Claim Missing Document
Check
Articles

KONVERSI PALM FATTY ACID DISTILLATE (PFAD) MENJADI BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS p-TSA Yustia Wulandari Mirzayanti; Kartika Udyani; Adji Moch. Parikesit; Vivi Dwi Utamy
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menipisnya persediaan bahan bakar petroleum diperlukan bahan bakar pengganti yang bersifat terbaharui. Biodiesel merupakan salah satu upaya diversifikasi energi yang dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap suplai minyak bumi. Biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi trigliserida atau melalui reaksi esterifikasi asam lemak dengan metanol dan katalis. Harga biodiesel saat ini masih relatif tinggi karena harga bahan baku yang cukup tinggi. Dalam memproduksi biodiesel yang kompetitif diperlukan bahan baku yang harganya murah dan pemakaiannya tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia. Pada penelitian kali ini, digunakan bahan baku PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) dengan katalis PTSA (p-Toluen Sulfonic Acid). Variabel yang dipelajari meliputi pengaruh perbandingan rasio molar antara PFAD dan metanol sebesar 1:3 – 1:7 dan persen berat katalis (0,9 % - 4,8 %) terhadap yield biodiesel yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku PFAD dengan variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap yield biodiesel yang dihasilkan. Pada kondisi perbandingan rasio molar 1 : 7 dan berat katalis 4,8%, didapatkan yield biodiesel tertinggi sebesar 35,088%.
Pengolahan Limbah Industri Batik Tulis Dengan Metode Gabungan Adsorbsi Dan Elektrokoagulasi Aditya Nanda Priambodo; Asongko Alfan Wijayanto; Kartika Udyani
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini semakin banyaknya industri batik tulis yang akan mengakibatkan pencemaran lingkungan jika dibuang langsung ke sungai. Dalam penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan ketinggian zeolit dan karbon aktif terhadap persen removal kandungan COD, pengaruh perbandingan ketinggian zeolit dan karbon aktif terhadap persen removal kandungan TSS, pengaruh waktu elektrokoagulasi terhadap persen removal kandungan COD, pengaruh waktu elektrokoagulasi terhadap persen removal kandungan TSS. Tahapan dalam penelitian ini antara lain tahap adsorbsi dan elektrokoagulasi. Variabel yang digunakan yaitu rasio perbandingan ketinggian antara zeolit dan karbon aktif (1:1, 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5) cm dengan variabel tetap zeolit sebesar 20cm dan variabel waktu (10, 20, 30, 40, dan 50) menit. Berdasarkan analisa dapat diketahui bahwa persen removal COD tertinggi sebesar 47,75% pada variabel 1:5 dan waktu menit sedangkan untuk persen removal TSS tertinggi sebesar 89,07% pada variabel 1:1 dan waktu 50 menit. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi karbon aktif pada kolom adsorbsi semakin besar nilai persen removal COD dan TSS serta semakin lama waktu pada kolom elektrokoagulasi semakin besar nilai persen removal COD dan TSS.
Penurunan Kadar Tss Dan Cod Pada Limbah Cair Industri Batik Dengan Metode Gabungan Koagulasi Dan Adsorbsi Tri Suryanti; Diah Ayu Ambarwati; Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri yang menghasilkan limbah cair adalah industri batik. Dalam limbah cair industri batikterdapat kandungan berbahaya yang menyebabkan pencemaran lingkungan seperti logam berat, sehinggaperlu diolah agar aman untuk dibuang ke lingkungan. Pengolahan limbah cair industri batik dapat dilakukandengan metode gabungan koagulasi dan adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh penambahan koagulan biji kelor terhadap penurunan COD (Chemical Oxygen Demand) dan TSS(Total Suspended Solid). Penelitian ini dimulai dengan menentukan koagulan terbaik antara koagulan bijikelor dan ekstrak biji kelor. Setelah itu koagulan terbaik digunakan untuk proses koagulasi dengan variabel60 gr, 80 gr, 100 gr, 120 gr, dan 140 gr. Selanjutnya hasil koagulasi diadsorbsi menggunakan karbon aktifsetinggi 25 cm. Pada lapisan bawah kolom digunakan zeolit setinggi 15 cm, kemudian pada atas kolom diisiijuk 15 cm. Setelah adsorbsi selesai sampel limbah yang sudah di-treatment kemudian diuji COD dan TSS.Pada hasil penelitian ini didapat % removal COD dan TSS maksimal pada variabel massa koagulan 60 gr,pada variabel tersebut dihasilkan % removal COD sebesar 85,95% dan % removal TSS sebesar 81,41%
PENGARUH TEMPERATUR PIROLISIS TERHADAP YIELD DAN NILAI KALOR BAHAN BAKAR CAIR DARI BAHAN LIMBAH KANTONG PLASTIK Kartika Udyani; Erlinda Ningsih; Mochammad Arif
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik merupakan salah satu material yang paling sering digunakan. Dimana konsumsi plastik secara berkelanjutan mengalami kenaikan hingga 4,8 juta ton akibat dari peningkatan produksi dan sampah plastik. Penanganan sampah plastik tersebut dapat diubah menjadi bahan bakar dengan proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap yield dan nilai kalor. Pirolisis sampah plastik ini dilakukan dengan bahan plastik LDPE. Proses pirolisis dijalankan di dalam reaktor dengan umpan 50 gram pada variasi temperatur 500, 550, 600 dan 650? C.  Nilai kalor liquid produk hasil pirolisis LDPE mendekati nilai kalor kerosene. Kata Kunci:  plastik, pirolisis, nilai kalor, yield, temperatur 
Pengolahan Limbah Krom dari Industri Electroplating Menggunakan Biosorben berbahan Kulit Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih; Mochamad Ali Wafa; Mokhammad Rif'an kholili
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.014 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1659

Abstract

The metal coating industri produces waste water containing chromium metal in great concentrations that  will be hazardous to environment. The aim of this study was to determine the effect of peanut shell activation, biosorbent weight, and contact time for chromium metal removal. Initially  peanut shells are activated using H2SO4 0.05 M. Then, peanut shells used as biosorbents are weighed as  1, 2, 3, 4 and 5% of the weight of industrial liquid waste that has been determined. Then the stirring process is carried out with a speed of 150 rpm with a contact time of 30, 60 and 90 minutes. After that the mixture is filtered and the total chrome metal was measured using Atomic Absorption Spectrophotometer.  Results of the study showed that biosorbents from acid-activated peanut peels can reduce chrome by 62.23% while biosorbents without activation can to reduce chrome metal by 42.92%. The best results  were obtained on the addition of biosorbent 5% by weight at a contact time of 60 minutes with a stirring 150 rpm which was 83.38%. ABSTRAK Industri pelapisan logam menghasilkan limbah cair yang mengandung logam krom dalam konsentrasi yang cukup besar yang akan berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi kulit kacang tanah, berat biosorben, dan lama waktu kontak terhadap removal logam krom pada air limbah. Penelitian ini diawali dengan mengoven kulit kacang tanah dengan suhu 1050C, kemudian diblender dan diayak sehingga mendapatkan ukuran 100 mesh. Kemudian kulit kacang tanah diaktivasi menggunakan H2SO4 0,05 M. Selanjutnya kulit kacang tanah digunakan sebagai biosorben ditimbang sebanyak 1, 2, 3, 4 dan 5 % terhadap berat limbah cair industri yang telah ditentukan. Selanjutnya dilakukan proses pengadukan dengan kecepatan 150 rpm dengan lama waktu kontak 30, 60 dan 90 menit. Setelah itu campuran disaring dan hasil filtrat dianalisa logam krom menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom . Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorben dari kulit kacang tanah teraktivasi asam mampu menurunkan logam krom sebesar 62,23% sedangkan biosorben tanpa aktivasi mampu menurunkan logam krom 42,92%. Hasil terbaik diperoleh pada penambahan berat biosorben sebesar 5%  pada lama waktu kontak 60 menit dengan kecepatan pengadukan 150 rpm yaitu 83,38%.   Kata kunci : kacang tanah; biosorben; krom; limbah cair; aktivasi H2SO4
Pemberdayaan Pemberdayaan Karang Taruna Desa Gampingrowo dengan Pelatihan Hidroponik Erlinda Ningsih; Agus Budianto; Kartika Udyani; Yustia Wulandari M; Shofiyya Julaika; Dian Yanuarita P
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.152 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i2.4033

Abstract

The development of the property industry is very influential on the agricultural sector. Gampingrowo Village is an area where most of the people earn their living from agriculture. This relates to the availability of land if the land is used for the property industry. One alternative to overcome the limitations of agricultural land is to apply agricultural cultivation technology with the hydroponic method. The purpose of this service is to provide youth with skills, knowledge about hydroponics. This training method is carried out by providing counseling on hydroponic methods in general and training participants practice to assemble simple starter kits. Participants 25 people were divided into 3 groups where each group got 2 starter kit packages. The results of this dedication were that the participants were very enthusiastic and eager to know more about the hydroponic method with a few questions and they were very happy because the starter kit could be taken home
Study of The Effect of Zeolite Catalyst Use on Renewable Energy Products from HDPE Plastic Pyrolysis Nurull Fanani; Eky Novianarenti; Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Agus Budianto; Abubakar Tuhuloula
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2020.v1i2.1305

Abstract

Nowadays, waste is a serious problem, especially plastic waste, which is quite alarming in the world. Plastic is waste that is difficult to degrade and takes hundreds of years to decompose. One of the promising technologies for recycling plastics is pyrolysis. This is the process of breaking long chains of polymers into hydrocarbons which are carried out at high temperatures. The purpose of this paper was to know the effect of using catalysts and non-catalysts on yield and calorific value. In this study, the pyrolysis process used a natural zeolite catalyst with a temperature of 500ºC. 50 grams of HDPE Plastic feed was put into the reactor for 3 hours. The variations in the addition of Zeolite catalyst were 1.5, 2.5, 3.75 and 5%wt. The results goals that the highest yield was 44.36% and the heating value of 10230.295 cal/g for the addition of 5 grams of catalyst. The addition of a catalyst can increase the conversion of plastic to fuelKeywords: Catalyst, Plastic, HDPE, energy, pyrolysis
PEMBUATAN SILIKA TERMODIFIKASI DARI SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT PADA LIMBAH CAIR [REVIEW] Oktavia Safitri; Harun Alrasyid; Kartika Udyani
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 12 No 2 (2020): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.127 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v12i2.53

Abstract

ABSTRACT Some heavy metals that can pollute the environment and are toxic are lead [Pb], nickel [Ni]. Waste water treatment that contains heavy metals can be done by the adsorption method, because it is more efficient and economical. The review discusses how to determine the use of rice husks as heavy metal adsorbents in liquid waste and how to modify silica rice husks as adsorbents in order to increase the ability of absorption of heavy metals in liquid waste. In this stage the method of rice husk silica by means of rice husk is heated by heating around 7500C and the rice husk silica is modified with solutions such as 3-aminopropyl trimethoxysilane. From this literature study can provide information about the adsorption power of modified rice husk silica to heavy metals in liquid waste. The order maksimum of Pb, and Ni is 98,14% absorption efficiency and 99.43% Keywords : waste water, heavy metals, silica, rice husk, adsorption
PEMANFAATAN DAUN TEH SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM BERAT DALAM AIR LIMBAH (REVIEW) Irvan Kurnia Wijaya; Yusti Farra Yulia; Kartika Udyani
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 12 No 2 (2020): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.939 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v12i2.55

Abstract

Wastewater contains various types of hazardous chemical compounds that can cause environmental pollution such as heavy metals Zn, Pb, Cu, Cr, Cd, Co, Fe, Mn, Ni, Hg, and As. For this reason, it is necessary to treat waste before it is discharged into the river. Wastewater treatment that can be done by biosorption methods, because it is more efficient and economical. The purpose of this study is to determine the benefit of tea leaves as a biosorbent to absorb heavy metals in wastewater. In this study the biosorption method was used using untreated tea leaves biosorbents, as well as activated and modified chemicals. The results of this study found that untreated tea leaves biosorbent were able to absorb heavy metals Zn, Pb, Cu, and Cr with absorption efficiency of 59,46 – 99,7%, activated and chemically modified tea leaves biosorbents were able to absorb heavy metals Zn, Cd, Co, Pb, Cu, Fe, Mn, Ni, Cr, Hg, and As with absorption efficiency of 68,68-100%. Keywords: Heavy Metals, Biosorbents, Biosorption, Efficiency, and Tea Leaves
Kegiatan Donor Darah Sebagai Gerakan Sosial Di Jurusan Teknik Kimia ITATS Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Dian Yanuartita P.; Axo Syamboga; Mohammad Arjun Santoso; Dwi Setiawan
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 6 No 1 (2022): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v6i1.507

Abstract

Blood donation is an activity where a person voluntarily gives blood which will later be stored in a blood bank for transfusion purposes for those in need. Generally, blood requirements are not proportional to the number of donors. Information on the importance of the danar donors is still unknown. This activity aims to help the Surabaya City Indonesian Red Cross meet and increase the blood stock needed in the city of Surabaya and to socialize all students of the Surabaya Adhi Tama Institute of Technology about the importance of blood donation. This blood donation activity is a collaboration between the Chemical Engineering Student Association and the Indonesian Red Cross Donor City of Surabaya. The technical implementation of this activity is divided into 4 stages, namely distribution of donor forms, donor registration, health checks, blood donors. This blood donation activity is supported not only by the chemical engineering community, but also by the faculty community, namely students and lecturers. The blood donation activity lasted for 1 day with 60 blood donor participants and it went well. The participants involved consisted of 52 students and 8 lecturers. Based on the health check, it was found that 40 participants did not meet the requirements to become blood donors and 20 people did, so they received 20 bags of blood.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abubakar Tuhuloula Abubakar Tuhuloula Aditya Nanda Priambodo Adji Moch. Parikesit Agus Budianto Agustin Maharani Maharani Z Putri Albasthomi, Yazid Ambarwati Syahdiana Umar Ambarwati, Diah Ayu Aprilia Maharani Ari Prayitno Arif Rakhmad Prambudi Arif, Mochammad Arisukma, Prana Asongko Alfan Wijayanto Axo Syamboga Cahyadi Marta Pamungkas Chusnul Chotimah Daril Ridho Zuchrilah Denny Angga Saputra Diah Ayu Ambarwati Dian Agus Saputra Dian Yanuarita P Dian Yanuarita Purwaningsih Dian Yanuartita P. Dwi Setiawan Eky Novianarenti Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih, Erlinda Faisal Huda Febrianti, Fitria Nanda Fendi Fradana Fendi Fradana, Fendi Fitria Nanda Febrianti Handarni, Yuni Irvan Kurnia Wijaya Irvan Kurnia Wijaya Julaika, Sofiyya Khalida Yahya Krisnadi Rinto Krisnadi, Rinto M. Arjun Santosa M. Puguh Tri Darmawan MAHARANI, APRILIA Mochamad Ali Wafa Mochammad Arif Mohammad Arjun Santoso Mokhammad Rif'an kholili Naja Nikmah Syafitri Nicko Aji Purnomo Niswatin Aprilia Sholikah Novia Cahya Ningtias NUR HAMIDAH Nuril Qomariyah Oktavia Safitri Parikesit, Adji Moch. Praditya Novia Lola Pitaloka Prambudi, Arif Rakhmad Prana Arisukma Priambodo, Aditya Nanda Purnomo, Nicko Aji Rinto Krisnadi Rinto Krisnadi Rio Setiawan Rizky Cahyaningsih Setiawan, Rio Shofiyya Julaika Sholikah, Niswatin Aprilia Silvi Natalia Fadilatut Talcha Siti Afifa Sofia , Fryda Hanum Sofiyya Julaika Ticha Maharani Tri Suryanti Tri Suryanti Utamy, Vivi Dwi Vivi Dwi Utamy Wijayanto, Asongko Alfan Wulandari , Catur Yahya, Khalida Yazid Albasthomi Yuni Handarni Yuni Handarni Yusti Farra Yulia Yusti Farra Yulia Yustia Wulandari M Yustia Wulandari Mirzayanti Zuchrilah, Daril Ridho