Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Literasi Keuangan dalam Membentuk Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa Aktif Pendidikan Ekonomi UNSOED : Penelitian Ayu Julistyana Putri; Regita Cahyani; Dijan Rahajuni; Oki Anggraeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6797

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi generasi muda, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi keuangan dalam menentukan pola konsumsi mahasiswa aktif Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berlandaskan filsafat postpositivisme dengan wawancara mendalam sebagai instrumen utama. Informan dipilih melalui purposive sampling, yaitu mahasiswa yang telah menempuh Mata Kuliah Manajemen Keuangan dan Akuntansi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi keuangan diperoleh dari mata kuliah Manajemen Keuangan dan Akuntansi, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman teori dan perilaku konsumsi. Hubungan literasi keuangan dengan pola konsumsi dipengaruhi oleh pengendalian diri, emosi, serta pengaruh media sosial. Berdasarkan analisis, mahasiswa terbagi menjadi tiga tipe, yaitu Konsisten-Terstruktur, Sadar-Parsial, dan Paham-Belum-Terapkan.
ANALISIS FAKTOR KEMUDAHAN, MANFAAT, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI INSTRUMEN PEREKONOMIAN DIGITAL: ANALISIS FAKTOR KEMUDAHAN, MANFAAT, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI INSTRUMEN PEREKONOMIAN DIGITAL Dhisa Wanda Puspita; Aurelia Mutia Hatta; Dijan Rahajuni; Oki Anggraeni
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/jesa.v8i1.4407

Abstract

Di era yang serba cepat, semakin masifnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, menyelimuti berbagai kegiatan masyarakat, termasuk dalam sistem pembayaran pada proses transaksi. Menurut data yang dikumpulkan oleh Goodstat, jumlah pengguna dompet digital di Indonesia telah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun penerapan hal tersebut masih jarang dijumpai pada kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah dampak dari faktor kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, serta kepercayaan dalam penggunaan QRIS sebagai alat transaksi digital oleh generasi saat ini terutama pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, meliputi analisis deskriptif dan kausal, dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Untuk populasi menggunakan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, dengan teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling dan rumus slovin sehingga mendapatkan 126 mahasiswa sebagai sampel. Hasil penelitian merepresentasikan variabel kemudahan, manfaat, dan kepercayaan masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor utama dalam penerapan teknologi pada siswa dipengaruhi oleh persepsi fungsional dan psikologis.
Strategi Bertahan Gen Z Sebagai Tenaga Kerja Muda Terdidik Dalam Menghadapi Pengangguran Perspektif Human Capital Rifdah Hartiningtyas; Saskia Mayza Nashahu; Oki Anggraeni; Dijan Rahajuni
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9243

Abstract

Tingginya angka pengangguran terdidik di kalangan Generasi Z memiliki kaitan dengan modal manusia. Hasil data tinjauan penelitian ini menunjukan bahwa meskipun angka pengangguran makro nasional turun menjadi 4,76%, angkatan kerja muda menghadapi hambatan struktural berupa hyper-selection korporasi yang menuntut pengalaman tidak realistis serta horizontal mismatch yang tidak sejalan dengan teori Human Capital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner pertanyaan terbuka kepada responden Gen Z yang didominasi oleh lulusan strata satu (S1) dan sekolah menengah. Analisis data dilakukan secara naratif kualitatif dengan mereduksi data, menyajikan data hasil kuesioner terbuka, dan menarik kesimpulan yang dihubungkan dengan teori modal manusia. Kondisi lapangan pekerjaan saat ini dipandang sangat menantang dan kompetitif akibat adanya kesenjangan yang lebar antara kebijakan, kebutuhan pasar kerja, pendidikan dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Fenomena ini diperparah oleh standar rekrutmen perusahaan yang dinilai kurang realistis bagi lulusan baru. Krisis ekonomi, ketidakseimbangan struktur lapangan kerja, standar rekrutmen yang tinggi, serta pertumbuhan jumlah angkatan kerja baru yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja formal semakin mempersempit peluang pada penyerapan tenaga kerja muda terdidik. Strategi bertahan yang diimplementasikan meliputi upskilling dan reskilling dengan modal social networking untuk menembus jangkauan pasar kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi bertahan yang diadopsi oleh Gen Z sebagai tenaga kerja muda terdidik dalam menghadapi tantangan pengangguran, serta bagaimana mereka mengelola dan meningkatkan modal manusia mereka di tengah situasi pasar kerja yang kompetitif.
Differentiated learning: Implementation and challenges to student learning outcomes Elsa Puspasari; Oki Anggraeni
Soedirman Economics Education Journal Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/seej.v8i1.18414

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of differentiated learning on students' learning outcomes and identify the challenges faced in its implementation. The method used is quantitative experiment with pretest-posttest control group design. The research sample consisted of two classes at the junior secondary education level that were randomly selected. The experimental class was treated using differentiated learning with differentiated learning with problem based learning model, while the control class used conventional learning model. The research instruments were learning outcome tests and implementation challenge questionnaires filled out by teachers. Data analysis using t-test showed that there was a significant difference between student learning outcomes in the experimental and control classes (p < 0.05), indicating that differentiated learning is effective in improving student learning outcomes. However, questionnaire data shows that teachers face a number of challenges, such as time constraints, lack of training, and difficulties in grouping students based on learning needs. The findings provide important implications for education policy and practice in supporting the optimal implementation of differentiated learning.
Tinjauan Literatur Hubungan Tingkat Pendidikan dan Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Tengah Periode 2023–2024 kayla ramadhani; Adjani Putri Anelis; Oki Anggraeni; Dijan Rahajuni
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Mei - Agustus In Progress
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan pendapatan masih menjadi tantangan pembangunan di Provinsi Jawa Tengah meskipun indikator pendidikan menunjukkan tren peningkatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan ketimpangan pendapatan berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah 15 artikel ilmiah dan laporan statistik yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Literatur diperoleh melalui Google Scholar, Garuda, dan publikasi resmi Badan Pusat Statistik, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berperan dalam menurunkan ketimpangan pendapatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, dan akses terhadap pekerjaan formal. Namun, disparitas akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan menyebabkan manfaat pendidikan belum dirasakan secara merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerataan akses dan kualitas pendidikan merupakan faktor penting dalam upaya mengurangi ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan pembangunan pendidikan yang lebih inklusif.
The Role of Entrepreneurial Marketing and Digital Engagement on Innovative Work Behavior in Tourism MSMEs, Moderated by Social Media Algorithms Dinda Amalia Amalia; Willy Adi Cahya; Djeimy Kusnaman; Oki Anggraeni; Yulia Nur Hasanah
Jurnal Riset Ekonomi Manajemen (REKOMEN) Vol. 8 No. 2 (2025): REKOMEN (Riset Ekonomi dan Manajemen)
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rekomen.v8i2.2865

Abstract

This study investigates how entrepreneurial marketing and digital engagement influence innovative work behavior in Indonesian tourism MSMEs, while also examining the moderating role of social media algorithms. Drawing on the Resource-Based View, the study conceptualizes entrepreneurial marketing and digital engagement as critical intangible resources that potentially drive firm-level innovation. Employing Partial Least Squares Structural Equation Modeling with data from tourism MSMEs, the findings reveal that digital engagement significantly enhances innovative work behavior, whereas entrepreneurial marketing shows a marginally significant impact. Contrary to expectations, the moderating effects of social media algorithms were not statistically significant, indicating these external digital dynamics may not meaningfully shape the resource-innovation linkages. These insights extend theoretical discussions by emphasizing the differentiated contributions of internal capabilities and the limited moderating role of external algorithmic factors. Practically, the study highlights the necessity for MSME managers to invest in robust digital engagement strategies to cultivate innovation. Future research could explore additional moderating variables or adopt cross-industry perspectives to enrich the understanding of innovation dynamics in small enterprises. This research thus provides both theoretical and practical contributions, underscoring how internal digital competencies predominantly drive innovative behaviors within the context of Indonesia’s evolving tourism sector.