Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Impact of Population, Labor, Unemployment, and Poverty on Economic Growth Regencies/Municipality in Sulawesi Tengah Province Muhammad Syahrul Mubarak; Nugroho SBM
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 18 No. 1 (2020): JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN
Publisher : Pusat Pengkajian Ekonomi dan Kebijakan Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jep.v18i1.11736

Abstract

High population growth could be a serious barrier to regional economic development. In general, if productivity in each sector of the economy is very low, there will be a high unemployment level in that society. The purpose of this study is to analyze the partial and simultaneous influences of population, labor, unemployment, and poverty on economic growth. The type of data used is panel statistic data from 11 regencies and municipality in Sulawesi Tengah province of Indonesia during the 2011-2019 period with 99 observations. The regression model with fixed effect approach was used to analyze the data panel. The results reveal that labor and unemployment do not significantly affect economic growth, whereas population and poverty significantly affect economic growth in positive and negative ways, respectively. The partial results of the test imply that the increase in population must be coherently supported by the specialization of the workforce through an increase in the length of school each individual. These implications can be realized through the construction of educational infrastructure. Poverty reduction can be implemented through the improvement of the education level of the people. It is expected that good education will generate more new experts to increase industrial productivity, which in turn will increase the output
Pro-Kontra Perdagangan Bebas Asean-China (ACFTA) Nugroho SBM
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 24, No 2 (2011): Efektifitas, Efisiensi, dan Optimalisasi Kinerja
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.252 KB) | DOI: 10.24856/mem.v24i2.177

Abstract

FTntries and China and such advantages can be enjoyed in the long run. While a counter claim that today's reality in ACFTA implemtation has hurt ASEAN member countries in general and Indonesia in particular. And the fact in the short term should not wait for the solution in the long run. The policy implications that can be drawn by the Indonesian government are the government needs to continue to renegotiate the products and services that are not yet ready, optimize its trade attache in China, to diversify export destinations (not just China alone), and information dissemination on various opportunities, threats, and rules in ACFTA  Keywords : ASEAN-Free Trade Arrangement, Global Trade Analysis Project, Renegotiate, Diversify Export Destination, Dissemination information 
Analisis Prioritas Kebijakan Penanganan Kemacetan Jalan Raya Serpong Kota Tangerang Selatan Wisnu Mahardhika Putera; R Mulyo Hendarto; Nugroho SBM
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 33, No 2 (2018): Peran Kinerja Perusahaan Swasta dan Kinerja Sektor Publik dalam Pertumbuhan Eko
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.161 KB) | DOI: 10.24856/mem.v33i2.640

Abstract

AbstrakJalan Raya Serpong merupakan salah satu jalan yang sangat penting di Kota Tangerang Selatan. Jalan Raya Serpong menghubungkan Kota Tangerang Selatan dengan beberapa kabupaten dan kota di sekitar Kota Tangerang Selatan. Meskipun demikian, Jalan Raya Serpong memiliki tingkat pelayanan jalan (level of service) yang rendah yaitu sebesar 0,807 yang berarti Jalan Raya Serpong tergolong kedalam jalan yang macet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas kebijakan untuk menangani kemacetan di Jalan Raya Serpong Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Hirarki Proses (AHP). Metode ini digunakan dalam menganalisis 10 kebijakan penanganan kemacetan di Jalan Raya Serpong Kota Tangerang Selatan yang diusulkan oleh key-person. Alternatif-alternatif tersebut dibagi kedalam tiga aspek, yaitu Aspek Ekonomi, Aspek Sosial dan Budaya, dan Aspek Infrastruktur. Ada tiga jenis responden yang turut serta dalam menganalisis alternatif-alternatif tersebut, yaitu Key-person, Pengguna Jalan Raya Serpong, dan Penduduk Sekitar Jalan Raya Serpong. Responden Key-person terdiri dari 5 responden yang berkompeten dalam bidang transportasi, responden pengguna Jalan Raya Serpong sebanyak 30 responden, dan responden penduduk sekitar Jalan Raya Serpong sebanyak 30 responden. Dari hasil penelitian, aspek yang menjadi prioritas dalam menangani kemacetan di Jalan raya Serpong adalah aspek infrastruktur dengan alternatif pembangunan flyover yang memiliki rasio inkonsistensi sebesar 0,03 atau kurang dari 0,10 yang berarti analisis ini konsisten dan dapat diterima untuk dijadikan sebuah prioritas dalam penanganan kemacetan di Jalan Raya Serpong Kota Tangerang Selatan. Alternative pembangunan flyover merupakan prioritas tertinggi diantara alternatif-alternatif lainnya.
Korupsi Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Di Indonesia Nugroho SBM
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 26, No 2 (2012): Optimalisasi Peran Perusahaan dan Pengendalian Organisasi
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.054 KB) | DOI: 10.24856/mem.v26i2.192

Abstract

AbstrakTingkat Korupsi di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia dilihat dari Indeks Persepsi Korupsi yang diterbitkan oleh Transparency International. Penelitian ini menganalisis pengaruh PDB, populasi wanita, tingkat pendidikan dan keterbukaan ekonomi terhadap tingkat korupsi di Indonesia. Studi ini menunjukkan PDB variabel, populasi wanita, dan tingkat pendidikan yang dipamerkan secara signifikan mempengaruhi tingkat korupsi di Indonesia, sedangkan tingkat keterbukaan ekonomi tidak signifikan mempengaruhi tingkat korupsi di Indonesia .. Variabel yang paling berpengaruh adalah populasi wanita. Ini berarti kebutuhan untuk posisi publik yang lebih diberikan kepada perempuan untuk meminimalkan korupsi.Kata Kunci: Korupsi, PDB, Penduduk Wanita, Pendidikan, Keterbukaan Ekonomi AbstractLevels of Corruption in Indonesia is still high compared to the other countries of the world seenfrom the Corruption Perception Index published by Transparency International. This study analyzed the influence of GDP, female population, education level and economic openness to the level of corruption in Indonesia. The study shows the variables GDP, female population, and education levels exhibited significantly affect the level of corruption in Indonesia, while the level of economic openness does not significantly affect the level of corruption in Indonesia .. The most influential variable is female population. This implies the need for more public positions given to women to minimize corruption.Keywords: Corruption, GDP, Female Population, Education, Economic Openess 
Analisis Efisiensi Faktor Produksi Usahatani Tembakau Rakyat (Studi Empiris : Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang) Hendrik Widiyanto; Edy Yusuf Agung Gunanto; Nugroho SBM
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 33, No 1 (2018): Upaya Peningkatan Layanan Publik dalam Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat dan
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.139 KB) | DOI: 10.24856/mem.v33i1.618

Abstract

AbstrakKabupaten Magelang  merupakan salah satu penghasil tembakau terbesar di Jawa Tengah, salah satu yang menghasilkan produksi ada di Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Tujuaan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi produksi tembakau di Desa Munggangsari. Data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari interview dengan kuesioner, data sekunder diperoleh dari buku dan literature dari berbagai sumber. Pengambilan sampel responden dalam penelitian ini adalah petani tembakau di Desa Munggangsari, Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi (software e-views 7) dan uji efisiensi (software DEAP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap produksi tembakau yaitu luas lahan, bibit, pupuk organik, fungisida. Sedangkan variabel tenaga kerja, pupuk SP36, dan pupuk ZA, tidak berpengaruh siginifikan terhadap produksi tembakau di desa Munggangsari. Nilai efisiensi teknis petani tembakau adalah 0.651 maka perlu dilakukan penambahan jumlah faktor produksi sehingga nilai efisiensi teknisnya 1.Kata Kunci : Efisiensi, Fungsi Produksi Cobb-Douglas, Tembakau, DEA. AbstractMagelang regency is one of the largest tobacco producers in Central Java, one of which produces production in Munggangsari Village, Kaliangkrik Subdistrict, Magelang Regency. The purpose of this study to determine what factors affect the production of tobacco in the village of Munggangsari. The data of this research are primary data and secondary data. Primary data were obtained from interviews with questionnaires, secondary data obtained from books and literature from various sources. Sampling of respondents in this study is tobacco farmers in Munggangsari Village, the method of analysis in this study is regression analysis (software e-views 7) and efficiency test (software DEAP). The results showed there are four variables that significantly affect tobacco production that is the area of land, seeds, organic fertilizer, and fungicide. While the variable labor, SP36 fertilizer, and ZA fertilizer, no significant effect on tobacco production in the village Munggangsari. The technical efficiency value of tobacco farmers is 0.651 it is necessary to add the number of factors of production so that the value of technical efficiency 1.Keywords: Efficiency, Cobb-Douglas Production Function, Tobacco, DEA.
Faktor-Faktor Mempengaruhi Ketimpangan Wilayah di Provinsi Jawa Timur, Indonesia Fitrah Sari Islami; Nugroho SBM
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 33, No 1 (2018): Upaya Peningkatan Layanan Publik dalam Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat dan
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.748 KB) | DOI: 10.24856/mem.v33i1.564

Abstract

AbstrakKetimpangan wilayah merupakan salah satu masalah yang umum terjadi di Negara sedang berkembang termasuk di Indonesia. Jawa Timur merupakan provinsi yang nilai ketimpangannya cukup tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain yang berada di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keadaan ketimpangan di Provinsi Jawa Timur 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan wilayah di Provinsi Jawa Timur.Penelitian ini menggunakan 1) Indeks Williamson untuk mengukur ketimpangan wilayah, 2) Analisis regresi linear berganda (Ordinary Least Square) dengan waktu penelitian tahun 2001-2015. Penelitian ini menggunakan software Eviews 9.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan wilayah di Provinsi Jawa Timur cenderung meningkat dengan nilai indeks Williamson lebih dari 1. Hasil analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini ada tiga variabel yang hasilnya signifikan (α=5%) dan berpengaruh terhadap ketimpangan wilayah yaitu variabel investasi, angkatan kerja dan IPM serta dua variabel yang tidak signifikan yaitu variabel pertumbuhan ekonomi, pengeluaran pemerintah. Kata Kunci: Ketimpangan Wilayah, Indeks Williamson, Jawa Timur AbstractRegional inequalities are one of the most common issues in developing countries including in Indonesia. East Java is the pro vince with the quiet high  inequalities value compared to the other provinces in Java Island. This study aims to: 1) to calculate the inequality value in East Java Province, 2) to classify the regions in East Java Province using Klassen Typology, 3) to determine factors that affect inequalities value in East Java Province.The methods used in this study were 1) Williamson Index to calculate the inequalities values, 2) Multiple linear regression analysis (Ordinary Least Square) during 2001 – 2015 using Eviews 9 software.The result of the study showed that the level of regional inequalities in East Java Province tends to increase with the Williamson index value more than 1. The result of  multiple linear regression analysis, the variable of  investment, labor forced and HDI were resulted to significant and it affect to the regional inequalities, meanwhile the variable of economic growth, and government expenditure were insignificant.Keyword: inequalities, Williamson Index, Klassen Typology, East Java
Pengaruh Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nugroho SBM
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 29, No 2 (2014): Pengembangan Kinerja Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.479 KB) | DOI: 10.24856/mem.v29i2.229

Abstract

Abstrak Berbagai teori yaitu Teori Modal Manusia, Teori Alokasi atau Reproduksi Status Sosial, dan Teori Pertumbuhan Kelas telah menunjukkan pentingnya pendidikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Demikian pula penelitian di berbagai negara telah menunjukkan pentingnya pendidikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Tulisan ini membuktikan bahwa secara empiris pendidikan yang diproxy dengan Angka Melek Huruf (AMH) berpengaruh secara siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang diproxy dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Kata Kunci:   Pertumbuhan Ekonomi,  Angka Melek Huruf (AMH),Produk Domestik Bruto (PDB)  Abstract Various theories ie. Human Capital Theory, Theory of Allocation or Reproduction of Social Status and Class Growth Theory has shown the importance of education in promoting economic growth. Similarly, studies in various countries have shown the importance of education in promoting economic growth. This paper empirically prove that education  approximmated by literacy rate affect the economic growth approximated by Gross Domestic Product (GDP). Keywords: Economic Growth, Literacy Rate, Gross Domestic Products.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Industri Pengolahan dan Efisiensi Produksi pada Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2010-2015 Setyo Adi Wibowo; Nugroho SBM
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 33, No 2 (2018): Peran Kinerja Perusahaan Swasta dan Kinerja Sektor Publik dalam Pertumbuhan Eko
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.332 KB) | DOI: 10.24856/mem.v33i2.727

Abstract

AbstrakAnalisis faktor-faktor produksi industri pengolahan menjadi aspek penting dalam meningkatkan nilai tambah antar sektor dan berkontribusi besar pada sektor PDRB dalam pembangunan ekonomi regional. Kerjasama antar daerah dapat memicu terkonsentrasinya industri pengolahan atau aglomerasi industri di wilayah Jawa Tengah. Daerah yang berpotensi memiliki SDA sebagai sumber bahan baku dan SDM yang terampil dapat memperoleh manfaat skala ekonomi, lokasi ekonomi, dan tenaga kerja yang berdekatan guna mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Pengunaan input-input dalam proses produksi menganggap subtitusi faktor-faktor produksi dapat dioptimalkan dan elastisitas subtitusinya adalah 1. Pengukuran efisiensi produksi dengan cara efisiensi teknis, efisiensi harga, efisiensi ekonomi dan return to scale. Tujuan penelitian ini menganalisis pengunaan input-input produksi dan menambahkan faktor eksogen yaitu aglomerasi industri. Metode analisis menggunakan pendekatan Stochastic  Frontier Analysis (SFA) dengan estimasi program Frontier 4.1.  Hasil penelitian modal (X1), bahan baku (X3), tenaga kerja (X3), upah per tenaga kerja (X4), aglomerari (AG) memiliki pengaruhi positif signifikan. Kesimpulan penambahan faktor produksi secara proporsional untuk  mencapai skala hasil produksi yang optimal. Pembaharuan mesin-mesin produksi menghadapi perkembangan teknologi modern dalam meningkatkan hasil produksi. Meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan formal sehingga bersifat padat karya (labor intensive) untuk menyerap banyak tenaga kerja.Kata Kunci : Industri Pengolahan; Aglomerasi Industri; Produksi Industri; Efisiensi AbstractAnalysis of the factors of production of processing industry becomes an important aspect in increasing the added value between sectors and contribute greatly to the sector GRDP in regional economic development. Inter-regional cooperation can trigger the concentration of processing industry or industrial agglomeration in central java region. Areas with the potential to have SDA as a source of raw materials and skilled human resources can benefit economies of scale, economic location, and adjacent labor force to promote regional economic growth. The use of inputs in the production process assumes the substitution of the factors of production can be optimized and the elasticity of the subtitute is 1. Measurement of production efficiency by means of technical efficiency, price efficiency, economic efficiency and return to scale. The purpose of this research is to analyze the use of production inputs and add exogenous factor that is industrial agglomeration. The analysis method used Stochastic Frontier Analysis (SFA) approach with Frontier 4.1 program estimation. Methods The results of capital research (X1), raw materials (X3), labor (X3), wages per labor (X4), agglomerari (AG) have significant positive effects. The conclusion of adding factor of production proportionally to achieve optimal production scale. Renewal of production machinery is facing the development of modern technology in improving production. Improving the quality of human resources through training and formal education so that it is labor intensive to absorb a lot of manpower.Keywords: Processing Industry; Industrial Agglomeration; Industrial Production; Efficiency.
Preferensi Konsumen Terhadap Transportasi Publik (Studi Kasus Bus Rapid Transit (BRT) Kota Semarang) Ichwinsyah Azali; Edy Yusuf Agung Gunanto; Nugroho SBM
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 33, No 1 (2018): Upaya Peningkatan Layanan Publik dalam Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat dan
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.114 KB) | DOI: 10.24856/mem.v33i1.617

Abstract

AbstrakKota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat kepadatan penduduk sebesar 4.269 jiwa/km2 pada tahun 2015. Dengan tingkat kepadatan yang cukup tinggi, mobilitas yang terjadi akan terus meningkat. Pemerintah mengatur kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009  pasal 158 ayat 1, pemerintah kota Semarang menyediakan kebutuhan angkutan massal di kawasan perkotaan berupa Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen dari segi harga, kenyamanan, keandalan, aksesibilitas, dan keamanan terhadap kemungkinan pemilihan moda BRT dan moda transportasi Non-BRT. Penelitian ini menggunakan 100 responden dengan purposive sampling. Model Binary Logistic Regression digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen pemilihan moda BRT dan Non-BRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan moda BRT dan Non-BRT di Kota Semarang didominasi oleh pengguna 82 responden untuk BRT dan 18 responden untuk Non-BRT. Pemilihan moda BRT dan Non-BRT dipengaruhi oleh harga, faktor kenyamanan, keandalan, aksesibilitas dan keamanan.Kata Kunci: Pemilihan Moda, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, Binary Logistic Regression. AbstractSemarang as the capital city of Central Java Province has a population density of 4.269 per square kilometer in 2015. Due to high population density, communities’ mobility will also be increasing. Government arranged the policy related to traffic and public transportation in the Law Number 22 Year 2009 article 158 paragraph 1, the government of Semarang City has guaranteed the availability of road-based transportation in Urban Areas by providing public transportation namely Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. This research aims to analyze communities’ preference in terms of price, convenience, reliability, accessibility, and safety toward the possibility of BRT and Non BRT transportation modes selection. This research uses 100 respondents by Purposive Sampling. Binary Logistic Regression model is applied to determine the effect of independent variable towards dependent variable of BRT and Non BRT transportation modes selection. The result of this research indicated that BRT and Non BRT transportation modes selection in Semarang City are dominated by 82 respondents of BRT users and 18 respondents of Non BRT users. BRT and Non BRT transportation modes selection are affected by the factor of price, convenience, reliability, accessibility, and safety.Keywords: Modes selection, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, Principal Component Analysis, Binary Logistic Regression.
ANALISIS INSTRUMEN KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI 35 KABUPATEN / KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 – 2017 Fitri Bahari; Nugroho SBM
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i1.782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak, belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di 35 Kabupaten/ Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013-2017, sebagai akibat pengambilan kebijakan fiskal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel (data time series selama lima tahun dari 2013-2017, dan data cross-section sebanyak 35 data yang mewakili Kabupaten/ Kota Di Provinsi Jawa Tengah). Metode analisis penelitian ini mengunakan regresi data panel fixed effect model. Analisis regresi data panel digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil estimasi dalam penelitian ini menunjukan bahwa variabel belanja tidak langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, variabel pajak, belanja pegawai berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan, sedangkan variabel belanja barang dan jasa tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat disimpulkan bahwa variabel belanja lagsung, pajak, dan belanja pegawai memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai dampak pengambilan kebijakan fiskal. Namun variabel belanja barang dan jasa tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten/ Kota Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penelitian diperlukan efektifitas alokasi anggaran belanja maupun penerimaan pemerintah, agar lebih dapat merespon kebijakan fiskal regional yang diambil pemerintah.