Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor Pembatas Produktivitas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) (Contoh Kasus pada Desa Pantai Ulin Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan) Amin, Muhammad; Syarbini, Muhammad; Septiana, Meldia
Agroekotek View Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v6i2.3878

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang membatasi produktivitas bawang merah pada berbagai penggunaan lahan ditinjau dari kesesuaian lahan dan produktivitas tanaman serta merancang dan menentukan upaya pengelolaan dalam mengatasi faktor penghambat produktivitas tanaman bawang merah di Pantai Ulin. Desa, Kecamatan Simpur. Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melakukan survey ke daerah lokasi penelitian. Sampel tanah diambil pada setiap sebaran tanah pada penggunaan lahan untuk budidaya bawang merah. Untuk setiap penggunaan lahan yang dipilih untuk tanaman bawang merah, titik sampel ditentukan berdasarkan purposive sampling. Pengkajian faktor penghambat produktivitas bawang merah dilakukan dengan pendekatan analisis kesesuaian lahan dengan metode pencocokan antara persyaratan kesesuaian lahan bawang merah dengan data yang diperoleh di lapangan berupa karakteristik tanah dan iklim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya lahan di Desa Pantai Ulin untuk areal persawahan Lebak Tengah (SWH-D) tergolong tidak sesuai dengan faktor pembatas produktivitas bawang merah yaitu curah hujan tahunan yang tinggi sebesar 2608,8 mm/tahun, sangat drainase yang baik. kedalaman efektif tanah terhalang dan dangkal. Pada persawahan lebak dangkal (SWH-L) termasuk kelas yang tidak sesuai dengan faktor pembatas produktivitas bawang merah yaitu curah hujan tahunan yang tinggi 2608,8 mm/tahun, drainase sangat terhambat dan untuk areal pematang (KBN-P ) tergolong tidak cocok untuk tanaman bawang merah dengan faktor pembatas produktivitas yaitu curah hujan tahunan yang tinggi. Namun demikian, secara potensial kesesuaian lahan di Desa Pantai Ulin dapat ditingkatkan hingga mencapai kelas sesuai marginal (S3), yaitu dengan meningkatkan faktor pembatas produktivitas berupa pembuatan sistem surjan, dan pemberian kapur atau dolomit pada tanah. 
Emisi Dinitrogen Oksida (N2O) pada Beberapa Metode Pengelolaan Limbah Sawah di Kecamatan Anjir Sylvi Riska Amalia; Abdul Hadi; Meldia Septiana
Acta Solum Vol. 1 No. 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Soil, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/actasolum.v1i2.1815

Abstract

Wetlands have unique biodiversity and natural phenomena. The climate has recently changed rapidly due to greenhouse gas emissions, especially nitrous oxide from human activities such as paddy rice farming. The purpose of this study is to determine the effect of rice field waste management on the population of nitrogen-fixing bacteria and N2O emissions, and as to determine the shape and closeness of the relationship between the population of nitrogen-fixing bacteria and N2O emissions with different waste management methods. The research method used is a one-factor RGD. Close chamber technique is used for N2O emmisions analysis. The factor tested was the method of managing paddy waste before rice planting with five treatments, namely: A = Rice field waste was slashed and then lifted into the mound after a few days of being returned to the field; B = Rice field waste is carried out management slashed, rolled up, reversed and stretched; C = Rice field waste is slashed, planted with traces and then slashed again after the trace is transferred to land outside the research plot; D = Rice field waste sprayed with herbicide 2 times; E = Rice field waste sprayed with herbicide 1 time and then soil in the tractor. Each treatment was repeated four times so that 20 units of the experiment were obtained. The results showed that the method of rice field waste management carried out had no real effect on N2O emissions and nitrogen-fixing bacteria. N2O emissions not correlate with the activity of nitrogen-fixing bacteria from several methods of rice field waste management carried out