Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Perguruan Silat Silo Macan untuk Mempertahankan Lokalitas Budaya Betawi di Condet Ade Andrian; Lelly Qodariah; Jumardi Jumardi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 3 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.464 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i3.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran secara menyeluruh bagaimana Peran Perguruan Silat Silo Macan untuk mempertahankan lokalitas Budaya Betawi. Silat Betawi yang mulai bersaing dengan seni beladiri lainnya dan bahkan seni beladiri dari luar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sebagaimana yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang di alami oleh subyek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi dan prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah: 1) Observasi Perguruan Silat Silo Macan di Balekambang Condet 2) wawancara dengan informan diantaranya Guru Perguruan Silo Macan. 3) Dokumetasi, 4) Tringulasi Data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Perguruan Silat Silo Macan masih ada dan belum punah gerakan-gerakannya masih asli belum tercampur dengan gerakan beladiri lainnya. Pemerintah daerah bisa mendukung dan berpartisipasi salah satunya dengan cara memberikan tempat latihan yang layak agar bisa bersaing dan berprestasi di ajang ilmubeladiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Peran Perguran Silo Macan menanamkan karakteristik rohani kepada setiap anggota dalam menghadapi zaman yang modern sehingga sampai saat ini Perguruan Silo Macan masih dapat mempertahankan Eksistensinya.
ANALISA EROSI DAN USAHA KONSERVASI PADA SUB DAS KONTO HULU BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prima Hadi Wicaksono; Rispiningtati Rispiningtati; Ade Andrian
WAKTU Vol 8 No 1 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i1.872

Abstract

Sub DAS Konto Hulu mempunyai sungai utama yaitu Sungai Konto yang merupakanDaerah Aliran Sungai dari Waduk Selorejo yang merupakan salah satu waduk yang berada diwilayah kabupaten Malang tepatnya di kecamatan Ngantang yang berfungsi sebagai penyedia airuntuk irigasi, perikanan, PLTA dan juga sebagai pengendali banjir. Waduk ini mendapatkan suplaiair dari tiga sungai, salah satu diantaranya dan merupakan yang terbesar adalah sungai Konto.Kondisi DAS Konto bagian hulu yang didominasi oleh bahan-bahan vulkan berdebu dan berpasirdengan jenis tanah andosol ditengarai sangat rawan terhadap erosi terutama pada lahan yangmemiliki kemiringan relatif curam sehingga menimbulkan terjadinya sedimentasi di wadukSelorejo.Untuk metode perhitungan laju erosi digunakan metode USLE dan MUSLE. Untukpemilihan metode yang akan digunakan selanjutnya di lakukan proses kalibrasi data sedimenhasil simulasi dan data sedimen hasil pengukuran di lapangan. Selanjutnya dilakukan analisatingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan, kemampuan penggunaan lahan dan arahanfungsi kawasan. Dari kemampuan penggunaan lahan dan arahan fungsi kawasan maka dapatdirekomendasikan penggunaan lahan yang baru.Berdasarkan analisa laju erosi, laju sedimentasi dan kalibrasi perhitungan dengansedimentasi hasil pengukuran di lapangan didapatkan hasil bahwa laju sedimentasi di lapanganadalah sebesar 329.800,068 ton/thn, laju erosi dengan metode USLE adalah sebesar 34.117,983ton/ha/thn dengan laju sedimentasi sebesar 150.956,179 ton/thn atau sama dengan kehilangantanah sebesar 2,78 mm/thn dan nilai volume error 54,23 % sedangkan dengan metode MUSLEadalah sebesar 17.749,837 ton/ha/thn dengan laju sedimentasi sebesar 343.954,487 ton/thn atausama dengan kehilangan tanah sebesar 1,5 mm/thn dan nilai volume error 4,29 % sehinggadiputuskan bahwa analisa selanjutnya menggunakan metode MUSLE. Selain itu juga didapatkanhasil bahwa lahan dengan tingkat bahaya erosi sangat ringan seluas 5502.552 ha, ringan6673.096 ha, sedang 1563.084 ha, berat 558.148 ha dan sangat berat 27.310 ha. Berdasarkanhasil analisa kemampuan penggunaan lahan diketahui bahwa lahan masuk dalam kelas IIIeseluas 65.009 ha, IIIg 162.541 ha, IVe 321.082 ha, IVg 996.738 ha, Vg 9778.819 ha, VIe1036.921 ha, VIs 187.187 ha, VIIe 538.344 ha dan VIIg 1237.549 ha. Berdasarkan arahan fungsikawasan diketahui bahwa 6193.028 ha lahan sebaiknya difungsikan sebagai kawasan lindung,7903.612 ha dapat difungsikan sebagai kawasan penyangga dan 227,550 dapat difungsikansebagai kawasan budidaya baik itu budidaya tanaman tahunan atau semusim. Berdasarkan halhaltersebut maka dapat direkomendasikan penggunaan lahan baru. Berdasarkan simulasiterhadap penggunaan lahan baru dan usaha konservasi diperoleh hasil bahwa terjadi penurunanlaju erosi dari semula 17.749,837 ton/ha/thn menjadi 7.969,858 ton/ha/thn dan penurunan lajusedimentasi dari semula 343.954,488 ton/thn menjadi 134.623,457 ton/thn atau sama dengankehilangan tanah sebesar 0,59 mm/thn.
Effect of Family Resilience Training on the Improvement of Parents’ Knowledge, Skills, and Perceptions in the Kiddos Explorer Community Ahmad Handayani; Sheila Dhiene Putri; Annisa Mutiara Naulita Siregar; Garsianta Siregar; Muhammad Malik Abdillah Siregar; Ade Andrian; Muhammad Ary Guhtama
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i2.27139

Abstract

Family resilience training in facing health emergencies and critical situations (K5) is essential to prevent delays in handling emergencies within the household. This study aimed to improve the knowledge, skills, and perceptions of parents in the Kiddos Explorer Medan community regarding family preparedness for emergency situations. The training consisted of two sessions—lecture and practice—covering basic life support (BLS), first aid for wounds, fainting, and choking. A total of 40 parents who met the inclusion criteria and agreed to participate in all sessions were included. Data were collected using pre- and post-test questionnaires across three domains: knowledge, skills, and perception. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed a significant improvement in all domains (p=0.000). Knowledge increased from a predominantly low category to 45% high, skills improved from 87.5% low to 100% high, and perception rose from 100% moderate to 100% high. These findings indicate that community-based K5 training is effective in enhancing family preparedness for emergencies. This program may serve as a model for strengthening community-based family resilience and can be replicated in other communities.