Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Proceedings Series on Physical

Pengaruh Pemberian Pupuk Vermikompos dan Pupuk N, P, K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Eka Wihartati; Agus Mulyadi Purnawanto; Arif Prashadi Santosa
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.508

Abstract

Salah satu faktor penting dalam budidaya bawang merah adalah pemupukan. Petani cenderung menggunakan pupuk anorganik untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Solusi mengatasi pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan yaitu dengan vermikompos. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh vermikompos dan pengurangan dosis pupuk N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Rancangan penelitiannya yaitu Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 2 faktor, yaitu vermikompos; V0 (vermikompos 0 ton/ha); V1 (vermikompos 20 ton/ha); V2 (vermikompos 40 ton/ha) dan pupuk N,P,K; P1 (pupuk N,P,K 100%); P2 (pupuk N,P,K 75%); P3 (pupuk N,P,K 50%). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari 5 sampel tanaman pada masing-masing perlakuan diaplikasikan dengan kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K. Variabel total panjang daun dan jumlah daun diamati pada 10-50 hst dengan interval waktu 10 hari. Pada akhir pengamatan (60 hst) dilakukan pengukuran total panjang akar, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K mampu mengurangi penggunaan pupuk N,P,K. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Interaksi vermikompos 20 ton/ha dan dosis pupuk N,P,K 50% berpengaruh paling baik terhadap jumlah daun (26.23 helai), panjang daun (632.13 cm), bobot umbi segar (70.97 gram), bobot umbi kering (11.92 gram) dan bobot tanaman segar (96.52 gram).
Karakteristik Minuman Sinbiotik Soyghurt Kedelai Kuning (Glycine max ) dan Kedelai Hitam (Glycine soja L.) dengan Penambahan Inulin pada Konsentrasi yang Berbeda Subhi Nur Faiz; Arif Prashadi Santosa; Dini Nur Afifah; Agus Mulyadi Purnawanto
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.529

Abstract

Minuman sinbiotik merupakan minuman yang mengandung bakteri probiotik sekaligus prebiotik sebagai substrat bakteri probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kedelai, konsentrasi inulin dan interaksi yang berpengaruh terhadap karakteristik proksimat dan organoleptik sinbiotik soyghurt. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroteknologi dasar Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto mulai bulan april hingga juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama jenis kedelai: Kedelai kuning (Glycine max) tidak dikupas (K1), kedelai kuning (Glycine max) dikupas (K2), kedelai hitam (Glycine Soja L.) dikupas (K3) dan kedelai hitam (Glycine Soja L.) tidak dikupas K4. Faktor kedua konsentrasi Inulin: 0% (I0), 3% (I1), 5% (I2), dan 7% (I3). Variabel pengamatan pengukuran pH, kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar karbohidrat, kadar lemak, kadar serat, uji viabilitas bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan jenis kedelai hitam tidak dikupas (K4) memiliki karakteristik proksimat dan organoleptik yang paling baik dan memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,48, kadar air 86,35, protein 7,03, karbohidrat 5,44, lemak 1,01, serat 9,44, antioksidan 47,71, warna 4,15 (Netral) dan keseluruhan 4,45 (Netral). konsentrasi inulin 7% memiliki karakteristik proksimat dan organoleptik yang paling baik memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,32, kadar air 83,54, protein 4,58, karbohidrat 10,87, lemak 0,84, serat 8,38, BAL 23,50x108 CFU/ml dan rasa 4,36 (Netral). Interaksi K4I3 (kedelai hitam tidak dikupas) antara jenis kedelai dan konsentrasi inulin berpengaruh terhadap karakteristik proksimat dan organoleptic memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,30, kadar air 84,29, protein 6,29, kadar abu 0,21, karbohidrat 8,32, lemak 0,89, serat 12,39, BAL 25x108 CFU/ml, antioksidan 50,93, warna 3,95 (Netral), aroma 4,5 (Netral), rasa 4,4 (Netral), Kelembutan 4,3 (Netral) dan keseluruhan 4,25 (Netral).
Pengaruh Bobot Bibit dan Perbedaan Dosis Pupuk Nitrogen pada Umur yang Sama terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Yuda Rizki Maulana; Agus Mulyadi Purnawanto; Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.714

Abstract

Salah satu metode untuk menekan biaya produksi bawang merah adalah dengan penggunaan bibit dan pupuk nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bobot bibit dan perbedaan dosis pupuk nitrogen pada umur yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023 di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu Rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan penggunaan bobot bibit dan faktor kedua presentase dosis pupuk nitrogen. Faktor Bobot Bibit, yaitu U1 = < 3 gram/umbi, U2 = 3-5 gram/umbi, U3 = > 5 gram/umbi. Faktor presentase dosis pupuk nitrogen, yaitu N1 = 25% 1hst : 75% 30hst, N2 = 50% 1hst : 50% 30hst, N3 = 75% 1hst : 25% 30hst. Data yang tersaji akan dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bobot bibit memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 20 dan 30 hst, jumlah daun umur 10-40 hst, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering, sedangkan perlakuan presentase dosis pupuk nitrogen berpengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 10, 30, 40, dan 50 hst, serta jumlah daun umur 10 hst. Interaksi pada perlakuan tersebut memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 10-50 hst, jumlah daun umur 10-40 hst, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering.