Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PEDAGO BIOLOGI

STUDI ETNOBOTANI TANAMAN OBAT DI WILAYAH JAWA TIMUR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA EDUKASI MASYARAKAT BERBASIS WEBSITE Ahmad Fauzy; Asy'ari Asy'ari
PEDAGO BIOLOGI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jpb.v8i2.9333

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi data maupun informasi mengenai budaya masyarakat di beberapa wilayah di Jawa Timur dalam memanfaatkan tumbuh-tumbuhan berkhasiat  obat yang tumbuh di lingkungan sekitar tempat tinggal sebagai obat tradisional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Tanaman obat dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian terdahulu mengenai etnobotani tanaman obat di beberapa wilayah di Jawa Timur. Hasil analisis data menunjukkan terdapat 173 tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional yang terdiri dari berbagai family yaitu Basellaceae, Piperaceae, Zingiberaceae, Euphorbiaceae, Arceae, Caricaceae, Annonaceae, Agavaceae, Rubiaceae, Apocynaceae, Lamiaceae, Achantaceae, Asteraceae, Malvaceae, Boraginaceae, Moringaceae, Solanaceae, Fabaceae, Moraceae, Rutaceae, Myrtaceae, Verbebaceae, Crassulaceae, Musaceae, Oliaceae, Punicaceae, Pandanaceae, Portulaceae, Thymelaeceae, Convolvolaceae, Caesalpinaceae, Burseraceae, Liliaceae,  Nyctaginaceae. Tanaman yang paling sering digunakan adalah tanaman dari family Zingiberaceae seperti jahe, kunyit, kunci dan temulawak. Organ tanaman yang dimanfaatkan dari masing-masing tanaman juga bervariasi mulai dari akar, rimpang, batang, daun, buah dan bunga. Cara pengolahan yang umum dilakukan di seluruh daerah adalah dengan cara direbus, dikeringkan, dibakar, diparut, ditumbuk, dijus, diseduh, dihirup, dikukus, direndam, dikonsumsi secara langsung, dioleskan, ditempelkan dan diambil getahnya. Masyarakat memperoleh tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat dengan berbagai cara yaitu Budidaya, mengambil dari alam sekitar, dan membeli di pasar.
Status Terinfeksi Ektoparasit pada Kucing Kampung (Felis silvestris catus) Liar di Desa Waru Barat Kota Pamekasan Ruspeni Daesusi; Anindita Riest Retno Arimurti; Asy'ari Asy'ari; Gazi Fahriza
PEDAGO BIOLOGI Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v10i1.14433

Abstract

Ectoparasites are parasites that infest the body surface of cats. Ectoparasites interfere with the health of the main host, such as skin diseases, anemia, hypersensitivity disorders, dermatitis and as vectors of disease transmission. Ectoparasites are also zoonotic in which their effects cause harm to humans. Ectoparasites in cats can be transmitted to humans during cat-human interactions. Some of the ectoparasites that have symbiosis with cats are fleas, mites, ticks, and fleas. The purpose of this study was to determine the status of ectoparasite infection in feral cats in the Waru Barat area of Pamekasan City. This research is descriptive. The sampling method used accidental sampling with a sample of 18 wild cats (Felis silvestris catus) in Waru Barat Village, Pamekasan City. Based on the results of research on wild cats (Felis silvestris catus) in Waru Barat Village, Pamekasan City, it was concluded that as many as 18 samples (100%) were infected with ectoparasites. The type of ectoparasite that infects is the flea (Ctenocephalides felis).
Kontaminasi Kapang pada Ikan Pindang yang Dijual di Pasar Tradisional Mangga Dua Kota Surabaya Ruspeni Daesusi; Anindita Riest Retno Arimurti; Asy'ari Asy'ari; Fitrotin Azizah; Vera Selviana
PEDAGO BIOLOGI Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v10i1.14445

Abstract

Ikan pindang umumnya mudah busuk dan rusak karena mempunyai kadar air yang relatif tinggi dan sesuai dengan pertumbuhan mikroorganisme, terutama bakteri pembentuk lendir dan kapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontaminasi kapang dan jenis kapang pada ikan pindang yang dijual di Pasar Mangga Dua Surabaya. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah ikan pindang yang dijual di Pasar Mangga Dua Surabaya. Total sampel keseluruhan sebanyak 30 ikan pindang. Pemeriksaan jenis kapang dilakukan dengan metode isolasi kapang dari sampel ikan pindang. Kemudian dilanjutkan mengkulturkan pada media SDA (Saboround Dextrose Agar) dan diinkubasi selama 5-7 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 8 sampel (27%) terkontaminasi dan 22 sampel (73%) tidak tekontaminasi kapang. Pada ikan pindang ditemukan jenis kapang Aspergillus sp.