Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EDUKASI DAMPAK BULLYING TERHADAP REMAJA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMA X KEBAYORAN LAMA Aditya Firman Maulana; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 5 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah tindakan bermusuhan yang dilakukan secara sadar serta disengaja yang mempunyai tujuan untuk menyakiti, seperti menakuti melalui ancaman dan menimbulkan teror termasuk juga tindakan yang direncakan maupun tindakan yang spontan dilakukan, bersifat nyata atau hampir tidak terlihat. Bullying berdampak sangat buruk pada proses perkembangan masa muda korban untuk menerima kondisi fisik korban. Ketika remaja berkebutuhan khusus menjadi korban mereka akan membenci diri mereka sendiri, menutup diri dari orang lain, dan memiliki rasa takut untuk bersosialisasi. Dalam hal penyakit fisik yang sehingga membuat remaja merasakan kesedihan, kemarahan, dan merasa harga dirinya rendah. Tujuan dari Social Project ini adalah untuk menilai efek atau konsekuensi dari aksi bullying terhadap remaja berkebutuhan khusus. Social Project ini menggunakan teori control merujuk kepada setiap perspektif  yang membahas ihwal pengendalian tingkah laku manusia, pengertian teori kontrol sosial atau social control theory merujuk kepada pembahasan delinkuensi dan kejahatan yang dikaitkan dengan variabel-variabel yang bersifat sosiologis; antara lain struktur keluarga, pendidikan dan kelompok dominan. Kegiatan social project terkait bullying di sekolah dapat mencapai hasil yang positif antara lain, membantu meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua tentang bullying.
Stigma Laki-Laki Sebagai Pelaku Pelecehan Seksual KRL Commuter Line Daerah Jabodetabek Franz Bachruddin Wewengkang; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 2 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat, banyak beredar stigma mengenai laki-laki sebagai pelaku dari kebanyakan kasus pelecehan seksual yang terjadi di angkutan umum, khususnya KRL Commuter Line di daerah Jabodetabek. Meskipun pelecehan seksual bisa dialami atau dilakukan oleh siapapun, namun kebanyakan masih menganggap jika hanya laki-laki pelaku dominannya. Oleh karenanya, penelitian ini akan membahas mengenai keberadaan stigma tersebut ditinjau dari Teori Labeling, dan dampak yang ditimbulkan akibatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif– deskriptif, dan memakai teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil akhir penelitian ini adalah bukti dari keberadaan stigma terhadap laki-laki sebagai pelaku pelecehan seksual dengan landasan dasar Teori Labeling dan juga bagaimana dampak dari stigma itu, terutama terhadap laki-laki.
Praktik Prostitusi Terselubung Terapis Spa “X” di Cengkareng Jakarta Barat Berdasarkan Pilihan Rasional Ifta Rizky Amelia; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 3 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang terapis spa yang menekuni pekerjaannya dalam praktik prostitusi terselubung di daerah Cengkareng Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan analisis dari teori pilihan rasional yang dikemukakan oleh James S. Coleman digunakan sebagai dasar pemikiran penelitian ini. Coleman menjelaskan bahwa seorang seorang aktor dalam melakukan tindakan berdasarkan atas pilihan rasionalnya. Demi tercapainya tujuannya tujuan para aktor memaksimalkan sumber daya yang ada pada dirinya. Para subjek penelitian mengaku bahwa dirinya melakukan kegiatan prostitusi terselubung ini dikarenakan atas kebutuhan ekonomi dan merasa prostitusi terselubung merupakan cara paling aman dan cepat untuk mendapatkan uang tanpa keterampilan yang lainnya. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan cara menggali informasi secara langsung dengan narasumber dan informan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan untuk mengetahui analisa yang terdapat pada permasalahan ini. Hasil penelitian ini yaitu faktor yang menyebabkan terapis di spa “X” Cengkareng Jakarta Barat menekuni pekerjaannya sebagai pekerja seks komersial terselubung adalah karena faktor ekonomi dan juga pendidikan yang  rendah.
Prostitusi Online di Jejaring Media Sosial Twitter Ditinjau dari Alasan Pelaku Berdasarkan Teori Pilihan Rasional Gerard Fatah Ardianto; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah prostitusi online yang terjadi di media sosial Twitter. Secara keseluruhan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini, teori pilihan rasional James S. Coleman menekankan dua elemen penting: aktor/pelaku dan aksesibilitas. Dalam penelitian ini, ada empat narasumber: dua PSK (Pekerja Seks Komersial), satu mucikari, dan satu pelanggan. Hasil penelitian ini menjelaskan mengapa para pelaku, atau PSK (Pekerja Seks Komersial), mucikari, dan pelanggan memilih untuk melakukan praktik, aktivitas, dan transaksi di jejaring media sosial Twitter. Alasan untuk pilihan ini termasuk nilai pasar yang tinggi dari Twitter, fleksibilitas jam kerja yang lebih besar dibandingkan dengan bisnis offline, keengganan untuk menggunakan mucikari, kepercayaan pelanggan yang lebih tinggi, dan demografi yang lebih muda. Selanjutnya, temuan penelitian ini menjelaskan berbagai metode pemasaran dan pencarian/pemesanan prostitusi online, termasuk menggunakan hastag prostitusi online, pesan langsung sebagai opsi komunikasi, layanan promosi prostitusi online baik yang berbayar maupun gratis, tweet/cuitan yang menjelaskan aturan dan kisaran harga, dan kolom pencarian Twitter. Terakhir, tetapi tidak kurang penting, kolom Top, terbaru, orang, foto, dan video digunakan sebagai opsi bagi pelanggan yang ingin menentukan jasa prostitusinya.
Telaah Kriminologis terhadap Deradikalisasi sebagai Strategi Pencegahan Tindak Pidana Terorisme Ageng Dzuhry; Untung Sumarwan
Anomie Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas program deradikalisasi sebagai strategi dalam upaya pencegahan tindak terorisme dan penyebaran paham radikalisme di Indonesia. Program deradikalisasi merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme, yang pelaksanaannya berada di bawah tanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Keberhasilan program ini tercermin dari tidak adanya rangkaian aksi teror secara terbuka di Indonesia sepanjang tahun 2023 hingga Juli 2024. Fokus utama penelitian ini adalah implementasi program deradikalisasi sebagai strategi pencegahan terorisme, ditinjau dari perspektif teori kontrol sosial yang dikemukakan oleh Travis Hirschi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan wawancara untuk menggambarkan pelaksanaan program deradikalisasi di Indonesia secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program deradikalisasi sangat bergantung pada kesinambungan dan kolaborasi antarlembaga serta keterlibatan berbagai pihak.
Pengaruh Lingkungan Terhadap Karakter Remaja Yang Melakukan Tawuran di Daerah “X” Jakarta Selatan Lumopa, Bryan Alexander; Sumarwan, Untung
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh lingkungan sosial terhadap karakter remaja yang terlibat dalam tawuran di daerah X, Jakarta Selatan, dengan menggunakan Teori Asosiasi Diferensial sebagai fokus utama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan pendekatan Teori Asosiasi Diferensial untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana lingkungan sosial mempengaruhi karakter dan perilaku remaja, terutama dalam konteks tawuran di wilayah tersebut. Interaksi dengan kelompok sebaya dan definisi yang mendukung tawuran membuat remaja mempelajari dan menginternalisasi perilaku tersebut. Untuk mengatasi masalah tawuran remaja, perlu dilakukan intervensi yang fokus pada pembentukan lingkungan sosial yang positif serta menyediakan alternatif kegiatan yang konstruktif bagi remaja. Ini mencakup peran aktif keluarga, sekolah, dan komunitas dalam membimbing remaja ke arah yang lebih positif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kebijakan, program intervensi, dan pendekatan pendidikan yang lebih komprehensif untuk membentuk remaja dengan karakter yang positif dan kuat dalam menghadapi tekanan sosial di sekitarnya.
Fenomena Hazing sebagai Pemicu Tawuran Pelajar STM di Jakarta Berdasarkan Perspektif Teori Sub-Culture of Violence Nantara, Kharisma Dara Gita; Sumarwan, Untung
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19315

Abstract

Pendidikan menjadi prioritas utama negara dalam membangun negara maju dan masyarakat berkualitas. Generasi muda yang berkualitas menjadi faktor yang sangat penting dalam membangun sebuah negara maju. Berbagai permasalahan yang terjadi dalam lingkup pendidikan menjadi tugas negara demi kemajuan negara tersebut. Contoh permasalahan yang kerap ditemui dalam lingkup pendidikan adalah perilaku hazing sebagai pemicu tawuran antar pelajar. Dalam penelitian ini, penulis membahas periilaku hazing pada STM di Jakarta. Budaya senioritas yang negatif menjadikan pelajar harus mengikuti peraturan senior. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya “budaya senioritas” yang tidak melibatkan kekerasan dalam lingkungan pendidikan merupakan hal penting untuk dijadikan pembahasan dalam penelitian yang dikaji. Peneliti menggunakan sub-culture of violence theory dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Kata kunci : Senioritas, Sub-Culture of Violence Theory, Tawuran antar Pelajar.
Strategi Pencegahan Aksi Trespassing oleh Oknum Organisasi Masyarakat Terhadap Rumah Kos Putri di Kawasan Ciledug Sherronica, Gaurry; Sumarwan, Untung
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19364

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai strategi pencegahan terhadap tindakan trespassing yang dilakukan oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) di rumah kos putri di kawasan Ciledug. Permasalahan ini bermula ketika dua anggota organisasi masyarakat (ormas) memasuki rumah kos tanpa adanya izin dari penjaga kos.Tidak hanya melakukan trespassing oknum tersebut juga melakukan tindakan pungutan liar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisi bagaimana langkah yang diambil oleh penjaga rumah kos dalam menindaklanjuti kejadian tersebut, sehingga tidak terjadi di masa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan strategi yang dilakukan oleh penjaga rumah kos cukup efektif dalam mencegah masuknya pihak luar tanpa izin. Adapun strategi yang diambil oleh penjaga rumah kos yaitu memperbaiki bel, penguncian pagar dan komunikasi aktif dengan penghuni rumah kos. Temuan juga menunjukan terdapatnya kelemahan dalam pengawasan internal organisasi masyarakat (ormas) terhadap anggotanya. Dari hal tersebut diperlukannya kerja sama antara masyarakat, aparat keamanan dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman. Kata Kunci: Masuk tanpa izin, Organisasi masyarakat, Pungutan liar, Rumah kos, Strategi pencegahan kejahatan.
The Future of Freedom of Press in Indonesia After the Personal Data Protection Law Era Sumarwan, Untung; Hidayat, Arief; ALW, Lita Tyesta
Indonesia Law Review Vol. 13, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The press is a manifestation of the sovereignty of the Indonesian people. Unfortunately, the spirit of freedom of the press seems to be still experiencing shocks from various angles, one of which is the birth of Law number 27 of 2022 concerning Personal Data Protection (PDP Law). On the one hand, the presence of the PDP Law should be appreciated as a form of government effort to protect citizens' rights to privacy. However, unfortunately, several article provisions in the PDP Law still intersect with the Press, which are not a form of restriction in positive terms but have the potential for criminalization. One of the weaknesses of this law regarding press freedom, for example, is that the PDP Law does not provide exceptions for using personal data for public purposes. This certainly narrows the working space of the press, especially in uncovering cases or crimes committed by public officials. This paper explains how the PDP Law only focuses on efforts to protect privacy but does not look further into other aspects that can intersect and impact it, such as how personal data and privacy are linked in the journalistic realm. Furthermore, several articles in the PDP Law can further hinder the press from working. First, this arrangement does not exclude personal data from investigations conducted by the press, both specific and general personal data. The non-ideal arrangement in the PDP Law can cause problems in its implementation practices, especially concerning the function of the press in Indonesia. For this reason, it is necessary to amend the provisions in the Press Law to guarantee press freedom in the future.
How Criminalization of Blasphemy on Social Media Intensifies Social Division: A Critical Criminology Perspective Hakim, Fany Nur Rahmadiana; Sumarwan, Untung
Jurnal Kawistara Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.105095

Abstract

Existing studies on Indonesia’s blasphemy law have primarily focused on its constitutional foundations and judicial interpretation, particularly through analyses of decisions by the Constitutional Court. This tudy examines the intricate dynamics of blasphemy laws in Indonesia, with a particular focus on their implications in the digital era. Building on this body of work, including Melisa Crouch’s influential study on law and religion in Indonesia, this article shifts attention to the practical criminalization of blasphemy in the context of social media. While these laws aim to protect religion and religious values, they often result in the criminalization of certain expressions, particularly in virtual spaces. This research scrutinizes the intersection between blasphemy laws and the Electronic Information and Transactions Law, highlighting the tensions between freedom of expression, the right to practice religion and belief, and the role of technology in modern legal frameworks. The primary analysis adopts a critical criminological perspective, suggesting that those in power can legislate and criminalize anyone. This study examines the impact of public perceptions on legal processes in blasphemy cases. Data collection techniques include searching and sorting related news articles and legal text documents. Thematic analysis is employed to uncover patterns and dynamics of power embedded in the narratives. The findings indicate how these legal tools exacerbate societal divisions and contribute to the escalation of inter-religious tensions, especially in the context of online content, reflecting broader sociopolitical dynamics and moral judgments. The research results underscore the need for a more nuanced  understanding of blasphemy law and a critical re-evaluation of its application, taking into account both legal and philosophical perspectives. The media plays an important role in shaping narratives and influencing judicial outcomes, emphasizing the intersection of law, media, and society in the context of blasphemy allegations.