Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Literasi Keuangan dalam Membentuk Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa Aktif Pendidikan Ekonomi UNSOED : Penelitian Ayu Julistyana Putri; Regita Cahyani; Dijan Rahajuni; Oki Anggraeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6797

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi generasi muda, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi keuangan dalam menentukan pola konsumsi mahasiswa aktif Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berlandaskan filsafat postpositivisme dengan wawancara mendalam sebagai instrumen utama. Informan dipilih melalui purposive sampling, yaitu mahasiswa yang telah menempuh Mata Kuliah Manajemen Keuangan dan Akuntansi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi keuangan diperoleh dari mata kuliah Manajemen Keuangan dan Akuntansi, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman teori dan perilaku konsumsi. Hubungan literasi keuangan dengan pola konsumsi dipengaruhi oleh pengendalian diri, emosi, serta pengaruh media sosial. Berdasarkan analisis, mahasiswa terbagi menjadi tiga tipe, yaitu Konsisten-Terstruktur, Sadar-Parsial, dan Paham-Belum-Terapkan.
ANALISIS FAKTOR KEMUDAHAN, MANFAAT, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI INSTRUMEN PEREKONOMIAN DIGITAL: ANALISIS FAKTOR KEMUDAHAN, MANFAAT, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI INSTRUMEN PEREKONOMIAN DIGITAL Dhisa Wanda Puspita; Aurelia Mutia Hatta; Dijan Rahajuni; Oki Anggraeni
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/jesa.v8i1.4407

Abstract

Di era yang serba cepat, semakin masifnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, menyelimuti berbagai kegiatan masyarakat, termasuk dalam sistem pembayaran pada proses transaksi. Menurut data yang dikumpulkan oleh Goodstat, jumlah pengguna dompet digital di Indonesia telah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun penerapan hal tersebut masih jarang dijumpai pada kalangan mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah dampak dari faktor kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, serta kepercayaan dalam penggunaan QRIS sebagai alat transaksi digital oleh generasi saat ini terutama pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, meliputi analisis deskriptif dan kausal, dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Untuk populasi menggunakan mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, dengan teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling dan rumus slovin sehingga mendapatkan 126 mahasiswa sebagai sampel. Hasil penelitian merepresentasikan variabel kemudahan, manfaat, dan kepercayaan masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor utama dalam penerapan teknologi pada siswa dipengaruhi oleh persepsi fungsional dan psikologis.
Strategi Bertahan Gen Z Sebagai Tenaga Kerja Muda Terdidik Dalam Menghadapi Pengangguran Perspektif Human Capital Rifdah Hartiningtyas; Saskia Mayza Nashahu; Oki Anggraeni; Dijan Rahajuni
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9243

Abstract

Tingginya angka pengangguran terdidik di kalangan Generasi Z memiliki kaitan dengan modal manusia. Hasil data tinjauan penelitian ini menunjukan bahwa meskipun angka pengangguran makro nasional turun menjadi 4,76%, angkatan kerja muda menghadapi hambatan struktural berupa hyper-selection korporasi yang menuntut pengalaman tidak realistis serta horizontal mismatch yang tidak sejalan dengan teori Human Capital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner pertanyaan terbuka kepada responden Gen Z yang didominasi oleh lulusan strata satu (S1) dan sekolah menengah. Analisis data dilakukan secara naratif kualitatif dengan mereduksi data, menyajikan data hasil kuesioner terbuka, dan menarik kesimpulan yang dihubungkan dengan teori modal manusia. Kondisi lapangan pekerjaan saat ini dipandang sangat menantang dan kompetitif akibat adanya kesenjangan yang lebar antara kebijakan, kebutuhan pasar kerja, pendidikan dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Fenomena ini diperparah oleh standar rekrutmen perusahaan yang dinilai kurang realistis bagi lulusan baru. Krisis ekonomi, ketidakseimbangan struktur lapangan kerja, standar rekrutmen yang tinggi, serta pertumbuhan jumlah angkatan kerja baru yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja formal semakin mempersempit peluang pada penyerapan tenaga kerja muda terdidik. Strategi bertahan yang diimplementasikan meliputi upskilling dan reskilling dengan modal social networking untuk menembus jangkauan pasar kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi bertahan yang diadopsi oleh Gen Z sebagai tenaga kerja muda terdidik dalam menghadapi tantangan pengangguran, serta bagaimana mereka mengelola dan meningkatkan modal manusia mereka di tengah situasi pasar kerja yang kompetitif.