Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU AKTIVASI TERHADAP KARAKTERISTIK KARBON AKTIF AMPAS TEBU DAN FUNGSINYA SEBAGAI ADSORBEN PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM Indah Nurhayati; Joko Sutrisno; Mochamad Sofyan Zainudin
WAKTU Vol 16 No 1 (2018): -
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i1.1491

Abstract

Ampas tebu berpotensi sebagai bahan baku karbon aktif karena mempunyai kadar karbon yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh konsentrasi natrium klorida, dan waktu aktivasi terhadap kualitas karbon aktif ampas tebu dan mengkaji efektifitas karbon aktif ampas tebu sebagai adsorben perak, krom, dan total dissolved solid air limbah laboratorium Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Variabel penelitian adalah konsentrasi natrium klorida 10%, 12,5% dan 15 %, lama perendaman 12 jam, 18 jam dan 24 jam. Proses adsobsi dilakukan secara kontinyu dengan debit 140ml/menit selama 120 menit, analisis sampel dilakukan setiap 15 menit. Hasil dari penelitian ini adalah aktivasi karbon aktif ampas tebu menggunakan larutan natrium klorida 10% selama 12 jam menghasilkan karbon aktif dengan karakteristik daya serap I2 sebesar 46%, kadar air 1%, dan kadar abu 7%, dan sudah sesuai SNI 06-3730-1995, sedangkan untuk kadar zat yang menguap belum sesuai SNI 06-3730-1995. Selama waktu adsobsi 2 jam karbon aktif ampas tebu, efisiensi penurunan terbaik krom pada menit ke 15 sebesar 8% dan total dissolved solid sebesar 31% sedangkan penurunan perak paling tinggi pada menit ke 75 sebesar 24%. Karakteristik air limbah laboratorium setelah diadsobsi menggunakan karbon aktif ampas tebu, adalah kadar perak 0,71 mg/L, krom 1,12 mg/L, total dissolved solid 15.400 mg/L dan pH 1,52, sehingga air limbah belum memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014.
Pengaruh Tanaman Bintang Air (Cyperus Papyrus) Dan Bambu Air (Equisetum Hyemale) Dalam Mengolah Limbah Domestik Muhammad Al Kholif; Syahrul Hidayat; Joko Sutrisno; Suning Suning
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v5i1.1596

Abstract

One of the technologies that will be used to overcome the problem of environmental pollution due to the generation of greywater is by applying Constructed Wetlands using aquatic plants. Aquatic plants that will be used in this study are using Bintang Air (Cyperus papyrus) and Bambu Air (Equisetum hyemale) plants. The purpose of this study was to determine the effectiveness of decreasing BOD5 and COD parameters and comparing the ability of each plant to absorb pollutants in greywater. The results showed that the Bintang Air (Cyperus papyrus) plant was able to set aside BOD5 levels of 97.14% while the efficiency of COD levels was 95.43%. At Bambu Air (Equisetum hyemale) it is able to set aside BOD5 levels by 90.34% while efficiency for COD is 89.67%. When viewed from the ability of the two types of plants to absorb pollutants in domestic wastewater, the Bintang Air (Cyperus papyrus) plant is superior in absorbing pollutants than the Bambu Air (Equisetum hyemale) plant.
Pengaruh Elektrokoagulasi pada Penurunan Kadar BOD, COD, dan Amonia untuk Mengolah Limbah Cair Industri Pembekuan Udang (Cold Storage) Sugito Sugito; Muhammad Al Kholif; Yolanda Ayu Ning Tyas; Joko Sutrisno
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jal.v13i1.20691

Abstract

Elektrokoagulasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif penanganan air limbah pada industri pembekuan udang. Limbah cair pada industri udang berasal dari proses berbahan dasar udang dimana dalam limbah cair tersebut mengandung zat organik yang berbahaya diantaranya mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan sulfur (S). Proses eletrokoagulasi merupakan adaptasi dari proses elektrokimia dan proses koagulasi - flokulasi yang digabungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak plat elektroda, besarnya tegangan dan waktu kontak dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan amonia sebelum dan sesudah diolah dengan proses elektrokoagulasi. Variabel penelitian ini menggunakan yaitu variasi tegangan 15, 18, dan 24 volt, variasi waktu proses adalah 90, 120 dan 180 menit dan perbedaan jarak plat elektroda yaitu 2 cm dan 4 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa elektrokoagulasi mampu menurunkan kadar BOD, COD dan amonia pada limbah cold storage dengan hasil terbaik diperoleh pada variabel tegangan 24 volt dan waktu proses 180 menit menggunakan jarak elektroda 2 cm. Variasi besarnya tegangan dan perbedaan waktu proses berpengaruh terhadap penurunan kadar BOD, COD dan amonia sedangkan jarak elektroda berpengaruh pada kecepatan transfer elektron selama proses elektrokoagulasi.
MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA BEGAGANLIMO KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO Indah Nurhayati; Dwi Febrioko; Sugito; Joko Sutrisno
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no01.a5398

Abstract

Desa Begaganlimo Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu desa yang memiliki potensi bencana alam tanah longsor. Untuk mengurangi resiko dan dampak bencana maka perlu dilakukan mitigasi bencana. Tujuan kegiatan KKN-PPM adalah melakukan mitigasi, sosialisasi, membentuk tim tanggap darurat bencana dan penghijauan. Metoda yang digunakan mahasiswa KKN-PPM dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah survey lokasi, pembuatan peta mitigasi, sosialisasi mitigasi, pembentukan tim tanggap darurat, pembuatan dan pemasangan jalur evakuasi, penghijauan dan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan KKN-PPM ini adalah masyarakat mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya mitigasi bencana untuk daerah yang memiliki potensi bencana serta mencegah terjadinya bencana, masyarakat dapat mengetahui daerah yang memiliki potensi bencana dan jalur evakuasi serta terbentuknya tim tanggap darurat sebagai upaya mengurangi dampak serta resiko bencana yang ditimbulkan, masyarakat terpicu dan munculnya rasa kepedulian dan solideritas masyarakat Desa Begaganlimo sehingga menjadi desa yang tangguh bencana.
THE EFFECT OF ROTOR ROTATION SPEED ON DECREASED LABORATORY LIQUID WASTE POLLUTING PARAMETERS Muhammad Al Kholif; Joko Sutrisno; Indah Nurhayati; Retno Setianingrum
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 5, NUMBER 1, OCTOBER 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.54 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i1.10572

Abstract

aboratory wastewater is produced through laboratory activities. Laboratory wastewater can have a large impact on the environment if it is not processed before being discharged into the water body. Laboratory waste treatment can be carried out using suspended growth technology to reduce pollutant loads, especially Biological Oxygen Demand (BOD5) and Chemical Oxygen Demand (COD). Aims: This study aims to treat wastewater produced by the activity of laboratory using suspended growth technology. Methodology and Results: This research was conducted by finding the most efficient rotor rotation in degrading the load of BOD5 and COD pollutants. The reactor used is a Mixed Flow Reactor type reactor made of acrylic material with a thickness of 5.5 mm. The reactor is arranged into three series with the same sampling time and different rotor turns that expressed in rotors per minute (rpm). The reactor series consists of Reactor I with 50 rpm rotor rotation speed, 100 rpm Reactor II and 150 rpm Reactor III. Processing is carried out using 8 hours of detention time and variation of sampling time every 8 hours. Conclusion, significant and impact study: From the results of the study obtained the highest level of effectiveness of reducing pollutant load on processing using 150 rpm rotor rotation and 40 hours sampling time which is 94.6% for BOD5 parameters and 94.4% for COD parameters.