Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini dan Pemberian Fasilitas Kebersihan di SD Negeri 1 Bangeran Erlinda Ningsih; Dian Yanuarita Purwaningsih; Kartika Udyani; Agus Budianto; Daril Ridho Zuchrilah
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2019.v3i1.488

Abstract

Kesehatan merupakan faktor penting bagi keberlangsungan hidup seseorang. Dengan kondisi yang sehat, seseorang dapat hidup produktif. Untuk menjaga kesehatan, diperlukan sebuah kesadaran yang tinggi untuk melakukan perilaku hidup sehat. Desa Bangeran memiliki permasalahan kesehatan masyarakat umumnya ketika hujan dan terjadi pada anak-anak sekitar, akibat lingkungan yang kurang bersih. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan memberikan fasilitas untuk mendukung hidup bersih serta meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih warga. Salah satu sikap preventif terhadap masalah kesehatan adalah dengan memberikan pengarahan sedini mungkin terhadap anak-anak. Pengenalan sederhana hidup bersih seperti tata cara mencuci tangan yang benar, mencuci tangan sebelum makan, praktik mencuci tangan dengan sabun cuci, dan membuang sampah pada tempatnya. Adanya penyuluhan terhadap anak-anak dapat menurunkan rentannya permasalahan kesehatan, meninggikan semangat belajar, meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih serta lingkungan yang bersih dengan dukungan fasilitas yang disediakan.
Pelatihan Pembuatan Sabun Transparan pada SMA 17 untuk Meningkatkan Keterampilan Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Agus Budianto; Sofiyya Julaika; Dian Yanuarita Purwaningsih; Daril Ridho Zuchrilah
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2017.v1i1.150

Abstract

Kreatif anak muda saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat remaja. Pembekalan pengetahuan, pelatihan untuk meningkatkan kreatifitas anak muda sekarang sangat diminati oleh para remaja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan pembuatan sabun transparan yang merupakan salah satu produk home industry dapat menjadi modal bagi para siswa-siswi SMA untuk menumbuhkan kreatifitas mereka dan menumbuhkan jiwa wirausaha bagi mereka. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan sabun transparan sebagian teknologi yang ada di teknik kimia kepada para siswa SMA Negeri 17 Surabaya. Pengabdian pada masyarakat secara garis besar meliputi 3 kegiatan yaitu Pendataan peserta, penyampaian materi oleh tentor yaitu dosen, dan pendampingan praktek pembuatan sabun oleh mahasiswa. Kegiatan pelatihan ini berlangsung sehari dan dihadiri oleh 20 peserta . Praktek pembuatan sabun ini berjalan dengan lancar dan salah satu kelompok peserta sabun yang dibuat tidak berhasil
Kitosan Sebagai Koagulan Untuk Removal Warna Pada Limbah Cair Industri Pangan Dian Yanuarita Purwaningsih; Dea Anisa; Alif Drezely Ovy Putri
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair dari industri pangan yang berasal dari hasil proses produksi dari diketahui masih mengandung warna yang cukup pekat sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan agar  tidak menimbulkan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar % removal warna dari limbah cair tersebut. Metode yang digunakan adalah metode koagulasi menggunakan kitosan. Kitosan terlebih dahulu dilarutkan pada asam asetat 2% sebelum ditambahkan ke dalam limbah cair. Penambahan larutan kitosan terhadap volume limbah cair yaitu 20, 30, dan 40% (v/v) dengan lama pengadukan 15, 45, dan 75 menit. Setelah pengadukan, limbah cair disaring, kemudian dianalisa kadar warna. Uji limbah awal didapatkan hasil 1778 TCU. Hasil optimal yang diperoleh pada penelitian didapat removal warna tertinggi 96% yaitu pada penambahan kitosan 30% dan lama pengadukan 45 menit
Penurunan Kadar Tss Dan Cod Pada Limbah Cair Industri Batik Dengan Metode Gabungan Koagulasi Dan Adsorbsi Tri Suryanti; Diah Ayu Ambarwati; Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri yang menghasilkan limbah cair adalah industri batik. Dalam limbah cair industri batikterdapat kandungan berbahaya yang menyebabkan pencemaran lingkungan seperti logam berat, sehinggaperlu diolah agar aman untuk dibuang ke lingkungan. Pengolahan limbah cair industri batik dapat dilakukandengan metode gabungan koagulasi dan adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh penambahan koagulan biji kelor terhadap penurunan COD (Chemical Oxygen Demand) dan TSS(Total Suspended Solid). Penelitian ini dimulai dengan menentukan koagulan terbaik antara koagulan bijikelor dan ekstrak biji kelor. Setelah itu koagulan terbaik digunakan untuk proses koagulasi dengan variabel60 gr, 80 gr, 100 gr, 120 gr, dan 140 gr. Selanjutnya hasil koagulasi diadsorbsi menggunakan karbon aktifsetinggi 25 cm. Pada lapisan bawah kolom digunakan zeolit setinggi 15 cm, kemudian pada atas kolom diisiijuk 15 cm. Setelah adsorbsi selesai sampel limbah yang sudah di-treatment kemudian diuji COD dan TSS.Pada hasil penelitian ini didapat % removal COD dan TSS maksimal pada variabel massa koagulan 60 gr,pada variabel tersebut dihasilkan % removal COD sebesar 85,95% dan % removal TSS sebesar 81,41%
Produksi Karbon Aktif Dari Kulit Singkong Dengan Aktivasi Kimia Fisika Menggunakan Gelombang Mikro Dian Yanuarita Purwaningsih; Agus Budianto; Ariska Asti Ningrum
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyaknya kulit singkong hasil limbah industri makanan yang berpotensi mencemari lingkungan. Perlu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah kulit singkong tersebut, salah satunya adalah diolah menjadi karbon aktif yang dapat digunakan sebagai adsorben. Pembuatan karbon aktif dari kulit singkong dilakukan dengan cara kulit singkong diaktivasi menggunakan aktivator asam fosfat 2,5 % selama 24 jam dan kemudian diaktivasi kembali menggunakan microwave dengan variabel daya gelombang 80, 240, 400, 560, dan 800 watt. Pada hasil penelitian didapatkan karbon aktif kulit singkong terbaik pada variabel daya gelombang microwave 800 watt dengan bilangan iod sebesar 3.173,25 mg/gram memiliki kadar air 1%, kadar abu 5 %, kadar zat menguap 23%, serta kadar karbon terikat 72%. Dari penelitian ini kualitas karbon aktif dari kulit singkong telah memenuhi baku mutu SNI 06-3703-1995 yang memiliki ketentuan bilangan iod minimum 750 mg/gram dengan kadar air maksimum 15 %, kadar abu maksimum 10 %, kadar zat menguap mak simum 25%, serta kadar karbon terikat minimal 65 %.
Proses Ekstraksi Minyak Alga Chlorella.Sp menggunakan Metode Sokhletasi Yustia Wulandari Mirzayanti; Dian Yanuarita Purwaningsih; Siti Nur Faida; Nurza Istifara
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.137 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1555

Abstract

Chlorella.sp is a type of green algae and has no flagella. One of the advantages of algae Chlorella.sp is that it has a high reproductive rate. Chlorella.sp algae is one of the algae that has oil content from its body mass. This study aims to determine the effect of the amount of solvent, extraction time on the Chlorella.sp algae oil extraction process using methanol solvent through the sokhletation method. In addition, to determine the composition of fatty acids and acid numbers from algae oil Chlorella.sp. The ratio of Chlorella.sp algae: the amount of methanol solvent used are 1: 6; 1: 9 and 1:12 gr/ml. Then for the extraction time variation are 4; 4.5; 5; 5.5 and 6 hours. Chlorella.sp algae oil extraction process using sokhletation method is carried out at 70oC. The best results through the % yield and number parameters obtained by 17.98% Chlorella.sp algae oil yield ratio of 1:12 and the extraction time for 5.5 hours. Chlorella.sp algae oil has an acid number of 3.14 mg NaOH/g. Based on the results of the GC-MS test it is known that Chlorella.sp algae are dominated by linoleic acid by 55.01 % area.  ABSTRAK Chlorella.sp merupakan jenis alga berwarna hijau dan tidak memiliki flagella. Salah satu kelebihan dari alga Chlorella.sp yaitu memiliki tingkat reproduksi yang tinggi. Alga Chlorella.sp merupakan salah satu alga yang memiliki kandungan minyak dari massa tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pelarut, waktu ekstraksi pada proses ekstraksi minyak alga Chlorella.sp menggunakan pelarut methanol melalui metode sokhletasi. Selain itu, mengetahui komposisi asam lemak dan bilangan asam dari minyak alga Chlorella.sp. Variasi rasio perbandingan antara alga Chlorella.sp : jumlah pelarut metanol yang digunakan yaitu 1:6; 1:9 dan 1:12 gr/ml. kemudian untuk variasi waktu ekstraksi adalah 4; 4,5; 5; 5,5 dan 6 jam. Proses ekstraksi minyak alga Chlorella.sp menggunakan metode sokhletasi dilakukan pada temperatur 70oC. Hasil terbaik melalui parameter % yield dan bilangan diperoleh sebesar 17,98% yield minyak alga Chlorella.sp dengan ratio perbandingan 1:12 dan waktu ekatraksi selama 5,5 jam. Minyak alga Chlorella.sp memiliki bilangan asam sebesar 3,14 mgNaOH/g. Berdasarkan hasil uji GC-MS diketahui bahwa untuk alga jenis Chlorella.sp didominasi oleh asam linoleat sebesar 55,01 %area. Kata kunci : ekstraksi; sokhletasi; alga, Chlorella.sp; solvent; metanol
Peningkatkan Mutu Minyak Goreng Curah dengan Penambahan Ekstrak Kulit Pisang Raja Sebagai Antioksidan Alami Dian Yanuarita Purwaningsih; Daril Ridho Zuchrilah; Intan Nurmala
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 4, No 1 (2019): EDISI MARET 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.668 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v4i1.1058

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang semakin hari semakin meningkat baik jumlah maupun harga. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat menggunakan minyak goreng curah. Minyak goreng curah adalah minyak goreng yang memiliki kualitas maupun higienitas di bawah baku mutu SNI 3555-1998, karena tanpa kemasan yang sesuai, minyak goreng akan mudah teroksidasi. Penelitian bertujuan untuk memperbaiki kualitas minyak goreng curah menggunakan ekstrak kulit pisang raja karena kulit pisang raja mengandung antioksidan alami yaitu flavonoid. Untuk memperoleh antioksidan alami tersebut, kulit pisang raja diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol dan etil asetat. Adapun berat ekstrak yang ditambahkan ke dalam minyak goreng curah yaitu 1; 1,5; 2; 2,5 gram dengan lama pengadukan yaitu 20, 40, 60 menit. Sampel kemudian dianalisis nilai bilangan asam, iod, peroksida. Hasil terbaik pada penelitian ini didapatkan pada penambahan ekstrak sebanyak 2,5 gram dan waktu pengadukan 60 menit dengan hasil bilangan asam 0,19827 meq/kg, bilangan iod 1,86817 meq/kg, bilangan perosida 1,94608 meq/kg.Kata  kunci:  minyak  goreng  curah;  kulit  pisang  raja;  antioksidan alami;  bilangan  asam;  iod; peroksidaABSTRACTCooking oil is one of the society necessity which is day by day increase terms of quantity and prices.To overcome these issues, of people use cooking oil is.Cooking oil is is cooking oil having of quality and higienitas under of quality standard sni 3555-1998, because without packaging appropriate, cooking oil will easily oxidized.Research aimed at improving the quality of cooking oil is use extract the skin of a banana the king because the skin plantain containing antioxidant natural that is flavonoid.To obtain antioxidant the natural, the skin of a banana the king extracted uses the method maceration with a solvent methanol and ethyl acetate.And the weight of the extract added to the cooking oil is such as 1; 1.5; 2; 2.5 grams with long stirring ie 20, 40, 60 minutes.Sample then analyzed point number acid, iod, peroxide.The best result in this study obtained to adding extract as many as 2.5 gram and time stirring 60 minutes with the result even though the number of the the action of dilute acids 0.19827 meq / from thirty to forty pounds , the number of the iod 1.86817 meq / from thirty to forty pounds , the number of the perosida 1.94608 meq kg.
Pengolahan Limbah Krom dari Industri Electroplating Menggunakan Biosorben berbahan Kulit Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih; Mochamad Ali Wafa; Mokhammad Rif'an kholili
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.014 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1659

Abstract

The metal coating industri produces waste water containing chromium metal in great concentrations that  will be hazardous to environment. The aim of this study was to determine the effect of peanut shell activation, biosorbent weight, and contact time for chromium metal removal. Initially  peanut shells are activated using H2SO4 0.05 M. Then, peanut shells used as biosorbents are weighed as  1, 2, 3, 4 and 5% of the weight of industrial liquid waste that has been determined. Then the stirring process is carried out with a speed of 150 rpm with a contact time of 30, 60 and 90 minutes. After that the mixture is filtered and the total chrome metal was measured using Atomic Absorption Spectrophotometer.  Results of the study showed that biosorbents from acid-activated peanut peels can reduce chrome by 62.23% while biosorbents without activation can to reduce chrome metal by 42.92%. The best results  were obtained on the addition of biosorbent 5% by weight at a contact time of 60 minutes with a stirring 150 rpm which was 83.38%. ABSTRAK Industri pelapisan logam menghasilkan limbah cair yang mengandung logam krom dalam konsentrasi yang cukup besar yang akan berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi kulit kacang tanah, berat biosorben, dan lama waktu kontak terhadap removal logam krom pada air limbah. Penelitian ini diawali dengan mengoven kulit kacang tanah dengan suhu 1050C, kemudian diblender dan diayak sehingga mendapatkan ukuran 100 mesh. Kemudian kulit kacang tanah diaktivasi menggunakan H2SO4 0,05 M. Selanjutnya kulit kacang tanah digunakan sebagai biosorben ditimbang sebanyak 1, 2, 3, 4 dan 5 % terhadap berat limbah cair industri yang telah ditentukan. Selanjutnya dilakukan proses pengadukan dengan kecepatan 150 rpm dengan lama waktu kontak 30, 60 dan 90 menit. Setelah itu campuran disaring dan hasil filtrat dianalisa logam krom menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom . Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorben dari kulit kacang tanah teraktivasi asam mampu menurunkan logam krom sebesar 62,23% sedangkan biosorben tanpa aktivasi mampu menurunkan logam krom 42,92%. Hasil terbaik diperoleh pada penambahan berat biosorben sebesar 5%  pada lama waktu kontak 60 menit dengan kecepatan pengadukan 150 rpm yaitu 83,38%.   Kata kunci : kacang tanah; biosorben; krom; limbah cair; aktivasi H2SO4
PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI MEDIA PENYERAPAN LOGAM PADA LIMBAH CAIR (REVIEW JURNAL) Dian Yanuarita; Anggita Sutra Pratiwi; Shania Miranda Rossa Saragih
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 12 No 2 (2020): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.966 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v12i2.52

Abstract

This thesis, the main ingredient is banana peel as an adsorbent to absorb cadmiun metals. The purpose of this thesis is relationship activator use in adsorbents, the relationship between contact time with percent removal, and the relationship between adsorbent mass and percent removal. Making activated carbon, banana peels must be carbonized using temperatures around 300-500-5C, while making biosorbents without the carbonization process. The best activator on activated carbon is HCl, whereas the biosorbent is NaOH. Optimal contact time in using cadmium using activated carbon for 90 minutes with 98.35% removal, while using biosorbent for 3 minutes with 99% removal. And the optimal adsorbent mass of cadmium uses activated carbon of 0.8 gr with 98% removal, while the biosorbent mass of 15 gr with 99.21% percent removal. It can be concluded that the use of biosorbents as an insertion media is more effective in metal deviations compared to using activated carbon.
Pembuatan Karbon Aktif dari Enceng Gondok Fita Inda Nuria; Muhammad Anwar; Dian Yanuarita Purwaningsih
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 5 No. 1 (2020): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan logam berat suatu limbah dapat diadsorpsi oleh enceng gondok. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivasi kimia dan pengaruh suhu karbonisasi dalam proses pembuatan karbon aktif. Metode yang dilakukan mencuci tanaman enceng gondok dari kotoran kemudian di potong menjadi ukuran lebih kecil, mengeringkan tanaman enceng gondok dibawah sinar matahari. Selanjutnya dikeringkan kedalam oven. Lalu menghaluskan enceng gondok menjadi serbuk selanjutnya dikarbonasi dalam furnace. Kemudian karbon didinginkan hingga suhu ruang. Selanjutnya dilakukan aktivasi kimia yaitu merendam ke larutan kimia. Lalu disaring dan dikeringkan dalam oven. Selanjutnya disimpan dalam desikator hingga suhu ruangan. Hasil penyerapan logam berat terbaik yaitu karbon aktif dengan perlakukan suhu karbonisasi 5000C dan aktivasi kimia yaitu ZnCl2 dengan konsentrasi 10%, serta massa karbon aktif sebesar 125 mg. Kata kunci: Enceng Gondok, Karbon Aktif, Aktivasi Kimia