Tony Winata
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SENEN SHOPPERTAINTMENT: PENGEMBALIAN IDENTITAS DAN POPULARITAS SENEN SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN JAKARTA Christabelle Graciella Irene; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.21713

Abstract

Senen has been degraded as a trading center, where Senen in the 80s was a trading center in Jakarta which was very developed, crowded, famous, and a destination for many people to shop for because of the completeness and diversity of its merchandise now decreased in popularity, became a slum area and lost its identity. Seeing these issues, the desain project aims to restore the identity and popularity of Senen as a trading center in Jakarta by using urban acupuncture and datascape, where the desain is planned through scientific data and research related to Senen, and current trends/phenomena by creating Senen Shoppertaintment, which is a combination of entertainment and shopping based on the current trade trend, namely live shopping, where digitally Senen, shops, and products can be marketed and sold, which is useful for attracting visitors to come to Senen with something new and interesting and liven back Senen as Jakarta's trading center. Keywords:  Senen; Shoppertaintment; Trading Center;  Urban Acupuncture Abstrak Kawasan Senen mengalami degradasi sebagai pusat perdagangan, dimana Senen pada tahun 80-an pernah menjadi pusat perdagangan di Jakarta yang sangat maju, ramai, terkenal dan dituju banyak orang untuk berbelanja karena kelengkapan dan keberagaman barang dagangannya. Namun demikian, saat ini kawasan Pasar Senen mengalami penurunan popularitas dan menjadi kawasan yang kumuh serta kehilangan identitasnya. Melihat isu tersebut, proyek perancangan bertujuan untuk mengembalikan identitas dan popularitas Senen sebagai pusat perdagangan Jakarta dengan menggunakan urban acupuncture dan datascape, dimana perancangan direncanakan melalui data dan penelitian ilmiah terkait kawasan Senen, dan tren/ fenomena saat ini dengan membuat sebuah proyek Senen Shoppertaintment yang merupakan gabungan antara hiburan dan shopping ditinjau dari tren dagang saat ini yaitu live shopping, dimana secara digital Senen, toko, dan produk bisa dipasarkan dan dijual, yang berguna untuk menarik pengunjung untuk datang ke Senen dengan sesuatu yang baru dan menarik serta menghidupkan kawasan Senen sebagai pusat perdagangan Jakarta kembali.
PERAN ARSITEKTUR EMPATI TERHADAP PETANI TAMBAK DAN MASYARAKAT DESA TANJUNG BURUNG Sugiharta Sugiharta; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24273

Abstract

Degradation and social inequality is one thing that very often occurs in every region, especially in districts. The degradation in question is the decline in the quality of a person in processing something. And social inequality that occurs due to differences economically and socially. Tanjung Bird has a wealth of marine products that are quite abundant, not only land fish from ponds such as milkfish, tilapia, shrimp, and so on. The location is close to the coast of Tanjung Burung and directly adjacent to the mouth of the Cisadane river. Therefore, making Tanjung Burung one of the places that produces marine and pond products which is well known for its abundant results. Over time and the development of the times, Tanjung Burung experienced a decline in terms of economic and social. The existence of land acquisition to be used as a place for real estate development, has an impact on the welfare of the people of Tanjung Burung village. Therefore, the designer designed a facility to provide a forum for the needs of fish farmers or fishermen and revive the activities of the people of Tanjung Burung village who experience social inequalities towards real estate development, one of which is by designing a Fish Market. It is hoped that with the construction of the Fish Market, it can improve the economy of the residents of Tanjung Burung village and can be utilized by the existence of real estate development so that it is mutually beneficial to one another. Keywords: degradation; empathy; social gap; Tanjung Burung; Fish Market Abstrak Degradasi dan kesenjangan sosial merupakan salah satu hal yang sangat sering terjadi disetiap wilayah, terutama daerah kabupaten. Degradasi yang dimaksud adalah kemenurunan kualitas seseorang dalam mengolah sesuatu. Dan kesenjangan sosial yang terjadi akibat adanya perbedaan secara ekonomi maupun secara sosial. Tanjung burung memiliki kekayaan hasil laut yang cukup melimpah, tidak hanya itu ikan darat dari hasil tambak seperti ikan bandeng, nila, udang, dan sebagainya. Lokasinya berdekatan dengan pesisir pantai Tanjung Burung dan berdekatan langsung dengan muara sungai Cisadane. Oleh sebab itu menjadikan Tanjung Burung sebagai salah satu tempat penghasil hasil laut dan tambak yang cukup dikenal dengan hasilnya yang melimpah. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, Tanjung Burung mengalami penurunan dari segi ekonomi dan sosial. Adanya pembebasan lahan untuk dijadikan tempat pembangunan real estate, berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa Tanjung Burung. Oleh karena itu perancang merancang sebuah Fasilitas untuk memberikan wadah terhadap kebutuhan petani atau nelayan ikan dan menghidupkan kembali kegiatan masyarakat warga desa Tanjung Burung yang mengalami kesenjangan sosial terhadap pembangunan real estate salah satunya dengan merancang Pasar Ikan. Berharap dengan adanya pembangunan Pasar Ikan, dapat meningkatkankan perekonomian warga desa Tanjung Burung dan dapat dimanfaatkan oleh adanya pembangunan real estate sehingga saling menguntungkan satu dengan yang lainnya.
PENERAPAN HEALING ARCHITECTURE PADA MASA PRE - POST PARTUM Victoria Virginia; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24274

Abstract

Birth is the most anticipated moment for a mother and her family. The numerous adjustments a mother goes through during pregnancy and even after childbirth can lead to anxiety and stress, which may result in psychological disorders such as baby blues and postpartum depression. The approach of healing architecture in maternity accommodations, both during the prepartum (before birth) and postpartum (after birth) periods, can have an impact on the psychological well-being of the mother and her family. How can the aspects of healing architecture be implemented in building design and programs designed to meet the needs of the mother and contribute to indirect recovery by providing a comfortable environment? Incorporating elements of nature in the building design creates a natural impression and contributes to the healing process for mothers during these crucial periods. Various activity programs will be provided in the maternity accommodations for mothers during the pre- and postpartum periods to maintain their physical and mental well-being through enjoyable activities. These activities include yoga, spa treatments, and workshops that enhance the mother's physical readiness for childbirth and postpartum recovery, as well as activities that promote mental well-being, such as therapy and hypnobirthing classes to prepare the mother mentally. Keywords: healing architecture; prepartum; postpartum Abstrak   Kelahiran adalah momen yang paling ditunggu bagi seorang ibu dan keluarga. Banyaknya proses penyesuaian ibu saat kehamilan bahkan sesudah kelahiran menimbulkan kecemasan hingga stress yang dapat berakhir pada gangguan psikologis seperti baby blues dan postpartum depression. Pendekatan healing architecture pada fasilitas penginapan ibu yang sedang berada di masa prepartum (sebelum kelahiran) dan postpartum (setelah kelahiran) dapat berpengaruh terhadap psikologis ibu dan keluarga. Bagaimana aspek - aspek healing architecture dapat diterapkan pada desain bangunan dan program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan ibu dapat menjadi pemulihan secara tidak lansung karena ibu berada pada lingkungan yang nyaman. Pendekatan alam pada elemen - elemen bangunan menimbulkan kesan natural dan menjadi healing bagi ibu yang berada pada masa - masa krusial. Pada penginapan untuk ibu pada masa pre - post partum akan disediakan berbagai program aktivitas yang dapat menjaga kondisi ibu pada masa tersebut baik secara fisik dan mental karena program yang menyenangkan. Diantaranya adalah aktivitas yoga, spa, dan aktivitas workshop yang dapat meningkatkan kesiapan fisik ibu dalam menghadapi kelahiran maupun pemulihan fisik pasca melahirkan hingga aktivitas bagi mental ibu seperti terapi dan kelas hypnobirthing yang menyiapkan ibu secara mental.
WISATA BAHARI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN CISOLOK- PELABUHANRATU Jessica Jessica; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24275

Abstract

Cisolok is part of Pelabuhanratu Bay which is now part of UNESCO, where UNESCO wants to make Pelabuhanratu Bay a wonderful Indonesia-based tourism zone called Ciletuh-Geopark. Meanwhile, Tourism Development in the Pelabuhanratu Bay area is being designed in such a way that Pelabuhanratu has a tourist area development. This resulted in an idea for the development of marine tourism, especially in Cisolok. This marine tourism arises as a result of fishermen on the Cisolok coast who experience difficulties in carrying out their work and make their economic and social value decrease every year. Besides that, there are also several designs that failed, such as lobster cultivation to the construction of the cisolok dock. If this phenomenon is carried out further, it will make it more difficult for local fishermen to live their lives, especially in terms of social and economy. Even though the potential for fish and nature that they produce is quite a lot, with their beautiful geographical conditions, they can also be used as a place and identity for their region. So that one of the architectural solutions that can overcome this phenomenon is to change the development of the local area by providing advice and supporting infrastructure for fishermen, especially the Cisolok Pelabuhan Ratu fishermen so that local fishermen get supporting facilities both as a convenience for them to work and provide them with opportunities to attract the wider community to local fishermen through docks, tourist attractions, and fish markets. In this discussion, a marine tourism plan in the form of water and aquariums is designed to provide welfare for fishermen and the Cisolok Pelabuhan Ratu community without changing their living habits every day. Keywords:  Cisolok; fisherman; life; Pelabuhanratu; tourism Abstrak Cisolok merupakan bagian dari Teluk Pelabuhanratu yang sekarang menjadi bagian dari UNESCO, dimana UNESCO ini ingin menjadikan Teluk Pelabuhanratu menjadi zona wisata berbasis wonderful Indonesia yang bernamakan Ciletuh-Geopark. Sementara itu, Pengembangan Pariwisata pada daerah Teluk Pelabuhanratu ini sedang dirancang sedemikan rupa agar Pelabuhanratu memiliki pengembangan daerah wisata. Hal ini mengakibatkan, adanya ide untuk pengembangan wisata bahari khususnya di Cisolok. Wisata bahari ini muncul akibat para nelayan di pesisir pantai Cisolok yang mengalami kesulitan dalam menjalankan pekerjaan mereka dan membuat nilai ekonomi dan sosial mereka menurun setiap tahunnya. Selain itu ada juga berapa perancangan yang gagal dilakukan seperti budidaya lobster hingga pembuatan dermaga cisolok. Fenomena ini jika dilaksanakan lebih lanjut akan membuat para nelayan setempat makin kesulitan dalam menjalani hidup terutama dalam segi sosial dan ekonomi. Padahal potensi ikan dan alam yang mereka hasilkan cukup banyak dengan kondisi geografis mereka yang indah juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat dan identitas wilayah mereka. Sehingga salah satu solusi arsitektur yang dapat menanggulangi fenomena tersebut adalah merubah pengembangan wilayah setempat dengan memberikan saran dan prasarana penunjang bagi nelayan khususnya nelayan Cisolok Pelabuhan ratu ini agar nelayan setempat mendapatkan fasilitas penunjang baik sebagai kemudahan mereka dalam bekerja maupun memberikan mereka peluang daya tarik kepada masyarakat luas terhadap nelayan setempat melalui dermaga, tempat wisata, maupun pasar ikan. Pada pembahasan kali ini, sebuah perencanaan wisata bahari dalam bentuk air dan akuarium yang dirancang guna memberikan kesejahteraan bagi nelayan dan masayarakat Cisolok Pelabuhan Ratu tanpa merubah kebiasaan hidup mereka tiap harinya.