Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Integrasi Nilai Green Lifestyle dalam Program Makan Bergizi Gratis Bagi Siswa Sekolah Dasar Desta Sulaesih Mursyidah; Putri Indah Caturi; Yoana Nurul Asri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4029

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kecukupan gizi anak usia sekolah dasar sekaligus menjadi sarana pendidikan nilai green lifestyle. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi nilai ramah lingkungan dalam pelaksanaan MBG di SD Negeri dan SD Swasta di Kabupaten Bandung Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek 63 siswa kelas 4–6, guru, dan pengelola kantin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terarah (FGD), dan dokumentasi kegiatan makan bersama. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi praktik konsumsi, perilaku ramah lingkungan, dan tantangan implementasi program. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa memahami prinsip green lifestyle seperti membawa wadah sendiri dan mengurangi sampah makanan, meskipun 62% siswa masih menyisakan sayur dan 55% menyisakan buah, dengan 23% membagikan sisa makanan kepada teman. Orang tua menilai program MBG bermanfaat karena dapat memenuhi gizi anak tanpa harus menyiapkan bekal penuh, meskipun uang saku siswa tetap dikurangi. Tantangan utama terletak pada variasi menu yang monoton sehingga beberapa siswa merasa bosan. Program MBG terbukti meningkatkan kesadaran gizi dan membentuk perilaku ramah lingkungan. Integrasi pendidikan gizi dan green lifestyle melalui MBG mendukung pembelajaran aktif, pembentukan karakter, serta internalisasi nilai tanggung jawab terhadap makanan dan lingkungan. Menu yang bervariasi dan keterlibatan siswa dalam pengelolaan sisa makanan dapat memperkuat pembiasaan hidup sehat dan berkelanjutan sejak usia dini.
Pendampingan Ekonomi Sirkular untuk Mengolah Limbah MBG Menjadi Pupuk di TK Spacetoon Bandung Barat Yoana Nurul Asri; Desta Sulaesih Mursyidah; Dewi Yolanda Putri
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuaj.abdimas.v6i1.431

Abstract

The Free Nutritious Meal Program supports child nutrition but generates food waste that requires school-level management. This community service assisted TK Spacetoon, West Bandung Regency, through a circular economy approach. The activity was conducted from 12 May to 20 June 2026 with 10 teachers and about 60 children. Baseline weighing for five school days showed 4.7 kg of food waste per day. Nine teachers completed training and evaluation. Mean knowledge scores increased from 58.3 to 86.1, while post-training skill attainment reached 85% for segregation, 75% for process control, 70% for technology operation, and 60% for product economic understanding. During a five-day monitored period, 3.8 of 4.6 kg daily food waste was processed, diverting 82.6% from direct disposal. One monitored batch produced 6.7 kg compost and 3.4 L liquid fertilizer. The activity established segregated bins, an SOP, and an environmental working group.
Integrasi Steam dan Sosial Inquiry dalam Pembelajaran Akuntansi Manajemen Lingkungan untuk Ekonomi Hijau Desta Sulaesih Mursyidah; Erwandy Erwandy; Yoga Yulasmana
OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/optimal.v5i1.5680

Abstract

Environmental management accounting education in the era of green economy must undergo transformation—not only focusing on cognitive aspects but also fostering social and ecological awareness. This study aims to examine the effectiveness of integrating the STEAM approach (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) with social inquiry in the learning process. A quasi-experimental method was applied to two classes: one experimental class implementing the integrative approach, and one control class using conventional methods. The findings reveal that the experimental class showed significant improvements across cognitive, affective, and psychomotor domains. The average pretest-posttest score increased by 26 points; classroom participation reached 92% with an average of 3.7 verbal contributions per session; and 85% of project assignments were rated “excellent” in terms of visualization and content. The STEAM elements were strongly reflected in quantitative analysis, modelling, and digital-based presentations. From the perspective of social inquiry, students demonstrated increased empathy and awareness of ecological justice. This integration has proven effective in shaping a holistic, collaborative, and contextually relevant learning experience—one that aligns with the demands of sustainability in today’s world.