Claim Missing Document
Check
Articles

Pengolahan Sampah Plastik Kemasan Minyak Goreng dan Tutup Botol menjadi Karbon Aktif Kartika Udyani; Erlinda Ningsih; Ambarwati Syahdiana Umar
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.83 KB)

Abstract

Penggunaan minyak goreng dalam kemasan semakin meningkat mengakibatkan semakin banyaknya sampah plastik yang dibuang sehingga dapat mencemari lingkungan. Kemasan minyak goreng dibuat dari plastic jenis lain-lain yang terbuat dari beberapa jenis resin dan bersifat tidak dapat didaur ulang. Salah satu upaya mengurangi pencemaran lingkungan adalah dengan mengolah menjadi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi H3PO4 terhadap bilangan Iodin, mengetahui pengaruh penambahan tutup botol terhadap bilangan Iodin dan mengetahui kondisi operasi pada bilangan Iodin tertinggi. Penelitian dilakukan dengan pirolisis sampah plastik kemasan minyak goreng dicampur dengan tutup botol air mineral pada berbagai macam perbandingan untuk menghasilkan karbon plastik. Tahap berikutnya adalah aktivasi karbon yang berupa produk padat dari proses pirolisis dengan larutan H3PO4 pada berbagai variasi konsentrasi selanjutnya dilakukan pemanasan pada suhu 6000C. Produk yang dihasilkan selajutnya dianalisa kadar air dan Bilangan Iodin. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bilangan Iodin semakin tinggi dengan semakin tinggi konsentrasi H3PO4, semakin banyak penambahan tutup botol maka bilangan Iodin semakin tinggi. Bilangan iod tertinggi adalah 1655,623 mg/g pada konsentrasi 1M dan perbandingan bahan 5:3 dengan kadar air 0,592%
Pra Perancangan Pabrik Diamonium Fosfat dengan Proses Tennessee Valley Authority (TVA) Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Agustin Maharani Maharani Z Putri; Dwi Setiawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.417 KB)

Abstract

Perancangan pabrik diammonium fosfat dengan bahan baku asam fosfat dan ammonia dengan proses Tennessee Valley Authority (TVA) berkapasitas 25.000 ton/ tahun, waktu operasi 330 hari/ tahun dan 24 jam/hari. Tujuan perancangan pabrik diammonium adalah mengurangi tingkat pertumbuhan impor yaitu sebesar 16 % dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Pabrik diammonium ini akan didirikan di daerah Gresik, Jawa Timur. Pemilihan lokasi pendirian pabrik yaitu di Gresik karena mendekati ketersediaannya bahan baku sama fosfat dan lokasi dekat dengan Pelabuhan yang dapat memudahkan proses distribusi produk. Proses pembuatan diammonium fosfat ada tiga yaitu multi stage process, proses TVA (Tennessee Valley Authority) dan proses kristalisasi vakum. Pada perancangan pabrik diammonium fosfat ini dipilih proses TVA (Tennessee Valley Authority). Pabrik ini dilakukan analisa ekonomi dengan sumber dana investasi berasal dari 60% biaya investasi dan 40% modal pinjaman dengan bunga sebesar 9.95% per tahun. Berdsarkan Analisa ekonomi diperoleh besaran IRR 38.4%, BEP 32.7%, dan POT 3 tahun, sehingga dapat disimpulkan perancangan pabrik ini layak didirikan.
KONVERSI MINYAK BIJI KAPUK MENJADI BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS CaO/HTC Yustia Wulandari Mirzayanti; Kartika Udyani; Rizky Cahyaningsih; M. Puguh Tri Darmawan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v13i2.1045

Abstract

This research focuses on producing biodiesel through the transesterification process of Ceiba pentandra triglyceride acid using a CaO/Hydrotalcite (CaO/HTC) catalyst. This study aimed to determine the effect of adding catalyst mass, the mole ratio of oil: methanol to biodiesel yield, and knowing the FAME content of biodiesel yield and the highest impact of adding catalyst mass and the ratio kapok seed oil to FFA conversion results. Kapok seed oil was transesterified for 2 hours at a temperature of 65°C. The molar ratio of oil and methanol used is 1:5, 1:10, 1:15, 1:20, and 1:25 (%wt). The catalyst used is CaO/HTC, with 3.0977 grams of CaO and 30.9023 grams of hydrotalcite. The best results for biodiesel yield at the ratio of the oil: methanol molar ratio of 1:15 with a catalyst mass of 1.5% wt, which is 66%, while the best % conversion of FFA is in the ratio of oil: methanol molar ratio of 1:25 with a catalyst mass of 1.5%wt which is 90.674%. FAME content of the yield The highest biodiesel contains C15-C26 carbon chains and is dominated by Linoleic Acid Methyl Ester compounds.
ABSORBER DESIGN SIMULATION FOR CO2 USING K2CO3 ABSORBENT WITH ASPEN HYSYS V.10 SOFTWARE Chusnul Chotimah; Naja Nikmah Syafitri; Kartika Udyani
Konversi Vol 11, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v11i2.14134

Abstract

An absorber is a tool used in the absorption process to separate a certain gas component from a gas mixture using a chemical solution as an absorbent. This simulation aimed to determine the effects of the packing type and column diameter on flooding, the packing type and column diameter on pressure drop, and the gas flow rate on CO2 removal. It also investigated the best absorber design based on %flooding and pressure drop. This simulation was carried out using the Aspen Hysys software version V.10. The variables of packing type consisted of PALL, berl, and raschig. The simulation results indicated that the larger the column diameter for each type of packing, the smaller the %flooding value. Meanwhile, the limit value of the %flooding for each type of packing given by Aspen Hysys was 30%– 80%. Further simulation results showed that the larger the column diameter in each type of packing, the smaller the pressure drop value. The pressure drop limit value given by Aspen Hysys was 3,658 mbar. In addition, the next simulation results demonstrated that the greater the value of the given gas flow rate, the greater the % CO2 removal value. Thus, the effective absorber design viewed from the %flooding and pressure drop was a 0.5-inch berl dimension with ceramic material. Keywords: absorber, type of packing, flooding, pressure drop, CO2 removai
DESIGN OF PACKED TOWER ABSORBER FOR CARBON DIOXIDE ABSORPTION BY POTASSIUM HYDROXIDE ABSORBENT Faisal Huda; Nuril Qomariyah; Kartika Udyani
Konversi Vol 11, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v11i2.14158

Abstract

Absorpsi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memisahkan gas CO2 dalam suatu campuran gas. CO2 perlu dihilangkan karena akan menganggu suatu proses pabrik dan dapat menyebabkan polusi udara.  Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh desain kolom absorber tipe packed tower dan mengetahui pengaruh konsentrasi dan laju alir absorben KOH terhadap removal CO2. Tahap pertama yang dilakukan yaitu menentukan desain kolom pada kondisi laju alir CO2 2 L/menit dengan laju alir absorben KOH 0,1N 2 L/menit. Uji kinerja absorber dilakukan dengan variasi laju alir absorben 1 L/menit; 1,25 L/menit; 1,5 L/menit; 1,75 L/menit; dan 2 L/menit pada konsentrasi KOH 0,1 N; 0;3 N; dan 0,5 N. Berdasarkan analisa asidi-alkalimetri diperoleh removal CO2 tertinggi mencapai 95,743% pada laju alir absorben KOH 0,5N sebesar 2 L/menit, pada kolom absorber dengan diameter 5,96 cm dengan tinggi kolom 84,5 cm menggunakan ceramic-rasching ring 13 mm yang diisikan mencapai ketinggian 83,5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan laju alir volumetrik dan konsentrasi KOH sebagai absorben menyebabkan nilai removal CO2 semakin besar.
Pemanfaatan Zeolit Teraktivasi Oleh Asam Sulfat Sebagai Adsorben Pada Pengolahan Limbah Cair Warna Pada Industri Sarung Tenun Secara Adsorpsi Praditya Novia Lola Pitaloka; Novia Cahya Ningtias; Kartika Udyani
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.571 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2022.v2i1.3323

Abstract

Salah satu industri yang perlu mendapat perhatian adalah usaha industri sarung tenun. Industri ini menghasilkan limbah cair yang dihasilkan dari proses pewarnaan. Pembuangan limbah secara sembarang akan menimbulkan dampak merugikan bagi lingkungan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini untuk menurunkan kadar COD dan TSS pada limbah cair warna industri sarung tenun. Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi menggunakan adsorben Zeolit teraktivasi asam sulfat. Konsentrasi Asam Sulfat yang digunakan adalah 2,5 N. Persen removal COD terendah dengan massa zeolit sebesar 1 gram dengan waktu 60 menit sebesar 30,98% dan  persen removal COD tertinggi dengan massa zeolit sebesar 5 gram dengan waktu 180 menit sebesar 59,61%. Persen removal TSS terendah dengan massa zeolit sebesar 1 gram dengan waktu 60 menit sebesar 74,16% dan persen removal TSS tertinggi dengan massa zeolit sebesar 5 gram dengan waktu 180 menit sebesar 94,05%. Kata kunci: Zeolit, Adsorpsi, Limbah industri warna sarung tenun 
Pengaruh Penambahan Gelling Agent Carbopol Dan Asam Stearat terhadap Nilai Kalor Etanol Gel Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Dian Agus Saputra; Silvi Natalia Fadilatut Talcha
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.469 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2021.v1i1.2118

Abstract

Ethanol gel is a semisolid fuel made from ethanol by mixing the gelling agent.Ethanol gel has the advantage of facilitating packaging, distribution and storagebecause it does not spill and flow easily. Another advantage of ethanol gel is that itdoes not smoke during the combustion process, does not cause soot and does notproduce harmful gases. This research aims to compare the 2 best gelling agentsand study the effect of adding the gelling agent to the calorific value. The processof making ethanol gel begins by inserting a gelling agent of 4-12% w into a beakerglass. Then add 20 ml of distilled water while stirring until the solution thickens.After that, slowly put 75 grams of 95% ethanol into the beaker which alreadycontains the gelling agent solution. For the manufacture of ethanol gel with astearic acid gelling agent, heating is done first in making the solution and left for 3hours after mixing with ethanol. Based on the analysis, it was found that thehighest calorific value was 12052.7 cal / g with stearic acid gelling agent in theaddition of 12% (% w).
Pengolahan Limbah Penggilingan Padi Menjadi Bioplastik menggunakan palstisizer Sorbitol Kartika Udyani; Krisnadi Rinto; Yuni Handarni
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.866 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2021.v1i1.2115

Abstract

Research on the manufacture of bioplastics from bran is one of the efforts todevelop the development of environmentally friendly plastics because they can bedecomposed by microorganisms. In addition, this study also seeks to reduceenvironmental pollution due to the disposal of rice mill waste. The research wasconducted by mixing rice bran with water, sulfuric acid and sorbitol in variousvariations of the ratio of sorbitol and bran 1:10; 2:10; 3:10; 4:10 and 5:10 (v:b).Furthermore, chitosan was added as a reinforcement with variations in theaddition of chitosan with bran, namely 4:10; 6:10; 8:10; 10:10 and 12:10 thenprinted and analyzed for dance strength, swelling and surface morphology. Thetest results showed the highest tensile strength value in the ratio of sorbitol andbran 5:10 and chitosan bran 10:10 with the highest tensile strength value of 64.27MPa and 25% swelling value. Surface morphology shows an uneven and hollowsurface.
Pengolahan Limbah Cair Industri Pewarna Makanan Secara Koagulasi dan Adsorpsi Fitria Nanda Febrianti; Fendi Fradana; Kartika Udyani
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 3, No 1 (2023): Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.628 KB) | DOI: 10.31284/j.joiche.2023.v3i1.4781

Abstract

The liquid waste produced by the food coloring industry contains quite dense colors, so it needs to be processed before being discharged into the environment. The study aims to determine the effect of aloe vera coagulant doses on removal, to determine the effect of activated carbon on color removal. Liquid waste is waste or residue from an activity or business that is in liquid form and contains various kinds of materials that can pose a hazard to water if disposed of immediately. The research method consisted of making aloe vera solution followed by coagulation using aloe vera solution and adsorption of color waste using activated carbon. The results showed that the addition that produced the highest color removal in the coagulation process was 1.2% coagulant dose. The mass of activated carbon which produced the highest removal was 62.5% with a removal of 95%.
PEMANFAATAN DAUN TEH SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM BERAT DALAM AIR LIMBAH (REVIEW) Irvan Kurnia Wijaya; Yusti Farra Yulia; Kartika Udyani
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair mengandung berbagai jenis senyawa kimia berbahaya yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan seperti logam berat Zn, Pb, Cu, Cr, Cd, Co,Fe, Mn, Ni, Hg, dan As. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Pengolahan limbah cair yang dapat dilakukan yaitu dengan metode biosorpsi, karena lebih efisien dan ekonomis. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan daun teh sebagai biosorben untuk menyerap logam berat dalam air limbah. Dalam penelitian ini digunakan metode biosorpsi menggunakan biosorben ampas daun teh tanpa perlakuan, serta teraktivasi dan termodifikasi zat kimia. Hasil dari kajian ini didapatkan biosorben ampas daun teh tanpa perlakuan mampu menyerap logam berat Zn, Pb, Cu, dan Cr dengan efisiensi penyerapan 59,46 – 99,7 %, biosorben ampas daun teh teraktivasi dan termodifikasi zat kimia mampu menyerap logam berat Zn, Cd, Co, Pb, Cu, Fe, Mn, Ni, Cr, Hg, dan As dengan efisiensi penyerapan 68,68 – 100%
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abubakar Tuhuloula Abubakar Tuhuloula Aditya Nanda Priambodo Adji Moch. Parikesit Agus Budianto Agustin Maharani Maharani Z Putri Albasthomi, Yazid Ambarwati Syahdiana Umar Ambarwati, Diah Ayu Aprilia Maharani Ari Prayitno Arif Rakhmad Prambudi Arif, Mochammad Arisukma, Prana Asongko Alfan Wijayanto Axo Syamboga Cahyadi Marta Pamungkas Chusnul Chotimah Daril Ridho Zuchrilah Denny Angga Saputra Diah Ayu Ambarwati Dian Agus Saputra Dian Yanuarita P Dian Yanuarita Purwaningsih Dian Yanuartita P. Dwi Setiawan Eky Novianarenti Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih Erlinda Ningsih, Erlinda Faisal Huda Febrianti, Fitria Nanda Fendi Fradana Fendi Fradana, Fendi Fitria Nanda Febrianti Handarni, Yuni Irvan Kurnia Wijaya Irvan Kurnia Wijaya Julaika, Sofiyya Khalida Yahya Krisnadi Rinto Krisnadi, Rinto M. Arjun Santosa M. Puguh Tri Darmawan MAHARANI, APRILIA Mochamad Ali Wafa Mochammad Arif Mohammad Arjun Santoso Mokhammad Rif'an kholili Naja Nikmah Syafitri Nicko Aji Purnomo Niswatin Aprilia Sholikah Novia Cahya Ningtias NUR HAMIDAH Nuril Qomariyah Oktavia Safitri Parikesit, Adji Moch. Praditya Novia Lola Pitaloka Prambudi, Arif Rakhmad Prana Arisukma Priambodo, Aditya Nanda Purnomo, Nicko Aji Rinto Krisnadi Rinto Krisnadi Rio Setiawan Rizky Cahyaningsih Setiawan, Rio Shofiyya Julaika Sholikah, Niswatin Aprilia Silvi Natalia Fadilatut Talcha Siti Afifa Sofia , Fryda Hanum Sofiyya Julaika Ticha Maharani Tri Suryanti Tri Suryanti Utamy, Vivi Dwi Vivi Dwi Utamy Wijayanto, Asongko Alfan Wulandari , Catur Yahya, Khalida Yazid Albasthomi Yuni Handarni Yuni Handarni Yusti Farra Yulia Yusti Farra Yulia Yustia Wulandari M Yustia Wulandari Mirzayanti Zuchrilah, Daril Ridho