Claim Missing Document
Check
Articles

Pengolahan Limbah Cair Industri Cat dengan Proses Adsorpsi untuk Menurunkan COD dan TSS Albasthomi, Yazid; Sholikah, Niswatin Aprilia; Udyani, Kartika
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.186 KB)

Abstract

Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan tujuan memperindah, memperkuat atau melindungi substrat. Dalam proses pembuatan cat tentu menghasilkan limbah, baik limbah cair ataupun limbah padat. Limbah cair pabrik cat waterbased jika dibuang secara langsung ke badan sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu tentu akan menyebabkan tercemarnya kondisi air serta tanah yang jadi lahan resapan.. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel laju alir limbah cair serta tinggi adsorben yang digunakan terhadap persen removal COD dan TSS. Dengan menggunakan variabel tinggi kolom adsorben serta perbedaan laju alir limbah cair yang digunakan. Dalam penelitian ini digunakan metode adsorpsi dengan 3 jenis adsorben, yaitu ijuk, arang aktif dan zeolit. Limbah cair dilewatkan kolom adsorpsi dengan laju alir tertentu yaitu 0,08; 0,1; 0,24; 0,32; 0,40 ml/detik, serta tinggi adsorben dalam kolom yaitu 30; 60; 90 cm. Dari penilitian yang dilakukan, persen removal COD paling besar yaitu 67,5 % terjadi pada laju alir 0,16 ml/detik dan tinggi kolom adsorben 90 cm. Sedangkan persen removal TSS paling besar yaitu 40% pada laju alir 0,08 ml/detik dan tinggi kolom adsorben 90 cm.
KONVERSI PALM FATTY ACID DISTILLATE (PFAD) MENJADI BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS p-TSA Mirzayanti, Yustia Wulandari; Udyani, Kartika; Parikesit, Adji Moch.; Utamy, Vivi Dwi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menipisnya persediaan bahan bakar petroleum diperlukan bahan bakar pengganti yang bersifat terbaharui. Biodiesel merupakan salah satu upaya diversifikasi energi yang dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap suplai minyak bumi. Biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi trigliserida atau melalui reaksi esterifikasi asam lemak dengan metanol dan katalis. Harga biodiesel saat ini masih relatif tinggi karena harga bahan baku yang cukup tinggi. Dalam memproduksi biodiesel yang kompetitif diperlukan bahan baku yang harganya murah dan pemakaiannya tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia. Pada penelitian kali ini, digunakan bahan baku PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) dengan katalis PTSA (p-Toluen Sulfonic Acid). Variabel yang dipelajari meliputi pengaruh perbandingan rasio molar antara PFAD dan metanol sebesar 1:3 – 1:7 dan persen berat katalis (0,9 % - 4,8 %) terhadap yield biodiesel yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku PFAD dengan variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap yield biodiesel yang dihasilkan. Pada kondisi perbandingan rasio molar 1 : 7 dan berat katalis 4,8%, didapatkan yield biodiesel tertinggi sebesar 35,088%.
Pengolahan Air Sumur Di Daerah Simolawang Menggunakan Metode Koagulasi Dengan Koagulan Aloevera Maharani, Aprilia; Prambudi, Arif Rakhmad; Udyani, Kartika
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sumur merupakan sumber alternatif yang dapat digunakan masyarakat uutuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sumber air di daerah Simolawang Surabaya tergolong sulit dikarenakan tempatnya jauh dari mata air pegunungan fasilitas PDAM yang belum menjangkau daerah tersebut sehingga para warga menggantungkan kebutuhan airnya kepada air resapan yaitu air sumur, namun kualitas dari air sumur tersebut kurang layak dikarenakan warnanya keruh dan memiliki kandungan logam Fe yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis koagulan terhadap persen removal kekeruhan dan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengadukkan terhadap persen removal kekeruhan. Pengolahan air sumur di daerah Simolawang dengan metode koagulasi dengan menggunakan aloevera sebagai koagulan dengan dosis (v/v) yaitu 0,40 %, 0,80 %, 1,20 %, 1,60 % dan 2,00 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen removal kekeruhan tertinggi dihasilkan oleh koagulan dengan dosis 1,6 % dengan persen removal sebesar 74,56 %. Persen removal logam Fe tertinggi dihasilkan oleh koagulan dengan dosis 1,6 % dengan persen removal sebesar 74,00 %, sedangkan lama waktu pengadukkan terbaik untuk menghasilkan persen removal kekeruhan tertinggi yaitu dengan pengadukan lambat 30 menit dengan penambahan koagulan dosis 1,6 % yang menghasilkan removal kekeruhan 74,56 % dan removal logam Fe dengan hasil 74,00 %.
Pengolahan Limbah Cair Pembuatan Sarung Tenun Menggunakan Biosorben Tongkol Jagung Teraktivasi HNO3 Wulandari , Catur; Sofia , Fryda Hanum; Udyani , Kartika
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 3 (2020): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Limbah cair tekstil yang memiliki warna pekat akan mengubah kualitas air dan membahayakan bagi lingkungan jika tidak diolah dan dibuang begitu saja ke sungai atau lingkungan perairan. Berbagai cara telah dilakukan dalam mengurangi intensitas warna seperti koagulasi, elektrodekolorisasi, filtrasi dan adsorpsi. Adsorpsi adalah proses penyerapan dimana suatu cairan atau gas akan terikat pada suatu padatan atau cairan (adsorben) dan membentuk lapisan film (adsorbat) pada permukaannya. Sedangkan biosopsi adalah penyerapan yang dilakukan oleh biomassa. Penelitian ini digunakan metode biosorpsi menggunakan biosorben tongkol jagung dengan aktivasi asam nitrat untuk mengubah gugus C=O (aldehid) pada tongkol jagung dan menjadi gugus C-O(karboksilat) yang akan menyerap warna pada limbah cair sarung tenun. Pada penelitian ini diawali dengan pretreatment tongkol jagung yang diperkecil ukurannya lalu dilanjutkan dengan pembuatan biosorben yang sudah berupa serbuk tongkol jagung kemudian direndam dengan asam nitrat dengan tujuan untuk melakukan aktivasi pada tongkol jagung. Pada tahap selanjutnya yaitu pengaplikasian biosorben pada limbah cair sarung tenun untuk dilakukan penyerapan warna. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi asam nitrat maka semakin kecil %removal warna dengan konsentrasi asam nitrat terbaik dalam menyerap zat warna yaitu sebesar 1,5 M dan semakin banyak penambahan massa jagung yang digunakan dalam penyerapan warna maka semakin besar %removal zat warna dengan massa biosorben tongkol jagung terbaik dalam menyerap zat warna di penelitian ini adalah 1,5 gram. Abstract Textile liquid waste which has a dark color will change the quality of the water and be harmful to the environment if it is not treated and disposed of in rivers or aquatic environments. Various ways have been done to reduce color intensity such as coagulation, electrodecolorization, filtration and adsorption. Biosopsy is the absorption carried out by biomass. This research used biosorption method using corncob biosorbent with nitric acid activation to convert the C = O (aldehyde) group on corn cobs and into a C-O (carboxylate) group which will absorb the color in the liquid waste of the woven sarong. In this study, it was started with the reduced size of corn cobs pretreatment and then continued with the manufacture of biosorbents in the form of corn cobs powder and then soaked with nitric acid in order to activate the corn cobs. The next step is the application of biosorbent to the liquid waste of the woven sarong for color absorption. The results of this study found that the greater the concentration of nitric acid, the smaller the% removal of color with the best concentration of nitric acid in absorbing dyes, namely 1.5 M and the more mass of corn used in color absorption, the greater the% removal of dye. with the best maize cobs biosorbent mass in absorbing dye in this study was 1.5 grams.
Study of The Effect of Zeolite Catalyst Use on Renewable Energy Products from HDPE Plastic Pyrolysis Fanani, Nurull; Novianarenti, Eky; Ningsih, Erlinda; Udyani, Kartika; Budianto, Agus; Tuhuloula, Abubakar
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2020.v1i2.1305

Abstract

Nowadays, waste is a serious problem, especially plastic waste, which is quite alarming in the world. Plastic is waste that is difficult to degrade and takes hundreds of years to decompose. One of the promising technologies for recycling plastics is pyrolysis. This is the process of breaking long chains of polymers into hydrocarbons which are carried out at high temperatures. The purpose of this paper was to know the effect of using catalysts and non-catalysts on yield and calorific value. In this study, the pyrolysis process used a natural zeolite catalyst with a temperature of 500ºC. 50 grams of HDPE Plastic feed was put into the reactor for 3 hours. The variations in the addition of Zeolite catalyst were 1.5, 2.5, 3.75 and 5%wt. The results goals that the highest yield was 44.36% and the heating value of 10230.295 cal/g for the addition of 5 grams of catalyst. The addition of a catalyst can increase the conversion of plastic to fuelKeywords: Catalyst, Plastic, HDPE, energy, pyrolysis
STUDI DESAIN ABSORBER UNTUK PENYERAPAN CO2 Arisukma, Prana; Purnomo, Nicko Aji; Udyani, Kartika
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan gas karbon dioksida paling banyak ditemui pada industri, kendaraan bermotor maupun gas alam. Absorbsi menggunakan absorben K2CO3 merupakan cara untuk menyerap gas CO2, Maka dari itu memerlukan suatu data kesetimbangan CO2 untuk mengetahui kadar gas karbon dioksida (CO2) yang terserap dalam larutan K2CO3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi absorber, pengaruh laju akir absorben terhadap removal CO2 dan perbandingan hasil simulasi dengan penelitian labaortorium Pada penelitian ini dilakukan perhitungan kesetimbangan fase menggunakan metode NRTL pada simulasi absorbis CO2. Simulasi perhitungan dan penyerapan CO2 dilakukan dengan menggunakan aplikasi HYSYS.  Jenis kolom absorbsi yang digunakan adalah packed bed dengan packing berbentuk pall ring dari bahan keramik. Absorben yang digunakan adalah K2CO3. Hasil simulasi menunjukkan tinggi packed bed yang sesuai sebesar 3,2 meter. Sedangakn untuk lebar dari absorber didapatkan hasil 1,1 meter. Semakin meningkatnya laju alir liquid %Removal CO2 juga meningkat. %Removal. Hasil terbaik terjadi saat laju alir K2CO3 sebesar 16,7 L/menit dan gas CO2 15 L/menit yaitu sebesar 69,6% CO2 terserap. Hasil simulasi menunjukkan kecenderungan yang sama dengan hasil penelian di laboratorium.
Pengolahan Limbah Cair Industri Migas dengan Adsorpsi Pada Kolom Fixed – Bed Kartika Udyani; Cahyadi Marta Pamungkas; Ticha Maharani
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2017: PROSIDING SNTKK
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petroleum processing industry activities generate wastewater containing phenol. If the effluent directly released into the environment will cause environmental pollution. This study aims to determine the effect of flow rate and height of bed to the reduction in the phenol content in wastewater oil and gas industry by using activated carbon adsorbent in a fixed-bed column. The study begins with the pre-treatment of wastewater by aeration to separate the oil content in the waste water. Furthermore sewage flowed into a fixed-bed column at various flow rates and high bed. Effluent from each - each variation of measured and calculated% concentration phenol removal. The results showed that the reduction in flow rate increases the amount of phenol is absorbed. For the high bed 25%, 50% and 75% of the fixed-bed column height, the higher the bed the higher the amount of phenol is absorbed. Best results are obtained on a high bed 75% and a flow rate of 0.8 mL / sec with% phenol removal amounted to 98.99%  
Pengaruh ukuran partikel arang dari limbah tutup botol plastik terhadap kualitas briket Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Agus Budianto; Nur Hamidah; Siti Afifa
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v36i2.6140

Abstract

Jumlah limbah plastik bertambah seiring peningkatan penggunaan plastik khususnya pada industri makanan. Limbah plastik merupakan limbah yang sangat sulit diurai dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Tutup botol plastik tergolong jenis plastik PP yang penggunaannya disarankan hanya sekali pakai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel terhadap karakteristik briket dari botol plastik berdasarkan analisis proksimat. Analisis proksimat yang dilakukan adalah kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu suhu pembakaran 450 °C, waktu pembakaran 60 menit, dan ukuran partikel 40, 60, dan 100 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ukuran partikel 40 mesh memiliki karakteristik terbaik yaitu kadar air 0,5±0,05%, kadar abu 2±0,25%, kadar zat menguap 15±0,51%, kadar karbon terikat 82,5±0,32%, dan nilai kalor sebesar 9.982,779±240,017 kal/gram. Berdasarkan hasil analisis proksimat dapat disimpulkan bahwa ukuran partikel 40 mesh dapat meningkatkan kualitas briket dibandingkan 100 mesh.
Pembuatan Karbon Aktif dari Arang Bakau Menggunakan Gabungan Aktivasi Kimia dan Fisika dengan Microwave Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih; Rio Setiawan; Khalida Yahya
Jurnal IPTEK Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i1.479

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual arang bakau adalah dengan mengolah menjadi arang aktif atau karbon aktif.  Proses aktivasi arang dilakukan dengan beberapa cara antara lain aktivasi kimia, aktivasi fisika dan gabungan kimia dan fisika. Pada penelitian kali ini dilakukan aktivasi arang bakau menjadi arang aktif menggunakan metode gabungan aktivasi kimia dan fisika.  Aktivator kimia yang digunakan adalah H3PO4 sedangkan aktvasi fisika menggunakan microwave dengan beberapa parameter waktu sehingga diketahui luas permukaan dari arang aktif, nilai bilangan iodin, bentuk morfologi permukaan dari arang bakau sebelum dan sesudah diaktivasi menggunakan microwave.  Mula-mula dilakukan aktivasi kimia dengan merendam dalam larutan H3PO4 1 M  kemudian dilanjutkan pemanasan menggunakan microwave dengan daya 560 watt selama 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Dari hasil penelitian ini didapatkan bilangan iodin tertinggi sebesar 1196,60 mg/g pada daya 560 watt dan waktu aktivasi 10 menit dengan luas permukaan sebesar 936,221 m2/g.  Berdasarkan analisa morfologi permukaan menunjukkan bahwa arang bakau hasil aktivasi memiliki permukaan yang lebih porous dibandingkan sebelum aktivasi.
POTENTIALS OF PLASTIC WASTE FOR MAKING BRICKETS: THE EFFECT OF COMPOSITION ON PROCSIMATE ANALYSIS Erlinda Ningsih; Kartika Udyani
Konversi Vol 9, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v9i2.8824

Abstract

Penanganan untuk mengurangi dan pemanfaatan limbah plastik masih belum optimal. Volume limbah plastik terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Limbah plastik merupakan sumber pencemaran lingkungan yang sulit terdegradasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh komposisi arang limbah plastik sebagai bahan baku briket terhadap analisa proksimat. Limbah plastik yang digunakan adalah tutup botol dan kemasan makanan ringan. Pirolisis dilakukan pada suhu 450oC untuk tutup botol dan 280oC untuk kemasan makanan ringan dengan lama prosesnya 60 menit. Ukuran partikel arang plastik adalah 40,60, dan 100 mesh. Komposisi arang plastik tutup botol dan makanan ringan dikombinasikan 1:90; 50:50; 90:1 dengan penambahan tepung tapioka sebagai perekat. Analisa yang dilakukan terhadap briket plastik ini adalah proksimat meliputi kandungan air, abu, volatile matter, karbon terikat dan nilai kalor. Berdasarkan hasil analisa proksimat didapatkan kandungan air 5,47%, kadar abu 4,95%, volatile matter 13, kadar karbon terikat 76,58% dan nilai kalor sebesar 8565,914 cal/gram. Data analisa proksimat yang didapatkan sudah memenuhi standar SNI. Kata kunci : Limbah, Plastik, Briket, Kompoisi, Proksimat.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abubakar Tuhuloula Abubakar Tuhuloula Aditya Nanda Priambodo Adji Moch. Parikesit Agus Budianto Agustin Maharani Maharani Z Putri Albasthomi, Yazid Ambarwati Syahdiana Umar Ambarwati, Diah Ayu Aprilia Maharani Ari Prayitno Arif Rakhmad Prambudi Arif, Mochammad Arisukma, Prana Asongko Alfan Wijayanto Axo Syamboga Cahyadi Marta Pamungkas Chusnul Chotimah Daril Ridho Zuchrilah Denny Angga Saputra Diah Ayu Ambarwati Dian Agus Saputra Dian Yanuarita P Dian Yanuarita Purwaningsih Dian Yanuartita P. Dwi Setiawan Eky Novianarenti Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih, Erlinda Faisal Huda Febrianti, Fitria Nanda Fendi Fradana Fendi Fradana, Fendi Fitria Nanda Febrianti Handarni, Yuni Irvan Kurnia Wijaya Irvan Kurnia Wijaya Julaika, Sofiyya Khalida Yahya Krisnadi Rinto Krisnadi, Rinto M. Arjun Santosa M. Puguh Tri Darmawan MAHARANI, APRILIA Mochamad Ali Wafa Mochammad Arif Mohammad Arjun Santoso Mokhammad Rif'an kholili Naja Nikmah Syafitri Nicko Aji Purnomo Niswatin Aprilia Sholikah Novia Cahya Ningtias NUR HAMIDAH Nuril Qomariyah Oktavia Safitri Parikesit, Adji Moch. Praditya Novia Lola Pitaloka Prambudi, Arif Rakhmad Prana Arisukma Priambodo, Aditya Nanda Purnomo, Nicko Aji Rinto Krisnadi Rinto Krisnadi Rio Setiawan Rizky Cahyaningsih Setiawan, Rio Shofiyya Julaika Sholikah, Niswatin Aprilia Silvi Natalia Fadilatut Talcha Siti Afifa Sofia , Fryda Hanum Sofiyya Julaika Ticha Maharani Tri Suryanti Tri Suryanti Utamy, Vivi Dwi Vivi Dwi Utamy Wijayanto, Asongko Alfan Wulandari , Catur Yahya, Khalida Yazid Albasthomi Yuni Handarni Yuni Handarni Yusti Farra Yulia Yusti Farra Yulia Yustia Wulandari M Yustia Wulandari Mirzayanti Zuchrilah, Daril Ridho