Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perbaikan fisik tanah pasca galian batuan dan pertumbuhan cabai rawit dengan pemberian bahan organik dan mikroorganisme tanah Pangaribuan, Nurmala; Hidayat, Cecep; Rachmawati, Yati Setiati
Jurnal AGRO Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/17966

Abstract

Bahan organik dan mikroorganisme diperlukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah pasca galian batuan agar dapat digunakan untuk budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan organik dan mikroorganisme tanah terhadap perbaikan fisik tanah pasca galian batuan dan pertumbuhan cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Cibiru Bandung, Jawa Barat dengan titik ordinat  -6.92049471880716, 107.716127309820, dari bulan Juni sampai Oktober 2020, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial  dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu bahan organik: b0 : kontrol (tanpa pemberian bahan organik), b1: kompos Paitan 15 t ha-1, b2: kompos eceng gondok 15 t ha-1, b3: abu cangkang sawit 15 t ha-1. Faktor kedua : mikroba: mo: kontrol (tanpa pemberian mikroba), m1 : Inokulum campuran Fungi Mikoriza Asburkular (FMA) 10 g polibag-1, m2 :Inokulum campuran  BPF (Bakteri Pelarut Fosfat) 10 ml polibag-1, m3 : campuran FMA dan BPF. Hasil penelitian menunjukkan eceng gondok 15 t ha-1 yang diberikan bersamaan dengan FMA atau BPF menaikan kelembaban tanah. Aplikasi bahan organik dan mikroba menurunkan agregat stabil tahan air. Eceng gondok dan BPF masing-masing menurunkan suhu tanah. Aplikasi bahan organik dan mikroorganisme belum berpengaruh dalam peningkatan pertumbuhan tanaman cabai rawit, namun berpengaruh terhadap fisik tanah  tanah pasca galian batuan.ABSTRACTOrganic matters and microorganisms are needed to improve the physical properties of the post-mine sand pits soil so that it can be used for plant cultivation. The purpose of this study was to know the influence of organic matters and soil microorganism application on post-mine sand pits soil improvement and chili pepper growth. This study was conducted in Cibiru Bandung (-6.92049471880716, 107.716127309820), from June to October 2020, using Block Randomized Factorial Design two factors and repeated three times. The first factor was organic matters: b0 : control, b1: compost Titonia 15 t ha-1, b2: compost Hyacinth 15 t ha-1, b3: palm shell ash 15 tha-1. The second factor: microbes: m0: control, m1: mix inoculum AMF  10 g polybag-1, m2 : mix inoculum PSB 10 ml polybag-1 , m3 : mixture of AMF and PSB. The results showed that hyacinth 15 t ha-1 given with FMA or PSB increased soil moisture. The application of organic matters and microbes decreased water stable aggregates. Hyacinth and PSB lower the temperature of the soil. The application of organic matters and microorganisms has not had an effect in increasing the growth of chili pepper plants but influences the physical properties of the post-mine sand pit  soil.
Growth and yield of bok choy (Brassica rapa L.) plants in post-rock excavation soils provided with phosphate-solubilizing bacteria and manure Hidayat, Cecep; Rachmawati, Yati Setiati; Utami, Dhea Rizqi; Hasani, Sofiya; Roosda, Anna Aina; Chandria, Windhy
Kultivasi Vol 23, No 3 (2024): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v23i3.58195

Abstract

Elevated sand and gravel mining to meet market needs causes negative impacts on the environment, soil, and biodiversity. The government issued a regulation that requires revegetation as reclamation of mineral and coal mining. The conversion needs to overcome the physical and chemical characteristics of post-rock excavation soil that can be utilized by economic value plants such as bok choy. This experiment aimed to determine the growth and yield of bok choy on post-rock excavation soil by providing phosphate solubilizing bacteria (PSB) and various manure types. The study was conducted in Margasari Village, Buah Batu District, Bandung at an altitude of 671 m above sea level and at the Soil Biotechnology Laboratory, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung from April to June 2023. The experimental design used was a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors and repeated three times. The first factor was PSB isolate dose (without PSB; 5 mL polybag-1; 10 mL polybag-1; 15 mL polybag-1, and 20 mL polybag-1). The second factor was manure variety (cow, goat, and laying hen manure, each of 15 t ha-1). The parameters observed comprised the soil and plant parameters. The results showed that there was no interaction between the dose of PSB isolate and various types of manure on the growth and yield of bok choy plants. The PSB isolate and manure had not been able yet to increase the growth and yield of Bok Choy (Brassica rapa L.) plants on post-rock excavation soil, mainly due to the soil nature.
PENGARUH POLA TUMPANG SARI BAYAM HORENSO (Spinacia oleracea) DAN TERUNG PERTIWI (Solanum melongena) SECARA ORGANIK Elsa Dwi Septiani; Yati Setiati Rachmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran merupakan bahan makanan yang memiliki nilai gizi yang tinggi, vitamin, serat dan kandungan lain. Sayuran organik semakin banyak peminatnya dari semua kalangan masyarakat. Pola tanam tumpang sari dapat menjadi solusi untuk menciptakan keseimbangan ekologi dan interaksi saling mengisi untuk pengoptimalan produktivitas budidaya sayuran yang memiliki periode tanam semusim yang dapat dilakukan berulang kali secara bersamaan. Praktik Kerja Lapangan ini dilakukan selama 2 bulan dimulai dari 3 Oktober sampai dengan 3 Desember 2022 di kelompok tani Saung Organik yang beralamatkan Kampung Sukarasa, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Laporan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola penanaman tumpang sari bayam horenso (Spinacia oleracea) dengan terung pertiwi (Solanum melongena L.) secara organik untuk mengetahui efektifitas produktivitas lahannya. Metode yang digunakan dengan melakukan observasi, praktik lapangan, wawancara dan studi literatur terhadap sumber-sumber yang relevan dengan laporan ini. Hasil dari tumpang sari bayam horenso dengan terung pertiwi ini efektif diterapkan dengan dapat memperoleh pendapatan yang lebih besar karena tidak perlu adanya masa menunggu persiapan lahan kembali pada saat satu jenis tanaman habis setelah masa panen dan petani akan terus memperoleh pendapatan.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH PACKING HOUSE TERHADAP TINGGI TANAMAN DAN WAKTU PEMBUNGAAN TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Khairani Oktafiani Mardhayanti; Yati Setiati Rachmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemupukan merupakan faktor utama untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buncis. Salah satu bahan yang dapat dijadikan pupuk ialah limbah sayuran dari packing house. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah packing house terhadap tinggi dan waktu pembungaan tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan pada tgl 3 Oktober - 3 Desember 2022 di Saung Organik, Cibodas Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan metode wawancara, praktik lapangan, observasi, dan studi literatur sebagai sumber sumber yang relevan. Hasil pengamatan menunjukkan tinggi tanaman buncis dengan perlakuan lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan kontrol, selain itu tanaman buncis dengan perlakuan juga lebih cepat berbunga dibandingkan dengan tanaman buncis tanpa perlakuan (kontrol). Dari hasil percobaan pengomposan limbah sayuran secara langsung pada bedengan tanpa fermentasi dalam wadah terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.).
PENGARUH SISTEM PENGAIRAN TERGENANG TERHADAP PERTUMBUHAN TOMAT SELVI (Lycopersicum esculentum Mill) Naufal Syach Zaidan; Yati Setiati Rachmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) adalah salah satu komoditas sayuran hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tomat yang tumbuh dengan baik perlu memperoleh beberapa hal seperti tanah gembur, humus dan pH tanah antara 5-6 tidak lupa juga pengairan yang memadai dan teratur. Sistem pengairan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam melakukan budidaya tomat. Sistem penggenangan adalah sistem pengairan dengan mengatur kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang. Laporan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pengairan dengan cara penggenangan terhadap pertumbuhan tomat selvi. Praktik dilakukan selama 2 bulan pada tanggal 3 Oktober 2022 hingga 3 Desember 2022 di Saung Organik (SO) yang berlokasi di Kampung Cijerokaso Wetan Desa Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hasil observasi menunjukan bahwa penggunaan sistem pengairan dengan genangan tidak berpengaruh banyak terhadap pertumbuhan tanaman tomat.
PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN MENGGUNAKAN PESTISIDA ORGANIK PADA TANAMAN SELADA ROMAINE (Lactuca sativa Var.Romana L) Siti Sarah Saripah; Yati Setiati Rachmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada romaine (Lactuca sativa var.romana L) merupakan tanaman hortikuktura yang memiliki kandungan yang tinggi. Saat ini tanaman selada romaine banyak diminati oleh masyarakat. Tanaman selada romaine memiliki nilai jual yang tinggi. Akan tetapi Selada romaine ini rentan akan serangan hama terutama ulat grayak. Banyaknya petani yang menggunakan pestisida sintetis untuk menegendalikan hama ulat grayak. Penelitian ini bertujuan untuk pengendalian hama ulat grayak pada tanaman selada romaine dengan penggunaan pestisida organik. Penggunaan pestisida organik dapat mengendalikan hama ulat grayak secara perlahan dengan meracuni tubuh ulat grayak. Penggunaan pestisida organik dapat menjadikan lingkungan terjaga karena tidak adanya residu yang berefek yang dapat merusak lingkungan. Penggunaan pestisida yang tepat waktu dapat mengurangi populasi ulat grayak. Penggunaan pestisida yang tidak tepat waktu tidak akan berpengaruh terhadap ulat grayak.
TEKNIK PEERBANYAKAN BENIH KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS G0 DENGAN METODE STEK DI MEKAR SETIA TANI KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Aniq Humaira Shafanah; Yati Setiati Rachmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu umbi-umbian yang kaya akan karbohidrat sehingga dijadikan sebagai makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Salah satu benih yang kuat terhadap serangan hama dan penyakit adalah benih kentang G0. Pembibitan secara vegetatif mempunyai keunggulan dibanding dengan cara generatif. Praktik kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada tanggal 23 Januari-24 Februari 2023 di Kp. Los Cimaung RT 04/RW 18, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan PKL ini bertujuan untuk mengetahui teknik perbanyakan benih kentang G0 dengan metode stek di kelompok tani mekar setia. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi literatur, dan praktik langsung. Hasil yang didapat yaitu teknik perbanyakan benih kentang G0 dengan metode stek meiputi beberapa tahapan yaitu persiapan media tanam, pemotongan stek, penanaman di tray,pemeliharaan, pindah tanam ke sabut, pemeliharaan, dan panen. Hasil perbanyakan benih dengan metode stek dengan peremajaan memiliki hasil yang lebih banyak dibanding yang tidak melalui peremajaan.
PENGOLAHAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) Rifan Jayanegara; Yati Setiati Rachmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu komoditas yang termasuk kedalam golongan sayur-sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satu wilayah dengan budidaya kentang di Jawa Barat adalah Pangalengan. Mayoritas kentang yang ditanam di Pangalengan adalah kentang dengan varietas Granola. Praktik Kerja Lapangan (PKL) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan mengenai teknik budidaya tanaman kentang yang dilakukan di kelompok tani Mekar Setia Pangalengan, khususnya pada teknik pengolahan lahan tanaman kentang. Praktik Kerja Lapangan (PKL) jurusan Agroteknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober – 3 Desember 2022 dengan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa teknik pengolahan lahan yang dilakukan di kelompok tani Mekar Setia tergolong kedalam teknik pengolahan lahan secara konvensional. Kegiatan pengolahan tanah yang dilakukan di kelompok tani ini meliputi penggemburan tanah, pemberian dolomite, pemberian pupuk dasar, pemberian insektisida, pembuatan bedengan, pemasangan mulsa, dan pembuatan lubang tanam.
PENANGANAN PASCAPANEN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L. Var. Granola) UNTUK BAHAN BIBIT DI KELOMPOK TANI MEKAR SETIA, PANGALENGAN, BANDUNG Rima Nur Maulida; Yati Setiati Rachmawati
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L. ) adalah tanaman yang banyak dibudidayakan di indonesia. Kentang banyak digunakan sebagai sumber karbohidrat. Faktor utama yang menunjang keberhasilan budidaya tanaman kentang ialah tersedianya bibit yang bermutu dalam harga terjangkau, waktu singkat, dan jumlah cukup. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui penanganan pascapanen tanaman kentang untuk bahan bibit yang bermutu. Praktik Kerja Lapangan(PKL) dilaksanakan di Kp Los Cimaung RT 04/ RW 18, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan PKL dilakukan mulai 23 januari 2023 - 24 februari 2023 di kelompok tani mekar setia. Metode yang digunakkan yaitu observasi, wawancara, praktik lapangan, dan studi literatur. Hasil dari budidaya tanaman kentang kelompok tani mekar setia berfokus pada pembibitan yaitu 70% untuk kentang bibit dan 30% untuk kentang konsumsi. Kelompok tani ini melakukkan budidaya tanaman kentang sebagai tempat pembibitan mulai dari G0, G1, G2, dan G3 yang sudah bersertifikat. Hasil yang didapatkan budidaya kentang iniselain menambah keuntungan bagi petani juga membantu memenuhi kebutuhan bibit kentang yang bermutu di Indonesia.
Perbaikan fisik tanah pasca galian batuan dan pertumbuhan cabai rawit dengan pemberian bahan organik dan mikroorganisme tanah Pangaribuan, Nurmala; Hidayat, Cecep; Rachmawati, Yati Setiati
Jurnal AGRO Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/17966

Abstract

Bahan organik dan mikroorganisme diperlukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah pasca galian batuan agar dapat digunakan untuk budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan organik dan mikroorganisme tanah terhadap perbaikan fisik tanah pasca galian batuan dan pertumbuhan cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Cibiru Bandung, Jawa Barat dengan titik ordinat  -6.92049471880716, 107.716127309820, dari bulan Juni sampai Oktober 2020, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial  dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu bahan organik: b0 : kontrol (tanpa pemberian bahan organik), b1: kompos Paitan 15 t ha-1, b2: kompos eceng gondok 15 t ha-1, b3: abu cangkang sawit 15 t ha-1. Faktor kedua : mikroba: mo: kontrol (tanpa pemberian mikroba), m1 : Inokulum campuran Fungi Mikoriza Asburkular (FMA) 10 g polibag-1, m2 :Inokulum campuran  BPF (Bakteri Pelarut Fosfat) 10 ml polibag-1, m3 : campuran FMA dan BPF. Hasil penelitian menunjukkan eceng gondok 15 t ha-1 yang diberikan bersamaan dengan FMA atau BPF menaikan kelembaban tanah. Aplikasi bahan organik dan mikroba menurunkan agregat stabil tahan air. Eceng gondok dan BPF masing-masing menurunkan suhu tanah. Aplikasi bahan organik dan mikroorganisme belum berpengaruh dalam peningkatan pertumbuhan tanaman cabai rawit, namun berpengaruh terhadap fisik tanah  tanah pasca galian batuan.ABSTRACTOrganic matters and microorganisms are needed to improve the physical properties of the post-mine sand pits soil so that it can be used for plant cultivation. The purpose of this study was to know the influence of organic matters and soil microorganism application on post-mine sand pits soil improvement and chili pepper growth. This study was conducted in Cibiru Bandung (-6.92049471880716, 107.716127309820), from June to October 2020, using Block Randomized Factorial Design two factors and repeated three times. The first factor was organic matters: b0 : control, b1: compost Titonia 15 t ha-1, b2: compost Hyacinth 15 t ha-1, b3: palm shell ash 15 tha-1. The second factor: microbes: m0: control, m1: mix inoculum AMF  10 g polybag-1, m2 : mix inoculum PSB 10 ml polybag-1 , m3 : mixture of AMF and PSB. The results showed that hyacinth 15 t ha-1 given with FMA or PSB increased soil moisture. The application of organic matters and microbes decreased water stable aggregates. Hyacinth and PSB lower the temperature of the soil. The application of organic matters and microorganisms has not had an effect in increasing the growth of chili pepper plants but influences the physical properties of the post-mine sand pit  soil.