Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Architectural Design and Development (JAD)

KRITERIA DALAM MENILAI LIVABILITAS PERMUKIMAN KUMUH PASCA PROGRAM UPGRADING BERBASIS STUDI LITERATUR DAN KONTEKS LOKAL: STUDI KASUS DI PULAU PENYENGAT KOTA TANJUNGPINANG Fikrian Rafika Dewi; Ardhya Nareswari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 1: June 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i1.10338

Abstract

Dinamika permukiman di Pulau Penyengat pasca program upgrading memunculkan pertanyaan sejauh mana kondisi permukiman saat ini mengarah pada tercipatanya permukiman layak huni, sehingga dapat berkontribusi pada keberlanjutan permukiman. Livabilitas permukiman dapat dilihat salah satunya melalui penilaian masyarakat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria-kriteria penilaian livabilitas permukiman kumuh pasca program upgrading berbasis studi literatur sistematis dan kontekstual lokal agar memberikan makna yang lebih relevan dan aplikatif. Metode analisis yang digunakan adalah melalui pendekatan kualitatif deskriptif yaitu memaparkan fakta-fakta menggunakan teori dan penjelasan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menghasilkan tiga kriteria dan dua puluh parameter yang dapat digunakan untuk menilai livabilitas di Pulau Penyengat. Penilaian ini diharapkan tidak hanya memberikan umpan balik terhadap program upgrading, tetapi juga memetakan aspek yang dinilai berhasil maupun yang perlu ditingkatkan yang dapat diimplementasikan untuk pengembangan permukiman Pulau Penyengat. Kriteria yang dirumuskan perlu diuji lebih lanjut di lapangan untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan membuka peluang untuk pengembangan apabila terdapat kriteria lain yang perlu ditambahkan. Penelitian selanjutnya disarankan dilakukan pada lokasi dengan karakteristik berbeda guna memperkaya pengetahuan livabilitas pada permukiman kumuh pasca upgrading di Indonesia.
METODE EVALUATIF DALAM PROGRAM UPGRADING PERMUKIMAN KUMUH DI INDONESIA Findara Illa Nursyifa; Ardhya Nareswari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 2: December 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i2.11234

Abstract

Various slum upgrading programs in Indonesia such as KIP, P2KKP, and KOTAKU have been implemented to improve environmental conditions and basic infrastructure. However, the outcomes of these programs show considerable variation, both in terms of physical achievements and their impact on community life. Several studies note that physical improvements are not always followed by behavioral changes or enhancements in residents’ quality of life. This highlights the need for evaluation approaches that assess not only physical aspects but also consider social, economic, and institutional dimensions comprehensively. This study aims to examine various evaluation methods used in previous studies on slum upgrading programs in Indonesia. A systematic literature review was conducted on 18 relevant academic articles, using the PRISMA approach for filtering and bibliographic visualization analysis through VOSviewer. These articles were analyzed based on the evaluation approach used, underlying principles and criteria, and the appropriateness of each method in relation to the location and timing of program implementation. The findings indicate four main types of evaluative approaches: (1) input-output or physical indicator-based, (2) outcome-based, (3) participatory, and (4) context-based. Each approach has its own focus, strengths, and limitations. To address the complex challenges in slum settlements, combining physical and social evaluation approaches is considered more relevant, especially in areas with unique characteristics. Flexible and context-sensitive evaluation methods are essential to ensure that upgrading programs truly benefit communities in the long term.