Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Ta'lim

MEDIA WHATSAPP DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAQ ERA PANDEMI COVID – 19 Indra Indra; mashdaria huwaina
Ta'lim Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.755 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v4i1.767

Abstract

Peralihan pembelajaran yang dilaksanakan menjadi alternatif dan solusi dalam pelaksanaan pembelajaran pada masa era pandemic covid- 19. Penggunaan media WhatsApp digunakan di MI Tahfidz Babul Hikmah khususnya pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq. Penggunaan media WhatsApp dalam pembelajaran juga menemukan kendala berbagai hambatan dalam pelaksanaannya,         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemantapanpembelajaran daring via WhatsApp Masa Pandemi Covid-19selain itu untuk mengetahui persepsi siswadan guruterhadap pemantapanpembelajaran daring via WhatsApp Masa PandemiCovid-19sertauntuk mengetahui keuntungan dan hambatan pembelajaran daring via WhatsAppMasa Pandemi Covid-19.Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisisdata dalam penelitian ini menggunakan tahap analisis data meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses penerapan pembelajaran daring via WhatsApp Masa Pandemic Covid-19sudah berjalan dengan baik, dengan melakukan perencanaan yang matang siswa dapat melaksanakan pembelajaran dengan lancar sehingga guru dapat melakukan evaluasi.Kunci: Pembelajaran, WhatsApp, Covid-19
Tradisi Nukhun Ajang Dalam Acara Pernikahan Masyarakat Putihdoh di Lihat Dari Perspektif Qs Al-Maidah Ayat 2 mashdaria huwaina; Khoironi Khoironi
Ta'lim Vol 3, No 2 (2021): JURNAL TA'LIM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.061 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v3i2.473

Abstract

Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keanekaragaman dalam berbagai hal. Salah satunya adalah budaya yang berkembang dalam masyarakat adat sebagai kekayaan nasional. Masyarakat adat secara tradisi terus berpegang pada nilai-nilai lokal yang diyakini kebenarannya dan menjadi pegangan hidup yang diwariskan secara turun temurun. Sebagai kesatuan hidup, masyarakat adat memiliki nilai sosial-budaya yang layak dikembangkan dalam pembelajaran, seperti kesetiakawanan sosial (solidaritas) dalam melakukan aktivitas hidupnya. Selain memiliki kesetiakawanan sosial yang tinggi, masyarakat adat juga  memiliki budaya luhur lain yang berupa gotong-royong, musyawarah, dan kerukunan. Tujuan Penelitian untuk menganalisis keterkaitan antara Tradisi Nukhun Ajang dalam Acara Pernikahan Masyarakat Putihdoh di Lihat Dari Perspektif Qs Al-Maidah Ayat 2. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara Q.S Al-maidah ayat 2 dengan Tradisi Nukhun Ajang yang ada di Pekon Putihdoh dimana kaitannya yaitu kita sebagai manusia dianjurkan untuk saling tolong menolong terhadap sesama manusia agar kehidupan menjadi lebih baik, terarah dan rukun.
PEMBENTUKAN KARAKTER KEJUJURAN KELAS V SDN 52 GEDONG TATAAN OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rindi Onky Saputri; Mashdaria Huwaina; Anggi Septia Nugroho
Ta'lim Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe character of honesty, namely how the role of an Islamic Religious Education teacher is in forming the character of honesty in students, so that students at SDN 52 Gedong Tataan are formed there is an honesty in these students. For a teacher to direct and foster students to be able to grow and develop. Of the many problems that occur in the world of education, namely dishonesty committed by students, namely lying, making up blind words, cheating, and not admitting mistakes,This study uses a qualitative approach, with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation in inductive qualitative research. In this research, the objects are school principals, Islamic religious education teachers, and students.The results of the study showed that dishonesty at SDN 52 Gedong Tataan, Pesawaran Regency, Lampung Province, namely telling lies, not admitting mistakes, making up things and cheating. In preventing student dishonesty, the role of the PAI teacher in shaping the character of honesty in grade V students at SDN 52 Gedong Tataan, Pesawaran Regency, is as follows: giving advice, setting an example, being given punishment and reward.It can be concluded that the role of the Islamic Religious Education teacher in shaping the character of the honesty of fifth grade students at SDN 52 Gedong Tataan is to provide advice, lead by example, punish, and reward. In forming the honest character of students, the role of the PAI teacher must work together with several parties, including the principal, homeroom teacher, student guardians and the surrounding environment or community from adults to peers.
PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI SDN 52 KRUI KECAMATAN PESISIR SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT LAMPUNG Rabilita Mahardika; arizal eka putra; Mashdaria Huwaina
Ta'lim Vol 5, No 1 (2023): METODE PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/ta'lim.v5i1.1424

Abstract

Guru adalah sosok yang diharapkan mampu untuk membina perilaku siswa dalam pengembangan potensi-potensi diri agar siswa mengetahui potensi dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam untuk membina akhlak siswa di SDN 52 Krui.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu dengan menggumpulkan data dengancara Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam, Guru, dan Siswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Upaya Guru Pendidikan Agama Islam untuk pembinaan Akhlak siswa di SDN 52 Krui sejalan dengan pendapat bahwa pembiasaan dimulai sejak dini, maka seluruh siswa akan terbiasa melakukan sesuatu yang lebih baik sampai nanti. Dalam mengajarkan dan menerapkan kebiasaan kepada siswa memerlukan waktu yang cukup lama agar siswa terbiasa melakukan kebiasaan tersebut serta membutuhkan kesabaran dalam menerapkan kebiasaan tersebut. Akan tetapi apabila kebiasaan tersebut sudah melekat maka akan sulit untuk di tinggalkan.Kebiasaan yang di terapkan oleh guru PAI di SDN 52 Krui yaitu: pembiasaan mengucapkan salam, pembiasaan berdo’a sebelum dan setelah pembelajaran, pembiasaan meminta maaf dan memaafkan, pemberian hukuman, pembiasaan menghormati guru dan orang yang lebih tua. Kata Kunci : Guru, Pembinaan, Akhlak
KOMPONEN INTI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN ISMUBA DI SMP MUHAMMMADIYAH 4 BANDAR LAMPUNG Nisa Rahmania; Arizal Eka Putra; mashdaria huwaina
Ta'lim Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/ta'lim.v5i2.2106

Abstract

ABSTRACTThe 2013 curriculum that was implemented in the 2013/2014 school year. The emphasis point in the 2013 Curriculum is the improvement and balance of soft skills and hard skills. ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, and Arabic) is a special feature and advantage of the Muhammadiyah School with an integrative-holistic Medern Islamic education system, in the form of a public school that integrates Islamic religious knowledge, and a madrasah that integrates general sciences. Based on this, researcher conducted research at SMP Muhammadiyah 4 Bandar Lampung with the title “Implementation of the 2013 Curriculum in ISMUBA Subjects at SMP Muhammadiyah 4 Bandar Lampung”.This research focuses on Islamic/Islamic Religious Education Subjects because these three subjects are allied subjects and there is no significant difference, so i tis deemed sufficient to sample Al-Islam subjects.The purpose of this research is to find out how the 2013 Curriculum is implemented and how the supporting and inhibiting factors are in its implementation. This research uses field research with a qualitative descriptive approach.The results of this research indicate that, (1) Implementation of the 2013 Curriculum has been implemented since 2019. In the 2022/2023 school year, the 2013 Curriculum has been impelemented in all classes. (2) Supporting and inhibiting factors, including; Implementation of socialization and training, teacher competence, availability of school facilities and infrastructure, student motivation, as well as evaluation or assessment of the 2013 Curriculum. Key Words : Implementation, 2013 Curriculum, Islamic Religiou Subject.