Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LEPTIN SEBAGAI INDIKATOR OBESITAS Aladhiana Cahyaningrum
Jurnal Kesehatan Prima Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Prima
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v9i1.58

Abstract

Abstract: Background: Obesity is a condition in which there is an excessive accumulation of body fat. Cases of obesity will continue to increase and an estimated 1.12 billion people in the world will be obese by 2030 (Meydani and Hasan, 2010; Der¬demezis et al., 2011). In Indonesia, the lifestyle changes that lead to Westernization causes changes in diet refers to a diet high in calories, fat and cholesterol that have an impact on the increased risk of obesity (Dir.Kes, 2009). Leptin is a protein derived from the 167 amino acids and the product of the obese gene (ob) with a molecular weight of 16 kDa that is synthesized mainly by adipose tissue. Leptin serves to regulate the metabolism of energy balance and body weight. In general, leptin plays a role in inhibiting hunger and increase energy metabolism. In individuals with large fat tissue contains more leptin than smaller fat tissue, whereas obesity is often found leptin resistance. Some researchers have found that higher leptin levels in obese people compared to people with normal weight (Considine, 1996). Circulating leptin levels in the blood of normal individuals known of 1-3 ng / mL, whereas circulating leptin levels in the blood of obese at 100 ng / mL (Hoda et al., 2012).
EFEK MINUMAN SERBUK HYTENSOL TERHADAP KADAR NA+, K +, CL- DAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POSBINDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAKRANEGARA KOTA MATARAM Aladhiana Cahyaningrum; I Nyoman Adiyasa; Yuli Laraeni; Nurul Inayati; Suhaema, Suhaema
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet rendah natrium dan tinggi kalium merupakan salah satu alternatif pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Hypertension solution (Hytensol) merupakan minuman serbuk yang menggabungkan 4 bahan pangan (pisang ambon, tomat, jagung dan tempe) yang mengandung tinggi kalium (1.388 mg) dan rendah natrium (15 mg) per 100 g bahan. Hal ini memberikan peluang minuman serbuk hytensol sebagai terapi untuk membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek minuman serbuk Hytensol terhadap kadar elektrolit Na+, K+, Cl- darah dan tekanan darah penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi yang memenuhi kriteria berjumlah 30 orang. Data tekanan darah sampel dikumpulkan menggunakan alat tensimeter digital, kadar elektrolit Na+, K+, Cl- melalui pemeriksaan laboratorium dengan pengambilan sampel darah, data konsumsi minuman serbuk hytensol dikumpulkan dengan cara food weighing. Sampel berusia antara 40-60 tahun, dengan jenis kelamin sebagian besar (80%) adalah perempuan. Sebagian besar sampel kelompok perlakuan (60%) dan sampel kelompok control (66,67%) termasuk dalam katogeri dengan onset penyakit < 12 bulan, sedangkan dari aktifitas Sebagian besar sampel kelompok perlakuan (80%) dan sampel kelompok control (66,7%) memiliki aktifitas ringan. Hasil pemeriksaan tekanan darah kelompok perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan terdapat perbedaan yang siginifikan (sistolik p = 0.001 < 0.05; diastolic p=0.021 < 0.05). Hasil pemeriksaan kadar elektrolit darah Na+, K+, Cl- pada kelompok perlakuan sebelum dan sesuadah perlakuan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p = >0,05). Minuman serbuk hytensol memberikan efek terhadap penurunan tekanan darah (sistolik dan diastolic) pada penderita hipertensi, namun tidak memberikan efek terhadap kadar elektrolit Na+, K+, Cl-, Darah.