Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAYA BAHASA PANTUN DALAM ACARA FALOWA BUDAYA NIAS DI LINGKUNGAN VI HUTABALANG KECAMATAN BADIRI KABUPATEN TAPANULI TENGAH Putri Megawati; Anni Rahimah; Sri Mahrani Harahap
Jurnal Education and Development Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.938 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah gaya bahasa yang terdapat pada pantun dalam acara falowa (pernikahan) yang ada pada budaya Nias di lingkungan VI Hutabalang Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kualitatif dengan mengunkan objek penelitian adalah pantun yang digunakan dalam pesta pernikahan pada adat Nias. Teknik analisis data menggunakan reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. hasil analisis peneliti disimpulkan bahwaterdapat 12 bait pantun yang mengandung gaya bahasa pada acara falowa budaya Nias di lingkungan VI Hutabalang Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengahterdiri dari: Gaya bahasa klimaks 3 bait,Gaya bahasa antiklimaks 1 bait, Gaya bahasa hiperbola 2 bait,Gaya bahasa litotes 1 bait,Gaya bahasa Metafora 1 bait, gaya bahasa simile 3 bait, Gaya bahasa personifikasi 1 bait.Maka total 12 pantun yang mengandung gaya bahasa pada acara falowa budaya Nias.
KARAKTER TOKOH UTAMA PADA NOVEL TERJEMAHAN “ALMOND” KARYA SOHN WON-PYUNG Anni Rahimah; Fitrha Nur Jannah
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.42 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter tokoh utama dalam novel “Almond” karya Shon Won Pyung. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari novel terjemahan Almond. Hasil penelitian ini terdapat 9 karakter protagonis pada tokoh utama yaitu 1) sikap menolong, 2) sikap rendah hati, 3) Penuh Perhatian/Kasih sayang 4) Memberikan Pertolongan 5)Rasa Peduli 6) Rasa kasihan (simpati), 7) Mandiri, 8) Kejujuran, 9) Setia Kawan.
RUBBER (RUMAH BACA BUKU CERITA ) SEBAGAI USAHA PEMBENTUKAN MINAT MEMBACA ANAK ANAK TINGKAT SD DI PIJORKOLING PADANGSIDEMPUAN Inna Syakinah; Anni Rahimah Rahimah; Irwan Saleh Rambe; Rostiani Nasution
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Edisi Agustus 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.73 KB) | DOI: 10.37081/adam.v1i2.1012

Abstract

Membaca Merupakan kegiatan melihat tulisan bacaan  dan proses memahami isi teks dengan brersuara atau dalam hati. Membaca dapat juga di artikan dengan  mengungkapkan sesuatu imanjinasi terhadap suatu pembaca  yang disukai khalayak ramai dan juga di mengerti .Membaca juga merukan salah satu bagian literasi. Yang di maksud dengan literasi adalah: , Seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara , menghitung , dan memcahkan masalah pada tingkat keahlian  tertentu yang di perlukan dalam kehidupan sehari hari. Seperti  yang kita ketahui sebagian besar bagi seorang peserta didik , terutama peserta didik yang sedang duduk di bangku sekolah dasar mereka merasakan bahwa kegiatan membaca itu adalah suatu kegitan yang membosankan. Terutama  ketika bahan  buku bacaan nya tersebut berbentuk bacaan semua artinya buku tersebut tidak memiliki gambar, seperti:Binatang. Seperti yang terjadi di desa pijorkoling tempat saya melakukan PkM begitu saya mengeluarkan beberapa buku bacaan mereka langsung berkata  pasti kami di suruh membaca kan kak,padahal membaca adalah hal yang sangat membosankan. Dan ada juga dari salah satu mereka yang suka membaca tetapi tidak  semua buku bacaan yang ia sukai, hanya beberapa saja. Reading is an activity to see what is written and the process of understanding the contents of the text aloud or silently. Reading can also be interpreted by expressing something imaginative to a reader who is liked by the general public and is also understood. Reading is also a part of literacy. Literacy is a set of individual abilities and skills in reading, writing, speaking, calculating, and solving problems at a certain level of expertise that is needed in everyday life. As we know, most of the students, especially students who are in elementary school, feel that reading is a boring activity. Especially when the reading material is in the form of reading, it means that the book does not have pictures, such as: Animals. As happened in the village of Pijorkoling where I did PkM, as soon as I took out some reading books, they immediately said that we must be told to read, Sis, even though reading is a very boring thing. And there is also one of them who likes to read but not all reading books that he likes, only a few
MEMPERKENALKAN SASTRA DAERAH KEPADA ANAK-ANAK DI DESA AEK GODANG Anni Rahimah; Aisah Umroh Harahap; Maslan Marpaung; Epi Sahriani; Nurannisa Nurannisa; Mutia Selvi Rahmadani; Murni Amalya Purba; Puspa Indah Sari Tanjung; Putri Wahyuni Dalimunthe; Afrizal Ahmad Jamil Siddik; Markus Syaputra
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v5i1.4537

Abstract

Sastra daerah merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, identitas budaya, dan pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Namun, di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, keberadaan sastra daerah semakin terpinggirkan, terutama di kalangan anak-anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkenalkan sastra daerah kepada anak-anak di Desa Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara, serta meningkatkan pemahaman dan minat mereka terhadap budaya lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan edukatif, partisipatif, dan kreatif dengan memanfaatkan media pembelajaran visual seperti PowerPoint dan video YouTube. Kegiatan dilaksanakan melalui dua kali pertemuan yang berfokus pada pengenalan legenda dan dongeng sebagai bentuk sastra daerah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak mampu memahami konsep dasar sastra daerah, mengenali unsur-unsur intrinsik cerita, serta menangkap pesan moral yang terkandung di dalamnya. Selain itu, anak-anak menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, kegiatan PkM ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan apresiasi anak-anak terhadap sastra daerah serta berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal.
INOVASI PENGEMBANGAN MATERI DAN BAHAN AJAR DALAM KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA KEDUA DAN BAHASA ASING DENGAN TATA BAHASA PEDAGOGIS Hasian Romadon Tanjung; Anni Rahimah; Sri Mahrani Harahap; Mina Syanti Lubis; Ilham Sahdi Lubis; Hennilawati Hennilawati; Toras Barita Bayo Angin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8329

Abstract

Tata bahasa secara umum dalam pembelajaran bahasa kedua dan bahasa asing terlihat dari peran aspek-aspek tata bahasa yang diwujudkan dalam tata bahasa pedagogis. Tata bahasa tersebut secara keseluruhan merupakan data utama yang dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Indonesia. Data tersebut sejalan dengan prinsip pengembangan kurikulum berupa sumber acuan berupa pengalaman, temuan dalam penelitian, norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat, serta konvensi suatu masyarakat tentang hal yang bersifat umum. Tata bahasa pedagogis sangat dibutuhkan dalam proses belajar bahasa ibu, bahasa kedua dan bahasa asing, guru juga harus mampu mengembangkan tata bahasa pedagogis yang dimanfaatkan dalam bentuk penerapan strategi pembembelajaran bahasa, pendekatan yang dilakukan, model yang diterapkan, metode pembelajaran bahasa, teknik yang digunakan dalam pembelajaran, cara pembelajaran bahasa juga berkaitan dengan pengembangan bahan ajar bahasa yang relevan dengan tata bahasa pedagogis. Pengembangan tata bahasa pedagogis harus diselaraskan dengan landasan keilmuan dalam kurikulum. Tata bahasa yang secara umum dibuat sederhana dalam bentuk buku atau bahan ajar untuk mendukung proses pembelajaran bahasa di kelas sebagai perwujudan dari kurikulum bahasa Indonesia yang komunikatif. Sehingga pengimplementasian kurikulum pembelajaran bahasa dengan penerapatan tata bahasa pedagogis seiring dengan pengembangan perangkat pembelajaran yang dibutuhkan oleh guru dan siswa. Tata bahasa yang ada dalam buku disajikan dengan konten bahasa pedagogis yang sesuai dengan konteks dan informasi yang dengan kehidupan siswa dan pembelajar bahasa. Selain itu, dalam proses pembelajaran, evaluasi pembelajaran, hingga media pembelajaran bahasa yang digunakan oleh guru juga sepenuhnya dengan bahasa pedagogis.