Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PREDIKASI VERBA DERIVATIF BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA (Kajian Tipologi Linguistik) Lien Darlina; I Made Budiasa
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3 (2015): November 2015
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.27 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui predikasi derivatif Bahasa Jepang (BJp) dan Bahasa Indonesia (BI). Metode yang digunakan adalah analisis teks secara kualitatif dengan menggunakan program komputer Korpus. Hasil analisis menunjukkan bahwa dilihat dari perspektif linguistik tipologi, bentuk dasar verba derivatif BJp bisa dari Adjektiva (keiyoushi) dan Verba Nomina, sedangkan untuk BI bisa dari Adjektiva, Nomina dan Prekatagorial. Afiks derivatif BJp yang bisa bergabung dengan Adjektiva (keiyoushi), yakni: -める, -まる, -がる, -む, dan untuk BI mem-, ber-, ter-, ke-an, ber-an, ber-kan, per-, -kan, per-i, dan –i. Afiks BJp yang bisa bergabung dengan Nomina -する, sedangkan untuk BI yaitu mem-, ber-, ter-, ke-an, ber-an, ber-kan, per-, -i, per-i, per-kan. Afiks BI yang bisa bergabung dengan bentuk dasar prekatagorial yaitu mem-, ter-, ber-, ber-an, -i,-kan. Dalam BJp Afiks –める, -む,-するmembentuk Verba Derivatif Transitif, sedangkan afiks : -まる, -がる,-するmembentuk Verba Derivatif Intransitif, untuk BI afiks per-, -i, per-i, per-kan membentuk verba derivatif Transitif, dan mem-, ber-, ter-, ke-an, ber-an, dan ber-kan membentuk verba derivatif Intransitif.
Applying Green Hotel to Enhance Service Quality of The Front Office Staff at Mercure Bali Legian Ni Kadek Putri Wulandari; Nyoman Mastiani Nadra; Ni Ketut Bagiastuti; I Ketut Astawa; I Made Budiasa
International Journal of Travel, Hospitality and Events Vol. 2 No. 2 (2023): International Journal of Travel, Hospitality and Events
Publisher : The Postgraduate School of Tourism Sahid Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/ijothe.v2i2.254

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the application of green hotels to improve the service quality of front office staff at Mercure Bali Legian and to identify indicators that need to be improved and maintained in the service quality of front office staff at the hotel. Research methods: The sample selection is 65 respondents and three ants, and the sampling is done by incidental sampling technique. A questionnaire is distributed to respondents. The analyticamethodue used in this research is descriptive qualitative analysis to determine the application of green hotels at Mercure Bali Legian and dynamic quantity analysis, namely imporimportance-performanceysis (IPA) yous, se d to classify service quality indicators that need to be improved and maintained into Cartesian diagram. Results and discussion: The application of green hotels has been maximally implemented by the front office staff at Mercure Bali Legian. The results of this study indicate that two indicators need to be improved in the quality of service, namely the indicator of handling guest complaints quickly and well and the indicator of staff providing information abouassistancees with environmentally friendly actions that are easy for guests to understand. Implication: There are five indicators that the front office staffs need to maintain the quality of service, namely the hotel lobby indicator is clean and smoke-free, supports the environmentally friendly concept during the check-in process by minimizing the use of paper, the staffs inform the hotel facilities including energy-saving facilities in the hotel, giving welcome drink using drinks from local products, and front office staffs providing information about the cashless program   Keywords: green hotel, front office, quality of service, importance-performance analysis.
Pendampingan Pengembangan Potensi Wisata dan Pelatihan Digital Marketing di Desa Aan, Klungkung Muhamad Nova; Sang Nyoman Bagus Satya Wira; I Made Budiasa; I Nyoman Meirejeki
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6732

Abstract

Desa Aan merupakan salah satu desa yang dinobatkan sebagai desa wisata di Kabupaten Klungkung, Bali. Namun, minimnya pengetahuan pihak desa dan pokdarwis terkait pengelolaan desa wisata, khususnya dalam pemetaan dan penyusunan paket wisata yang dapat menarik wisatawan, dan penggunaan media teknologi dalam penyebaran informasi terkait destinasi-destinasi wisata di desa Aan juga belum optimal menjadi kendala utama yang dihadapi oleh perangkat desa Aan dalam mengembangkan desa wisata. Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali, menawarkan dua solusi aplikatif yaitu (1) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola desa wisata Aan dalam pengembangan potensi wisata desa Aan, dan penyusunan paket wisata Desa Aan, dan (2) memberikan pelatihan digital marketing kepada para pengelola destinasi wisata di Desa Aan, khususnya penggunaan website dan media sosial. Dua solusi tersebut telah berhasil diaplikasikan dan menghasilkan rerata tingkat kepuasan mitra yang tinggi; dalam aspek persiapan sebesar sangat puas, dalam aspek pelaksanaan sebesar sangat puas, dalam aspek evaluasi sebesar puas. Hal ini menunjukkan tingkat kesesuaian antara masalah yang dihadapi oleh mitra dengan solusi yang diaplikasikan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pendampingan Pengembangan Potensi Wisata dan Pelatihan Digital Marketing di Desa Aan, Klungkung Muhamad Nova; Sang Nyoman Bagus Satya Wira; I Made Budiasa; I Nyoman Meirejeki
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6732

Abstract

Desa Aan merupakan salah satu desa yang dinobatkan sebagai desa wisata di Kabupaten Klungkung, Bali. Namun, minimnya pengetahuan pihak desa dan pokdarwis terkait pengelolaan desa wisata, khususnya dalam pemetaan dan penyusunan paket wisata yang dapat menarik wisatawan, dan penggunaan media teknologi dalam penyebaran informasi terkait destinasi-destinasi wisata di desa Aan juga belum optimal menjadi kendala utama yang dihadapi oleh perangkat desa Aan dalam mengembangkan desa wisata. Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali, menawarkan dua solusi aplikatif yaitu (1) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola desa wisata Aan dalam pengembangan potensi wisata desa Aan, dan penyusunan paket wisata Desa Aan, dan (2) memberikan pelatihan digital marketing kepada para pengelola destinasi wisata di Desa Aan, khususnya penggunaan website dan media sosial. Dua solusi tersebut telah berhasil diaplikasikan dan menghasilkan rerata tingkat kepuasan mitra yang tinggi; dalam aspek persiapan sebesar sangat puas, dalam aspek pelaksanaan sebesar sangat puas, dalam aspek evaluasi sebesar puas. Hal ini menunjukkan tingkat kesesuaian antara masalah yang dihadapi oleh mitra dengan solusi yang diaplikasikan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi Akademisi, Pokdarwis, dan Komunitas Pecinta Sungai dalam Pemetaan Potensi Wisata Tukad Lilaulangun Muhamad Nova; I Made Budiasa; I Wayan Basi Arjana; Cokorda Istri Sri Widhari
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i2.638

Abstract

Kesiman Village has an urban tourism potential that can attract visitors to enjoy recreational activities with their families. This tourism potential is located at Tukad Lilaulangun Kebonkori, situated behind the Kebonkuri Lukluk community hall (balai banjar). Tukad Lilaulangun is currently being developed as a regional icon by the Kesiman Village administration. However, based on initial observations and preliminary interviews, it was identified that Tukad Lilaulangun does not yet have a fixed agenda or tourism attractions that can draw both local and international tourists to visit. On the other hand, community education regarding the importance of maintaining river cleanliness and sustainability remains insufficient. Therefore, technological integration is needed to deliver environmental campaigns effectively to people across generations. In response to these challenges, the Department of Tourism at Bali State Polytechnic contributed through a community service program aimed at mapping the area’s tourism potential. This program was carried out in several stages, including socialization, digital marketing training, tourism potential mapping, and focus group discussions. The methods applied involved outreach activities, face-to-face material delivery, and direct practical implementation. Three activities were successfully conducted, resulting in an average partner satisfaction score of 3.22 (satisfied) in the preparation stage, 3.30 (very satisfied) during implementation, and 3.21 (satisfied) in the evaluation stage. These results indicate a strong alignment between the partner’s challenges and the solutions that have been implemented.