar 1,023%, kadar vitamin C 0,027%, total padatan terlarut 36,00Brix, overrun 8,89 %, dan resistensi pelelehan 86,0 menit/100 g. Kata kunci : pisang tongka langit, konsentrasi CMC, velva
PENGARUH KONSENTRASI GULA TERHADAP MUTU SELAI LEMBARAN NAMNAM (Cynometra caulifora L. Pulu, Siti Rahma; Sipahelut, Sophia Grace; Tuhumury, Helen C. D.
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 6 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.801 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i6.29515

Abstract

ABSTRACT Namnam fruit (Cynometra caulifora L.) contains bioactive compounds that are important for the body. However, the use of this fruit is still very limited because it has a sour, slightly sweet, and astringent taste when consumed as fresh fruit. Therefore, efforts are needed to increase the acceptance of Namnan fruit in the community, one of which is by processing Namnam fruit into sheet jam. This study aimed to study the effect of adding sugar to the chemical and organoleptic characteristics of Namnam fruit jam. The research design used was a one-factor completely randomized design, namely sugar concentration which consisted of three treatment levels, namely: 35%, 40%, 45%, and 50%. Parameters observed included chemical tests (total phenol content, vitamin C, water content, total sugar) and organoleptic tests (taste, aroma, color, texture, overall). The results show that Namnam fruit jam with the addition of 35% sugar had the respective highest total phenol and vitamin C levels of 0.392 mgGAE/g and 0.748 mg/100g as well as the lowest total sugar of 27.87% and the highest water content of 64.33%. Meanwhile, the Namnam fruit jam with the addition of 50% sugar had the organoleptic characteristics that were most favored by the panelists. Keywords: namnam fruit, sugar concentration, sheet jam ABSTRAK Buah namnam (Cynometra caulifora L.) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang penting untuk tubuh. Namun pemanfaatan buah ini masih sangat terbatas karena memiliki rasa asam, sedikit manis dan sepat yang timbul saat dikonsumsi sebagai buah segar. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan penerimaan buah namnam di masyarakat, salah satunya dengan mengolah buah namnam manjadi selai lembaran. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penambahan gula terhadap karakteristik kimia dan organoleptik selai lembaran buah namnam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor, yaitu konsentrasi gula yang terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu: 35%, 40%, 45% dan 50%. Parameter yang diamati meliputi uji kimia (kadar total fenol, vitamin C, kadar air, total gula) dan uji organoleptik (rasa, aroma, warna, tekstur, overall). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selai lembaran buah namnam dengan penambahan gula 35% yang memiliki kadar total fenol dan vitamin C yang paling tinggi masingmasing 0,392 mgGAE/g dan 0,748 mg/100g, total gula paling rendah 27,87%, namun kadar air paling tinggi 64,33%. Sedangkan selai lembaran buah namnam dengan penambahan gula 50% memberikan karakteristik organoleptik yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci : buah namnam, konsentrasi gula, selai lembaran
KARAKTERISTIK MARSHMALLOW DARI PERLAKUAN PROPORSI SARI BUAH PISANG TONGKA LANGIT (Musa troglodytarum L.) DAN GELATIN Jacob, Elisabeth; Sipahelut, Sophia Grace; Picauly, Priscilia
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.819 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v8i2.38050

Abstract

ABSTRACT Tongka Langit banana (Musa troglodytarum) is an agricultural commodity native to Maluku which has many health benefits because it contains provitamin A and total carotenoids. One of the efforts to diversify processed Tongka Langit banana products to take advantage of their nutritional content is to process them into marshmallows. To produce good marshmallows, a gelling agent is needed, such as gelatin. This research aimed to study the proper ratio of Tongka Langit banana juice and gelatin in producing good-quality marshmallows. The research design used was a one-factor completely randomized design, namely the ratio of Tongka Langit banana juice and gelatin concentration which consisted of four treatment levels, namely: P1 (90%: 10%), P2 (88%: 12%), P3 (86%: 14 %), and P4 (84%: 16%). Parameters observed included chemical characteristics (vitamin C, total sugar, water, ash contents) and organoleptic characteristics (taste, color, aroma, firmness, overall). The results show that the best ratio of Tongka Langit banana juice and gelatin in making marshmallows was 86%: 14% with chemical characteristics analysis showing that the product contained 126.13 mg/100 g vitamin C, 42.33% total sugar, 39.29 % water, and 0.35% ash. Meanwhile, the organoleptic assessment show that it had a slight taste of Tongka Langit banana, a slight aroma of Tongka Langit banana, a slight yellow color, and a chewy texture. Keywords: tongka langit banana, gelatin, marshmallow ABSTRAK Pisang tongka langit (Musa troglodytarum) merupakan komoditi hasil pertanian asli Maluku yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung provitamin A dan total karotenoid. Salah satu upaya diversifikasi produk olahan pisang tongka langit untuk memanfaatkan kandungan gizinya adalah dengan mengolahnya menjadi marshmallow. Untuk menghasilkan marshmallow yang baik, maka diperlukan gelling agent, seperti gelatin. Penelitian ini bertujuan mempelajari perbandingan sari buah pisang tongka langit dan gelatin yang tepat dalam menghasilkan marshmallow dengan mutu yang baik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor, yaitu perbandingan sari buah pisang tongka langit dan gelatin yang terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu: P1= 90% : 10%, P2= 88% : 12%, P3= 86% :14%, P4= 84% : 16%. Parameter yang diamati meliputi karakteristik kimia (kadar vitamin C, total gula, air, abu), dan karakteristik organoleptik (rasa, warna, aroma, kekenyalan, overall). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sari buah pisang tongka langit dan gelatin yang terbaik dalam pembuatan marshmallow adalah perlakuan 86% : 14% dengan karakteristik kimia: vitamin C 126,13 mg/100 g, total gula 42,33%, kadar air 39,29%, kadar abu 0,35%, serta memiliki nilai kesukaan yang tinggi dengan deskriptif agak berasa pisang pisang tongka langit, agak beraroma pisang tongka langit, warna agak kuning, dan kenyal. Kata kunci : pisang tongka langit, gelatin, marshmallow
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA VIRGIN COCONUT OIL DENGAN METODE PENGASAMAN MENGGUNAKAN LEMON CUI (Citrus microcarpa Bunge) SEBAGAI PEMECAH RANTAI Sipahelut, Sophia Grace
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 9, No 1 (2024):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v9i1.46845

Abstract

VCO dikategorikan sebagai pangan fungsional dan menjadi salah satu minyak paling sehat. VCO terbentuk karena hilangnya stabilitas protein dalam santan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menginstabilkan protein santan adalah dengan pengasaman. Asam akan memutuskan ikatan antara lemak dengan protein dalam santan, sehingga minyak mudah terpisah. Lemon cui dapat menjadi agen asam alami dalam pembuatan VCO. Tujuan penelitian ini adalah menemukan konsentrasi cairan lemon cui sebagai agent asam alami yang paling tepat dalam pembuatan VCO. Rancangan percobaan yang digunakan, yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi cairan lemon cui yakni 1,5%, 3,0%, dan 4,5%. Sifat fisik, kimia dan organoleptik yang dianalisis yaitu rendemen, kadar air, nilai TBA, bobot jenis, indeks bias, dan uji organoleptik. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi cairan lemon cui yang berbeda mempengaruhi rendemen, sifat kimia dan organoleptik VCO, namun tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisiknya. VCO terbaik dihasilkan dari penambahan konsentrasi lemon cui 3,0%, dengan rendemen tertinggi 18,53%, kadar air, nilai TBA dan organoleptik memenuhi SNI, yakni 0,13%, 0,160 mg malonaldehid/kg sampel, rasa khas minyak kelapa, aroma khas kelapa segar, berwarna jernih, agak kental serta tidak tengik. Sedangkan nilai indeks bias dan bobot jenis belum memenuhi SNI masing-masing 1,4433 dan 0,9537g/mL.
PENGARUH KONSENTRASI BUBUK JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc.Var. Rubrum) TERHADAP KARAKTERISTIK COOKIES SAGU Tarigan, Sri Ayu Luvikani; Tuhumury, Helen C. D.; Sipahelut, Sophia Grace
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 9, No 1 (2024):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v9i1.47064

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsetrasi bubuk jahe merah yang tepat pada pembuatan cookies sagu dan dapat terima konsumen. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu bubuk jahe merah dengan 5 taraf perlakuan 0% , 2%, 4%, 6%, dan 8% . Peubah yang diamati meliputi,total fenol, kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar karbohidrat . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi bubuk jahe merah tidak berpengaruh nayata terhadap proksimat cookies sagu. Total fenol,mengalami peningkatan seiring dengan penambahan bubuk jahe merah sedangkan pada kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat mengalami peningkatan tetapi tidak berpengaruh nyata . Hasil penelitian dengan konsentrasi bubuk jahe merah 4% merupakan perlakuan yang terbaik dalam pembuatan cookies sagu dengan penambahan bubuk jahe merah dengan karakteristik yaitu kadar total fenol 58%, kadar air 4,68 %, kadar abu 2,00%, kadar protein 5,63%, kadar lemak 15,92%, kadar karbohidrat 71,78 %. Sedangkan pada sifat organoleptik yang di hasilkan , warna suka (2,62), rasa suka(2,92), tekstur (2,86), aroma suka (3,32). Mutu hedonik, agak berwarna coklat (2,14), berasa jahe (3, 04), bertekstur renyah (2,92), agak beraroma jahe (2,38
The Effect of Gelatin Concentration on The Chemical and Organoleptic Characteristics of Nutmeg (Myristica Fragrans Houtt) Marshmallow Malawat, Lisda Vina Wati; Sipahelut, Sophia Grace; Picauly, Priscillia
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v9i2.47470

Abstract

Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) is one of Indonesia's leading commodities. The parts of the nutmeg that have high economic value are the nutmeg seeds and mace, while the use of nutmeg pulp is still minimal, so it only becomes waste. Meanwhile, nutmeg flesh has the potential to be utilized because it contains various nutrients that are useful for health. One effort to increase the use of nutmeg pulp is to process it into marshmallows. In making marshmallows, one of the main basic ingredients is a gelling agent, such as gelatin. This research aims to determine the right gelatin concentration for making nutmeg marshmallows and which consumers prefer the most. The research design used was a completely randomized design with one factor, namely gelatin concentration consisting of four treatment levels, namely: 5%, 8%, 11% and 14%. The parameters observed included chemical tests (total phenol content, vitamin C content, total reducing sugar content, water content) and organoleptic tests (color, taste, aroma and texture). The results showed that the panelists preferred nutmeg marshmallow using a gelatin concentration of 14% compared to other treatments with characteristics including: total phenol content of 0.221 mg GAE/g, vitamin C content of 0.02 mg/100 g, total reducing sugar content of 4.28 %, water content 52.93%, slightly yellow color, slight nutmeg taste, nutmeg aroma, and chewy texture.
Kajian Penerimaan Konsumen Terhadap Marmalade Pala Dengan Variasi Konsentrasi Agar-Agar Sipahelut, Sophia Grace
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.203-208

Abstract

Pemanfaatan daging buah pala masih terbatas, sehingga biasanya terbuang percuma dan menjadi limbah. Oleh karena itu perlu dikembangkan menjadi produk yang lebih inovatif seperti marmalade.  Marmalade merupakan bahan makanan setengah padat, berbentuk gel, yang terbentuk dengan baik apabila konsentrasi gula, asam (pH), pektin dan panas yang diberikan dengan baik dan tepat.  Salah satu bahan pembentuk gel yang umum digunakan adalah agar-agar.  Agar-agar merupakan produk olahan yang berasal dari rumput laut Gracilaria sp. dan Gelidium sp. yang mempunyai kompabilitas tinggi, yaitu mampu menyatu dengan bahan-bahan lain.  Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi agar-agar yang tepat untuk menghasilkan marmalade pala yang disukai oleh konsumen.  Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai sumber informasi tentang pembuatan marmalade pala dengan penggunaan agar-agar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi agar-agar yang berbeda memberi pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan konsumen pada atribut kenampakan dan kekentalan marmalade pala, sedangkan tidak berpengaruh pada atribut rasa dan aroma. Marmalade pala dengan penambahan konsentrasi agar-agar 1.5% merupakan produk yang paling disukai oleh konsumen.
Sensory Profile of Cake with the Addition of Nutmeg (Myristica fragrans H.) Essential Oil as a Flavouring Agent Sipahelut, Sophia Grace
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2366

Abstract

Utilizing nutmeg pulp into essential oil is an effort to maximize the potential of nutmeg flesh which has so far only been a waste. The content of functional compounds in nutmeg pulp oil can enrich the taste of food products and even provide health benefits. The aim of this research is to examine the effect of essential oils from nutmeg flesh as a natural flavoring agent on the sensory profile of cakes. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with treatment concentrations of nutmeg pulp oil, namely 0%, 0.05%, 0.10%, and 0.15%. The sensory profile observed included color, aroma, taste, and texture. Data were analyzed using ANOVA and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) if there were significant differences. The results showed that different concentrations of nutmeg pulp oil affected the aroma, taste and porous texture of the cake, but had no real effect on the color and soft texture of the cake. The addition of nutmeg pulp oil as flavouring agent produces a cake with a bright yellow color, a slightly fragrant aroma typical of cake to a typical cake aroma, no nutmeg aroma to nutmeg aroma, the taste is close to sweet to sweet, the texture is soft and the pores are quite tight. The sensory profile of a cake with the addition of nutmeg pulp oil has the same sensory characteristics as a cake without the addition of nutmeg pulp oil, namely a cake with the addition of 0.05% nutmeg pulp oil.
PENGARUH KOMBINASI AIR KELAPA TUA DAN SARI BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt.) TERHADAP KARAKTERISTIK SIRUP Sophia Grace Sipahelut
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/z9aknf82

Abstract

Air kelapa tua merupakan hasil samping dari buah kelapa yang bernilai gizi tinggi dan ketersediaannya melimpah. Pemanfaatannya dapat dilakukan melalui pengolahan menjadi sirup. Cita rasa air kelapa cenderung hambar sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan lain untuk meningkatkan rasa dan nilai tambah, salah satunya dengan sari buah pala yang kaya komponen bioaktif. Penelitian ini bertujuan menentukan proporsi air kelapa tua dan sari buah pala yang menghasilkan sirup bermutu baik. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor, yaitu perbandingan air kelapa tua dan sari buah pala dengan empat taraf perlakuan: P1 = 90%:10%, P2 = 80%:20%, P3 = 70%:30%, dan P4 = 60%:40%. Parameter yang diamati meliputi kadar total fenol, total padatan terlarut, pH, serta karakteristik organoleptik (rasa, warna, aroma, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio air kelapa tua dan sari buah pala memengaruhi mutu sirup, dengan kadar total fenol 2,29–3,53 mg asam galat/100 mL, total padatan terlarut 48,6–53,3 °Brix, pH 4,27–4,71, serta nilai organoleptik untuk rasa 1,95–3,15, warna 1,75–2,70, aroma 2,10–3,20, dan tekstur 1,90–2,65. Perlakuan terbaik diperoleh pada rasio 70% air kelapa tua dan 30% sari buah pala dengan kadar total fenol 3,39 mg asam galat/100 mL, total padatan terlarut 50,5 °Brix, pH 4,47, serta karakteristik organoleptik berupa rasa pala, warna agak kuning, aroma pala, dan tekstur agak kental.
PELATIHAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL DI DESA MAMALA, KECAMATAN LEIHITU, KABUPATEN MALUKU TENGAH Sipahelut, Sophia Grace
MAANU: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Maanu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/maanuv1i2p60-67

Abstract

Coconut is a plantation commodity with abundant potential in Mamala Village, Leihitu District, Central Maluku Regency. However, the use of coconut is still very minimal, where people only use it as a food supplement, even though coconut meat has important nutritional content when processed into Virgin Coconut Oil (VCO) products. VCO is becoming a trend among the public because it has good benefits for the health of the body and is easy to process. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the community in processing coconut meat into VCO. The target of this activity is a group of mothers in Mamala Village, Leihitu District, Central Maluku Regency. The method used is counseling and training activities. Through counseling activities carried out, it can provide knowledge to the Mamala Village community about the potential of coconut and its nutritional content, VCO and its benefits, as well as the technology for processing coconut into VCO. Training activities provide new skills to the people of Mamala Village regarding VCO processing techniques. This service activity received a positive response from the participants and provided benefits for the participants who attended. The results of the evaluation showed that after the counseling and training activities on VCO processing were carried out, the knowledge and skills of the participants increased by 90-95%.