Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Perancangan Simulasi Pengoperasian Turbin Uap sebagai Media Pembelajaran Operasi PLTU berbasis LabVIEW Habibie, Walid Maulana; Abadi, Cecep Slamet; Ulfiana, Andi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan proses pengoperasian turbin uap berserta gangguannya. Penelitian ini juga diharapkan mampu membantu mahasiswa dan operator dalam memahami pengoperasian turbin uap berserta gangguan yang biasa terjadi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah implementasi logika pengoperasian turbin uap kedalam bahasa pemograman LabVIEW, serta memasukkan beberapa gangguan yang biasa terjadi pada saat pengoperasian turbin uap seperti overspeed dan kegagalan sistem pelumas. Rancangan ini berupa perangkat lunak yang hanya menampilkan mekanisme urutan pengoperasian turbin uap dengan metode Cold-Start . Parameter yang tercantum pada simulasi ini hanya sebagian kecil dari parameter pada tampilan DCS sebenarnya dan hanya bersifat statis (tidak dapat diubah sesuai kondisi). Hasil perhitungan pada simulator ini memiliki margin error < 1,76%.
Rancang Bangun Model Crane Hoist Warehouse Berbasis PLC (Programmable Logic Controllers) Istiqomah, Euis; Syafitri, Alfi; Ernawati, Een; Zhuhri, Shobron Jamil; Santoso, Budi; Ulfiana, Andi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi dalam dunia industri, diperlukan suatu alat pendukung transportasi yang berguna untuk memindahkan barang produksi dari suatu tempat ke tempat lain. Proses pemindahan barang produksi pada industri membutuhkan sebuah alat yaitu Crane Hoist. Crane Hoist adalah salah satu dari jenis pesawat angkat yang banyak dipakai sebagai alat pengangkat dan pengangkut pada industri. Namun saat ini Crane Hoist yang digunakan dalam dunia industri belum menggunakan sistem kendali berbasis PLC (Programmable Logic Controller). Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Sumardi Sadi mengenai perancangan Crane Hoist berbasis PLC (Programmable Logic Controller), penanganan pemindahan barang hanya perlu dengan memutar saklar selektor, kemudian crane ini akan bergerak secara otomatis menuju arah dimana barang bahan yang ingin dipindahkan yang terdeteksi oleh sensor, dan menurunkan kawat baja yang berfungsi untuk mengkaitkan pengait pada barang dengan otomatis pula. Tujuan dari penelitian ini adalah mempermudah operator dalam memonitor gerak Crane Hoist dan mengetahui apabila terjadi permasalahan pada proses mobilisasi hasil produksi. Metode yang digunakan adalah perancangan ladder diagram dengan menggunakan aplikasi CX One-Omron dan perancangan simulator. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rancangan alat ini dapat menggerakan satu sumbu dalam satu waktu, mulai menggerakan kedua sumbu dalam waktu yang sama, dan mengatur gerakan sumbu pada saat keduanya mulai dan berhenti dalam waktu yang sama.
EFEK MEDAN ELEKTROMAGNET PADA MESIN BENSIN TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN ENERGI PEMBAKARAN Tatun H Nufus; Andi Ulfiana; Isnanda Nuriskasari; Sri Lestari
Jurnal Teknologi Terapan Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v7i1.308

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effects of electromagnetic fields on combustion quality, especially on gasoline engines. One of the indicators of good combustion quality was environmentally friendly exhaust emissions and relatively large combustion energy. This research uses an experimental method, with the independent variables magnetic field strength and fuel. The field strength used in this study consisted of 4 variations, namely 647 Gauss, 847 Gauss, 1068 Gauss and 1419 gauss, while the fuel used was E0 (premium 100% bioethanol 0%), E10 (premium 90% bioethanol 10%), E20 (premium 80% bioethanol 20%), and E30. (premium 70% bioethanol 30%). The parameters of the electromagnetic field strength and various types of fuel composition were used to test exhaust gas emissions and combustion energy (as the dependent variable) on the 125cc MIO gasoline motorbike in 2018.The result was that the levels of CO2 exhaust emissions increased by 35% and CO levels decreased by 71%, combustion energy increases in the range of 13-21%. The greater the electromagnetic field provided, the more environmentally friendly the exhaust emissions are and the greater the combustion energy.
Analisis Natural Frequency Poros Boiler Feed Pump Turbine dengan Finite Element Analysis Disma Nidya Ghaisani; Andi Ulfiana; Cecep Slamet Abadi
Jurnal Mekanik Terapan Vol 1 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v1i1.3328

Abstract

Boiler Feed Pump Turbine (BFPT) merupakan salah satu pompa jenis sentrifugal dengan tipe multistage yang digerakkan oleh turbin kecil. Pompa ini digunakan untuk mensirkulasikan air demineralisasi dari deaerator menuju boiler. Berdasarkan pengecekan vibrasi yang dilakukan oleh bagian Condition Based Maintenance (CBM), telah ditemukan bahwa terjadi over vibrasi pada BFPT dikarenakan adanya indikasi perubahan natural frequency mendekati putaran operasi. Pada penelitian ini dilakukan simulasi Finite Element Analysis dengan software ANSYS Workbench untuk mendapatkan nilai natural frequency pada poros BFPT serta membahas mengenai kemungkinan penyebab terjadinya perubahan natural frequency. Berdasarkan simulasi ANSYS  yang telah dilakukan, didapatkan bahwa nilai dari natural frequency dapat berubah karena adanya perubahan defleksi dan menampilkan bahwa setiap modus getar menghasilkan nilai natural frequency yang berbeda juga. Pada simulasi ini didapatkan 6 nilai natural frequency pada poros BFPT yaitu 166,84 Hz, 166,99 Hz, 295,71 Hz, 465,83 Hz, 466,23 Hz, 503,46 Hz. Serta pada penelitian ini didapatkan juga bahwa vibrasi yang terjadi pada BFPT bukan akibat dari perubahan natural frequency, tetapi akibat adanya losseness pada housing bearing pompa. 
Metode Rancang Optimasi PLTPH Turbin Vortex di Danau Universitas Indonesia Untuk Pemanfaatan Turbin di Pedesaan Muhammad Raihan Abimanyu; Gun Gun Ramdlan Gunadi; Andi Ulfiana
Jurnal Mekanik Terapan Vol 3 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v3i1.4544

Abstract

Picco-hydro Power Plant (PLTPH) is a power plant that utilizes water energy to produce small-scale electricity. The power produced starts from tens of watts to 5 Kw. In this study, an economical PLTPH system was designed with the selection of the type of generator according to the mechanical power of the turbine. Turbine mechanical power measured an average of 150-280 Watt with the highest rotation of 135 RPM. Then choose a 300 Watt DC generator with a working ratio of 100-900 RPM. With the selection of cheap after market pulleys and analysis of the size of the transmission ratio, obtained a rotation ratio that can increase the turbine speed up to 810 RPM speed. Then a control panel and simple instruments were made as an electrical stabilizer, protection and measurement of the work of the generating unit. The power generated can turn on 16 DC lamps that have been installed on the lake road, with an optimal power reading of ±31 Watt. If turned on without loading the generator is capable of producing a voltage of up to 44 Volt DC.
INCREASING READABILITY OF CONVENTIONAL MILLING MACHINE BY USING DIGITAL READOUT (DRO) TO SUPPORT JIG BORING PROCESS Rahmat Subarkah; Ghany Heryana; Moch. Sholeh; Andi Ulfiana; Ade Sumpena; Hamdi; Irwandi
Jurnal Teknologika Vol 10 No 1 (2020): Jurnal teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.527 KB)

Abstract

The requirements of manufacturing process are increasing to deal with global competition. The demand of precise components to support industry of food, pharmaceutical, infrastructure, energy and transportation are increasing significantly. Facing these challenges, capacity and capability of conventional milling machine need to be improved, especially in term of readability of axis movements. This matter influences the accuracy, machining time and easiness of machining process particularly in jig boring process. Linear encoder and digital readout (DRO) have been implemented in this study. Furthermore, this study investigated the used of linear encoder and digital readout (DRO) in jig boring process. The accuracy and machining time were involved in this study. This study proofed that linear encoder and digital readout improved the accuracy and machining time. Moreover, it helps operators in order to determine the datum and machining process. Based on these advantages, it is concluded that the linear encoder and digital readout are recommended to be implemented in small and medium industrial manufacturer in order to enhance their competitiveness in global market.
Bahasa Inggris Al Qorni, Muhammad Uwais; Hidayati, Noor; Ulfiana, Andi
Recent in Engineering Science and Technology Vol. 2 No. 01 (2024): RiESTech Volume 02 No. 01 Years 2024
Publisher : MBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59511/riestech.v2i01.41

Abstract

The Priok PLTGU Block 4 Chlorination Plant had experienced component damage, which is the electrolysis generator B, to be precise in the 4th order electrolysis cell. One of these cells was damaged which caused the current and voltage used for the electrolysis process to become unstable and required handling of the incident. The handling step taken by the operator is to switch over to the electrolysis generator A which has a standby status. In this study the authors aim to create simulation conditions, and see the feasibility of performance if the electrolysis generator is still running using only 3 cells. The feasibility of the performance is assessed based on a comparison of the concentration of chlorine produced, then compared with the minimum requirement for the generating unit's water purification system, and calculating the available residual chlorine. The results of this study indicate that the concentration of chlorine resulting from the operation of the 3 cell mode is not much different from the normal 4 cell operation, and is able to meet the min-imum requirement of chlorine for the generator, as well as the residual which is classified as safe limits so that the 3 cell operating mode is classified as feasible to operate.
Analisis Sistem Proteksi pada Motor Circulating Water Pump PT. XYZ Andi Ulfiana; Ricky Ardiansyah; P. Jannus
Jurnal Mekanik Terapan Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v5i2.6030

Abstract

PT. XYZ melakukan penggantian motor circulating water pump tetapi alat proteksi yang digunakan belum disesuaikan dengan motor yang baru. Hal tersebut sangat berbahaya bagi peralatan, manusia maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan setting ulang alat proteksi sehingga diperoleh koordinasi relay proteksi dan memberi perlindungan pada sistem. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan arus setting Over Current Relay (OCR) berdasarkan data eksisting motor circulating pump dan relay yang digunakan.. Motor yang digunakan adalah motor induksi 3 phasa. Relay yang digunakan adalah NARI RCS-9626CN. Hasil penelitian didapatkan arus nominal sebesar 105 A, arus sekunder setelah melewati current transformer sebesar 2,625 A, Arus setting pada OCR I, II dan III sebesar 19,6875 A, 3,9375 A dan 10,2375 A. Waktu setting pada OCR I, II dan III sebesar 0,02 s, 14 s dan 12 s. Arus setting pada over load relay sebesar 3,2025 A dengan waktu setting 24 s. Relay tidak akan bekerja saat starting motor dimana arus motor yang sangat besar terjadi dalam waktu singkat. Relay hanya akan bekerja saat terjadi arus lebih setelah melewati waktu starting
The Perancangan Simulator Sinkronisasi Generator ke Jaringan Listrik Menggunakan Game Engine Unity Nainggolan, Benhur; Rizaldy Saputra Dharma Winata; Andi Ulfiana
Jurnal Mekanik Terapan Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v5i2.6070

Abstract

Melakukan sinkronisasi generator ke jaringan listrik PLN di pembangkit listrik membutuhkan keahlian operator yang terampil. Namun, pandemi global COVID-19 berdampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan yang menyebabkan kegiatan perkuliahan dan praktikum tidak dapat dilaksanakan secara luring. Penelitian ini bertujuan untuk merancang simulator sinkronisasi generator ke jaringan listrik yang dapat berjalan di sistem operasi Windows 64 bit dan menyediakan media pembelajaran bagi mahasiswa di apabila praktikum luring tidak dapat dilaksanakan. Simulator menggabungkan teknik pemodelan dan simulasi yang akurat dengan teori dasar, memungkinkan pengguna untuk berlatih skenario dan meningkatkan keterampilan mereka dari jarak jauh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa simulator mencapai tingkat kesalahan rata-rata sebesar 1,83%.
Analisis Pengaruh Pola Pengoperasian Motor Circulating Water Pump pada Kondensor PLTU PT. X Saputra, Irfan Hermansyah; Ulfiana, Andi; Jannus, P.
Jurnal Mekanik Terapan Vol 6 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v6i1.7085

Abstract

Motor Circulating Water Pump (CWP) digunakan untuk memompa air pendingin yang digunakan dalam sistem  pendingin pada kondensor. PT. X mempunyai 6 motor CWP yang beroperasi selama 24 jam, sehingga tidak ada motor CWP cadangan jika terjadi kerusakan pada salah satu motor CWP. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengurangan  pengoperasian motor CWP menjadi 5 motor CWP dan menganalisa dampaknya terhadap  terhadap kinerja kondensor. Data yang dikumpulkan adalah daya pengoperasian motor CWP, suhu outlet sistem pendingin, serta kevakuman kondensor. Data yang dikumpulkan dibandingkan dengan spesifikasi motor CWP dan sistem pendingin. Hasil analisa menunjukkan bahwa konsumsi daya pada pola pengoperasian 5 motor CWP lebih kecil dari daya pada operasi 6 motor CWP. Selisih biaya  dalam pengoperasian 5 dan 6 CWP sebesar Rp 1.508.907.008,-. Pengoperasian 5 motor CWP tidak menurunkan performa sistem pendingin karena kevakuman kondensor masih dalam batas aman yaitu -93,7245 kPa. Pengoperasian 5 buah motor CWP menghasilkan suhu outlet kondensor maksimum 34,76 ℃, di bawah suhu tertinggi pada saat pengoperasian 6 motor CWP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengoperasian 5 motor CWP merupakan pilihan yang lebih baik karena terdapat cadangan motor CWP jika sewaktu-waktu terdapat kerusakan pada salah satu motor CWP.