Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Sosial Dan Kemandirian Fisik Anak Usia Prasekolah 4-6 Tahun Di Taman Kanak-Kanak Wilayah Meruyung Kota Depok Putri Aulia Nabila; Nita Sukamti; Andi Mayasari Usman
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.024 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.6000

Abstract

ABSTRACT In developed countries 50% of preschool children aged show anti social behavior disorders. The prevalence of independence level is 53% independent, 9% dependent on parents, 38% fully dependent on parents and 17% quite independent. If it abandoned, behavioral disorder and independence will occur. This research was aimed to determine the relationship of parenting styles with social development and physical independence on preschool children. This research method used a descriptive analysis design with a cross sectional approach. The sample was 50 respondents. Sampling technique with total sampling. The research instrument used a questionnaire. The data were analyzed using a non-parametric test, namely chi square. The research results of the 50 parent respondents who applied democratic parenting were 22 respondents (44.0%) with good social development of 27 respondents (54.0%) and less physical independence was 25 respondents (50.0%). The parenting result with social development obtained p value = 0.001 (p < 0.05) and parenting with physical independence p value = 0.001 (p < 0.05). There is a relationship of parenting style with social development and independence in preschool children aged 4-6 years in Kindergarten at Meruyung Region, Depok City. Keywords: Parenting Style, Social Development, Physical Independence ABSTRAK Negara maju 50% anak usia prasekolah menunjukan gangguan perilaku anti sosial. Prevalensi tingkat kemandirian 53% mandiri, 9% bergantung orang tua, 38% bergantung penuh dengan orang tua dan 17% cukup mandiri. Jika didiamkan akan terjadi gangguan perilaku dan ketidakmandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial dan kemandirian fisik anak usia prasekolah. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji non parametrik yaitu chi square. Hasil penelitian dari 50 responden orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 22 responden (44,0%) dengan perkembangan sosial cukup baik 27 responden (54,0%) dan kemandirian fisik kurang mandiri yaitu 25 responden (50,0%). Hasil pola asuh dengan perkembangan sosial didapatkan nilai p= 0,001 (p<0,05) dan pola asuh dengan kemandirian fisik nilai p= 0,001 (p<0,05). Terdapat hubungan pola asuh dengan perkembangan sosial dan kemandirian pada anak usia prasekolah 4-6 tahun  di Taman Kanak-kanak Wilayah Meruyung Kota Depok. Kata Kunci : Pola Asuh Orang tua, Perkembangan Sosial, Kemandirian Fisik
Hubungan Tingkat Kecemasan Pada Masa Pandemi Covid-19 Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung Di Jakarta Timur Afriaty Afriaty; Nita Sukamti; Milla Evelianti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.797 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i3.6049

Abstract

ABSTRACT Covid-19 is a pandemic that poses a global health threat, especially for individuals who are susceptible to infection, such as the elderly. From a preliminary study in nursing homes for the elderly, many complained about living their lives during the pandemic because no one visited which made the elderly feel lonely, causing anxiety and disrupting their quality of life. To identify the relationship between anxiety level during covid-19 pandemic with quality of life among elderly in tresna werdha budi mulia 1 retirement home Cipayung. Correlative Descriptive Research on the Elderly at Tresna werdha Budi Mulia 1 retirement home Cipayung. The sampling technique was carried out by purposive sampling with a total of 72 respondents. This research instrument uses. The statistical test used is the Spearman rank test with a significant level of 0.05. The results of the study showed the majority of 65.3% of respondents had a moderate level of anxiety and 76.4% had a good quality of life. Spearman rank test results obtained Rs of -0.349 (p-value: 0.003) which can be concluded that there is a relationship between anxiety levels and the quality of life of the elderly at Budi Mulia 1 retirement home Cipayung. Most of the elderly at Budi Mulia 1 retirement home Cipayung have moderate levels of anxiety and good quality of life. There is a relationship between the level of anxiety with quality of life. The caretaker of the nursing home should make efforts to increase the motivation of the elderly to live, by carrying out activities in the orphanage that can increase their motivation and enthusiasm in living life in the home for the elderly during the Covid-19 pandemic. Keywords: Elderly, Anxiety Level, Quality Of Life, Covid-19 ABSTRAK Covid-19 sebagai pandemi yang memberikan ancaman kesehatan secara global, terutama pada individu yang rentan untuk tertular seperti lansia. Dari studi pendahuluan di Panti lanjut usia banyak yang mengeluh dalam menjalani kehidupan selama pandemi karena tidak ada yang berkunjungan yang membuat lansia merasa kesepian mengakibatkan cemas dan membuat kualitas hidupnya terganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan pada masa pandemi Covid-19 dengan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung. Penelitian Deskripstif Korelatif pada lansia di Panti Wredha Budi Mulia 1 Cipayung. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan Jumlah 72 responden. Instrument penelitian ini menggunakan. Uji statistic yang digunakan adalah uji rank spearman dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian mayoritas 63,5% responden memilki tingkat kecemasan sedang dan 76,4% memiliki kualitas hidup baik. Hasi uji rank spearman diperoleh Rs sebesar -0,349 (p-value : 0,003). Lansia di Panti Wredha Budi Mulia Cipayung sebaian besar memiliki tingkat kecemasan sedang dan kualitas hidup baik. Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup. Pengurus panti wredha hendaknya melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan motivasi hidup lansia, dengan melakukan kegiatan-kegiatan rekresiasi di dalam panti wredha, sehingga lansia tidak merasa bosa selama Pandemi Covid-19 dapat meningkatkan motivasi dan semangatnya dalam menjalani hidup di panti wredha selama Pandemi Covid- 19. Kata Kunci: Lansia, Tingkat Kecemasan, Kualitas Hidup, Covid-19
Hubungan Antara Motivasi Kerja Dengan Kinerja Perawat Dalam Penerapan Patient Safety Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Ruang Rawat Inap RS Marinir Cilandak Regina Rossa Mauliddhina; Dwi Rohyani; Nita Sukamti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.834 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i3.6062

Abstract

ABSTRACT Nurses have different motivations, and experience in carrying out care in conditions during the COVID-19 pandemic has the potential to cause long-term and short-term consequences for nurses, the social environment, and other health professions (Fernandes et al, 2020). motivation or encouragement from within the nurse will be needed in supporting the success of the patient safety implementation program. (Toode, Kristi, 2015) With the quality of nurse performance, it is increasingly demanded to improve the quality of health services. Knowing the work motivation of nurses, nurse performance, and the application of patient safety during the COVID-19 pandemic in the Cilandak Marine Hospital inpatient room, knowing whether there is a relationship between work motivation and nurse performance in implementing patient safety in the Cilandak Marine Hospital inpatient room. This quantitative research is correlational research with a cross-sectional approach, with a sample of 85 people from the inpatient ward of the Cilandak Marine Hospital, with a total sampling technique. The research instrument consisted of 3 questionnaires that had been tested for validity and reliability with Cronbach's alpha coefficient value > 0.90, the data was then analyzed with descriptive statistics to determine the relationship between work motivation and nurse performance in the application of patient safety in the inpatient room of the hospital. Cilandak Marines. The results showed that there was a relationship between work motivation and the application of patient safety (p-value 0.05). Nurses who have work motivation in the good category have a relationship with improving the performance of nurses who are good and very good at their work. Keywords: Work Motivation, Nurse Performance, Patient Safety Implementation ABSTRAK Perawat mempunyai motivasi yang berbeda-beda, pengalaman dalam melakukan perawatan pada kondisi masa pandemic covid-19 ini berpotensi menyebabkan konsekuensi jangka panjang dan jangka pendek bagi diri perawat, lingkungan sosial dan profesi kesehatan lainnya (Fernandes dkk, 2020). motivasi atau dorongan dari dalam diri perawat akan diperlukan dalam mendukung keberhasilan program pelaksanaan patient safety.(Toode, Kristi, 2015) Dengan kualitas kinerja perawat semakin dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan. Tujuan untuk mengetahui motivasi kerja perawat, kinerja perawat, dan penerapan patient safety pada masa pandemic covid-19 di ruang rawat inap RS Marinir Cilandak, mengetahui adakah hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat dalam penerapan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Marinir Cilandak. Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel penelitian berjumlah 85 orang yang berasal dari ruang rawat inap Rumah Sakit Marinir Cilandak, dengan teknik total sampling. Instrumen  penelitian terdiri dari 3 kuesioner yang telah di uji validas dan realibilitasnya dengan nilai koefisien cronbach’s alpha >0,90, data kemudian di analisis dengan descriptive statistic untuk mengetahui adanya hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat dalam penerapan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Marinir Cilandak. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara motivasi kerja dan penerapan patient safety (p value 0,05). Perawat yang memiliki motivasi kerja dalam kategori baik maka ada kaitannya dengan peningkatan kinerja perawat yang baik dan sangat bagus untuk pekerjaannya. Kata kunci: Motivasi Kerja, Kinerja Perawat, Penerapan Patient Safety
Status Nutrisi dan Stress Sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Penyembuhan Luka Apendiktomi Rizki Hidayat; Nita Sukamti; Altika Anggreni Hidayah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i2.2008

Abstract

Appendectomy wound healing is a process of postoperative injury recovery, and nutritional conditions and stress are the two elements that influence the process. Psychological stress causes an increase in the hormones cortisol, aldosterone, and adrenaline, which slows wound healing. The purpose of this study was to see how nutritional status and stress affect the healing of appendectomy wounds in the RT. 004 Depok Jaya Village. The research design used was descriptive descriptive with a cross-sectional approach. Total population sampling was used as the sampling method. The validity of the nutritional status and stress level questionnaires were used in this study. To examine the relationship between nutritional status and stress on appendectomy wound healing, data were analyzed using the Chi-square test. The p-value for nutritional status was 0.004 and the p-value for stress was 0.003. Furthermore, it was concluded that there was a relationship between nutritional status and stress with appendectomy wound healing.Keywords: nutritional status; stress; appendectomy wound healing ABSTRAK Penyembuhan luka apendiktomi merupakan proses pemulihan cedera pasca operasi, dan kondisi gizi serta stres merupakan dua unsur yang mempengaruhi proses tersebut. Stres psikologis menyebabkan peningkatan hormon kortisol, aldosteron, dan adrenalin, yang memperlambat penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana status nutrisi dan stres mempengaruhi penyembuhan luka operasi usus buntu di RT. 004 Kelurahan Depok Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah deksritif koleratif dengan pendekatan cross-sectional. Total population sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Kuesioner status gizi dan tingkat stres yang telah diverifikasi validitasnya digunakan dalam penelitian ini. Untuk menguji hubungan antara status nutrisi dan stres pada penyembuhan luka apendektomi, data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Nilai p untuk status nutrisi adalah 0,004 dan nilai p untuk stres adalah 0,003. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara status nutrisi dengan stres dengan penyembuhan luka apendektomi.Kata kunci: status nutrisi; stress; penyembuhan luka apendiktomi
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU MAHASISWA TERHADAP KEJADIAN PANDEMI COVID-19 DI UNIVERSITAS NASIONAL JAKARTA Nita Sukamti; Rizki Hidayat; Ratna Siti Hodijah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 8, No 2 (2022): JAKHKJ September 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 yang dapat menyebar dengan sangat cepat, dengan berinteraksi dengan jarak yang dekat, menyebabkan berbagai Negara menerapkan tindakan karantina, isolasi sosial untuk berdiam dirumah. Dengan kontrol diri yang baik dapat mengarahkan kearah perilaku yang lebih baik dan sesuai dengan situasi yang terjadi. Perubahan pada perilaku juga terjadi karna adanya wabah ini karna perilaku dapat dipengaruhi oleh lingkungannya dan perilaku juga merupakan respon atau reaksi yang ada pada seseorang ketika menghadapi sebuah stimulus yang datang dari luar, sehingga dapat menjadi upaya dalam pencegahan dari penularan penyakit Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku mahasiswa terhadap kejadian pandemi covid-19.Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan variable independent kontrol diri dan variabel dependent perilaku mahasiswa. Sampel pada penelitian ini sebanyak 189 responden yang di ambil menggunkan purposive sampling. Instrument penelitian ini berupa angket kontrol diri dan perilaku. Data dianalisis menggunakan uji statistic parametik menggunakan pearson prosuct moment.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kontrol diri dengan perilaku mahasiswa terhadap kejadian pandemi covid-19 dengan hasil yang di dapat pValue 0.000˂0.05.Kesimpulan :  Kontrol diri yang baik akan mampu mengarahkan tindakan perilaku yang sesuai dengan keadaan serta situasi yang terjadi saat ini. Kata Kunci : covid-19, kontrol diri, perilaku.
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Kegiatan Jadwal Harian dengan Meningkatkan Kemampuan Positif yang Dimiliki pada Pasienny. Y dan Nn.N dengan Diagnosa Medis Skziofrenia di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Amalia Febriani Citra; Nita Sukamti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8788

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seseorang individu tersebut menyadari kemampuan dirinya, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Harga diri rendah adalah suatu kondisi dimana individu menilai dirinya atau kemampuan dirinya negatif. Analisis Asuhan Keperawatan Melalui Intervensi Kegiatan Positif Pada Pasien Ny. Y Dan Nn.N dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2. Tindakan keperawatan dilakukan selama 3 hari. Intervensi utama yang diberikan kepada pasien Ny. Y dan Nn. N dengan masalah keperawatan utama harga diri rendah yaitu dengan melakukan kegiatan positif yang dimiliki oleh pasien. Evaluasi keperawatan pasien Ny. Y dan Nn. N dengan masalah keperawatan utama harga diri rendah berdasarkan catatan perkembangan setelah diberikan tindakan melakukan kegiatan positif yang dimiliki oleh pasien selama tiga hari pertemuan pada pasien didapatkan hasil, bahwa harga diri rendah dapat terkontrol. Melatih kemampuan positif yang dimiliki oleh pasien untuk menurunkan harga diri rendah Kata Kunci: Skizofrenia, Harga Diri Renda, Kegiatan Positif  ABSTRACT Mental health is a condition in which an individual is aware of his own abilities, can cope with pressure, can work productively and is able to contribute to his community. Low self-esteem is a condition in which individuals judge themselves or their abilities negatively. Analysis of nursing care through positive activity intervention for patient Mrs.Y and MS.N with a medical diagnosis of schizophrenia at the Bina Harapan Laras Sentosa 2 Orphanage. Nursing actions were carried out for 3 days. The main intervention given to Mrs. Y and Ms. N with the main nursing problem was low self-esteem, by carrying out positive activities that were owned by the patient by making a separate schedule of activities starting from waking up, until going back to sleep. Nursing evaluation of the patient Mrs. Y and Ms. N with the main nursing problem of low self-esteem based on progress notes after being given the action of carrying out positive activities owned by the patient for three days of meeting the patient, the result was that low self- esteem can be controlledPracticing positive abilities possessed by patients to reduce low self-esteem Keywords: Schizophrenia, Low Self-Esteem, Positive Activities.
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Mengajarkan Pasien Berinteraksi Bertahap pada Ny.H dan Ny.A dengan Diagnosa Medis Skizofrenia di Panti Sosial Bina Laras Harapan 2 Fauziah Fidya Jahja; Nita Sukamti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8795

Abstract

ABSTRAK Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan individu yang dirinya merasa terganggu dari aspek mentalnya dan tidak dapat mengendalikan pikiran dengan sebagaimana mestinya. Isolasi sosial merupakan suatu keadaan dimana seorang tidak dapat bersosialisasi terhadap orang yang ada disekitarnya. Analisis Asuhan Keperawatan Melalui Intervensi Mengajarkan Pasien Berinteraksi Bertahap Pada Ny.H dan Ny. A Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Di Panti Sosial Bina Laras Harapan 2. Tindakan keperawatan dilakukan selama tiga hari. Intervensi utama yang diberikan kepada klien Ny.H dan Ny.A dengan masalah keperawatan utama isolasi sosial yaitu dengan menganjurkan berinteraksi bertahap. Evaluasi keperawatan pada klien Ny.H dan Ny.A dengan masalah keperawatan utama isolasi sosial berdasarkan catatan perkembangan, setelah melakukan interaksi bertahap selama tiga hari pertemuan pada klien didapatkan hasil bahwa klien mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Mengajarkan berinteraksi bertahap pada pasien isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan sosialisasi dengan orang lain. Kata Kunci: Skizofrenia, Isolasi Sosial, Berinteraksi Bertahap  ABSTRACT Mental disorder is a condition of an individual who feels disturbed from his mental aspect and cannot control his mind properly. Social isolation is a condition where a person cannot socialize with the people around. Analysis of Nursing Care Through Intervention Teaching Patients to Interact Gradually in Ny.H and Ny.A With a Medical Diagnosis of Schizophrenia at the Bina Laras Harapan Social Institution 2. Nursing actions carried out for three days. The main intervention given to Ny.H and Ny.A clients with the main nursing problem of social isolation is to encourage gradual interaction. Nursing evaluation of Ny.H and Ny.A clients with the main nursing problem of social isolation based on progress notes, after conducting gradual interactions over three days of meetings with clients, the results show that clients are able to interact with the surrounding environment. Teaching social isolation patients to interact gradually can improve their ability to socialize with others. Keywords: Schizophrenia, Social Isolation, Interact Gradually
Education effects on the medication adherence level in type 2 dm patients Imas Masliyah; Dayan Hisni; Nita Sukamti
Science Midwifery Vol 10 No 6 (2023): February: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i6.1139

Abstract

Education is the primary basis for the perfect treatment and prevention of Diabetes Mellitus. Minimum knowledge about Diabetes Mellitus will lead to complications more quickly, burdening the family and society. This research design is experimental research with a Quasi-Experimental Design in the form of a "Two Group Pretest-posttest." The sample in this study was 50 people using the entire population. This research was conducted at the Kedaung Kaliangke Public Health Center, West Jakarta. Preliminary data collection was started in November 2022-December 2022, and the research was conducted from January 2023. The data analysis technique used the paired t-test. This research can be concluded that there was an effect of education on the adherence level in taking medication in patients with type 2 DM at the Kedaung Kaliangke Health Center Jakarta in the instrument group and the control group.
Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa Awal di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Nita Sukamti; Jeny Hidayati Putri; Millya Helen
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i1.2261

Abstract

Latar belakang: Dewasa awal adalah tingkatan dalam pertumbuhan kehidupan manusia. Pada usia dewasa awal seringkali memiliki penyakit degenaratif yang disebabkan oleh pola hidup yang kurang baik, secara umum penyakit degeneratif yang kerap dialami adalah hipertensi. Hasil penelitian yang dilakukan tahun 2018, angka ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi menjadi 13.2% pada usia 18-24 tahun, 20.1% di usia 25-34 tahun dan 31.6% pada kelompok usia 25-44 tahun. Pengetahuan dengan kesadaran pada pasien tentang hipertensi merupakan faktor yang penting dalam mengontrol tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa awal di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta.Metodologi penelitian: penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 54 responden.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 50% responden memiliki pengetahuan sedang terhadap hipertensi, 48,1% responden mengalami hipertensi tingkat 1. Uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa awal di Kecamatan Kebon Jeruk (p value 0,008 < 0,05).Pembahasan: Pengetahuan yang perlu diketahui oleh penderita hipertensi adalah mengetahui penyebab hipertensi, tanda dan gejala yang dapat dikenal, memodifikasi gaya hidup untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti kurangi merokok, mengurangi kadar kolesterol, olahraga  teratur,  dan memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan pergi ke puskesmas atau rumah sakit.Kesimpulan: Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa awal di Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta.Kata kunci: pengetahuan, hipertensi, dewasa awal
Hubungan Tingkat Stress Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Jurangmangu Barat Tangerang Selatan Dinar Alfira; Andi Mayasari Usman; Nita Sukamti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9139

Abstract

ABSTRACK Exclusive breastfeeding is breastfeeding from mothers to their babies who are given only breast milk for 6 months without additional food either in the form of liquids such as formula milk, honey and water, or in the form of solid foods such as bananas, tim, biscuits, etc. . Psychological conditions can affect the production and flow of breast milk, caused by discomfort in its new state. 54.17% of mothers with psychological disorders (stress) experienced breast milk difficulties due to fatigue after giving birth, mothers were afraid to mobilize so they were lazy to breastfeed and decided to give formula milk to their babies. The goals is to determine the relationship between stress levels and exclusive breastfeeding among infants aged 0-6 months in RW 11 Jurangmangu Barat Tangerang Selatan.The design of this study is a descriptive analytic with a cross sectional approach. The sample in this study were 46 mothers with babies aged 0-6 months using the Nonprobability Sampling technique. The instruments used were the DASS 21 questionnaire and the Exclusive Breastfeeding Questionnaire. Data were analyzed with the Chi Square Statistical Test. The results of the study determined that there was a relationship between stress levels and exclusive breastfeeding in infants aged 0 – 6 Months and obtained a significant p-value = 0.036 (p < a or 0.036 < 0.05). The level of stress experienced by mothers with babies aged 0-6 months can affect exclusive breastfeeding to babies so that it interferes with the growth and development of babies during their growth period. It is hoped that the results of this study can help determine the condition of the mother's stress level which can affect exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months. Keywords: Stress Level, Exclusive Breastfeeding, Mother, Infant  ABSTRAK ASI Eksklusif adalah pemberian ASI dari ibu terhadap bayinya yang diberikan ASI saja selama 6 bulan tanpa makanan tambahan baik berupa cairan seperti susu formula, madu, dan air putih, maupun berupa makanan padat seperti pisang, tim, biscuit, dan lain-lain. Kondisi psikologis dapat mempengaruhi produksi dan kelancara ASI, disebabkan oleh rasa tidak nyaman dalam keadaannya yang baru. Sebanyak 54,17% ibu dengan gangguan psikologis (stress) mengalami ketidak lancaran ASI disebabkan rasa kelelahan setelah melahirkan, ibu takut untuk mobilisasi sehingga malas menyusui dan memutuskan memberi susu formula kepada bayinya. Bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stress Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan Di RW 11 Jurangmangu Barat. Desain penelitian ini menggunakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini  adalah 46 ibu dengan bayi usia 0-6 bulan dengan teknik Nonprobability Sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisoner DASS 21 dan kuisoner Pemberian ASI Eksklusif. Data dianalisis dengan Uji Statistik Chi Square. Hasil penelitian menentukan bahwa terdapat hubungan antara Tingkat Stress Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan diperoleh nilai signifikan p-value = 0,036 dimana (p < a atau 0,036 < 0,05) Tingkat stress yang dialami oleh ibu dengan bayi usia 0-6 bulan dapat mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif kepada bayi sehingga mengganggu tumbuh kembang bayi selama masa pertumbuhan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu mengetahui kondisi tingkat stress ibu yang dapat mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif untuk bayi dengan usia 0-6 bulan. Kata Kunci: Tingkat Stress, Pemberian ASI Eksklusif, Ibu, Bayi.