Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Teknologi Produksi dan Keuangan Pada Pengerajin Bambu di Kabupaten Jember Sumadi Sumadi; Didiek Hermanuadi; Rediyanto Putra
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.1663

Abstract

Program pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan skema pengabdian desiminasi Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk anggaran tahun 2019. Program pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan produksi dan tata kelola keuangan yang ada di KUB Andrika Jaya dan KUB Ida Jaya. Kedua mitra yang ada pada program pengabdian ini merupakan usaha pengerajin bambu yang berasal dari Jember. Metode pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei, perbaikan kualitas bahan baku, dan program pelatihan. Program pengabdian ini telah menghasilkan peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan produksi yang dihasilkan dari penerapan teknologi mesin produksi yang meliputi yaitu mesin, pengering, mesin sender, dan mesin pemotong bambu. Selain itu, program pengabdian ini juga telah menghasilkan program aplikasi keuangan sederhana berbasis excel dan penerapan aplikasi akuntansi berbasis android. Mitra berharap agar kegiatan pengabdian ini dapat berjalan secara kontinu agar dapat menciptakan keberlanjutan perkembangan pada usaha yang telah dijalankan.
Karakteristik Tepung Ikan Lemuru Dengan Variasi Perlakuan Pendahuluan Rafika Aisyah Ananda; Didiek Hermanuadi; Aulia Brilliantina; Elok Kurnia Novita Sari; Syamsiar Kautsar; Putu Tessa Fadila
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.593 KB) | DOI: 10.25047/jofe.v1i1.3083

Abstract

A study has been conducted to utilize lemuru fish into fish meal products. This study aims to determine the appropriate processing method for the manufacture of lemuru fish meal products and to determine the physicochemical characteristics of lemuru fish meal. Lemuru fish are processed into fish meal with three different processing treatments, namely boiling, pressure steaming, and using temperature of 50˚C and 60˚C in each processing. The fish meal obtained was analyzed with parameters of water content, ash content, fat content, protein content and degree of whiteness according to the Indonesian National Standard SNI 01-2715-1996. The result of this study indicate that the best results from lemuru fish meal in the analysis of water content are boiling treatment with mabu 60˚C (5,24%), ash content of 50˚C temperature treatment (3,99%), protein content of 60˚C boiling treatment (49,41%), the fat content of the sub-boiling treatment was 60˚C (7%), and the degree of whiteness of the presto treatment been carried out is the boiling treatment using a temperature of 60˚C.
Analisis QFD (Quality Funtion Deployment) untuk Perbaikan Kualitas Roti Kacang Karamel di PT. Citra Kendedes Boga, Malang Holifah Islamiyati; Didiek Hermanuadi
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 2 No. 3 (2023): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v2i3.4080

Abstract

Roti merupakan makanana olahan berbahan dasar tepung terigu yang dianggap praktis dan mengenyangkan. Semakin tingginya peminat roti mengakibatkan produsen harus mempersiapkan diri dengan persaingan bisnis. PT.Citra Kendedes Boga merupakan unit usaha yang memproduksi berbagai jenis roti salah satunya roti kacang karamel. Penurunan penjualan tiap bulannya mengharuskan produsen mengembangkan produknya dengan baik.agar dapat selalu bersaing di pasaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keinginan dan kebutuhan konsumen, menganalisis atribut mutu yang dikembangkan dan mengetahui respon teknis yang perlu diperbaiki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan atribut mutu yang diinginkan konsumen meliputi tampilan, rasa, aroma, tekstur, isian dan topping, warna, harga, kemasan, dan promosi. Atribut yang menjadi prioritas perbaikan adalah atribut tekstur, dan harga. Atribut respon teknis yang mengalami perbaikan adalah pengovenan, suhu pengovenan dan komposisi.
Analisis QFD Untuk Perbaikan Produk Bluder Cup Coklat Di Ray Bread Boutique Kota Malang Almira Alvinia Dwianti Putri; Didiek Hermanuadi
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 2 No. 4 (2023): October
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v2i4.4071

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merumuskan atrbut mutu yang sesuai dengan kaeinginan konsumen, merumuskan atribut mutu yang harus diperbaiki, dan mengukur produk produsen terhadap pesaing. Produk utama adalah Bluder Cup Ray Bread Boutique yang dibandingkan dengan 2 kompetitor produk sejenis yaitu Larisindo dan New York Bakery. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dan House Of Quality (HOQ) sebagai alat untuk mendukung penggunaan metode QFD. Diperoleh atribut-atribut yang menjadi prioritas dalam perbaikan produk yaitu tampilan, rasa, aroma, tekstur, isian topping, warna harga, kemasan, kemudahan memperoleh produk, dan promosi. Berdasarkan hasil respon teknis tertinggi dengan nilai 6,304 yaitu durasi pengovenan dan suhu pengovenan memiliki pengaruh besar terhadap atribut mutu.
Optimasi Proses Pembuatan MOCAF dengan Metode Taguchi Fathur Rizky; Didiek Hermanuadi
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v1i1.4062

Abstract

MOCAF or modified cassava flour, is one of the starch products that can be used for food products. The research method used was Taguchi experimental design to determine the optimum conditions by varying the factors in the process of making MOCAF. The analysis used was the signal-to-noise ratio proposed by Taguchi. The design of the Taguchi parameters used was an Orthogonal Array with 3 levels and 3 factors. Factors included the fermentation time of 12 hours, 18 hours, and 24 hours, then the H2O2 concentration varied by 1%, 5%, and 10%, and exposure to UV-C for 0 minutes, 5 minutes, and 10 minutes. Parameters observed were moisture content, ash content, fat content, swelling power, WHC, amylose, amylopectin, baking expansion, and brightness. It can be concluded that the optimum formulation for MOCAF based on data analysis and SNR graphics is the Baking Expansion parameter with 24 hours of fermentation, 10% H2O2 concentration, and 5 minutes of UV-C exposure.
Analisis Faktor Penyebab Kecacatan Proses Pengeringan Teh Hijau Menggunakan Metode Six Sigma dan FMEA di PT. Candi Loka Tutut Vita Nuraini; Didiek Hermanuadi
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v1i1.4064

Abstract

The drying process is a process carried out to reduce the moisture content of green tea leaves, and to reduce the presence of microbial growth and enzyme activity. Final drying uses a Ball Tea machine at PT. Candi Loka. The purpose of this research is determine the value of the sigma level in the green tea drying process, determine the factors can affect defects, and identify ways to reduce or minimize the occurrence of defects in the green tea drying process at PT Candi Loka. This research uses Six Sigma and FMEA methods with DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) stages used to improve the quality of the green tea drying process at PT Candi Loka to minimize defects that occur. The results of the calculation of DPMO and the sigma value obtained are the overall process DPMO value of 3.1 sigma value. Based on the fishbone diagram, the factors that affect defects are human factors, machine factors, and material factors. Based on the analysis using the FMEA method, it is known that the highest RPN value in the failure mode is 48, and the failure mode of performance decreases by 36.