Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Pengelolaan Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Wahid Mustofa; Muharam Muharam; Yayu Sri Rahayu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.721 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5819174

Abstract

This study aims to get the right water delivery pattern to the growth and yield of several varieties of rice plants. The research design uses split plots. The main plot is the provision of water with 3 levels; A1 (Intermittent), A2 (Macak-macak), A3 (Inundated) and tenements are varieties with 3 levels; V1 (Inpari 32), V2 (Inpago 10) and V3 (M400) had 9 treatments each repeated three times so that there were 27 trials. The effect of treatment is analyzed variously and if the F test is 5% significant, then continued with the DMRT test (Duncan Multiple Range Test) at the level of 5%. The results of the experiment showed that there was an interaction between water management with several varieties, namely the number of sapleds (34.83 sapves), the age of flowers (75.33 hst), and the treatment that gave the highest results in each observation parameter, namely on the plant height parameters 42 hst (a2v3), sapled jumah (a3v1), flowering age (a2v2), the number of productive malai (a3v1), weight 1000 grains (a3v3) and milled dry grain (a1v3).
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Sapi dan Jarak Tanam Pada Lahan Sawah Setelah Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L) Varietas Walet Dadang Arifin; Muharam Muharam; H.M. Yamin Samaullah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.613 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5834852

Abstract

Indonesia after soybeans and peanuts. This study is aim to obtain the correct spacing and dose of cow manure towards the growth and crop yield of mung bean (Vigna radiata L) Walet varieties. This research was conducted in the hamlet of Jabon, Lemah Karya Village, Tempuran District, Karawang Regency, in August to October 2020. The research method used was an experimental method with a single factor randomized block design consisting of 8 treatments with 3 replications. The level of treatment is A (0 kg Cow manure + Planting distance 30 cm x 15 cm); B (0 kg Manure + Spacing 40 cm x 15 cm); C (0 kg cow manure + 50 cm x 15 cm spacing); D (0 kg cow manure + spacing 60 cm x 15 cm) E (9 kg of cow manure + spacing of 30 cm x 15 cm); F (9 kg of cow manure + Spacing 40 cm x 15 cm); G (9 kg of cow manure + 50 cm x 15 cm spacing); H (9 kg of cow manure + 60 cm x 15 cm spacing). The results showed that there was a significant effect on the number of pods per plant and seed yield per plot, but not significantly different with plant height (14 DAP, 21 DAP, 28 DAP, 35 DAP), number of branches (14 DAP, 21 DAP, 28 DAP, 35 days after planting), yield of pods per plot, weight of 100 seeds, number of filled pods per plant. The highest yield of pods per plot of 1.7 kg was achieved by treatment E (9 kg of cow manure + spacing of 15 cm x 30 cm), while the highest seed yield per plot of 411.67 g/plot or 0.46 ton/ha was achieved by treatment C (0 kg cow manure + 40 cm x 15 cm spacing).
Pengaruh Teknik Aplikasi Mulsa Berbahan Dasar Jerami Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Paria (Momordica charantia L.) Varietas Lipa F1 Di Dataran Rendah Fawzy Muhammad Bayfurqon; Ratna Rahayu; Muharam Muharam; Kasdi Pirngadi
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 23, No 2 (2021): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v23i2.9239

Abstract

Tanaman paria atau pare (Momordica charantia L.) termasuk salah satu tanaman sayur yang berpotensi komersil bila dibudidayakan secara intensif dalam skala agribisnis Tanaman ini hanya di tanam sebagai usaha sambilan mengingat rendahnya permintaan dari konsumen. Sekarang paria mulai diminati sejalan dengan munculnya hasil-hasil penelitian tentang potensi tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik aplikasi jenis mulsa organik yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman paria ( Momordica charantia L.). Percobaan dilakukan pada Juli hingga September 2020 di Desa Teluk Buyung, Kecamatan Pakisjaya, Karawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu A (Tanpa Mulsa (Kontrol) ), B (Mulsa Plastik Hitam Perak), C (Mulsa Jerami Tanpa dicacah), D (Mulsa Jerami dicacah) dan E ( Karpet Mulsa Jerami) Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga seluruhnya terdapat 25 unit percobaan. Hasil analisis ragam menyatakan bahwa pengaruh teknik aplikasi jenis mulsa terhadap pertumbuhan tanaman paria menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada variabel tinggi tanaman , jumlah daun, jumlah cabang, diameter buah dan Bobot buah/plot. Sedangkan panjang buah dan bobot buah/butir menunjukkan hasil yang tidak nyata. Perlakuan B (Mulsa Plastik Hitam Perak) memliki nilai rerata tertinggi pada tinggi tanaman (183,94 cm), jumlah daun (111,64 helai daun), jumlah cabang (14,00 cabang), panjang buah (18,94 cm), bobot buah per plot (5,32 kg), dan pada Perlakuan D memiliki nilai rerata tertinggi pada bobot buah perbutir (232,26 gram), serta diameter buah (45,50 mm).
EFEKTIVITAS KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (PHASEOLUS VULGARIS L.) DI DATARAN RENDAH Ibnu Cahyanto; Muharam Muharam; Yayu Sri Rahayu
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6825

Abstract

Pupuk Organik Cair yang berasal dari urine kelinci berpotensi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk organik cair urine kelinci dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik PERURI yang terletak di Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat dengan Ketinggian 22,5 meter dpl. Tipe iklim sedang dengan tekstur tanah liat.Penelitian ini dilaksanakan 15 Agustus – 7 Oktober 2021.Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Terdapat 11 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu A (80 ml/l POC), B (70 ml/l POC dan 300 kg/ha NPK), C (70 ml/l POC/ha dan 250 kg/ha NPK), D (70 ml/l POC dan 200 kg/ha NPK), E (80 ml/l POC dan 300 kg/ha NPK), F (80 ml/l POC dan 250 kg/ha NPK), G (80 ml/l POC dan 300 kg/ha NPK), H (90 ml/l POC dan 300 kg/ha NPK), I (90 ml/l POC dan 250 kg/ha NPK), J (90 ml/l POC dan 200 kg/ha NPK) dan K (350 kg/ha NPK). Data analisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Terdapat pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman (28 hst, 35 hst dan 42 hst), jumlah daun (35 hst dan 42 hst), Luas daun, jumlah polong, panjang polong, bobot per tanaman, bobot per petak dan bobot per hektar. Hasil tertinggi 2,05 kg/plot (5,13 ton/ha) didapat oleh 90 ml perlakuan pupuk organik cair urine kelinci dan 250 kg/ha pupuk NPK.
PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK NPKDAN BOKASHI PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHANDAN HASILTANAMAN KUBIS BUNGA (BRASSICA OLERACEA VAR. BOTRYTIS.L) VARIETAS BIMA 45 F1LAHAN TADAH HUJAN Dian Novitasari; Muharam Muharam; Sugiarto Sugiarto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6806

Abstract

Penelitian dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan desa Karangmulya Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi mulai dari bulan Mei 2021 sampai bulan Juli 2021.Metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan sebanyak 10 dan  diulang 3 kali.  Perlakuan A tanpa pupuk NPK dan bokashi pupuk kandang sapi, B =400 kg NPK/ha dan 3000 kg/ha bokashi pukan sapi, C = 400 kg/ha NPK dan 10000 kg bokashi pukan sapi, D = 400 kg NPK dan 15000 kg bokashi pukan sapi, E 500 kg NPK dan 5000 kg bokashi pukan sapi, F = 500 kg NPK dan 10000 kg bokashi pukan sapi, G = 500 kg NPK dan 15000 kg bokashi pukan sapi/ha, H = 600 kg NPK dan 5000 lg/ha bokashi pukan sapi, I = 600 kg NPK dan 10000 kg / ha bokashi pukan sapi, dan J = 600 kg NPK/ha dan 15000 kg bokashi pukan sapi.
PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK NPKDAN BOKASHI PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHANDAN HASILTANAMAN KUBIS BUNGA (BRASSICA OLERACEA VAR. BOTRYTIS.L) VARIETAS BIMA 45 F1LAHAN TADAH HUJAN Dian Novitasari; Muharam Muharam; Sugiarto Sugiarto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6806

Abstract

Penelitian dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan desa Karangmulya Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi mulai dari bulan Mei 2021 sampai bulan Juli 2021.Metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan sebanyak 10 dan  diulang 3 kali.  Perlakuan A tanpa pupuk NPK dan bokashi pupuk kandang sapi, B =400 kg NPK/ha dan 3000 kg/ha bokashi pukan sapi, C = 400 kg/ha NPK dan 10000 kg bokashi pukan sapi, D = 400 kg NPK dan 15000 kg bokashi pukan sapi, E 500 kg NPK dan 5000 kg bokashi pukan sapi, F = 500 kg NPK dan 10000 kg bokashi pukan sapi, G = 500 kg NPK dan 15000 kg bokashi pukan sapi/ha, H = 600 kg NPK dan 5000 lg/ha bokashi pukan sapi, I = 600 kg NPK dan 10000 kg / ha bokashi pukan sapi, dan J = 600 kg NPK/ha dan 15000 kg bokashi pukan sapi.
UJI TOLERANSI GALUR PADI (ORYZA SATIVA L.) TERHADAP CEKAMAN ABIOTIK RENDAMAN STAGNAN (STAGNANT FLOODING) Vidia Ari Gustanti; Rina Hapsari Wening; Muharam Muharam; M. Yamin Samaullah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6834

Abstract

Cekaman abiotik rendaman stagnan (stagnan flooding) sering terjadi di lahan rawa dengan lamanya genangan dapat mencapai 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui galur-galur padi yang dapat toleran pada lingkungan rendaman stagnan dan memiliki daya hasil yang tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan augmented dengan dua lingkungan yaitu rendaman stagnan dan optimum. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, umur berbunga, umur masak fisiologis, panjang malai, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, bobot 1000 butir, dan produktivitas. Bahan tanaman padi yang digunakan yaitu 100 galur padi dan varietas pembanding yaitu IRR1 119, IR42, INPARA 8, IRR1 154, INPARA 9. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 galur padi yang terpilih berdasarkan indeks seleksi dengan pembobot dengan daya hasil berkisar antara 1.99-3.779 t/ha. Terdapat empat galur padi yang terindikasi bersifat toleran terhadap rendaman berdasarkan seleksi Indeks Kepekaan Rendaman dan WINDEX, yaitu (49) BP30411F-KA-14-1, (51) B14746E-KA-10-2-1-MR-1, (71) BP 30790C-Ski-19-Clm-1, (77) BP 30824C-Ski-18-3-Ert-2-Ski-1. 
Pengaruh Berbagai Pembenah Tanah Terhadap Pertumbuhan Dan Populasi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa, L) Varietas Dendang Di Tanah Salin Sawah Bukaan Baru Muharam Muharam; Asep Saefudin
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.93 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i2.346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pembenah tanah yang paling baik yang digunakan pada tanah salin bukaan baru, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa, L.) varietas Dendang. Penelitian dilakukan di lahan sawah bukaan baru bekas tambak garam di Dusun Cemara, Desa Cemara Wetan, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Waktu penelitian mulai bulan Juli 2014 sampai dengan bulan Oktober 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal empat perlakuan dlam enam ulangan.  Faktor perlakuan tersebut meliputi macam-macam pembenah tanah, yaitu ; P0 = Tanpa Pembenah Tanah; P1 = 5 ton/ha Gipsum; P2 = 10 ton/ha SP 50 (Pembenah tanah berbahan baku Biochar);  P3 = 10 ton/ha Volkanorf S532 (Pembenah tanah berbahan baku abu vulkanik dan batu alam Fosfat). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaryh yang nyata pemberian berbagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan tanaman padi varietas Dendang.  Hasil yang lebih tinggi diperoleh oleh perlakuan SP 50 (P2) terhadap rata-rata tinggi tanaman 70 hst (27,66 cm), jumlah anakan 70 hst (9,53 rumpun), dan jumlah populasi tanaman pada 70 hst (113,17 tanaman), walaupun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kata kunci:pembenah tanah, padi sawah, tanah salin, bukaan baru 
Efektivitas Penggunaan Pupuk Kandang dan Pupuk Organik Cair Dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) Varietas Anjasmoro di Tanah Salin Muharam Muharam
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.931 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.720

Abstract

Percobaan ini dilaksanakan di Dusun Perahu Bosok, Desa Muara Baru Kecamatan Cilamaya Wetan daribulan Mei sampai dengan bulan September tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksiantara pupuk organik kandang sapi (Pukan Sapi) dan pupuk organik cair POC yang memberikan pengaruh tertinggiterhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang kedelai (Glycine max) varietas anjasmoro pada tanah salin. Metodepenelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok ( RAK) faktorial. Faktorpertama adalah Pukan sapi ( A ) terdiri dari 3 taraf, dan faktor kedua adalah POC (C) terdiri 4 taraf. Tarafperlakuan pukan sapi terdiri dari a0 = 0 ton/ha Pukan Sapi, a1 = 10 ton/ha Pukan Sapi, a2 = 20 ton/ha Pukan Sapi.Taraf POC terdiri dari c0 = 0 lt/ha POC, c2 = 10 lt/ha POC, c3 = 20 lt/ha POC, dan c4 = 30 lt/ha POC. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang sapi dengan POC terhadapjumlah polong hampa per tanaman, tetapi tidak terjadi interaksi terhadap varibel respon lainnya. Pukan sapi secaramandiri berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro pada tanah Salin,kecuali jumlah polong hampa per tanaman. Hasil tertinggi rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman pada 63 hst yaitu80,41 cm, jumlah daun tripoliat 63 hst yaitu 16,28 helai, dan jumlah bintil akar efektif per tanaman yaitu 15,33 buah ,hasil biji kering per petak tertinggi yaitu 408,42 gram/petak ( 1,02 ton/ha) secara mandiri dicapai oleh perlakuanpemberian pukan sapi 20 ton/ha berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.Kata kunci: pupuk kandang, poc, kedelai, tanah salin
Penggunaan Teknologi Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Organik Cair (POC) pada Budidaya Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea L.) Varietas PM 126 F1 pada Lahan Sawah Dataran Rendah. Muharam Muharam
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3545

Abstract

Kubis bunga merupakan tanaman sayuran yang tumbuh optimal di daerah sub tropik, tapi saat ini sudah banyak dikembangkan di daerah panas (dataran rendah). Kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman ini di lahan sawah datarn rendah adalah tekstur tanah sawah yang liat, tingkat kandungan bahan organik tanahnya yang rendah yaitu C- Organik 1 - 2% serta suhu lingkungan yang tinggi, rata-rata 31 – 34oC , akibatnya produktivitas kubis bunga menjadi rendah yaitu sekitar 5 - 8 ton/ha, jauh dari potensi hasilnya 15 - 20 ton/ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat kombinasi dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Organik Cair (POC) yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman kubis bunga (Brassica oleracea L.) Varietas PM 126 F1 di lahan sawah dataran rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan rancangan Rancangan Acak Kelompok fakctor tunggal 8 perlakuan dalam 4 ulangan. Perlakuannya adalah : A Kontrol (tanpa pupuk kandang , POC dan pupuk anorganik); B (Pupuk kandang kambing 20 ton/ha); C (Pupuk kandang kambing 0 ton/ha + POC Nasa 8 liter/ha); D (Pupuk kandang kambing 10 ton/ha + POC Nasa 8 liter/ha); E (Pupuk kandang kambing 20 ton/ha + POC Nasa 4 liter/ha); F (Pupuk kandang kambing 10 ton/ha + POC Nasa 4 liter/ha), G (Pupuk kandang kambing 20 ton/ha + POC Nasa 8 liter/ha), dan H (hanya pupuk NPK mutiara 500 kg/ha). Data variabel respon yang diamati dianalisis dengan uji F dan hasilnya apabila berbeda nyata diuji lanjut mempergunakan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata dosis pupuk kandang kambing dan dosis POC terhadap terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil tertinggi tanaman kubis bunga yaitu 28,75 kg/petak (28,75 ton/ha) dicapai oleh perlakuan G (Pupuk kandang kambing 20 ton/ha + POC Nasa 8 liter/ha) tidak berbeda nyata dengan perlakuan D (Pupuk kandang kambing 10 ton/ha + pupuk organik cair (POC) 8 liter/ha yang menghasilkan bobot kubis bunga 27,50 kg per petak atau 27,50 ton/ha,.Kata kunci : Kubis bunga, pupuk kandang kambing, poc, lahan sawah, dataran rendah.