Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The impact of inflation, exports, and corruption perception on the movement of the Chinese Yuan Exchange Rate in selected ASEAN countries in the short and long run Muhammad Ahnaf Fauzan; Enos Adryansyah Gumilang; Dijan Rahajuni; Rinny Apriliany Zakaria
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 5 (2026): May 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i5.1244

Abstract

This study examines how inflation, exports, and corruption perception influence the movement of Chinese Yuan (CNY) against the currencies of Indonesia, Malaysia, and Vietnam. Using a Panel Autoregressive Distributed Lag model with annual data from 2013 to 2023, the analysis captures both the short-term adjustments and the long-term equilibrium relationships among the variables. The results show that export performance plays the most decisive role in the short term. Stronger export activity is associated with an appreciation of the Yuan against ASEAN currencies, reflecting the increasingly interconnected trade structure between China and the region. Inflation and corruption perceptions do not have significant short-term effects. Their influence tends to appear gradually through channels such as investor confidence, institutional stability, and the overall macroeconomic environment of the country. Although these variables do not show immediate statistical significance, the cointegration tests confirm the presence of a stable long-run relationship between the exchange rate and explanatory variables. Taken together, the findings highlight that trade remains the primary force shaping short-term exchange rate behavior in ASEAN. Simultaneously, institutional quality and price stability continue to serve as important foundations for maintaining long-run external resilience. These results emphasize the need for stronger economic structures and credible governance so that ASEAN currencies are better positioned to withstand external pressures arising from China’s expanding role in regional economic activity.
Peran Afiliasi TikTok terhadap Ekonomi Digital Indonesia: Studi Empiris Generasi Z Nasikhatun Nafingah; Dinta Cahya Fatimah; Dijan Rahajuni; Oki Anggraeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10147

Abstract

Pesatnya perkembangan social commerce, khususnya TikTok Shop telah membuka peluang ekonomi baru melalui program afiliasi digital bagi Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program afiliasi TikTok dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan fokus studi pada Generasi Z di Purwokerto. Kajian ini mengintegrasikan berbagai sumber literatur ilmiah dan data resmi untuk mengidentifikasi peran afiliasi tiktok terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan studi empiris pada generasi z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan teknik wawancara kepada narasumber, yaitu beberapa orang yang aktif menjadi affiliate tiktok, dan/dengan mengumpulkan data langsung dari narasumber untuk menggali pengalaman nyata, pendapat, dan fenomena. Hasil penelitian menunjukan bahwa program tiktok affiliate memberikan peluang ekonomi bagi para generasi z. Narasumber mengungkapkan bahwa dengan adanya tiktok affiliate, mereka mampu mendapatkan sumber penghasilan tambahan. Selain penghasilan tambahan, aktivitas afiliasi juga membantu generasi z dalam meingkatkan keterampilan membuat konten kreatif, komunikasi digital, serta strategi pemasaran melalui media sosial. Kemudahan akses platform tiktok mampu mendorong minat para generasi muda, khususnya generasi z untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi digital tersebut. Melalui kegiatan pemasaran berbasis digital pada platform seperti TikTok Affiliate, Generasi Z berkesempatan memperoleh penghasilan mandiri yang berkontribusi pada penguatan ekonomi. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai kontribusi nyata aktivitas afiliasi digital terhadap pertumbuhan ekonomi digital, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kesimpulannya, program afiliasi bukan sekedar tren media sosial, melainkan instrumen strategis pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda di era digital.