Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Keberhasilan Pengelolaan Hutan Mangrove: Kasus Rehabilitasi dan Konservasi oleh Komunitas Peduli Pesisir Sudrajat, Jajat; Jamaludin, Jamaludin; Anshari, Gusti Zakaria; Gusmayanti, Evi; Sawerah, Siti; Jabbar, Abdul
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v9i1.11845

Abstract

Kelompok peduli pesisir memiliki peranan penting dalam rehabilitasi dan perlindungan hutan mangrove, khususnya berkaitan dengan upaya menumbuhkan aspek kelembagaannya. Studi ini bertujuan menganalisis kinerja kelembagaan, peran stakeholders, dan hak pemilikan hutan yang mungkin diwujudkan setelah rehabilitasi mangrove dianggap berhasil, serta untuk mendeskripsikan beberapa dimensi pentingnya sebagai model pengelolaan hutan mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan September 2021 hingga Agustus 2022 di Kelurahan Setapuk Besar- Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melalui suatu metode campuran: kuantitatif-kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dari 78 responden warga komunitas pesisir dengan cara wawancara terstruktur, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci. Analisis data kuantitatif mengenai kinerja kelembagaan diukur dari proporsi warga yang mengetahui terhadap aturan utama perlindungan hutan mangrove, sedangkan secara kualitatif dilihat dari partisipasi anggota kelompok dalam rutinitas kegiatan rehabilitasi dan konservasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kelembagaan telah berfungsi dengan baik, buktinya sekitar 90 persen warga pesisir mengetahui aturan perlindungan hutan mangrove di komunitasnya. Selain itu partisipasi anggota kelompok dalam aksi rehabilitasi atau konservasi melalui inisiatif kelompok merupakan faktor kunci keberhasilan. Dimensi penting dalam menjaga keberlanjutan konservasi mangrove di sekitar kota pesisir adalah melalui pemeliharaan kelembagaan lokal dan penumbuhan ekowisata. Tittle: Analysis of the Success of Mangrove Forest Management: A Case Study on Rehabilitation and Conservation by the Coastal Care CommunityCoastal care groups have an essential role in rehabilitating and protecting mangrove forests, particularly concerning efforts to grow their institutional aspects. This study aims to analyse the institutional performance, stakeholder roles, and forest property rights that may be  realized after the success of mangrove rehabilitations, and to describe some of its essential dimensions as a model for mangrove forest management. This study was conducted in September 2021 until August 2022 in Setapuk Besar-Singkawang city, West Kalimantan, through a mixed methods: quantitative-qualitative. Quantitative data were collected from 78 respondents of the coastal communities using structured interviews, while qualitative data was gotten through in-depth interviews with the key informants. Quantitative data analysis, concerning the institutional performance is measured by the proportion of residents who know the main rules for protecting mangrove forests, while qualitatively it is seen from the participation of group members’ in their routine rehabilitation and conservation activities. The results showed that the institutional system has functioned well, as evidenced is around 90 percent of the coasta residents knowing precisely the rules for protecting the mangrove forest in their community. Besides, the group members’ participation in rehabilitation or conservation actions through group initiatives is the key to success. An important dimension in maintaining the sustainability of mangrove conservation around coastal cities is through the maintenance of local institutions and the growth of ecotourism.
Farming Sustainability in Peatlands Following Restoration Programme in West Kalimantan Sudrajat, Jajat; Gusmayanti, Evi; Nusantara, Rossie Wiedya; Sawerah, Siti
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 31 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.31.1.83

Abstract

The Indonesian government's peat restoration program, which began in 2016, is alleged to have an impact on the sustainability of peatland farming, because rewetting has the potential to cause waterlogging, limiting the crop commodities that can be cultivated. This project will look at the viability of small-scale farming on restored peatlands. To fulfill the study's objectives, we used a combination of quantitative and qualitative methods. The quantitative technique included an analysis of agricultural income to determine the economic sustainability, whereas the qualitative approach explains social sustainability. The environmental sustainability was assessed using the carbon rescue acquired after rewetting. The findings revealed that rewetting had little effect on the income from vegetable and fruit crops. The farming income, which remains relatively high, demonstrates that farming's economic sustainability is viable. Similarly, the social dimension does not detract from the sustainability aspect, because the rewetting of the land did not significantly alter the social structures and institutions that had been built in the farmer's community. Meanwhile, from an environmental standpoint, the impact of rewetting is quite favorable, as every 1 cm increase in water table level has the potential to conserve at least 0.71 tons of CO2 per acre per year, or around IDR 13,888−26,993. Keywords: carbon rescue, farming, peatland restoration, rewetting
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT MANDIRI DI DESA SUNGAI MAWANG KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Anselmus, Anselmus; Dolorosa, Eva; Sawerah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99434

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi kelapa sawit mandiri di Desa Sungai Mawang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Mawang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Lokasi penelitian ini diambil dikarenakan sebagian besar perkebunan di Desa Sungai Mawang dikelola secara mandiri oleh petani. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,80% produksi kelapa sawit mandiri di Desa Sungai Mawang dipengaruhi variabel bebas yang terdiri dari luas lahan, jumlah tanaman, umur tanaman, pupuk NPK, pupuk Urea, pestisida dan tenaga kerja. Secara simultan variabel bebas yang terdiri dari luas lahan, jumlah tanaman, umur tanaman, pupuk NPK, pupuk Urea, pestisida dan tenaga kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kelapa sawit di Desa Sungai Mawang. Secara parsial luas lahan, jumlah tanaman, umur tanaman, pupuk NPK dan pupuk Urea berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit di Desa Sungai Mawang.
ANALISIS SWOT PADA IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DIGITAL KOMODITAS BERAS DI DESA PARIT KELADI KECAMATAN SUNGAI KAKAP Murdah, Siti; Yurisinthae, Erlinda; Sawerah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98733

Abstract

Penelitian ini menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang berpengaruh pada implementasi strategi pemasaran digital komoditas beras di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Oppurtunity, Threats) dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan (strength) yang dimiliki pada implementasi strategi pemasaran digital komoditas beras di Desa parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap yaitu dengan memiliki komunikasi yang baik antara penyuluh dan petani serta memiliki kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan antara penyuluh dan petani. Kelemahan (weakness) yang dimiliki yaitu pada kondisi lingkungan dengan persaingan yang ketat serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya teknologi digital. Selanjutnya peluang yang dimiliki yaitu adanya peningkatan pengguna internet atau semakin banyak yang terhubung ke internet serta adanya peningkatan kesadaran petani akan pentingnya teknologi digital. Sementara itu, ancaman (threats) yang dimiliki yaitu dengan adanya keterbatasan dalam mempertahankan petani yang ingin menggunakan digital marketing.
PELATIHAN PEMBUATAN CATATAN USAHATANI DAN LITERASI KEUANGAN BAGI PETANI KOPI Dolorosa, Eva; Kurniati, Dewi; Sawerah, Siti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25103

Abstract

Abstrak: Pencatatan keuangan bagi para petani umumnya didasarkan pada pemahaman intuitif untuk menekan pembiayaan input produksi, serta minimnya literasi keuangan dapat menyebabkan pengambilan keputusan keuangan yang tidak menguntungkan bagi petani. Adanya pencatatan usahatani yang teratur & terstruktur yang didukung literasi keuangan akan membantu petani dalam dalam mengendalikan dan pengambilan keputusan usaha taninya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini agar petani kopi memahami pentingnya pencatatan usahatani dan literasi keuangan dengan melatih mereka untuk melakukan pencatatan hasil usahatani serta memberikan simulasi literasi keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran para petani kopi sebanyak 25 orang. Metode pelaksanaan kegiatan dengan metode penyuluhan (ceramah), praktek dan simulasi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test kepada petani kopi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa respon petani sangat baik, yang ditunjukkan dengan pemahaman dan kemampuan petani terhadap pencatatan dan literasi keuangan setelah pelatihan, meningkat menjadi 76%.Abstract: Financial recording for farmers is generally based on intuitive understanding to reduce production input costs, and the lack of financial literacy can lead to unfavourable financial decision making for farmers. The existence of regular & structured farm records supported by financial literacy will help farmers in controlling and making farming decisions. The purpose of this service activity is for coffee farmers to understand the importance of farm records and financial literacy by training them to record farm results and provide financial literacy simulations. This activity was carried out with the target of 25 coffee farmers. The method of implementing the activity was the counselling method (lecture), practice and simulation. Evaluation of the activity was carried out by giving pre-test and post-test to coffee farmers. The results of the activity showed that the farmers' response was very good, which was indicated by the farmers' understanding and ability to record and financial literacy after the training, which increased to 76%.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MARKETING MELALUI SOSIAL MEDIA UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK GAPOKTAN Dolorosa, Eva; Imelda, Imelda; Hidayat, Rakhmad; Sawerah, Siti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26203

Abstract

Abstrak: Minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan teknologi digital dan pemasaran online dapat menghambat petani dalam memasarkan produk pertanian secara efektif. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Gapoktan JUT dan Sepakat dalam menggunakan digital marketing melalui platform seperti TikTok shop dan Facebook marketplace. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Mitra kegiatan adalah Gapoktan JUT di Desa Sungai Duri II dan Gapoktan Sepakat di Desa Semudun, dengan kehadiran peserta sebanyak 48 orang. Evaluasi dengan menggunakan angket menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang digital marketing sebesar 30%, dengan 82% peserta merasakan kemudahan dalam mempraktikkannya. Meskipun 18% peserta masih mengalami kesulitan, namun pemahaman yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemasaran dan potensi penjualan produk pertanian di masa depan.Abstract: The lack of adequate knowledge and skills in using digital technology and online marketing can hinder farmers from effectively marketing agricultural products. This activity aims to enhance the understanding and skills of Gapoktan JUT and Sepakat members in utilizing digital marketing through platforms like TikTok Shop and Facebook Marketplace. The methods used include socialization, education, and hands-on practice with participants. The partners involved were farmer group JUT in Desa Sungai Duri II and farmer group Sepakat in Desa Semudun, with participant attendance 48 people. The evaluation with questionnaire showed a 30% increase in knowledge about digital marketing, with 82% of participants finding it easy to practice. Although 18% of participants still faced difficulties, the improved understanding is expected to enhance marketing effectiveness and the potential sales of agricultural products in the future.