Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Rumah Tahan Gempa Berbasis Komunitas Di Kabupaten Lombok Utara Fedya Diajeng Aryani; Lalu Marzuandi; Hilmiyatun Hilmiyatun; Linda Feni Haryati; Arif Widodo
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 2 No. 1 (2022): Dedikasi Sains dan Teknologi : Volume 2 Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v2i1.1461

Abstract

Kabupaten Lombok Utara secara geografis termasuk dalam kawasan rawan bencana, salah satunya adalah gempa bumi. Gempa yang terjadi pada tahun 2018 di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara disebabkan oleh Sesar Naik Flores atau Flores Back Arc Thrust. Dampak dari gempa besar tersebut adalah banyak rumah warga yang rusak berat. Salah satu penyebab terjadinya kerusakan hebat pada saat gempa adalah tidak terpenuhinya kaidah teknis bangunan, seperti lemahnya sambungan struktur dan kualitas bangunan yang rendah. Kerusakan lebih banyak disebabkan karena pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat tidak sesuai dengan kaidah pembangunan rumah yang layak, penggunaan kolom, balok dan ring balok tidak sesuai dengan standar teknis dan bahkan ada rumah yang dibuat tidak menggunakan pembesian. Membangun kembali kawasan pascabencana tidaklah mudah. Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan dengan perhitungan dan perencanaan yang matang. Selain dua hal tersebut, aspek terpenting yang harus diperhitungkan adalah keterlibatan warga yang menjadi korban bencana, maka dari itu masyarakat harus dilibatkan dalam proses pembangunan kembali pemukiman berbasis komunitas yang berorientasi pada pengurangan resiko bencana. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan pendampingan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah tahan gempa berbasis komunitas. Kelompok masyarakat yang telah terbentuk diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan cara pembangunan rumah tahan gempa. Perencanaan dan pelaksanaan perbaikan rumah korban bencana harus mengacu peta potensi gempa dikemudian hari, oleh karena itu standar kekuatan bangunan harus dipahami oleh masyarakat sesuai dengan standar teknis Kementrian PUPR. Dengan adanya pendampingan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merekonstruksi bangunan rumah yang rusak akibat gempa sesuai standar kekuatan bangunan sehingga jika terjadi bencana/kejadian serupa dapat meminimalkan jumlah korban
Pelatihan Penerapan Sistem Informasi Manajemen untuk Usaha Mikro di Desa Lendang Nangka Nadia Adawi Hidayatunnisa; Lalu Marzuandi; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/59gapz12

Abstract

UMKM di Desa Lendang Nangka memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian lokal, namun banyak di antaranya yang menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, terutama terkait dengan manajemen keuangan dan penggunaan teknologi. Minimnya pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi dalam manajemen usaha menghambat efisiensi dan daya saing mereka di pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan UMKM melalui pelatihan penerapan sistem informasi manajemen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari dua tahap, yaitu pelatihan dan pendampingan. Pada tahap pelatihan, peserta diajarkan mengenai pentingnya sistem informasi manajemen dan diberikan pengenalan serta simulasi penggunaan aplikasi manajemen keuangan sederhana. Pada tahap pendampingan, peserta diberikan bimbingan langsung untuk memastikan mereka dapat mengoperasikan aplikasi dan mengintegrasikannya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Selama program ini, dilakukan observasi dan wawancara untuk mengevaluasi kemajuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi manajemen berhasil meningkatkan efisiensi pencatatan keuangan dan mempermudah peserta dalam pengelolaan transaksi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem informasi manajemen dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM. Program ini berkontribusi pada pengembangan kapasitas UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan
Pemanfaatan Biogas dari Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Alternatif di Desa Lendang Nangka LALU MARZUANDI; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/eka1td11

Abstract

Desa Lendang Nangka menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah pertanian yang belum optimal serta keterbatasan akses terhadap energi konvensional. Kondisi ini berdampak pada pencemaran lingkungan dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil, yang semakin terbatas dan mahal. Oleh karena itu, diperlukan solusi energi alternatif yang berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan biogas berbasis limbah pertanian terhadap efisiensi energi, pengurangan limbah, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Lendang Nangka. Metode yang digunakan adalah pendekatan pelatihan dan pendampingan, yang meliputi sosialisasi konsep biogas, pelatihan teknis pembuatan biodigester, serta pendampingan dan evaluasi efektivitas biogas sebagai sumber energi alternatif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Desa Lendang Nangka yang memiliki potensi dalam mengembangkan teknologi biogas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis kuantitatif terhadap efisiensi produksi serta dampak ekonomi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biogas mampu memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari beberapa rumah tangga, mengurangi ketergantungan terhadap LPG dan kayu bakar, serta mengurangi pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian. Dari aspek ekonomi, penggunaan biogas terbukti menghemat biaya energi rumah tangga dan membuka peluang usaha berbasis residu biodigester sebagai pupuk organik. Secara keseluruhan, pemanfaatan biogas berbasis limbah pertanian terbukti sebagai solusi energi alternatif yang berkelanjutan. Ke depan, program ini perlu didukung dengan pengembangan teknologi biodigester yang lebih efisien serta kebijakan subsidi dan insentif dari pemerintah agar implementasi energi terbarukan semakin luas dan berkelanjutan.
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton LALU MARZUANDI
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/qtv6ss10

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kebersihan agregat terhadap kualitas dan kekuatan beton, dengan fokus khusus pada berbagai sifat mekanik dan fisik beton yang menggunakan agregat dengan tingkat kebersihan yang berbeda. Agregat yang digunakan dalam pembuatan beton harus bersih dari kontaminan seperti lumpur, tanah liat, dan bahan organik untuk memastikan kekuatan dan durabilitas yang optimal. Penelitian ini melibatkan pengambilan sampel agregat dari beberapa lokasi penambangan yang berbeda, kemudian menguji kebersihan agregat tersebut menggunakan metode standar ASTM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat yang bersih secara signifikan meningkatkan kekuatan tekan beton. Pada hari ke-28, beton yang menggunakan agregat bersih menunjukkan kekuatan tekan rata-rata sebesar 35 MPa, dibandingkan dengan hanya 28 MPa untuk beton dengan agregat kotor. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan kontaminan dalam agregat mengurangi efisiensi ikatan antara pasta semen dan agregat, yang berdampak negatif pada kekuatan mekanis beton. Selain itu, beton yang menggunakan agregat bersih juga menunjukkan durabilitas yang lebih baik terhadap siklus pembekuan-pencairan dan serangan kimia. Penyerapan air beton juga dipengaruhi oleh kebersihan agregat. Beton yang menggunakan agregat kotor memiliki tingkat penyerapan air yang lebih tinggi, yaitu 7%, dibandingkan dengan 4% untuk beton yang menggunakan agregat bersih. Penyerapan air yang tinggi meningkatkan porositas beton, yang dapat mempercepat kerusakan struktural akibat penetrasi air dan siklus pembekuan-pencairan. Analisis statistik menunjukkan korelasi yang signifikan antara kadar kontaminan dalam agregat dengan penurunan kekuatan tekan dan peningkatan penyerapan air. Validasi lapangan dilakukan dengan mengaplikasikan hasil penelitian dalam proyek konstruksi nyata. Pengamatan di lapangan mengkonfirmasi bahwa beton dengan agregat bersih memiliki performa yang lebih baik, menunjukkan lebih sedikit retakan dan penurunan selama masa pemantauan. Umpan balik dari kontraktor dan insinyur lapangan juga mendukung temuan laboratorium, menekankan pentingnya kebersihan agregat dalam praktik konstruksi.
Model TCTO Non-linier Berbasis Genetic Algorithm untuk Mitigasi Ketidakpastian Waktu–Biaya pada Proyek Jalan LALU MARZUANDI
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.rt2jxv18

Abstract

Penelitian ini dikembangkan untuk menginvestigasi model optimasi adaptif Time–Cost Trade-Off (TCTO) yang mengintegrasikan Genetic Algorithm (GA) untuk merepresentasikan non-linearitas dan ketidakpastian hubungan waktu–biaya pada proyek jalan. Metode kuantitatif diterapkan pada enam proyek jalan nyata di Indonesia dengan 1.842 catatan aktivitas; data durasi, biaya, sumber daya, dan variabel eksternal dikumpulkan, diverifikasi, dinormalisasi, dan dianalisis dengan model matematis non-linier serta simulasi GA yang dijalankan menggunakan MATLAB/Python/R. Hasil menunjukkan bahwa model non-linier TCTO–GA memuat kecocokan data yang jauh lebih baik (median R² = 0,89 vs 0,62 untuk model linier), menurunkan error prediksi (MAPE 6,2% vs 13,7%; RMSE 0,081 vs 0,174; paired t-test p < 0,01), serta menghasilkan pengurangan durasi rata-rata 15,4% (±2,1) dengan kenaikan biaya percepatan hanya +2,6% (±0,9), dibandingkan crashing linier (durasi −7,8%; biaya +5,9%). Model mempertahankan stabilitas antar replikasi (SD fitness = 0,9%) dan ketahanan pada skenario gangguan (+20% hari hujan, +15% delay), serta validasi menunjukkan MAPE pasca-optimasi 7,1% (4/6 proyek ±5%) dan penilaian pakar median 4,2. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi TCTO–GA secara simultan menutup celah representasi non-linearitas dan ketidakpastian, sehingga memberikan kontribusi teoretis pada optimasi stokastik dan alat bantu praktis bagi manajer proyek untuk perencanaan yang lebih adaptif dan tahan gangguan. This study was developed to investigate an adaptive Time–Cost Trade-Off (TCTO) optimization model that integrates a Genetic Algorithm (GA) to represent non-linearity and uncertainty in explicit time–cost relationships for road construction projects. A quantitative approach was applied to six real road projects in Indonesia, comprising 1,842 activity records. Duration, cost, resource, and external variability data were collected, verified, normalized, and analyzed via nonlinear mathematical modeling and GA simulations implemented in MATLAB/Python/R. Results showed that the nonlinear TCTO–GA achieved substantially better data fit (median R² = 0.89 vs 0.62 for linear models), reduced predictive error (MAPE 6.2% vs 13.7%; RMSE 0.081 vs 0.174; paired t-test p < 0.01), and produced an average duration reduction of 15.4% (±2.1) with only a +2.6% (±0.9) acceleration cost—relative to crashing linear approaches which yielded −7.8% duration and +5.9% cost. The model demonstrated replication stability (SD fitness = 0.9%), resilience under disturbance scenarios (+20% rainy days, +15% material delay), post-optimization MAPE = 7.1% (4/6 projects within ±5% of realized outcomes), and a median expert usability score of 4.2. The study indicates that TCTO–GA fills the methodological gap by jointly addressing non-linearity and uncertainty, contributing to optimization theory and providing a practical, adaptive decision-support tool for more resilient road project planning.