Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Rumah Tahan Gempa Berbasis Komunitas Di Kabupaten Lombok Utara Fedya Diajeng Aryani; Lalu Marzuandi; Hilmiyatun Hilmiyatun; Linda Feni Haryati; Arif Widodo
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 2 No. 1 (2022): Dedikasi Sains dan Teknologi : Volume 2 Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v2i1.1461

Abstract

Kabupaten Lombok Utara secara geografis termasuk dalam kawasan rawan bencana, salah satunya adalah gempa bumi. Gempa yang terjadi pada tahun 2018 di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara disebabkan oleh Sesar Naik Flores atau Flores Back Arc Thrust. Dampak dari gempa besar tersebut adalah banyak rumah warga yang rusak berat. Salah satu penyebab terjadinya kerusakan hebat pada saat gempa adalah tidak terpenuhinya kaidah teknis bangunan, seperti lemahnya sambungan struktur dan kualitas bangunan yang rendah. Kerusakan lebih banyak disebabkan karena pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat tidak sesuai dengan kaidah pembangunan rumah yang layak, penggunaan kolom, balok dan ring balok tidak sesuai dengan standar teknis dan bahkan ada rumah yang dibuat tidak menggunakan pembesian. Membangun kembali kawasan pascabencana tidaklah mudah. Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan dengan perhitungan dan perencanaan yang matang. Selain dua hal tersebut, aspek terpenting yang harus diperhitungkan adalah keterlibatan warga yang menjadi korban bencana, maka dari itu masyarakat harus dilibatkan dalam proses pembangunan kembali pemukiman berbasis komunitas yang berorientasi pada pengurangan resiko bencana. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan pendampingan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah tahan gempa berbasis komunitas. Kelompok masyarakat yang telah terbentuk diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan cara pembangunan rumah tahan gempa. Perencanaan dan pelaksanaan perbaikan rumah korban bencana harus mengacu peta potensi gempa dikemudian hari, oleh karena itu standar kekuatan bangunan harus dipahami oleh masyarakat sesuai dengan standar teknis Kementrian PUPR. Dengan adanya pendampingan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merekonstruksi bangunan rumah yang rusak akibat gempa sesuai standar kekuatan bangunan sehingga jika terjadi bencana/kejadian serupa dapat meminimalkan jumlah korban
Pengaruh Penggunaan Serat Baja terhadap Kuat Tekan Beton ALWA Fedya Diajeng Aryani
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 02 (2022): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i02.4302

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana yang dapat merusak struktur bangunan, khususnya yang terbuat dari beton. Salah satu penyebabnya yaitu berat volume struktur bangunan beton yang tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu inovasi pada material penyusun beton khususnya aggregat kasar. Pada Penelitian ini digunakan (Artificial Light Weight Aggregate) ALWA dengan bahan styrofoam untuk mensubtitusi aggregate kasar. Dalam proses pembuatannya styrofoam terlebih dahulu dilarutkan menggunakan aseton dan dibentuk menyerupai agregat kasar dengan ukuran 10mm sampai dengan 20 mm. Selalin itu untuk meningkatkan kuat tekan beton digunakan serat baja sebagai bahan tambahan. Jenis serat baja yang digunakan adalah jenis hooked dengan diameter 0.8 m, panjang 60 mm dan kuat tarik 1254 N/mm2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar subtitusi ALWA maka semakin kecil nilai kuat tekannya. Nilai kuat tekan beton ALWA efektif ketika penambahan serat baja dengan prosentase ALWA sebesar 15% dengan nilai 34,03 MPa. Penggunaan ALWA berbahan styrofoam dapat digunakan pada beton struktural dengan prosentase tidak lebih dari 47,48% untuk beton tanpa serat baja dan 74,48% untuk beton dengan serat baja.
Pengaruh Penggunaan Serat Baja terhadap Kuat Tekan Beton ALWA Fedya Diajeng Aryani
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 02 (2022): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i02.4302

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana yang dapat merusak struktur bangunan, khususnya yang terbuat dari beton. Salah satu penyebabnya yaitu berat volume struktur bangunan beton yang tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu inovasi pada material penyusun beton khususnya aggregat kasar. Pada Penelitian ini digunakan (Artificial Light Weight Aggregate) ALWA dengan bahan styrofoam untuk mensubtitusi aggregate kasar. Dalam proses pembuatannya styrofoam terlebih dahulu dilarutkan menggunakan aseton dan dibentuk menyerupai agregat kasar dengan ukuran 10mm sampai dengan 20 mm. Selalin itu untuk meningkatkan kuat tekan beton digunakan serat baja sebagai bahan tambahan. Jenis serat baja yang digunakan adalah jenis hooked dengan diameter 0.8 m, panjang 60 mm dan kuat tarik 1254 N/mm2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar subtitusi ALWA maka semakin kecil nilai kuat tekannya. Nilai kuat tekan beton ALWA efektif ketika penambahan serat baja dengan prosentase ALWA sebesar 15% dengan nilai 34,03 MPa. Penggunaan ALWA berbahan styrofoam dapat digunakan pada beton struktural dengan prosentase tidak lebih dari 47,48% untuk beton tanpa serat baja dan 74,48% untuk beton dengan serat baja.
Peran Kampus Mengajar Sebagai Usaha Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi di SMP Darussalam NW H, Hilmiyatun; Aryani, Fedya Diajeng; Inayati, Siti Reuni; Ihsani, Baiq Yuliatin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12749176

Abstract

The Teaching Campus Program is one of the flagship programs of the Independent Learning Campus (MBKM) policy of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology (Kemendikbudristek). The Teaching Campus Program is a program that provides opportunities for students to learn outside the classroom by becoming partners with teachers in the learning process in basic education units. This program focuses on two outcomes, namely developing the competency of students participating in the program through increasing leadership capacity, creativity and innovation, problem solving, communication, team management, and improving analytical thinking, as well as increasing literacy and numeracy for students at target schools. This context is getting stronger considering that Indonesia's literacy and numeracy conditions are still low in line with efforts to increase literacy and numeracy as one of the national priority agendas. The methods used include observation methods, observation methods and interviews. The results of this activity are the impact of improving student learning outcomes at Darussalam NW Middle School and helping technology adaptation for students, teachers and schools in accordance with achieving the objectives of the Teaching Campus Program, namely that students, teachers and schools are expected to be technologically literate. Students who previously could not operate a computer, since the technology adaptation program was implemented, students have been able to perform basic computer operations and use Microsoft Word and Excel. The Angakatan 5 Teaching Campus Program which has been implemented at SMP Darussalam NW has provided a variety of new innovations in learning activities. However, the results of this program will be maximum if teachers continue to want to learn and make efforts and are aware that the role of technology in the learning process is very important.
Peran Kampus Mengajar Sebagai Usaha Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi di SMP Darussalam NW H, Hilmiyatun; Aryani, Fedya Diajeng; Inayati, Siti Reuni; Ihsani, Baiq Yuliatin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12749176

Abstract

The Teaching Campus Program is one of the flagship programs of the Independent Learning Campus (MBKM) policy of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology (Kemendikbudristek). The Teaching Campus Program is a program that provides opportunities for students to learn outside the classroom by becoming partners with teachers in the learning process in basic education units. This program focuses on two outcomes, namely developing the competency of students participating in the program through increasing leadership capacity, creativity and innovation, problem solving, communication, team management, and improving analytical thinking, as well as increasing literacy and numeracy for students at target schools. This context is getting stronger considering that Indonesia's literacy and numeracy conditions are still low in line with efforts to increase literacy and numeracy as one of the national priority agendas. The methods used include observation methods, observation methods and interviews. The results of this activity are the impact of improving student learning outcomes at Darussalam NW Middle School and helping technology adaptation for students, teachers and schools in accordance with achieving the objectives of the Teaching Campus Program, namely that students, teachers and schools are expected to be technologically literate. Students who previously could not operate a computer, since the technology adaptation program was implemented, students have been able to perform basic computer operations and use Microsoft Word and Excel. The Angakatan 5 Teaching Campus Program which has been implemented at SMP Darussalam NW has provided a variety of new innovations in learning activities. However, the results of this program will be maximum if teachers continue to want to learn and make efforts and are aware that the role of technology in the learning process is very important.
Pengembangan Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Limbah Rumah Tangga di Desa Lendang Nangka Baiq Virgia Srihayati; Fedya Diajeng Aryani; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/5q2swx78

Abstract

Limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran air dan udara, serta ancaman kesehatan masyarakat. Desa Lendang Nangka menghadapi tantangan serupa, di mana sebagian besar limbah organik dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknologi tepat guna berbasis lokal untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan partisipatif digunakan, melibatkan masyarakat desa dalam setiap tahap penelitian. Metode penelitian mencakup identifikasi kebutuhan masyarakat, desain dan pembuatan prototipe alat pengolah limbah, serta pelatihan penggunaannya. Alat yang dirancang sederhana, berbasis teknologi lokal, dan terjangkau, sehingga dapat diterapkan dengan mudah oleh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan evaluasi penggunaan alat untuk menganalisis efektivitasnya dalam mengurangi limbah organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini mampu mengurangi volume limbah organik hingga 70% dalam waktu singkat, serta menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang bermanfaat untuk pertanian lokal. Selain itu, implementasi teknologi ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi tepat guna berbasis lokal dapat menjadi solusi aplikatif untuk pengelolaan limbah rumah tangga di wilayah pedesaan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan model pemberdayaan masyarakat yang relevan dan adaptif, serta dapat direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa untuk mendukung keberlanjutan lingkungan
Pelatihan E-Commerce bagi UMKM di Wilayah Perdesaan untuk Mendukung Transformasi Digital Fedya Diajeng Aryani; Nadia Adawi Hidayatunnisa; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/bfr1wf41

Abstract

UMKM di wilayah perdesaan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan besar dalam mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing mereka. Keterbatasan literasi digital dan akses pasar yang terbatas menjadi hambatan utama dalam pemanfaatan e-commerce sebagai strategi bisnis. Transformasi digital melalui pelatihan e-commerce menjadi langkah yang diperlukan untuk mendukung UMKM desa agar lebih adaptif dalam era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan e-commerce dalam meningkatkan keterampilan digital dan daya saing UMKM perdesaan. Metode yang digunakan adalah pendampingan melalui workshop yang melibatkan UMKM di Kabupaten Lombok Timur. Pelatihan terdiri dari tiga sesi utama: pengenalan e-commerce, pembuatan toko online, dan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui monitoring perkembangan UMKM setelah pelatihan serta analisis efektivitas program berdasarkan peningkatan keterampilan dan jangkauan pasar peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berdampak positif terhadap peningkatan jumlah UMKM yang memiliki toko online aktif serta pemahaman mereka dalam strategi pemasaran digital. Implementasi e-commerce terbukti meningkatkan penjualan dan memperluas pasar UMKM desa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa e-commerce merupakan strategi efektif bagi UMKM perdesaan dalam menghadapi transformasi digital. Ke depan, diperlukan program lanjutan berupa mentoring dan dukungan infrastruktur digital untuk memastikan keberlanjutan adopsi teknologi oleh UMKM desa. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan UMKM berbasis digital guna memperkuat daya saing mereka di era ekonomi digital.
KOROSI PADA BESI BAJA Fedya Diajeng Aryani
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/zmkcrx10

Abstract

Besi baja merupakan bahan yg sering di gunakan dalam konstruksi jembatan, kapal, bendungan dan lain sebagainya. Namun disamping itu besi baja memiliki permasalahan yang umum yaitu korosi. Sehingga diperlukan lapisan pelindung seperti coating untuk memperkecil resiko terjadinya korosi. Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya korosi pada besi baja, seperti air dan kelembapan udara, erektrolit, permukaan logam yang tidak rata, dan terbentunya sel elektrokimia. Korosi adalah proses pengrusakan logam akibat reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungannya.
ANALISIS KAJIAN KRITIS BETON APUNG DALAM TEKNIK SIPIL Aryani, Fedya Diajeng
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5224

Abstract

Beton apung merupakan inovasi dalam teknik sipil yang menawarkan potensi untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi struktur bangunan. Kajian ini menganalisis karakteristik mekanis, metode produksi, aplikasi praktis, serta tantangan dalam penerapan beton apung. Hasil menunjukkan bahwa beton apung dapat mencapai kekuatan tekan yang kompetitif dan memiliki aplikasi yang luas, terutama di daerah pesisir dan rawan banjir. Namun, tantangan seperti biaya produksi yang tinggi dan kurangnya standar industri perlu diatasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami perilaku jangka panjang beton apung dalam berbagai kondisi lingkungan. Dengan pengembangan pedoman yang jelas dan penelitian berkelanjutan, beton apung berpotensi menjadi material utama dalam membangun infrastruktur yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan di masa depan
ANALISIS KAJIAN KRITIS BETON APUNG DALAM TEKNIK SIPIL Fedya Diajeng Aryani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5224

Abstract

Beton apung merupakan inovasi dalam teknik sipil yang menawarkan potensi untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi struktur bangunan. Kajian ini menganalisis karakteristik mekanis, metode produksi, aplikasi praktis, serta tantangan dalam penerapan beton apung. Hasil menunjukkan bahwa beton apung dapat mencapai kekuatan tekan yang kompetitif dan memiliki aplikasi yang luas, terutama di daerah pesisir dan rawan banjir. Namun, tantangan seperti biaya produksi yang tinggi dan kurangnya standar industri perlu diatasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami perilaku jangka panjang beton apung dalam berbagai kondisi lingkungan. Dengan pengembangan pedoman yang jelas dan penelitian berkelanjutan, beton apung berpotensi menjadi material utama dalam membangun infrastruktur yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan di masa depan