Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : aptek

Studi Pemodelan Pondasi Tiang Baja Tunggal Pada Tanah Lempung Terhadap Gaya Aksial (Studi Kasus Pondasi Baja Berbentuk Persegi): (Studi Kasus Pondasi Baja Berbentuk Persegi) Anton Ariyanto; Arie Syahruddin
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 02, Juli 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v12i2.340

Abstract

Pada setiap pembangunan suatu konstruksi dibutuhkan perencanaan struktur yang kuat, aman, dan nyaman. Salah satu bagian bangunan yang mendukung hal tersebut adalah pondasi. Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kapasitas tahanan maksimal tiang pancang tunggal akibat beban aksial pada kondisi fixed-end pile dari dua buah variasi pondasi tiang terpancang berbentuk persegi terhadap gaya aksial pada tanah lempung. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium yang dilakukan yaitu dengan uji pembebanan (load test) dengan pondasi tiang bentuk persegi ukuran sisi-sisinya 0,2 x 0,2 cm dan 0,3 x 0,3 cm, panjang terpancang 50 cm. Penambahan beban dilakukan setiap selang waktu 5 menit dan dihentikan jika tiang pancang sudah tidak mengalami penurunan. Data dianalisa menggunakan Interpretasi metode p-y curve. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung pondasi tiang bentuk persegi ukuran sisi-sisinya 0,2 x 0,2 cm dan 0,3 x 0,3 cm, diperoleh nilai Qult masing-masing sebesar 13,8 kg dan19,5 Kg.
Perbandingan Qult Terhadap Bentuk Pada Pondasi Dangkal Dengan Menggunakan Rib Pada Tanah Gambut Risma Linda; Anton Ariyanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 02, Juli 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v12i2.376

Abstract

Indonesia memiliki lahan gambut seluas 20 juta hektar dimana berada di empat pulau yaitu Pulau Sumatera (35%), Pulau Kalimantan (32%), Sulawesi (3%) dan Papua (30%). Tanah gambut di pulau sumatera khususnya di Propinsi Riau berjumlah sekitar 4,04 juta hektar atau sekitar 56,1% dari total keseluruhannya . Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan pemekaran daerah tidak mustahil pembangunan sampai ke lahan gambut yang selama ini dibiarkan atau di gunakan sebagai hutan bakau untuk pengendali abrasi pantai. Pondasi dangkal yang digunakan ada dua bentuk yang akan yaitu bentuk lingkaran dan segitiga untuk mendapatkan nilai yang terbaik dalam memperbaiki daya dukung tanah tampa menambah luas dari pondasi tersebut. Penambahan luas pondasi selain menambah biaya juga menambah tempat Dimana tinggi rib yang digunakan adalah 50% dari lebar masing masing jenis pondasi pondasi. Dimana daya dukung (Qult ) dihitung dengan menggunakan teori Hansen dan mayerhoff. Dari hasil penelitian didapat nilai Qult yang paling tinggi pada pondasi berbentuk lingkaran dengan penambahan rib 50% dengan menggunakan metode Hansen didapat nilai Qult 8,8388 Kg/cm3 dan yang terendah pada bentuk segitiga tampa ribsdengaan menggunakan metode mayerhoff yaitu 0.62 kg /cm3 Kata kunci: Tanah Gambut; Rib Pondasi,Pondasi lingkaran, pondasi segitiga
PENINGKATAN KEKUATAN MELALUI PENAMBAHAN CANGKANG SAWIT PADA BETON RINGAN STRUKTURAL SEBAGAI AGREGAT KASAR Arifal Hidayat; Anton Ariyanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 01, Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan limbah cangkang sawit 2 juta ton/tahun di propinsi Riau menjadi sumber potensial untukpembuatan beton ringan struktural ringan dan menjadi alternatif pengganti agregat kasar alami. Tujuan penelitianadalah mengetahui nilai kuat tekan beton rencana sebesar 21 MPa yang dihasilkan bila cangkang sawit digunakansebagai agregat kasar dalam bentuk silinder uji, selanjutnya diuji pada umur beton 7, 14, 21dan 28 hari.Berdasarkan hasil Pengujian kuat tekan terhadap beton ringan struktural dengan menggunakan cangkang sawitsebagai pengganti agregat kasar memperlihatkan bahwa kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari sebesar 14, 29 MPa,umur 14 hari sebesar 17,04 MPa, umur 21 hari sebesar 18,85 MPa, sedangkan kuat tekan maksimum pada umur 28hari rata-rata sebesar 20,79 MPa. Kuat tekan beton ringan yang dihasilkan secara keseluruhan sudah mendekatinilai kuat tekan beton rencana 21 MPa.
Kuat Tekan dan Absorbsi Mortar Geopolimer Abu Sawit Portland Composite Cement dengan Variasi Suhu Tinggi Harriad Akbar Syarif; Alfi Rahmi; Anton Ariyanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1606

Abstract

Penggunaan beton dan mortar yang semakin meningkat menuntut kekuatan material tersebut dalam serangan terhadap suhu tinggi. Beberapa upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat material agar tahan terhadap suhu tinggi diantaranya menggunakan bahan tambah sebagai pengganti semen. Penelitian ini bertujuan menganalisis campuran geopolimer abu sawit yang ditambahkan Portland Composite Cement (PCC) pada mortar. Penelitian diawali dengan pengujian karateristik material campuran seperti, abu sawit, pasir, PCC. Persentase PCC adalah 30% dari berat abu sawit. Sampel uji berukuran 5x5x5 cm dengan variasi pengujian terdiri dari 100°, 200°, 300°C. Jenis pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan dan absorbsi pada umur 28 hari. Setelah umur 28 hari, sampel dimasukkan ke dalam oven selama 3 jam dan kemudian diuji berdasarkan variasi sampel yang ditentukan. Dari hasil yang didapat, kuat tekan variasi suhu 200° memiliki kuat tekan tertinggi 17,5 MPa sedangkan variasi suhu 300° memiliki kuat tekan terendah 11,5 MPa. Pada pengujian absorbsi variasi suhu 300° memiliki nilai absorbsi terbesar 5,77%, sedangkan variasi suhu 200° memiliki absorbsi terkecil sebesar 2,28%. Dari data hasil pengujian dapat disimpulkan adanya pengaruh suhu pada mortar geopolimer. Pengaruh tersebut didasari dari jumlah kandungan Si dan Al pada ikatan CSH yang terdapat pada PCC. Paparan suhu tinggi banyak mengubah komposisi kimia dan struktur fisik dari Mortar dan menyebabkan penambahan pori pada mortar.
Pengaruh Karakteristik Pengemudi Terhadap Tingkat Keparahan Kecelakaan Pada Pengendara Sepeda Motor Di Bawah Umur Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Lumba; Anton Ariyanto; Alfirahmi; Rismalinda
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 02, Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i2.1845

Abstract

Jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia cenderung fluktuatif, namun jumlah korban kecelakaan pada tahun 2019 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dari 109.215 menjadi 116.411. Studi ini menekankan pada pengaruh karakteristik pengemudi terhadap tingkat keparahan kecelakaan pada pengendara sepeda motor di bawah umur pada masa pandemi covid-19. Pentingnya kajian ini adalah menyelesaikan tingginya tingkat keparahan kecelakaan di Indonesia yang mengacu pada Rencana Umum Nasional (RUNK) jalan 2011-2035, bahwa pada tahun 2035 tingkat kematian korban kecelakaan lalu lintas akan turun menjadi 80% dengan baseline pada tahun 2010 (RUNK jalan, 2011-2035)]. Kontribusi penelitian ini sebagai upaya awal yang komprehensif dengan memberikan referensi terkait penyebab tingkat keparahan kecelakaan pengendara sepeda motor di masa pandemi covid-19, sehingga memungkinkan bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan kebijakan dan program terkait keselamatan berkendara. pengendara sepeda motor
Design of Solar-Powered Integrated Aerator System for Optimization of Water Quality in Tilapia Fish Farming Ponds Heri Suripto; Anton Ariyanto; Al Muzafri; Ridwan Sinurat
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2273

Abstract

Kualitas air yang optimal memiliki peran penting dalam budidaya ikan nila di kolam. Tingkat oksigen terlarut menjadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan. Penelitian ini memfokuskan pada desain sistem aerator terintegrasi yang ditenagai surya untuk meningkatkan tingkat oksigenasi air dengan efisiensi energi tinggi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya listrik tradisional, menghasilkan dampak lingkungan yang lebih baik. Evaluasi kinerja aerator surya dan pemantauan kualitas air, seperti suhu, pH, dan tingkat oksigen terlarut, merupakan bagian integral dari penelitian ini. Hasil perancangan menunjukan untuk budidaya ikan nila sebanyak 100 ekor kebutuhan oksigen sebesar 4 gram O2 per jam dengan system aerator tenaga surya dengan kapasitas aerator 4 l/menit sebesar 80 wp dan baterai 12 x 20 ampere, scc 14 ampere inveter 500 watt
Analisis Pengaruh Filtrasi Terhadap Penurunan Kadar Logam Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Gambut Alfi Rahmi; Anton Ariyanto; Afriyandi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2275

Abstract

Air bersih dengan kuantitas dan kualitas yang cukup menjadi penting dalam menuju pembangunan berkelanjutan. Air gambut berwarna coklat tua sampai berwarna kehitaman, memiliki kadar organik yang tinggi dan bersifat asam. Air gambut juga memiliki kandungan logam pencemar didalamnya, seperti Fe dan Mn. Kandungan Fe dan Mn yang terlalu banyak didalam air akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Beberapa upaya sudah dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) air gambut, salah satunya dengan melakukan metode penyaringan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kualitas air gambut terhadap penurunan kadar Fe dan Mn dengan sistem filtrasi. Sistem filtrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode down flow dengan jumlah media filtrasi adalah multi media filter, dimana media filtrasi yang digunakan adalah kerikil, ijuk, arang kayu, dan pasir kuarsa Hasil penelitian didapat bahwa Metode penyaringan dapat menurunkan kadar Besi dan Kadar Mangan dari kadar Fe sebelum penyaringan adalah 0,739 mg/L setelah dilakukan penyaringan 5 kali menjadi 0,521 mg/L. Dan untuk kadar Mn dari sebelum dilakukan penyaringan kadar Mn adalah 0,042 mg/L menjadi <0,03 mg/L setelah dilakukan penyaringan 5 kali. Dan ini sudah memenuhi syarat kualitas air bersih berdasarkan standart baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air bersih
ANALISIS KARAKTERISTIK MATERIAL FRESH SOIL PADA WELLPAD PEMATANG RABA 25 C2 iswandi wandi; Anton Ariyanto; Pada Lumba
Aptek Vol. 18 No. 2 (2026): Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 18, No. 02, Juni 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v18i2.4630

Abstract

A B S T R A K Fresh soil merupakan material yang umum digunakan dalam pekerjaan konstruksi, termasuk pada pembangunan wellpad pemboran minyak bumi yang menerima beban statis dan dinamis secara berulang. Karakteristik sifat fisik dan mekanik tanah timbun sangat berpengaruh terhadap kestabilan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik material tanah timbun pada Wellpad Pematang Raba 25 C2. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium yang meliputi analisis gradasi butiran, batas Atterberg, klasifikasi tanah bersumber pada sistem USCS serta AASHTO, serta pengujian pemadatan untuk memperoleh nilai kepadatan kering maksimum serta kadar air optimum. Hasil penelitian mengunkapkan bahwa tanah timbun tergolong Poorly Graded Silty Sand (SM) dan A-2-4, dengan dominasi fraksi pasir sebesar 68,41% serta plastisitas rendah (PI 7,31%). Nilai kepadatan kering maksimum sebanyak 1,940 g/cm³ dan kadar air optimum 11,70%, sedangkan kadar air alami 17,20% melebihi batas toleransi pemadatan. Kata kunci : Karakteristik Tanah, Sifat Fisik Tanah, Sifat Mekanik Tanah, Tanah Timbun, Wellpad. A B S T R A C T Fresh soil is a material commonly used in construction work, including in the construction of petroleum drilling wellpads that receive repeated static and dynamic loads. The physical and mechanical characteristics of the embankment significantly affect the stability of the construction. This study aims to analyze the characteristics of the embankment material in the Pematang Raba 25 C2 Wellpad. The research method was carried out through laboratory testing which included grain gradation analysis, Atterberg limits, soil classification based on the USCS and AASHTO systems, and compaction testing to obtain maximum dry density and optimum water content. The results revealed that the embankment soil is classified as Poorly Graded Silty Sand (SM) and A-2-4, with a dominant sand fraction of 68.41% and low plasticity (PI 7.31%). The maximum dry density value was 1.940 g/cm³ and the optimum water content was 11.70%, while the natural water content of 17.20% exceeded the compaction tolerance limit. Keywords : Fill Soil, Soil Characteristics, Soil Mechanical Properties, Soil Physical Properties, Wellpad.
Analisis Perbandingan Biaya Konstruksi Jalan Aspal (Flexible Pavement) dengan Jalan Rigid (Rigid Pavement) Zainal Abbas; Anton Ariyanto; Pada Lumba
Aptek Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 18, No. 01, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan yang andal dan efisien merupakan kebutuhan utamauntuk menunjang konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi.Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan biaya konstruksi antaraperkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement) denganstudi kasus pada proyek peningkatan Jalan Lingkar Dalu-Dalu di Kabupaten RokanHulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melaluianalisis data Rencana Anggaran Biaya (RAB) aktual yang diperoleh dari DinasPekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hulu. Hasil analisismenunjukkan bahwa konstruksi jalan aspal sepanjang 500 meter dengan lebar 5 metermemerlukan biaya sebesar Rp. 2.744.629.604,46, sedangkan jalan beton dengandimensi yang sama membutuhkan biaya Rp. 3.117.185.197,77. Dengan demikian,perkerasan lentur lebih ekonomis sebesar Rp. 342.555.593,31 atau 10,99%dibandingkan perkerasan kaku
Analisis Nilai CBR Tanah Dasar (Subgrade) Pada Ruas Jalan Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba Eko Saputra; Rismalinda; Anton Ariyanto
Aptek Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 18, No. 01, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v18i1.3967

Abstract

Kualitas tanah dasar sangat menentukan tebal perkerasan yang dibutuhkan. Semakin besar daya dukung tanah, maka tebal perkerasan yang dibutuhkan semakin kecil, dan sebaliknya. Sehingga penelitian terhadap tanah dasar merupakan hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar (subgrade) berdasarkan hasil uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) serta menentukan daya dukung tanah (DDT) pada ruas Jalan Bangun Purba Timur Jaya. Data lapangan berupa penetrasi per pukulan DCP diolah menjadi nilai CBR menggunakan persamaan empiris berbentuk eksponensial. Nilai CBR selanjutnya digunakan untuk menghitung DDT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CBR subgrade segmen sebesar 11,49%, yang ekuivalen dengan daya dukung tanah sekitar 6,39 kg/cm². Kondisi ini menempatkan tanah dasar pada kategori sedang, sehingga diperlukan upaya perkuatan berupa penambahan ketebalan lapisan perkerasan atau stabilisasi tanah dasar.